Ingin Berkunjung ke Paris? Inilah 6 Fakta Menarik Bahasa Perancis!

Fakta Menarik Bahasa Perancis – Salah satu negara di benua Eropa yang banyak dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara adalah Perancis.

Negara yang terkenal akan menara Eifel, mode dan keseniannya ini menggunakan bahasa Perancis yang kerap dikatakan seksi oleh sebagian orang. Bahasa ini juga telah resmi menjadi bahasa Internasional dan memiliki organisasinya tersendiri.

Jika dalam waktu dekat Anda berencana untuk mengunjungi negara ini, ada baiknya untuk mempelajari bahasanya. Karena ternyata banyak fakta-fakta menarik seputar bahasa negara Perancis yang belum diketahui banyak orang. Seperti fakta menarik berikut ini.

Fakta Menarik Bahasa Perancis

Fakta Menarik Bahasa Perancis

Fakta Menarik Bahasa Perancis

‘Potong Lidah’ untuk Belajar Bahasa Perancis

Anda tidak menganggap ‘memotong lidah’ ini serius kan? Ungkapan potong lidah ini hanya istilah saja, bagi mereka yang sedang mempelajari bahasa Perancis.

Karena meskipun terdengar seksi, pada kenyataannya melafalkan kalimat dalam bahasa Perancis itu tidak mudah. Belum lagi cara membaca setiap kata yang tidak sesuai dengan penulisannya.

Membaca kalimat dalam bahasa ini membutuhkan waktu dan harus diulang-ulang supaya benar. Salah satu tekniknya adalah dengan menaruh lidah di belakang gigi atau menarik lidah kebelakang atau tetap membiarkan lidah diam sementara mulut bergerak.

Inilah sebabnya Anda harus ‘memotong lidah’. Karena dalam mempelajarinya, lidah tidak berfungsi semestinya.

Seperti ini kerumitannya, dalam melafalkan huruf abjad A, B, C, D, E dan seterusnya tidak semudah seperti melafalkannya dalam bahasa Indonesia.

Pada huruf U Anda harus mengucapkannya dengan cara memonyongkannya. Sedang pada huruf E Anda harus mengucapkannya seperti Anda mengucapkan kata perempuan.

Bahasa negara ini juga memberlakukan pembagian kata berdasarkan gender. Belum lagi penyebutan angka 70, 80 dan 90 yang unik. Menyebutkan angka 70 harus dengan menyebutkan angka 60 ditambah 10. Sedangkan jika akan menyebutkan angka 80, kita harus mengalikan angka 4 (quatre) dan 20 (vingts) menjadi 80 (quatre-vingts).

Baca juga : Bahasa Mandarin

Loyal dalam Menggunakan Bahasa Perancis

Pada tahun 2016, terdapat pemberitaan bahwa maskapai di Kanada dikenai denda sebesar 21.000 dolar Kanada, akibat tidak menyediakan layanan bahasa Perancis dengan semestinya. Maskapai ini divonis bersalah karena tidak memenuhi hak linguistik penumpangnya. Mereka mengutarakan 22 keluhannya kepada maskapai “Air Canada”.

Keluhan tersebut diantaranya “Air Canada” lebih mengedepankan bahasa Inggris daripada bahasa negara Perancis dalam memberikan instruksi di dalam pesawat. Selain itu, mereka yang merupaka pasangan suami istri tersebut mengeluhkan kecilnya keterangan kata ‘keluar’ dalam bahasa negara Perancis daripada keterangan dengan bahasa Inggris.

Hal ini dianggap serius karena Kanada resmi tergabung dalam OIF (International Organisation La Francophonie). Organisasi yang berisi negara-negara pengguna bahasa negara Perancis. Sebagai maskapai yang taat aturan Undang-Uundang Bahasa Resmi Negara, “Air Canada” menanggapi positif keluhan penumpang tersebut dan berkomitmen tidak akan mengulangnya.

Ada lagi kasus wanita Perancis yang ditolak menetap di Kanada lantaran disertasi yang ditulisnya tidak sepenuhnya menggunakan bahasa negara Perancis. Bab pertama dalam disertasi Emilie Dubois mengenai biologi seluler ditulis menggunakan bahasa Inggris untuk kepentingan perilisan jurnal ilmiah.

Baca juga : Bahasa Malaysia

Pernah Menjadi Bahasa Resmi Negara Inggris

Tahukah Anda bahwa bahasa negara Perancis pernah digunakan oleh Negara Inggris sebagai bahasa resmi? Ini disebabkan karena Perancis pernah menjajah Inggris sekitar 300 tahun yang lalu pada tahun 1066-1362. Pada masa itu hanya kalangan elite, pemerintahan dan pengadilan  saja yang boleh menggunakan bahasa negara Perancis.

