Fungsi Alveolus Bagi Pernapasan Manusia, Ukurannya Kecil tapi Jumlahnya Banyak

Fungsi Alveolus – Sudahkah Anda mulai membiasakan diri untuk menjaga pola hidup yang sehat ? Ataukah Anda belum memulainya karena memang belum mengerti apa saja organ-organ penting yang ada didalam tubuh kita yang perlu kita jaga ?

Kalau begitu, agar pengetahuan Anda semakin luas mengenai bagian-bagian penting yang ada didalam tubuh Anda, Saya akan mengajak Anda untuk membahas hal baru lagi nih!

Pembahasan yang akan kita bahas kali ini terkait dengan sistem pernafasan yang ada didalam tubuh kita, lebih detailnya yaitu salah satu struktur penyusun yang ada didalam paru-paru kita.

Langsung saja yuk, kali ini kita akan membahas tentang alveolus.

Sebenarnya alveolus sendiri itu apa? Nah pada pembahasan kita nanti, kita akan belajar banyak tentang alveolus. Mulai dari pengertian, ciri-ciri, letak hinga fungsi yang sangat penting dari alveolus.

Singkatnya, alveolus merupakan struktur anatomi yang mempunyai bentuk berongga. Agar lebih faham, ada baiknya jika Anda fokus untuk menyimak penjelasan dibawah ini :

Baca juga : Fungsi Paru-paru

Pengertian Alveolus

Yang disebut dengan Alveolus yaitu struktur anatomi yang mempunyai bentuk berongga.

Alveolus letaknya ada di bagian parenkim dari paru-paru yang merupakan bagian paling ujung dari sistem saluran pernapasan kita, yang mana pada kedua sisinya adalah tempat untuk bertukarnya udara dengan darah.

Alveolus adalah kumpulan gelembung-gelembung  kecil yang berisikan udara yang letaknya ada didalam paru-paru yang memiliki jumlah cukup banyak, yaitu berkisar 300 juta buah. Bentuk jamak atau hasil dari persatuan alveolus ialah alveoli.

Alveolus  mempunyai ukuran  diameter yang bisa mencapai di antara 200 – 300 mikrometer. Sehingga dengan adanya alveolus membuat permukaan paru-paru kita menjadi lebih luas.

Yang mana perlu kita ketahui, luas dari permukaan paru-paru itu sendiri bisa mencapai sekitar 160 m2 yang jika dibandingkan bisa 100 kali lebih luas daripada permukaan tubuh manusia sendiri.

Nah, selanjutnya kita juga perlu mengetahui bagaimana saja urutan / mekanisme serta bagian – bagian yang menjadi jalur dari sistem pernafasan yang terjadi di dalam tubuh kita. Diantaranya :

  • Faring – Faring merupakan sebuah tempat bertemunya jalur udara dengan jalur makanan.  Di dalam faring terdapat sebuah katup yang disebut dengan epiglotis yang berfungsi untuk mengatur jalur mana yang akan ditutup ketika makanan dan udara masuk melewati saluran pernafasan kita. Gejala tersedak yang biasanya kita alami itu bisa terjadi karena terdapat kesalahan mekanisme pergerakan pada bagian epiglotis.
  • Laring – merupakan bagian yang dilalui oleh udara yang sering disebut sebagai kotak suara. Karena setiap udara yang melewati laring, dapat dimanipulasi oleh otot dari kotak suara dengan keadaan bergetar sehingga bisa menghasilkan suatu nada tertentu.
  • Trakea – setelah udara telah melalui laring, udara tersebut akan masuk ke dalam paru-paru melewati bagian yang disebut dengan trakea atau batang tenggorokan.
  • Bronkus – pada ujungnya trakea kemudian akan bercabang menjadi sebuah saluran yang sering disebut dengan bronkus. Bronkus memiliki jalur percabangan ke dua bagian paru-paru, yaitu paru-paru bagian kanan dan paru-paru bagian kiri.
  • Bronkiolus – dari bronkus kemudian ia bercabang-cabang lagi menjadi semakin banyak sehingga menciptakan sebuah struktur yang  lebih rumit.  Bagian ini kita ketahui dikenal dengan sebutan bronkiolus. Dimana udara dialirkan melalui jalur percabangan ini agar bisa sampai kedalam Alveolus.

Baca juga : Fungsi Trakea

Ciri Ciri Alveolus

Ciri-ciri Alveolus

Fungsi Alveolus

Dibawah ini adalah ciri ciri yang dimiliki oleh sebuah alveolus, apa saja ? yaitu :

  • Alveolus memiliki permukaan yang halus
  • Alveolus memiliki bentuk  seperti gelembung udara, namun permukaannya sangat tipis
  • Alveolus adalah percabangan dari bronkiolus

Baca juga : Fungsi Usus Besar

Fungsi Alveolus

Fungsi Alveolus

Fungsi Alveolus Sebagai Tempat Pertukaran Gas

Sistem pertukaran gas yang terjadi didalam paru-paru kita bersifat difusi pasif, pengertiannya yaitu dimana selama terjadi proses pertukaran gas, sel-sel yang berada didalam organ tersebut tidak membutuhkan bantuan energi untuk dibakar.

