Tujuan AFTA: Pengertian, Sejarah, Anggota, dan Latar Belakang {lengkap}

Tujuan AFTA

Tujuan Afta – Ketika mendirikan serikat nasional atau negara bagian, hal utama yang harus diprioritaskan adalah bagaimana sumber daya manusia di masa depan

Pemikiran ini akan menghasilkan kolaborasi yang dapat dilakukan negara-negara untuk mencapai kesepakatan dan saling menguntungkan. Jika semua negara diuntungkan, itu akan memiliki dampak besar pada negara dan bahkan dunia. Dan dari sana dalam bentuk AFTA yang diciptakan untuk dapat membuat negara terus mendapatkan manfaat atau manfaat. Untuk memahami apa itu AFTA, itu akan dijelaskan di bawah ini.

Pengertian  AFTA 

Tujuan AFTA
Tujuan AFTA

Zona Perdagangan Bebas ASEAN (AFTA) adalah bentuk kesepakatan antara negara-negara ASEAN untuk membangun kawasan perdagangan bebas dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia dan juga menciptakan pasar regional untuk 500 juta penduduknya.

Pembentukan AFTA diadakan di Singapura pada tahun 1992, khususnya pada saat KTT ASEAN ke-4 (KTT) yang sedang diadakan. Tujuan pelatihan AFTA adalah untuk meningkatkan daya saing ekonomi di kawasan ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi global.

Perkembangan terakhir terkait AFTA adalah perjanjian untuk menghapuskan semua bea impor untuk barang dagangan untuk Brunei Darussalam pada tahun 2010, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand, dan untuk Kamboja, Laos, Myanmar dan Vietnam pada tahun 2015.

Baca Juga : Tujuan ASEAN

Sejarah Pembentukan AFTA

Tujuan AFTA
Tujuan AFTA

AFTA dibentuk pada KTT ASEAN ke-4 di Singapura pada tahun 1992. Awalnya, AFTA adalah tujuan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN (AFTA) sebagai bentuk kesepakatan negara-negara ASEAN untuk membangun kawasan perdagangan bebas. untuk meningkatkan daya saing ekonomi daerah. ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia akan dicapai dalam 15 tahun (1993-2008), kemudian dipercepat hingga 2003 dan akhirnya dipercepat lagi hingga 2002.

Skema Tarif Preferensial Efektif Bersama untuk Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN (CEPT-AFTA) adalah skema untuk melaksanakan AFTA melalui: mengurangi tarif sehingga menjadi 0-5%, menghilangkan pembatasan kuantitatif dan lain-lain hambatan non tarif.

AFTA dibentuk dengan harapan bahwa ekonomi negara-negara ASEAN akan memiliki daya saing ekonomi yang lebih baik dalam waktu 9 tahun (1993 – 2002). Dalam implementasinya, hal itu dilakukan dengan menghilangkan tingkat tarif impor 0 hingga 5% untuk negara-negara anggota ASEAN. Selain itu, AFTA juga akan menciptakan pasar regional untuk lebih dari 500 juta orang.

Negara Anggota AFTA

Tujuan AFTA
Tujuan AFTA

Awalnya, AFTA setuju dengan tujuan yang dijelaskan di atas, yang dibentuk pada periode 1993 hingga 2008. Namun kemudian dipercepat hingga 2003 dan kemudian dipercepat hingga 2002.

Di AFTA terdapat juga skema Tingkat Preferensial Efektif Bersama untuk Zona Perdagangan Bebas ASEAN (CEPT-AFTA), yang merupakan skema untuk mencapai tujuan AFTA melalui pengurangan tarif hingga 0 hingga 5%. Selain itu, juga menghilangkan pembatasan kuantitatif dan hambatan non-tarif lainnya.

Perkembangan terakhir AFTA adalah pembentukan perjanjian untuk menghapuskan semua tarif impor barang. Perjanjian ini berlaku untuk Brunei Darussalam pada 2010 dan juga untuk Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, dan Myanmar pada 2015.

