Fungsi Empedu Pada Sistem Pencernaan Tubuh Manusia

Fungsi Empedu merupakan bagian kecil yang terletak di area tengah perut, tepatnya di bawah hati. Meski bentuknya kecil namun fungsi empedu amat besar.

Empedu juga mempunyai peranan penting dalam sistem pencernaan dan sistem ekskresi manusia. Lebih-lebih dalam membantu penyerapan lemak dan membantu hati mengeluarkan zat-zat beracun dari dalam tubuh.

Komposisi utama cairan empedu adalah garam empedu, air, kolesterol dan juga lesitin. Cairan empedu memiliki struktur dalam kalium, natrium, klorin, ion bikarbonat, dan asam lemak, meskipun jumlahnya sangat sedikit.

Sebelum mamahami fungsi empedu, penting untuk mengenal bagian-bagian empedu. Empedu di muat pada sebuah jaringan berotot yang disebut dengan kantong empedu.

Kantong empedu terletak pada bagian bawah hati, ukurannya adalah sekitar 8 hingga 12 cm dengan diameter 4 cm dan memiliki kapasitas kurang lebih 60 ml.

Bagian-bagian Kantong Empedu

Bagian-bagian Empedu

Kantong empedu terdiri dari beberapa bagian, yakni:.

Fundus vesika felea, merupakan bagian kantong empedu yang paling akhir setelah  Korpus vesika felea, bagian dari kantong empedu korpus vesika felea. yang dalamnya berisi getah empedu(cairan empedu).

  1. Leher kandung kemih, yaitu leher dari kantung empedu yaitu saluran pertama masuknya getah empedu ke kantong empedu.
  2. Duktus sistikus, yaitu saluran empedu ke duodenum.
  3. Duktus hepatikus, yaitu saluran keluar dari leher.
  4. Duktus keledokus, yaitu saluran yang membawa getah empedu ke duodenum.

Empedu mempunyai manfaat  dalam membantu penyerapan lemak ke dalam tubuh dan membantu kerja hati dalam sistem ekskresi atau proses pengeluaran zat sisa metabolisme baik berbentuk zat cair dan zat gas dari dalam tubuh.

Baca juga : Fungsi Mulut

Fungsi Empedu Dalam Pencernaan

Fungsi Empedu

Berikut ini beberapa fungsi empedu dalam tubuh manusia.

1. Fungsi Empedu Membantu Kerja Fungsi Enzim Pencernaan

Fungsi empedu pada pencernaan salah satunya adalah menetralkan asam lambung. Proses ini sangat membantu enzim pencernaan untuk bekerja dengan baik di suasana yang lebih netral.

Pada umumnya enzim akan bekerja lebih maksimal pada pH netral. Enzim pencernaan berperan dalam usus kecil dapat bekerja secara optimal dalam kondisi basah sedangkan zat makanan yang masuk ke usus memiliki sifat asam.

Di sinilah fungsi empedu yang dibutuhkan oleh tubuh, empedu memiliki sifat basa (pH antara 7,5-8,05). Sifat asam usus halus dalam memicu pengeluaran hormon sekretin dari kelenjar pankreas.

Kemudian hormon akan merangsang dalam empedu untuk menyerap air dan natrium bikarbonat sehingga pH empedu semakin tinggi jika dibandingkan ketika masih berada di kantong empedu.

Dengan dikendalikannya pH ini, empedu membantu optimalisasi kerja fungsi enzim pencernaan dengan cara menetralisir sifat asam dan menciptakan kondisi basa yang membuat kerja enzim pencernaan lebih optimal.

Semakin besar asam sifat pada makanan yang masuk ke dalam usus, maka makin besar pula empedu yang diproduksikan.

Baca juga : Fungsi Lambung

2. Fungsi Empedu Sebagai Pengencer Lemak

Guna empedu berikutnya merupakan bisa menolong mengemulsi lemak. Tidak seluruhnya wujud lemak yang masuk ke dalam sistem pencernaan dapat langsung diserap oleh usus.

Badan membutuhkan zat yang sanggup buat menguraikan lemak tersebut. Terdapat sebagian wujud zat bisa dengan gampang larut dalam air, tetapi tidak begitu dengan lemak.

