Fungsi Bronkus dan Bronkiolus – Beserta Penjelasan LENGKAP

Fungsi Bronkus – Pernahkah anda memikirkan kemanakah arah berjalannya udara yang kita hirup saat bernafas ? lalu, diproses oleh bagian tubuh yang mana?.

Tentu kebanyakan dari kita tidak terlalu memikirkannya bukan? Padahal pengetahuan ini sangat penting untuk kita pelajari, bagaimana udara itu berproses didalam tubuh, serta bagian-bagian yang berperan didalamnya.

Maka dari itu, disini kita akan membahas salah satu bagian penting tersebut. Lalu, bagian tubuh yang bernama apakah yang akan kita bahas kali ini ?

Oke, pada pembahasan kita kali ini, kita akan mempelajari organ yang bernama bronkus. Simak baik-baik yuk penjelasannya.

Pengertian Tentang Bronkus

Bronkus dalam bentuk jamaknya bisa juga disebut dengan bronki. Dimana bronkus sendiri merupakan batang dari paru-paru yang tersusun dari otot lunak yang dilapisi dengan dinding tulang lunak sehingga membuat posisi mereka bisa stabil.

Jika diilihat dari pengamatan mikroskop, komponen yang menyusun bronkus ini mempunyai kemiripan yang hampir sama dengan trakea.

Fungsi bronkus sendiri yang paling penting, yaitu sebagai jalan masuknya udara ketika kita bernafas, akan tetapi organ ini juga memiliki peranan penting untuk menjaga imunitas di dalam paru-paru.

Ketika bronkus terserang infeksi, berbagai penyakit akan sangat mudah untuk menyerang tubuh kita, diantaranya seperti penyakit bronkitis hingga penyakit bronkospasme.

Mengenali Struktur Dan Fungsi Yang Dimiliki Oleh Bronkus

Bagian dari bronkus bermula ketika trakea membelah menjadi dua percabangan, sehingga membentuk percabangan baru bronkus bagian kanan dan bronkus bagian kiri (bagian yangutama).

Masing-masing dari kedua bronkus ini akan membuat percabangan kembali menjadi percabangan yang lebih kecil, setelah itu tulang rawan yang menyelimutinya tidak akan tampak lagi pada bronkiolus hingga akhirnya percabangan tabung ini berujung di alveoli, yaitu tempat dimana oksigen dan karbondioksida saling melakukan bertukar.

Banyak sekali perbedaan yang sangat terlihat antara bronkus bagian kanan dan bagian kiri. Mulai dari bentuk posisi serta fungsinya.

Semuanya memiliki perbedaan yang sangat nyata diantaranya : bronkus kanan memiliki ukuran yang lebih pendek dari bronkus kiri serta posisinya pun lebih vertikal dari bronkus sebelah kiri.

Hal yang sangat berbanding terbalik dapat kita lihat perbedaannya dengan bronkus sebelah kiri. Bronkus kiri mempunyai ukuran yang lebih kecil dan lebih panjang dibandingkan bronkus kanan.

Seperti yang telah saya sebutkan diatas tadi, bahwa bronkus memiliki fungsi yang paling utama untuk memastikan udara yang kita hirup dari mulut ataupun hidung ketika tiba di alveoli dalam keadaan bersih dan tidak bercampur dengan benda asing.

Maka dari itu, di dalam bronkus terdapat kelenjar yang dapat mengeluarkan lendir untuk melakukan peranan penting dalam menjaga sistem imun pada manusia.

Lendir ini berfungsi untuk menjerat serta menonaktifkan berbagai mikroorganisme yang memiliki potensi untuk membahayakan paru-paru kita, ataupun saluran pernafasan seperti pada umumnya.

Selain dari itu, pada dinding bronkus juga dilapisi oleh bulu-bulu halus yang disebut dengan silia. Dimana, bulu-bulu halus ini berfungsi untuk menyaring mikroba serta debu yang keluar dari saluran pernafasan kita.

Fungsi Bronkus Lainnya :

  1. Fungsi Bronkus Untuk Menyalurkan Udara dari Bronkus ke Alveoli
  2. Fungsi Bronkus Mengontrol Jumlah Udara
  3. Fungsi Bronkus Adalah Memastikan udara Mencapai Paru-paru
  4. Membantu Mengeluarkan Debu dan Partikel Asing dari Paru-paru
  5. Menghasilkan Dahak untuk Mencegah Peradangan pada Bronkus
  6. Penghubung Antara Atmosfer dan Alveoli
  7. Fungsi Bronkus Ialah Mampu Menahan Beban Saat Bernafas

Penyakit Yang Bisa Mengganggu Fungsi Dari Bronkus

Ketika terdapat mikroorganisme yang tidak dapat dinetralisir oleh bronkus, maka Anda akan merasakan kesulitan saat bernafas. Masalah kesehatan yang sering mengganggu fungsi dari bronkus ini tingkatannya bisa akut ataupun kronis.

Maka dari itu, Anda harus memahami sedini mungkin bagaimana saja gejalanya sehingga Anda bisa langsung memberikan penganan yang cepat dan cermat.