Negara yang secara resmi dimasukkan ke dalam AFTA awalnya memiliki 6 negara, yaitu:

1. Indonesia

2. Singapura

3. Brunei Darussalam

4. Thailand

5. Filipina

6. Malaysia

Dan seiring waktu, negara-negara yang bergabung dengan AFTA meningkat dengan penyatuan Vietnam pada tahun 1995, Myanmar dan Laos pada tahun 1997, dan negara Kamboja yang bergabung pada tahun 1999. Oleh karena itu, jumlah total negara yang bergabung dengan AFTA adalah 10.

Tujuan AFTA

Tujuan AFTA
Tujuan AFTA

Tujuan AFTA adalah untuk meningkatkan daya saing ekonomi negara-negara ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi pasar dunia, untuk menarik investasi dan meningkatkan perdagangan di antara anggota ASEAN. Dalam perjanjian tersebut, AFTA direncanakan akan beroperasi penuh pada tahun 2008, tetapi dipercepat pada tahun 2003.

Mekanisme utama untuk mencapai tujuan yang disebutkan di atas adalah skema “Common Preferential Rate Preferential” (CEPT) yang bertujuan untuk memastikan bahwa barang yang diproduksi antara negara-negara ASEAN yang memenuhi persyaratan dari minus 40% dari konten lokal dikenakan biaya hanya 0-5%. Anggota ASEAN memiliki tiga pengecualian CEPT dalam tiga kategori:

1) pengecualian sementara,

(2) produk pertanian yang sensitif

(3) pengecualian umum lainnya (Sekretariat ASEAN 2004)

Untuk kategori pertama, pengecualian bersifat sementara karena pada akhirnya mereka diharapkan memenuhi standar tertentu, yaitu 0-5%. Sementara itu, produk pertanian sensitif akan ditunda hingga 2010. Dapat disimpulkan, selambat-lambatnya tahun 2015, semua tarif antar negara ASEAN diperkirakan akan mencapai 0%.

AFTA diluncurkan dengan instrumen CEPT, yang diperkenalkan pada Januari 1993. ASEAN pada 2002, menyatakan bahwa komitmen utama CEPT-AFTA hingga saat ini mencakup 4 program, yaitu:

  1. Program pengurangan tingkat tarif yang secara efektif sama di antara negara- negara ASEAN hingga mencapai 0-5 persen.
  2. Penghapusan hambatan-hambatan kuantitatif (quantitative restrictions) dan hambatan-hambatan non-tarif (non tariff barriers).
  3. Mendorong kerjasama untuk mengembangkan fasilitasi perdagangan terutama di bidang bea masuk serta standar dan kualitas.
  4. Penetapan kandungan lokal sebesar 40 persen.

Latar Belakang Berdirinya AFTA

Tujuan AFTA
Tujuan AFTA

Pembentukan AFTA sendiri tentu bukan tanpa sejarah atau latar belakang. AFTA adalah bentuk kerja sama di bidang ekonomi yang disepakati oleh negara-negara ASEAN. Ada beberapa faktor yang mendasari pembentukan AFTA atau area perdagangan bebas, yang meliputi:

Munculnya masalah ekonomi setelah tantangan politik dan militer yang dihadapi oleh ASEAN berakhir dengan perang dingin pada waktu itu.

Pesatnya kemajuan negara-negara milik Singapura yang memiliki sumber daya alam minimal (PHC), tetapi memiliki sektor komersial yang dapat dipercaya sebagai sumber mata pencaharian utama.

Keinginan untuk meningkatkan sebanyak mungkin investor asing.

AFTA juga merupakan langkah untuk mengejar ketinggalan dengan kerja sama regional di wilayah lain yang telah dibentuk di Eropa dan Amerika.

Diketahui juga bahwa pada tahun 2015, negara-negara di kawasan ASEAN sepakat untuk membentuk komunitas komunitas ASEAN atau ASEAN. Tujuan utamanya bukan untuk menghasilkan keuntungan, tetapi untuk mempromosikan negara yang lemah. Jadi keberadaan komunitas adalah terciptanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Kelahiran AFTA

Tujuan AFTA
Tujuan AFTA

Pada KTT ASEAN ke-4 di Singapura pada tahun 1992, para kepala negara mengumumkan pembentukan zona perdagangan bebas di ASEAN (AFTA) dalam jangka waktu 15 tahun.