Lemak hendak gampang buat diserap oleh badan kala dalam wujud partikel yang lebih kecil. Di sinilah guna empedu.

Kedatangan empedu sangatlah berarti buat proses penyerapan lemak, tercantum pula dalam proses penyerapan vit yang larut dalam lemak semacam vit A, vit D, vit E, serta vit K.

Sistem emulsifikasi lemak awal mulanya terjalin pada lambung lewat kontraksi lambung serta terdapatnya asam lambung.

Sistem emulsifikasi kembali terjalin sehabis lemak melewati lambung serta garam empedu mulai bekerja buat mengemulsifikasi lemak sampai terbentuklah butiran lemak ataupun micelle.

Lemak berikutnya hendak diganti jadi asam lemak serta gliserol dibantu oleh enzim lipase.

3. Menolong Guna Enzim Lipase

Guna empedu pada badan manusia berikutnya merupakan buat menolong guna enzime lipase. Empedu menolong kerja enzim lipase dengan membentuk misel- misel.

Misel bisa menolong memperluas permukaan partikel sehingga enzim lipase lebih kilat merombak lemak. Enzim lipase memiliki guna bagaikan merombak lemak jadi 2 molekul asam lemak serta gliserol.

Baca juga : Fungsi Hati

4. Menghasilkan Toksin Dalam Tubuh

Guna empedu selanjutnya ialah buat menolong menghasilkan toksin dalam badan. Santapan masuk ke dalam badan manusia hendak diolah buat setelah itu bisa diserap oleh usus.

Sehabis itu zat- zat berarti hendak diserap oleh darah buat bisa menolong kerja sel- sel dalam badan.

Zat- zat yang tidak baik ataupun zat beracun yang masuk ke dalam badan, umumnya hendak disaring oleh hati supaya tidak terserap oleh darah serta menyebar ke segala badan.

Zat- zat tersebut hendak dibawa oleh hati buat dikeluarkan dari badan lewat empedu. Zat- zat beresiko tersebut hendak dikeluarkan bersama dengan urine ataupun feses.

Menyusutnya kinerja empedu hendak sangat berisiko untuk badan, sebab proses penyerapan zat beresiko pula pastinya tidak dapat dilkakukan dengan optimal.

5. Melindungi Badan Dari Bakteri

Guna empedu yang lain merupakan sanggup buat jadi bakterisida. Susah sekali buat bisa terbebas dari bermacam berbagai mikroba yang bisa jadi masuk ke badan kita.

Salah satu metode sangat potensial buat mikroba masuk merupakan lewat santapan. Dalam sekali makan, mikroba yang masuk ke dalam badan melalui santapan jumlahnya tidak terhitung.

Di sinilah kedudukan sistem imun badan berfungsi. Tidak hanya sistem imun, sistem pencernaan mempunyai mekanisme pertahanan sendiri semacam empedu.

Guna empedu menghasilkan keadaan basa yang bisa mematikan ataupun membatasi mikroba yang masuk ke dalam badan.

Sebagian indikasi kekurangan empedu yang bisa jadi biasanya timbul dapat berbentuk:

  • Diare
  • Kram perut.
  • Perut kembung serta susah buang gas( kentut).
  • Bau kentut yang sangat tidak nikmat.
  • Buang air besar yang tidak tertib.
  • Feses bercorak pucat.
  • Penurunan berat tubuh.

Penyakit Empedu

Penyakit Empedu

Sebagian penyakit yang terpaut kendala penciptaan empedu.

Organ- organ yang berkaitan dengan penciptaan, penyimpanan, serta penyaluran cairan empedu dapat terserang kendala.

Keadaan ini kemudain dapat mempengaruhi terhadap penciptaan serta kinerja empedu. Sebagian permasalahan kedokteran tersebut meliputi:

  1. Refluks Empedu

Refluks empedu terjalin apabila cairan empedu naik ke lambung serta ke esofagus( tenggorokan). Keadaan ini kadang- kadang dapat terjalin bertepatan dengan refluks asam lambung( GERD).

