FUNGSI DIAFRAGMA | Pengertian, Macam, Penyebab, Struktur dan Cara Menjaganya

Fungsi Diafragma – Pada kesempatan kali ini kita akan mengupas materi pembahasan yang berkaitan dengan DIAFRAGMA.

Mulai dari Pengertian, Macam-macam, Fungsi, Struktur, Cara Kerja, Gangguan yang terjadi Diafragma dan lain sebagainya.

PENGERTIAN DIAFRAGMA

Pengertian Diafragma

Pengertian Diafragma

Diafragma merupakan salah satu organ tubuh yang berperan penting dalam Sistem alat pernafasan, sehingga apapun kegiatan yang dilakukan oleh manusia pasti akan memanfaatkan organ ini.

Apa sih pengertian DIAFRAGMA?

Sumber : seputarilmu.com

Diafragma merupakan lembaran otot intern yang luas pada bagian bawah tulang rusuk yang berguna sebagai pembatas atau pemisah antara rongga dada dengan rongga perut.

Ketika mengeluarkan napas, maka proses diafragma akan berfungsi meningkatkan tekanan udara pada rongga dada dengan cara mengurangi ukuran (ruang) pada paru-paru yang memungkinkan udara berjalan keluar (respirasi).

Diafragma juga berfungsi mengatur pergerakan pada otot. Ketika kita berada dalam kondisi batuk, maka otot tersebut akan termuat.

Hal tersebut ditandai selama rongga dada terasa kencang dan santai, maka itu akan memudahkan kita dalam meningkatkan tekanan pada rongga perut.

Baca juga : Fungsi Bronkiolus

MACAM-MACAM DIAFRAGMA

Diafragma dibagi menjadi 4, antara lain :

  1. Diafragma thoraks
  2. Diafragma urogenital
  3. Diafragma panggul
  4. Diafragma gendang telinga dan iris mata.

FUNGSI DIAFRAGMA

Fungsi Diafragma

Fungsi Diafragma

Adapun fungsi dari Diafragma antara lain :

  • Fungsi Diafragma dapat mengatur keluar masuknya udara melalui proses kontraksi dfan  relaksasi yang dilakukan oleh tubuh.
  • Fungsi Diafragma dapat membantu mengeluarkan muntah, feses, urin pada aktivitas yang membutuhkan peningkatan tekanan rongga perut (Membantu proses buang air pada sistem ekskresi) akibat Maag dan GERD.
  • Fungsi Diafragma bisa mencegah terjadinya gastroesofageal ( naiknya cairan asam lambung pada esofagus dan kerongkongan) melalui rongga perut pada saat melakukan pernafasan.
  • Fungsi Diafragma dapat menyebabkan fenomena seperti: cegukan pada pita suara yang mencakup banyaknya udara yang masuk ke paru-paru.

Baca juga : Fungsi Bronkus

STRUKTUR DIAFRAGMA

Diafragma merupakan sekat atau pemisah otot berserat yang berbentuk seperti kubah. Pada permukaan atas rongga dada, maka diafragma berbentuk cembung sedangkan pada permukaan bawah rongga perut, maka diafragma berbentuk cekung.

Diafragma tersusun dari jaringan otot, yakni otot lurik atau otot rangka sehingga bisa terjadi kontraksi dan relaksasi yang pergerakannya bisa disadari (volunter). Sedangkan saraf yang mengatur pergerakan diafragma merupakan saraf frenikus.

Diafragma juga memiliki beberapa lubang yang berguna sebagai tempat lewatnya organ penting dari bagian dada ke bagian perut.

Adapun Tiga lubang utama yang terdapat pada diafragma, antara lain:

  • Lubang Aortic

Merupakan sebuah lubang diafragma yang akan dilewati oleh Aorta udara.

  • Lubang Esophageal

Merupakan sebuah lubang diafragma yang akan dilewati oleh esofagus.

  • Lubang Caval

Merupakan sebuah lubang diafragma yang akan dilewati oleh vena dan kava inferior tubuh.

Baca juga : Fungsi Alveolus

Cara Kerja Diafragma

 

Pada saat berlangsungnya proses respirasi atau saat kita menarik nafas, maka diafragma melakukan kontraksi dan bergerak ke bawah. Kemudian paru-paru akan mengembang sesuai dengan volume udara yang masuk.

Kontraksi tersebut akan  membuat rongga dada menjadi lebih luas sehingga memungkinkan proses inhalasi dapat berjalan lancar.

Perluasan rongga dada tersebut menciptakan tekanan negatif yang memperkuat kekuatan daya hisap udara ke dalam paru-paru.

Setelah berakhirnya proses pertukaran oksigen (O2) dengan karbondioksida (CO2) oleh Sistem Sirkulasi Tubuh. Maka diafragma akan melakukan proses relaksasi.

Proses ini membuat rongga dada semakin sempit, dengan kemampuan elastisnya, paru-paru akan mengempis dan udara akan keluar dari tubuh. Pengeluaran udara tersebut dibantu oleh otot-otot sekitaran rongga dada.

Baca juga : Fungsi Paru-paru

PENYEBAB DIAFRAGMA TERGANGGU

Adapun hal-hal yang menyebabkan fungsi diafragma dapat terganggu, antara lain :

  • Makan dan minum terlalu cepat
  • Minum – minuman yang mengandung soda
  • Mengalami gangguan pencernaan, baik gangguan pencernaan yang disebabkan faktor genetic maupun faktor non-genetic
  • Stress, depresi dan juga tekanan-tekanan secara psikologis lainnya

GANGGUAN PADA DIAFRAGMA

Gangguan Diafragma

Gangguan Diafragma

Cegukan

Cegukan terjadi pada saat diafragma mengalami kejang sementara. Kejang tersebut  dapat menyebabkan aliran napas yang masuk,  berhenti secara tiba-tiba di penutupan pita suara (glottis).