Perjanjian CEPT, yang merupakan mekanisme utama AFTA.

Periode realisasi AFTA

KTT ASEAN ke-4 awalnya berfokus pada pelaksanaan AFTA dalam 15 tahun (1 Januari 1993 – 1 Januari 2008) dan hanya mencakup produk-produk manufaktur.

Kemudian, sesi ke 26 Menteri Ekonomi ASEAN (AEM) pada bulan September 1994 mempercepat realisasi AFTA menjadi 10 tahun (1 Januari 2003) dan memasukkan produk pertanian (diproses atau tidak diproses) dalam Rencana CEPT.

Selain itu, KTT ASEAN ke-6, (Desember 1998), memutuskan untuk mempercepat implementasi AFTA pada tahun 2002 pada tingkat 0 hingga 5%, dengan beberapa “fleksibilitas.”

Vietnam pada 2006 (memasuki ASEAN pada 28 Juli 1995)

Laos dan Myanmar pada 2008 (memasuki ASEAN pada 23 Juli 1997)

Kamboja pada 2010 (memasuki ASEAN pada 30 April 1999).

Fleksibilitas AFTA

Tujuan AFTA
Tujuan AFTA

Yang dimaksud dengan fleksibilitas adalah situasi di mana 6 negara ASEAN, jika mereka tidak siap untuk mengurangi beberapa produk menjadi 0-5% pada tahun 2002, dapat dikurangi pada tahun 2003. Pada tahun 2003, produk-produk di AFTA harus memiliki tingkat maksimum 5%.

Fleksibilitas masing-masing negara adalah sebagai berikut:

Brunei Darussalam = 16 item

Indonesia = 66 item (tarif masih 10% dan sebagian besar berasal dari sektor ini

produk plastik dan kimia)

Malaysia = 922 item

Filipina = 199 item

Thailand = 472 item

Manfaat AFTA untuk Indonesia

Tujuan AFTA
Tujuan AFTA

Perjanjian administratif dalam sejarah pembentukan AFTA diatur oleh peraturan nasional dan perdagangan di masing-masing negara anggota ASEAN. Otoritas sekretariat ASEAN hanya terbatas pada pemantauan dan memastikan bahwa negara-negara anggota ASEAN patuh dalam pelaksanaan AFTA, yang berarti bahwa mereka tidak memiliki otoritas hukum untuk mengambil tindakan terhadap negara-negara yang tidak konsisten dalam Eksekusi AFTA.

Piagam ASEAN juga menyatakan bahwa Sekretariat ASEAN hanya memiliki tugas untuk memastikan implementasi yang konsisten dalam setiap perjanjian. Jika ada perbedaan pendapat dalam implementasi AFTA, sekretariat ASEAN memiliki wewenang untuk membantu penyelesaiannya tetapi masih tanpa otoritas hukum.

Koordinasi antar negara anggota ASEAN kini semakin ditingkatkan dengan konsep terbaru untuk pengembangan AFTA, yaitu ASEAN Single Window. Konsep ini akan membantu negara-negara yang ingin berinvestasi atau bekerja sama dengan negara-negara anggota ASEAN lainnya melalui penyediaan data yang terkait dengan transaksi atau produksi di negara-negara ASEAN.

Dalam sejarah pembentukan AFTA, partisipasi Indonesia harus diperhitungkan untuk mendapatkan keuntungannya sendiri. AFTA adalah program kolaborasi yang bermanfaat bagi Indonesia karena hal-hal berikut:

1. Memberikan peluang untuk kegiatan ekspor produk pertanian
2. Menantang Indonesia untuk menghasilkan produk kompetitif di pasar regional AFTA sendiri.
3. Peningkatan daya saing ini diharapkan akan semakin mendorong perkembangan ekonomi Indonesia dan                       mendorong perusahaan untuk menghasilkan barang yang berkualitas sehingga mereka dapat bersaing dengan             produk yang diproduksi oleh negara-negara ASEAN lainnya.
4. Berikan peluang bagi pengusaha kecil dan menengah sehingga mereka dapat mengekspor produk mereka untuk         mendapatkan pasar selain yang nasional.
5. Mempromosikan kesadaran wirausaha untuk memiliki daya saing bisnis yang lebih besar.
Semua hal ini tidak dapat dilakukan tanpa dukungan pemerintah dalam hal modal untuk meningkatkan kualitas produksi dan juga standar kualitas produk. Dukungan pemerintah diperlukan untuk menciptakan bisnis independen terhadap AFTA, karena jika suatu industri tidak dapat bersaing karena rendahnya kualitas barang, pemerintah harus memberikan dukungan dengan bantuan modal.