Selain itu, sebagai pencegahan apabila dirasa muncul gejala-gejala yang aneh yang mungkin jarang Anda rasakan, segeralah berkonsultasi kepada dokter yang ahli dalam penanganan bidang pernafasan.

Tujuannya, agar Anda segera mengetahui gejala apa yang sebenarnya terjadi agar segera mendapat perawatan dan penangan yang tepat.

Selanjutnya, Anda juga harus menjaga pola hidup yang sehat serta selalu mengontrol kesehatan organ pernafasan anda secara rutin pada dokter yang menjadi kepercayaan Anda.

Berikut ini adalah beberapa masalah kesehatan yang biasanya mengganggu fungsi dari bronkus, diantaranya :

Bronkitis

Kondisi ini dapat terjadi apabila bronkus mengalami pembengkakan dan peradangan, sehingga Anda akan mengalami batuk berdahak yang sangat mengganggu.

Bronkitis akut adalah salah satu masalah pernafasan yang sering dialami oleh manusia dan biasanya penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya hala dalam waktu beberapa minggu saja.

Meskipun demikian, bronkitis juga bisa dikatakan masuk dalam kategori kronis apabila gejalanya tidak kunjung mengalami penyembuhan dalam waktu hitungan bulan atau terus menerus sembuh-kambuh dalam waktu yang cepat.

Bronkitis kronis ini biasanya ditandai dengan gejala demam, batuk berdahak, sesak nafas, nafas yang berbunyi ngik-ngik, radang tenggorokan, hingga gejala pilek yang tidak kunjung sembuh.

Bronkiektasis

Bronkiektasis merupakan salah satu gangguan fungsi bronkus yang disebabkan karena dinding bronkus yang membesar dan terluka.

Tanda yang terlihat paling jelas dari bronkiektasis adalah Anda akan sering mengalami sesak nafas secara tiba-tiba atau yang biasa disebut dengan eksaserbasi, dimana gejala ini juga sering diikuti oleh sesak napas, rasa lelah, serta demam bahkan keringat dingin.

Gejala paling yang paling umum dari penyakit paru-paru ini adalah batuk disertai dahak yang berwarna kuning atau hijau setiap harinya, serta nafas yang memiliki bunyi seperti siulan.

Ketika bronkus mengalami kerusakan yang sudah sangat parah, Anda juga bisa saja mengalami muntah lendir yang disertai dengan darah atau yang disebut dengan hemoptisis.

Bronkospasme

Penyakit selanjutnya bernama bronkospasme. Bronkospasme ini merupakan gangguan pernafasan yang terjadi ketika bronkus mengalami penyusutan ukuran saat Anda beraktivitas, termasuk juga berolahraga yang dapat memicu reaksi asma.

Gejala bronkospasme diantaranya : kesulitan bernapas, batuk, sakit disertai rasa sesak di dada, dan ketika Anda bernafas suranya terdengar seperti bunyi siulan.

Gejala ini biasanya akan muncul 5-20 menit setelah Anda melakukan aktifitas olahraga berat.

Bronkiolitis

Bronkiolitis merupakan penyakit yang bisa terjadi ketika terjadi pembengkakan pada saluran udara kecil pada tempat yang menjadi cabang dari bronkus atau bronkiolus.

Gangguan pada fungsi bronkus ini paling sering dialami oleh anak-anak yang memiliki gejala yang mirip seperti flu biasa.

Meskipun demikian, penderita bronkiolitis akan mengalami beberapa gejala seperti : batuk, menggigil, serta terkadang mengalami sesak nafas selama beberapa hari hingga bulan.

Pada umumnya anak yang mengalami gejala ini akan membaik dengan sendirinya serta kondisi ini jarang sekali untuk membuat mereka sampai dirawat inap di rumah sakit.

Bronkopulmonari displasia

Gangguan yang terjadi pada fungsi bronkus kronis ini juga sering dialami oleh anak-anak, terutama bayi yang lahir dalam keadaan prematur.

Kebanyakan kasus bayi baru lahir yang terkena bronkopulmonari displasia (BPD) ini lahir pada  waktu 10 minggu lebih awal dari waktu kelahiran normal, mempunyai berat lahir yang kurang dari 1 kg, serta kondisi paru-paru masih belum matang sehingga sang bayi harus mendapatkan asupan oksigen melalui selang ataupun masker oksigen.

Meskipun demikian, bayi dengan kasus BPD masih dapat bertahan hidup, namun harus dengan perawatan intensif.

Setelah bayi dinyatakan sembuh, orangtua dapat mencegah BPD agar tidak kambuh kembali ataupun berkembang menjadi komplikasi dengan memastikan anak tersebut menjalani pola makan yang sehat dan bernutrisi, serta upayakan Anda sebagai orangtua untuk tidak merokok didekat anak.

Untuk menjaga normalnya fungsi bronkus, Anda sangat perlu untuk menerapkan pola hidup sehat.

Diantaranya seperti mengonsumsi makanan yang bergizi, rutin berolahraga minimal 1 minggu sekali, hingga menghindari rokok serta berbagai substansi lainnya yang bisa merusak paru-paru Anda.