Tetapi berbeda dengan GERD yang masih dapat diatasi melalui pergantian pola makan serta style hidup, refluks cairan empedu mesti ditangani dengan obat- obatan. Pada permasalahan yang parah, aksi bedah dapat saja diperlukan.

  1. Batu Empedu

Batu empedu ataupun kolelitiasis merupakan partikel- partikel dalam cairan empedu yang membentuk kristal. Zat pembentuknya seragam dengan zat pembuat empedu, ialah garam empedu, kolesterol serta bilirubin.

Timbulnya batu empedu ialah keadaan yang universal. Tetapi cuma dekat 20% dari permasalahan batu empedu yang memunculkan permasalahan kesehatan.

Batu empedu dapat menimbulkan penyumbatan di kantung empedu ataupun saluran empedu. Bila ini terjalin, cairan empedu tidak dapat mengalir secara efisien ke usus halus.

Bagaikan dampaknya, terjadilah penyakit di kantung empedu ataupun saluran empedu.

  1. Cholecystitis

Ialah tipe kendala pada kantung empedu yang sangat kerap terjalin, cholecystitis merupakan peradangan pada kantung empedu akibat terdapatnya penyumbatan oleh batu empedu.

Pada permasalahan yang telah kronis( jangka panjang), kantung empedu dapat menurun serta kehabisan gunanya.

Penyembuhan cholecystitis bergantung dari tingkatan keparahan indikasi. Pemberian obat antibiotik serta rehat biasanya telah dapat menanggulangi penyakit ini. Tetapi bila kondisinya telah parah, bisa jadi butuh aksi pembedahan.

  1. Cholangitis

Cholangitis merupakan peradangan pada saluran empedu akibat penyumbatan oleh batu empedu ataupun peradangan kuman. Tidak cuma itu, tumor ataupun prosedur kedokteran tertentu pula dapat jadi penyebabnya.

  1. Penyakit Lainnya

Penyakit semacam hepatitis pula dapat mempengaruhi keahlian hati dalam memproduksi empedu. Keadaan ini berefek pada masalah- masalah pencernaan dan peradangan kantung empedu serta saluran empedu.

Kendala Empedu

Kendala empedu merupakan bermacam kendala yang melanda kantong empedu yang setelah itu mempengaruhi pada proses ekskresi ataupun penciptaan dari empedu.

Kendala empedu jelas hendak membuat guna empedu menyusut. Kendala pada empedu tidak bisa dikira sepele sebab semacam yang telah dipaparkan sebelumya kalau guna empedu sangatlah mempengaruhi pada sistem pencernaan serta ekskresi badan.

Kendala empedu dapat terjalin akibat bermacam aspek, namun kendala yang sangat banyak biasa terpaut dengan batu empedu.

Timbulnya tonjolan abnormal dalam kantong empedu dapat merangsang terjadinya batu empedu. Kemunculan batu empedu dapat terjalin di dalam kantong empedu ataupun di saluran empedu.

Batu empedu yang dibiarkan umumnya hendak terus meningkat serta menumpuk sampai terjalin penyumbatan pada saluran empedu.

Bila telah terserang batu empedu, hingga penderita hendak dengan gampang terserang kendala empedu yang lain semacam berikut ini:

  • Radang kantong empedu ataupun diucap pula dengan kolesistisis.
  • Batu empedu berpindah ke usus ataupun diucap pula dengan ileus. Keadaan ini berkemungkinan membahayakan nyawa.
  • Empiema ataupun keadaan di mana mencuat abses di kantong empedu. Keadaan ini dapat menyebabklan perih pada perut.
  • Kantong empedu berlubang yang bisa menimbulkan peradangan di perut serta membahayakan nyawa.
  • Kanker ataupun tumor empedu.

Kendala pada empedu dapat diisyarati dengan bermacam indikasi semacam demam, perih perut, kulit menguning, menggigil, keringat berlebih, kemih hitam, feses bercorak terang, nafsu makan lenyap, detak jantung tidak wajar, mual, muntah, rasa gatal di kulit, sampai diare kronis.

Penyembuhan penyakit yang berkaitan dengan empedu dapat dicoba dengan bermacam metode mulai dari pemakaian antibitok serta obat- obatan yang lain, pembedahan, sampai kemoterap.