Hambatan – Hambatan untuk AFTA

Tujuan AFTA
Tujuan AFTA

Dalam hubungan kerja sama apa pun, seperti dalam sejarah pembentukan AFTA ini, anggota tidak hanya akan merasakan manfaat ekonomi, tetapi juga mengalami beberapa kendala yang umumnya muncul selama penerapan perjanjian. Banyak negara ASEAN melindungi aset yang dianggap penting di negara mereka, sehingga sulit untuk menerapkan penurunan tarif yang mengalami penundaan.

Perbedaan tingkat ekonomi di negara-negara ASEAN akan terlihat pada pendapatan per kapita yang lebih tinggi di beberapa negara dibandingkan dengan negara lain. Ketidakstabilan situasi politik di beberapa negara juga mempengaruhi kondisi ekonomi negara-negara ASEAN.

Sebagai contoh, di ASEAN 6, di mana pendapatan per kapita mereka lebih tinggi daripada negara-negara lain, yaitu Laos, Myanmar, Vietnam dan Kamboja. Bagi keempat negara sulit untuk mengurangi tarif barang yang dianggap penting untuk kepentingan nasional mereka.

Persaingan komoditas di antara negara-negara anggota ASEAN juga terhambat oleh kualitas produk yang buruk dan pada akhirnya ada beberapa industri kecil yang telah runtuh di negara-negara ini. Bahkan di empat negara itu saja. ASEAN 6 juga mengalami hal yang sama pada industri kecil di negara yang mengalami goncangan karena mereka tidak dapat bersaing dengan komoditas dari negara lain yang masuk.

Ada juga banyak asumsi yang menyatakan bahwa AFTA hanya menghasilkan persaingan tidak seimbang untuk negara-negara anggota ASEAN sendiri. Penurunan tarif pada barang yang masuk menyebabkan kerugian, pasar yang tidak siap untuk industri lokal juga menjadi hambatan bagi implementasi AFTA dan implementasi penurunan tarif.

Indonesia juga mengalami hal yang sama dengan negara-negara anggota ASEAN lainnya, sehingga dukungan pemerintah sangat diperlukan untuk melindungi pemain industri kecil dan menengah agar dapat bersaing secara mandiri.

Demikianlah adalah  penjelasan singkat tentang arti AFTA, sejarah singkat, tujuan, negara-negara anggota dan latar belakang pembentukan AFTA. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah persepsi Anda.

Tujuan Negara Adalah: Pengertian, Unsur-unsur, Bentuk, dan Fungsinya

Tujuan Negara

Tujuan Negara –  Setiap berdirinya suatu Negara tersebut tidak lepas dari tujuannya. Berikut ini akan saya jelaskan tentang tujuan Negara lengkap dengan penjelasan, bentuk, unsur. Berikut ini adalah penjelasannya.

Pengertian Negara

Pengertian Negara
Pengertian Negara

Apa yang dimaksud dengan negara? Pengertian Negara merupakan suatu organisasi atau lembaga tertinggi dari kelompok masyarakat yang terdiri dari sekumpulan orang di wilayah tertentu, yang mempunyai cita-cita untuk hidup bersama, serta mempunyai sistem pemerintahan yang berdaulat.

Ada juga yang menyebutkan bahwa definisi negara adalah sebuah asosiasi tertinggi manusia yang ada di suatu wilayah tertentu, mempunyai pemerintahan sah dan berdaulat, mempunyai sistem dan juga aturan yang berlaku bagi seluruh masyarakatnya, serta berdiri secara independen.

Dalam bahasa Inggris, kata negara disebut dengan “State” yang artinya suatu keadaan dengan sifat tegak dan juga tetap. Sedangkan di Negara Indonesia, kata “Negara” berasal dari bahasa Sansekerta, yakni “Nagari” atau “Nagara” yang berarti wilayah atau penguasa.