Dibawah ini adalah mekanisme / proses terjadinya sistem pertukaran gas, diantaranya sebagai berikut :

  • Pertukaran Gas dari Alveolus Menuju Kapiler darah

Proses kerja / mekanisme yang akan terjadi saat pertukaran gas dari alveolus menuju kapiler darah adalah sebagai berikut :

  • Oksigen (O2) yang berada didalam sebuah alveolus akan melakukan proses difusi agar bisa menembus dinding alveolus kemudian akan berlanjut menembus dinding kapiler darah yang menlindungi alveolus.
  • Oksigen yang telah melewati pembuluh darah, selanjutnya akan mengalami proses pengikatan yang dilakukan oleh hemoglobin (yaitu zat merah yang terdapat pada darah) yang terkandung di dalam sebuah sel-sel darah merah yang akan menghasilkan sebuah senyawa bernama oksihemoglobin (HbO2).
  • Sealnjutnya, darah akan bekerja untuk mengedarkan oksigen ke seluruh bagian organ tubuh

Di dalam sel-sel tubuh, oksigen ini selanjutnya akan digunakan untuk proses  oksidasi (proses pelepasan kembali, sehingga oksihemoglobin tadi akan berubah bentuk menjadi sebuah hemoglobin kembali).

  • Jumlah oksigen yang bisa ditampung di dalam tubuh kita setiap harinya bisa mencapai hingga 300 liter oksigen. Dimana sebagian besar dari senyawa tersebut akan dibawa oleh hemoglobin yang terdapat pada sel darah merah, dan kemungkinan hanya bisa 2 sampai 3% nya saja yang bisa larut di dalam plasma darah kita.

Fungsi Alveolus Sebagai Tempat Pertukaran Gas dari Kapiler Darah Menuju ke Alveolus

Saat dalam kedaan normal, tubuh manusia bisa menghasilkan senyawa karbondioksida sekitar 200 cc setiap harinya.

Yang mana jika kita ketahui, hanya sekitar 4,3 cc nya saja yang dapat larut bersama dalam setiap liter darah.

Hal ini merupakan faktor yang bisa membuat terbentuknya asam karbonat (H2CO2) yang mana bisa menjadikan Ph dalam darah kita menjadi asam.

Maka dari itu, untuk menetralkan sifat keasaman dari ph tersebut, maka tubuh kita memerlukan senyawa yang disebut dengan ion Na+ dan juga ion K+.

Selanjutnya,karbondioksida yang dihasilkan tadi akan dilepaskan kembali kedalam  paru-paru kita melewati sebuah aliran darah.

Pada tahapan ini, konsentrasi dari karbondioksida ini beserta asam karbonat yang dihasilkan menjadi teruraikan, yang mana sifat asam dari karbonat ini kemudian akan terurai dan dinetralkan sehingga menjadi air serta karbondioksida kembali.

Kadar dari karbondioksida (CO2) yang dilepaskan oleh darah untuk kembali ke paru-paru berkisar hanya 10%, lalu sisanya berguna untuk menjaga tingkat keasaman dari  ph darah itu sendiri.

Yang mana bentuknya adalah senyawa yang disebut dengan bikarbonat (HCO3-).

Dibawah ini adalah mekanisme yang terjadi dalam proses pertukaran gas :

  • CO2 atau disebut dengan karbondioksida yang telah diikat oleh hemoglobin, selanjutnya akan diangkut kembali menuju paru-paru
  • Sesudah sampai di Alveolus yang posisinya ada pada bronkiolus  di dalam paru-paru , CO2 (karbondioksida) ini selanjutnya akan melewati dinding  pembuluh darah dan dinding alveolus.
  • Akhirnya, dari sinilah jalur selanjutnya CO2 (karbondioksida) akan menuju pada tenggorokan kemudian berlanjut menuju lubang hidung untuk mengalami proses terakhir, yaitu pembuangan udara.

Baca juga : Fungsi Empedu

Fungsi Alveolus Sebagai Tempat Penyimpan Udara Di Dalam Tubuh Untuk Sementara Waktu

Fungsi sangat penting lainnya yang dimiliki oleh alveoli adalah : sebagai tempat penyimpanan udara untuk sementara waktu, dimana selanjutnya udara tersebut akan memungkinkan mengalami proses penyerapan udara yang terdapat oksigen (O2) menuju ke dalam darah.

Apakah Anda tahu ? bahwa Alveolus juga merupakan salah satu struktur anatomi tubuh yang bisa  ditemukan pada bronkiolus yang terdapat di dalam paru-paru.

Struktur anatomi ini dapat berguna pertamakali ketika kita sedang bernafas atau menghirup udara melalui rongga bagian hidung.

Udara yang terdapat oksigen (O2) dan masuk kedalam tubuh kita, selanjutnya akan diserap oleh darah melewati sebuah  kapiler yang kemudian akan diedarkan ke semua bagian sistem peredaran darah kedalam tubuh manusia.

Baca juga : Fungsi Mulut