Penyembuhan wajib diseuaikan dengan tipe serta tingkatan penyakitnya.

Bila Kamu merasakan indikasi semacam yang disebutkan tadinya, lekas konsultasikan ke dokter buat bisa mengenali penyebabnya serta pula mencari pemecahan dari penyakit yang Kamu natural.

Tidak hanya itu, jangan kurang ingat pula buat senantiasa melindungi kesehatan kantong empedu dan organ sistem pencernaan yang lain.

Salah satu metode sangat jitu buat melindungi kesehatan segala organ badan Kamu merupakan dengan mempraktikkan pola hidup sehat yang meliputi melindungi pola makan, melindungi pola tidur, serta pula teratur olahraga.

Dengan kerutinan simpel ini, Kamu dapat bebas dari bermacam penyakit, tercantum pula kendala empedu.

Struktur Kantung Empedu

Berikut ini pula ada 3 lapis pelapis kantung empedu, ialah:

  • Tekstur yang luarnya berwujud peritoneum visceral
  • Bentuk tengahnya berwujud bilik yang terdiri atas serat otot halus. Peregangan dari otot tersebut disebabkan oleh proses hormonal badan serta pula hendak berfungsi buat membuang cairan empedu menuju ke usus duabelas jari.
  • Tekstur yang dalamnya berwujud selaput mukosa yang terdiri atas organ- organ epitel lugas yang dimana berwujud silinder.

Sedangkan, tubuh kantung empedu ini pula ada 6 bagian, ialah:

  • Fundus Vesikafelea ialah wujud pucuk dari kantung empedu.
  • Badan Vesikafelea yakni wujud dari kantung empedu yang didalamnya memiliki cairan empedu. Sebagian cairan yang hendak dihasilkan dalam satu hari yakni antara 600 hingga 1200 ml. Sebagian hasil tersebut bisa pula tumbuh dikala tubuh lagi mengolah lemak.
  • Leher Kantung Empedu yakni dimana rongkong posisi masuknya cairan empedu kedalam tubuh vesikafelea.
  • Duktus Sistikus yakni rongkong yang hendak membuat saluran rongkong beserta dengan duktus hepatikus. Panjang rongkong duktus sistikus hingga antara 3 centimeter.
  • Duktus Hepatikus yakni rongkong yang keluar dari leher empedu serta pula beserta dengan dukturs sistikus hendak membuat rongkong empedu.
  • Rongkong empedu yakni suatu rongkong yang hendak mengantar cairan empedu ke usus 2 belas

Proses Pembuatan Getah ataupun Cairan Empedu

Ada pula komposisi serta pula proses pembuatan getah ataupun cairan empedu yang antara lain ialah:

Komposisi Getah Empedu

  • 97% Air
  • 0, 7% garam empedu
  • 0, 2% melamin empedu
  • 0, 06% kolesterol
  • 0, 7% garam anorganik
  • 0, 15% asam lemak
  • 0, 1% lesitin
  • 0, 1% lemak
  • Selebihnya Alkli fosfatase

Cairan empedu ini pula berasal dari penghancuran hemoglobin eritrosi yang telah tua ataupun pula rusak.

Hemoglobin kemudian setelah itu hendak dijabarkan jadi hemin, zat besi serta pula globin.

Zat besi serta pula globin hendak ditaruh di dalam hati kemudian dikirim ke sumsum tulang buat jadi bahan utama dimana pembuatan sel darah merah baru, heme“ hermin” hendak dirombak jadi bilirubin serta pula biliverdin.

Kedua zat ini ialah sesuatu zat pemberi corak untuk cairan empedu kemudian sehingga cairan empedu bercorak hijau biru.

Zat corak tersebut hendak pula hadapi oksidasi jadi urobilin. kemudian Setelah itu urobilin dieksresikan ke luar badan melewati feses serta pula kemih.

Zat inilah yang dimana hendak membagikan corak kekuningan pada feses serta pula kemih.

Inilah penjelasan dari kami mulai dari fungsi empedu, bagian-bagian empedu, proses pembuatan getah ataupun cairan empedu, struktur kantong empedu, dll. Semoga bermanfaat. Terima Kasih.