Di Dalam penyelenggaraan suatu negara terdapat tiga sifat, yaitu;

  • Bersifat memaksa, yakni memaksa masyarakatnya untuk melakukan peraturan yang telah ditetapkan.
  • Bersifat monopoli, yakni menguasai semua sumber daya alam yang penting di dalam wilayah negara tersebut.
  • Bersifat totalitas, negara mempunyai wewenang atas semua hal tanpa pengecualian

Pengertian Negara Menurut Para Ahli

Pengertian Negara Menurut Para Ahli
Pengertian Negara Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami tentang arti sebuah Negara tersebut, maka kita dapat merujuk pada pendapat para ahli berikut ini:

1. Max Weber

Menurut Max Weber, pengertian negara yaitu suatu masyarakat yang memonopoli penggunaan kekuatan fisik yang sah pada suatu wilayah tertentu.

2. John Locke

Menurut John Locke, pengertin negara yaitu suatu badan atau organisasi yang dihasilkan dari perjanjian masyarakat.

3. Roger F. Soleau

Menurut Roger F. Soleau, pengertian negara yaitu suatu sarana atau wewenang yang mengatur dan mengendalikan berbagai masalah yang sifatnya umum dalam kehidupan masyarakat.

4. Miriam Budiardjo

Menurut Miriam Budiardjo, pengertian negara yaitu suatu wilayah yang penduduknya dipimpin oleh pejabat-pejabat dan melalui kekuasaan yang sah telah berhasil mengatur rakyatnya untuk patuh terhadap peraturan undang-undang.

5. Prof. Soenarko

Menurut Prof. Soenarko, pengertian negara yaitu suatu organisasi tertinggi dari masyarakat yang mempunyai wilayah tertentu, tempat kekuasaan negara yang kedaulatannya berlaku sepenuhnya.

6. Roger H. Soltou

Menurut Roger H. Soltou, negara yaitu suatu alat yang berwenang mengatur sekaligus mengendalikan segala persoalan bersama atas nama masyarakat.

Unsur-Unsur Negara

Unsur-Unsur Negara
Unsur-Unsur Negara

Suatu negara mempunyai beberapa unsur yang membentuknya menjadi satu kesatuan secara utuh. Setiap unsur di dalam negara akan saling melengkapi, sehingga tanpa adanya salah satu unsur maka suatu negara tidak akan menjadi sempurna.

Sesuai dengan pengertian negara yang telah dijelaskan di atas, adapun beberapa unsur negara yaitu sebagai berikut:

1. Wilayah

Wilayah adalah suatu daerah yang dikuasai dan ditempati oleh sekelompok manusia, serta menjadi batas teritorial suatu kedaulatan. Wilayah ini meliputi tiga bagian, yakni darat, laut, dan udara.

2. Penduduk/ Rakyat

Penduduk atau rakyat merupakan orang-orang yang menetap pada suatu tempat dalam periode waktu yang cukup lama. Rakyat adalah unsur terpenting dalam suatu negara, dan juga negara hanya dapat terbentuk bila ada kesepakatan para penduduknya.

3. Pemerintahan yang Berdaulat

Pemerintah adalah suatu lembaga di dalam negara yang memegang kekuasaan tertinggi dan dibentuk untuk melaksanakan jalannya pemerintahan suatu negara.

4. Pengakuan dari Negara Lain

Suatu negara belum sempurna apabila belum ada pengakuan dari  negara lainnya. Pengakuan ini diperlukan untuk mencegah terjadinya ancaman dari dalam (kudeta) maupun campur tangan dari negara lain.

Adanya pengakuan dari negara-negara lain akan membantu suatu negara untuk menjalin hubungan kerjasama dengan negara lain di berbagai bidang (ekonomi, politik, sosial budaya, pertahanan dan keamanan).

Fungsi Negara

Fungsi Negara
Fungsi Negara

Pada dasarnya fungsi negara adalah sebagai lembaga yang mewujudkan cita-cita dan harapan masyarakat di negara tersebut. Mengacu pada pengertian negara di atas, berikut ini adalah beberapa fungsi negara:

1. Fungsi Ketertiban dan Keamanan

Negara memiliki fungsi sebagai pihak yang mengatur serta melaksanakan ketertiban dan keamanan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan begitu maka kegiatan para warga negara dapat berlangsung dengan baik.