Tidak Mau Berbahasa Selain Perancis

Layaknya negara Jepang, Perancis juga tergolong keras kepala untuk tetap menggunakan bahasanya sendiri. Beberapa stereotype tentang warga Perancis yang tidak mau bercakap-cakap dengan bahasa Inggris juga seakan bukan rahasia umum. Kabarnya mereka bahkan berani ‘melengos’ dan memaki jika ada yang mengajaknya berbicara dengan bahasa Inggris.

Hal ini karena mereka merasa negara Perancis adalah negara besar dan raja-raja di Eropa pada zaman dulu menggunakan bahasa ini sebagai bahasa mereka. Sejarah bahasa bergengsi inilah yang membuat bahasa Inggris dipandang rendah.

Selain itu warga Perancis merasa kesulitan jika harus mempelajari bahasa Inggris yang memiliki kesamaan huruf alphabet, sementara masyarakat Perancis menggunakan elemen fonetik dan linguistik dalam berbahasa, sehingga mereka merasa harus mempelajarinya dari awal.

Faktor lainnya adalah warga Perancis merasa keberatan jika ada wisatawan atau rekan kerja asing mereka memakai bahasa Inggris di tanah Perancis.

Mereka menganggap hal tersebut tidak sopan dan  menghargai tuan rumah. Mereka menyarankan akan lebih baik jika Anda paham dan belajar bahasa dan budayanya terlebih dahulu sebelum berkunjung ke tanah Perancis.

 Hari Frankofoni

Bentuk kebanggaan Perancis terhadap bahasanya dapat kita rasakan pada perayaan hari Frankofoni atau la journ e de la francophonie yang selalu dirayakan pada 20 Maret setiap tahunnya. Perayaan ini dirayakan oleh negara-negara penutur bahasa Perancis yang tergabung dalam OIF (International Organisation La Francophonie).

Negara-negara tersebut diantaranya Perancis, Kanada, Belgia, Luksemburg, Monako dan lainnya. Kurang lebih 220 juta penutur bahasa negara Perancis turut merayakan hari perayaan ini.

Biasanya perayaan ini diadakan selama sepekan. Diketahui bahwa bahasa negara Perancis telah menjadi bahasa resmi dalam berbagai organisasi internasional seperti PBB dan Uni Eropa.

Di Indonesia sendiri, Negara Perancis pun gencar memperkenalkan budaya bahasa mereka melalui lembaga kebudayaan IFI (Institut Français d’Indonésie). IFI kerap menggelar acara berupa perlombaan dan workshop tentang kebahasaan dengan menargetkan siswa-siswi SMA sebagai partisipannya pada hari perayaan ini.

Baca juga : Bahasa Madura

Tidak Mengekspresikan Rasa Semangat

Alih-alih terkenal akan nuansa percintaannya yang meletu-letup dan penuh antusias. Budaya Perancis yang satu ini sangat bertolak belakang dengan hal tersebut. Tahukah Anda bahwa orang Perancis tidak pernah mengekspresikan rasa semangat mereka? Itu karena warga Perancis tidak pernah hidup dalam angan-angan. Mereka hidup pada masa tre (sedang).

Maksudnya, mereka hidup pada masa mereka sedang menjalaninya sekarang. Apa yang terjadi besok tidak akan tertarik untuk mereka pikirkan.

Mereka akan sebaik-baiknya melakukan kegiatan untuk hari ini. Saking merasa tidak antusiasnya mereka akan angan-angan di masa depan, sampai-sampai mempengaruhi ungkapan bahasa mereka.

Mereka tidak mengenal kalimat penyemangat dan tidak butuh kalimat itu. Bahkan kalimat Je suis excit  yang jika diartikan dengan bahasa Inggris I’m excited (saya bersemangat) bukanlah kalimat yang baik diucapkan pemula. Orang Perancis tidak akan menyukainya jika Anda mengucapkan kalimat itu dihadapan mereka.

Karena kalimat ini tidak tepat untuk mengungkapkan emosi melainkan fisik. Je suis excit , lebih bermakna negatif yang berarti ‘saya terangsang’.

Excit  merupakan kata terlarang jika Anda akan mengunjungi negara tersebut. Menurut Olivier Frayss , kata tersebut memang menunjukkan kegembiraan objekti dan subjektif, namun lebih disiratkan untuk sensasi fisik.

Inilah fakta menarik bahasa Perancis yang terkenal seksi memang susah-susah gampang. Namun mempelajarinya dan mengucapkan sepatah dua patah kata meski tidak fasih akan sangat menghargai mereka. Hal tersebut akan merubah cara pandang mereka terhadap Anda.