Akibatnya, kita bisa bereaksi secara refleks ( tanpa sadar) mengeluarkan suara, seperti : “hik!” saat cegukan.

Berikut ini merupakan penyebab dari cegukan antara lain :

  1. Makan terlalu cepat.
  2. Makan kekenyangan.
  3. Meneguk minuman bersoda yang terlalu cepat.

Secara umum, Cegukan dapat mereda dengan sendirinya tanpa harus memakai obat apapun. Akan tetapi kondisi ini mungkin akan membuat kita merasa tidak nyaman dan terganggu  jika terus berlarut-larut.

Ada beberapa langkah yang bisa kamu terapkan untuk menghilangkan cegukan, antara lain :

  • Meminum air dingin sedikit demi sedikit
  • Menahan napas sebentar ± 1 menit
  • Menggigit lemon
  • Menarik kaki ke arah dada, kemudian bersandar condong menuju depan untuk menekan dada.

Hiatal Hernia

Merupakan keadaan dimana bagian atas perut terdorong naik menuju bagian selain diafragma. Keadaan tersebut dipicu oleh peningkatan tekanan perut akibat obesitas/ kehamilan.

Selain itu, penyakit tersebut  juga bisa disebabkan dari kebiasaan mengejan terlalu keras ketika mengangkat benda berat/ batuk.

Penyakit ini dapat menyebabkan penyakit asam lambung menjadi mudah naik. Kebocoran asam  lambung yang terjadi  dari perut menuju kerongkongan dinamakan gastroesophageal reflux disease (GERD).

Apabila kebocoran tersebut dibiarkan secara berkelanjutan atau tanpa adanya penanganan atau pengobatan yang tepat, maka penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi pada perut serta tenggorokan.

Hernia Diafragmatik

Merupakan salah satu kelainan yang ditandai dengan adanya lubang pada bagian diafragma. Lubang tersebut  menyebabkan organ perut lolos masuk menuju rongga dada.

Adapun faktor yang menyebabkan terjadinya kelainan Hernia Diafragmatik, antara lain:

Genetik (Kelainan bawaaan)

Keadaan tersebut sangat membahayakan nyawa, karena menyebabkan paru-paru, jantung, ginjal dan sistem pencernaan bayi tidak berkembang dengan baik.

  1. Komplikasi kerusakan pada diafragma setelah operasi di bagian dada/ perut
  2. Konsekuensi dari trauma fisik , seperti: kecelakaan lalu lintas, dan pukulan benda tumpul/ tembakan.

Kelumpuhan Diafragma

Kelumpuhan tersebut diakibatkan karena adanya kerusakan saraf yang mengatur otot-otot pernapasan, termasuk pada otot diafragma. Kelumpuhan ini bisa terjadi hanya sebagian / seluruh tubuhnya.

Apabila hanya satu sisi otot yang lumpuh, maka proses pernapasan tersebut mengalami  hambatan, sehingga dapat membuat penderitanya mengalami gagal napas.

Adapunbeberapa kondisi yang bisa mengakibatkan penyakit ini, antara lan:

Kerusan Saraf frenik

Disebabkan karena operasi bypass jantung dan operasi esofagus, dll.

  1. Cedera pada rongga dada/ saraf tulang tulang belakang.
  2. Memiliki riwayat penyakit neuropati diabetik, dan sindrom Guillain-Barre dll.
  3. Terkena infeksi virus/ bakteri misalnya HIV, polio, dan penyakit Lyme, dan lain-lain .

Cara Menjaga Kesehatan Diafragma

Diafragma merupakan salah satu organ tubuh yang sangat berperan dalam mendukung proses pernapasan. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga kesehatan pada organ ini agar terhindar dari kerusakan yang bisa mengganggu fungsinya.

Adapun langkah-langkah menjaga kesehatan diafragma, antara lain :

  • Mengindari makanan pedas, asam, dan berlemak tinggi

Karena hal tersebut dapat memicu heartburn serta kenaikan asam lambung.

  • Menghindari makan porsi yang banyak secara sekaligus. Tapi, usahakan untuk makan dengan porsi makan yang sedikit tetapi sering.
  • Melakukan pemanasan saat sebelum dan pendinginan setelah berolahraga agar otot tersebut tidak kaku.
  • Mengetahui batas toleransi tubuh saat berolahraga/ melakukan aktivitas fisik berat.

Jangan memaksakan diri dengan melanjutkan aktivitas fisik yang di luar batas kemampuan tubuh.

Tips Melatih Pernapasan Perut

Sama hal nya dengan otot pada bagian tubuh lainnya, otot pernapasan juga harus sering dilatih dengan latihan khusus agar terhindar dari rasa tegang dan kaku.

Adapun fungsi dari pernapasan ini, antara lain:

  1. Membantu paru-paru menjadi lebih berkembang lebih besar, sehingga dapat memeasok udara lebih banyak
  2. Membantu mengurangi rasa stress
  3. Membantu menurunkan tekanan darah

Gejala paling khas yang mengarah terjadinya gangguan diafragma, yaitu: Sesak napas disertai rasa mual atau muntah.