2. Fungsi Kesejahteraan dan Kemakmuran

Penyelenggara negara, dalam hal ini pemerintah, harus mengupayakan kesejahteraan dan kemakmuran warga negara, khususnya di bidang ekonomi dan sosial.

3. Fungsi Pertahanan

Negara juga memiliki fungsi mempertahankan dan menjamin kelangsungan hidup suatu bangsa dari berbagai ancaman, baik serangan dari dalam (kudeta) maupun serangan dari luar (invasi).

4. Fungsi Penegakan Keadilan

Negara harus dapat menjamin keadilan sosial bagi seluruh warganya yang mencakup seluruh aspek kehidupan (ideologi, ekonomi, sosial budaya, politik, pertahanan dan keamanan). Fungsi keadilan ini dilakukan dengan cara penegakan hukum melalui badan-badan peradilan di suatu negara.

Tujuan Negara Republik Indonesia Sesuai UUD 1945

Tujuan Negara Republik Indonesia Sesuai UUD 1945
Tujuan Negara Republik Indonesia Sesuai UUD 1945

Setiap Negara pasti memiliki tujuan untuk berdiri. Tujuan negara merupakan suatu pedoman dalam menyusun dan mengendalikan alat perlengkapan negara serta mengatur kehidupan rakyatnya. Tujuan negara dipengaruhi oleh tempat, sejarah pembentukan, dan pengaruh dari penguasa negara yang bersangkutan.

Setelah mengetahui tujuan negara, maka anda juga dapat mengetahui sifat organisasi negara dan legitimasi kekuasaan negara tersebut.

Tujuan Negara Republik Indonesia sendiri tertuang secara jelas dalam pembukaan UUD 1945 pada alenia empat. Tujuan Negara Republik Indonesia  tersebut berbunyi :

“Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,memajukan kesejahteraan umum,Mencerdaskan kehidupan bangsa, melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,  perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dapat disimpulkan tujuan Negara Republik Indonesia adalah tujuan perlindungan,kesejahteraan,pencerdasan,dan pedamaian.

Berikut penjabaran tujuan Negara Republik Indonesia sesuai yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 pada alenia empat.

1. Tujuan Perlindungan

Tujuan perlindungan terdapat dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat yang berbunyi  “Melindungi setiap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia” merupakan Tujuan dari Hal-hal yang termasuk untuk wajib dilindungi adalah semua komponen yang membentuk bangsa Indonesia, mulai dari rakyat, kekayaan alam, serta nilai-nilai bangsa yang patut dipertahankan.

Parameter atau ukuran subyek hukum warga negara sudah terlindungi adalah jika hak-haknya telah terpenuhi, berdasarkan hukum negara.  Hak warga negara Indonesia sendiri telah tercantum dalam UUD 1945. Hak-hak tersebut antara lain adalah hak asasi manusia, hak mendapatkan pekerjaan, hak perlindungan hukum yang sama, hak memperoleh pendidikan,dan lain sebagainya.

Kewajiban Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia bukan hanya tugas Negara atau pemerintah. Peran warga Negara juga dibutuhkan dalam melindungi bangsa.

Wujud membela Negara dapat dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan kemampuan warga Negara itu sendiri. Salah satu wujud sederhana dalam melindungi bangsa adalah dengan memiliki rasa cinta tanah air dan bela Negara.

2. Tujuan kesejahteraan

Tujuan kesejahteraan terdapat dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat yaitu “untuk memajukan kesejahteraan umum” Parameter kesejahteraan di Indonesia memiliki 3 unsur dan merupakan syarat yang paling minimal dan subjektif.

Apabila ketiganya terpenuhi, maka masyarakat dapat dikatakan  sejahtera. Unsur-unsur tersebut adalah sandang (pakaian), pangan (makan), dan papan (tempat tinggal).

Kesejahteraan umum juga tidak hanya mencakup tentang kesejahteraan ekonomi dan materi, namun kesejahteraan lahir dan batin. kesejahteraan lahir dan batin antara lain adalah terciptanya rasa aman, gotong royong, saling menghormati dan menghargai hak dan kewajiban masing-masing individu, masyarakat yang makmur,adil dan setara.

Selain itu, hal yang dapat dilakukan adalah terus selalu bersaing dalam perekonomian Nasional dan Internasional. Indonesia yang saat ini telah memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), maka dari itu, Indonesia harus siap bersaing.

3. Tujuan Pencerdasan

Tujuan pencerdasan terdapat dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat yang berbunyi: “…mencerdaskan kehidupan bangsa…” tujuan dari pencerdasan ini adalah memastikan seluruh masyarakat Indonesia memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan yang layak dan berkualitas. Sejak kemerdekaan pemerintah telah mengupayakan agar Indonesia bebas dari buta huruf dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Mencerdaskan bangsa merupakan tugas negara, pemerintah, dan masing-masing individu untuk berusaha meraih jenjang pendidikan yang terbaik. Karena dengan adanya masyarakat yang cerdas, pembangunan dan kemajuan negara akan semakin mudah dicapai.

Yang dapat dilakukan oleh warga Negara Indonesia untuk menca[pai tujuan penverdasan adalah mengejar pendidikan hingga jenjang yang setinggi-tingginya. Menjadi masyarakat yang pandai dan cerdas pasti mampu memajukan dan dan menyejahterakan taraf hidup sebuah bangsa.

4. Tujuan Perdamaian

Tujuan ketertiban dan perdamaian terdapat dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat yang berbunyi: “… dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial …” Perdamaian merupakan cita-cita semua negara.  Istilah “damai” dalam ilmu politik terdapat 2 macam, yaitu perdamaian didalam negeri dan damai dan perdamaian diluar negeri.

Tujuan negara yang tercantum dalam UUD 1945 diharapkan dapat diterapkan dalam pelaksanaan pemerintahan Indonesia. Pemerintah dapat membuat kebijakan-kebijakan yang pro rakyat. Sehingga rakyat Indonesia dapat merasakan kesejahteraan di Negara Indonesia dan benar-benar tercipta pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat

Dasar politik luar negeri Indonesia sendiri adalah politik bebas-aktif. Perdamaian yang tercipta di masing-masing negara di dunia akan melahirkan politik luar negeri yang bebas dan aktif.

Tujuan negara tersebut merupakan landasan bagi bangsa Indonesia untuk melaksanakan kerja sama dengan negara lain yang dilandasi oleh nilai-nilai perdamaian dan keadilan sosial.

Perdamaian juga dapat diwujudkan oleh setiap warga Indonesia dengan menjaga perdamaian antar suku, antar umat beragama, saling menghargai, dan menghormati perbedaan-berbedaan yang ada.

Demikian ulasan mengenai tujuan Negara Republik Indonesia. Produk hukum yang dibuat oleh pemerintah haruslah sesuai dengan tujuan Negara Republik Indonesia seperti tercantum pada pembukaan UUD 1945 alinea keempat diatas, yaitu tujuan perlindungan, kesejahteraan, pencerdasan, dan ketertiban atau perdamaian. Tujuan Negara Republik Indonesia merupakan tanggung jawab Negara baik pemerintah maupun warga negaranya.

Bentuk-Bentuk Negara

Bentuk-Bentuk Negara
Bentuk-Bentuk Negara

Saat ini ada dua bentuk negara yang diterapkan di berbagai negara di dunia, yaitu Negara Kesatuan (Unitaris) dan Negara Serikat (Federasi).

1. Negara Kesatuan

Negara kesatuan adalah suatu bentuk negara dimana kekuasan tertinggi dipegang oleh pemerintah pusat. Bentuk negara kesatuan dibagi menjadi dua, yaitu;

Sistem Sentralisasi, segala masalah dalam negara diatur oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah hanya sebagai pelaksana tanpa memiliki kewenangan.

Sistem Desentralisasi, pemerintah daerah diberikan kewenangan dalam mengatur kebutuhan dan berbagai peraturan tertentu (hak otonomi).

Beberapa negara yang menganut negara kesatuan adalah;

  • Indonesia
  • Jepang
  • Filipina
  • Italia
  • Belanda
  • Kamboja
  • Dan lain-lain

2. Negara Serikat

Negara serikat adalah suatu bentuk negara dimana di dalamnya terdapat beberapa negara bagian. Bentuk negara serikat dapat dibagi menjadi dua, yaitu;

Pemerintahan Federal, pemerintahan ini dapat mengatur berbagai kepentingan bersama setiap anggota negara bagian, misalnya komunikasi, mata uang, pertahanan, dan hubungan internasional.

Pemerintahan Negara Bagian, ini adalah wilayah administrasi tingkat pertama dari suatu negara federal.

Beberapa negara yang menganut negara serikat adalah;

  • Argentina
  • Austria
  • Amerika Serikat
  • Brasil
  • Meksiko
  • Nigeria
  • Dan lain-lain

Demikian uraian singkat mengenai pengertian negara, unsur-unsur, fungsi, tujuan, serta bentuk-bentuk negara yang ada di dunia saat ini. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan buat kalian semua.

7 Tujuan Administrasi Secara Umum, Pengertian, Unsur, Ciri-ciri {Lengkap}

Tujuan Administrasi –  Setiap Negara, Perusahaan baik perusahaan negeri atau swasta pasti memiliki sebuah administrasi yang bertujuan untuk mengolah, mengendalikan, bahkan merancang kegiatan sebuah perusahaan tersebut. Berikut ini adalah tujuan dari administrasi tersebut.

Pengertian Administrasi Secara Umum

Apa yang dimaksud dengan administrasi tesebut? Pengertian Administrasi merupakan sebuah bentuk usaha dan juga aktivitas yang berhubungan dengan pengaturan kebijakan agar dapat mencapai target atau  tujuan organisasi. Jadi, boleh dibilang bahwa administrasi mempunyai peranan yang sangat krusial dalam semua aktivitas sebuah organisasi.

Selain itu, pengertian administrasi secara sempit dapat diartikan sebagai bentuk aktivitas yang meliputi catat-mencatat, surat-menyurat, pembukuan sederhana, ketik-mengetik, dan kegiatan lain yang sifatnya teknis ketatausahaan.

Sedangkan pengertian administrasi secara luas adalah semua proses kerjasama antara dua orang atau lebih yang bertujuan untuk mencapai target dengan memanfaatkan sarana dan prasarana tertentu secara berdaya guna dan berhasil guna.

Dari definisi administrasi tersebut kita dapat mengetahui 3 hal penting berikut ini:

Administrasi adalah sebuah seni sekaligus proses. Sebagai seni, administrasi membutuhkan kiat khusus yang sifatnya kondisional dan situasional karena selalu terkait dengan situasi, kondisi, waktu, dan tempat.

Dalam administrasi terdapat unsur-unsur tertentu, diantaranya; terdapat dua atau lebih orang di dalamnya, terjadi kerjasama antar orang tersebut yang sifatnya formal dan hirarkis, memiliki tujuan, terdapat tugas, ketersediaan sarana dan prasarana.

Administrasi muncul secara bersamaan dengan munculnya peradaban manusia dimana administrasi tersebut untuk mencapai tujuan bersama.

Pengertian Administrasi Menurut Para Ahli

Beberapa ahli di bidang administrasi menjelaskan tentang definisi administrasi, diantaranya adalah

1. Menurut Ulbert

Administrasi secara sempit didefinisikan sebagain penyusunan dan pencatatan data dan informasi secara sistematis baik internal maupun eksternal dengan maksud menyediakan keterangan serta memudahkan untuk memperoleh kembali baik sebagian maupun menyeluruh. Pengertian administrasi secara sempit ini lebih dikenal dengan istilah Tata Usaha.

2. Menurut WH. Evans

Administrasi adalah fungsi yang menyangkut manajemen  dan pengarahan semua tahap operasi perusahaan mengenai pengolahan bahan keterangan, komunikasi, dan ingatan organisasi.

3. Menurut Arthur Grager

Administrasi adalah fungsi tata penyelenggaraan terhadap komunikasi dan pelayanan warkat suatu organisasi.

4. Menurut William Feffingwell dan Edwin Robinson

Administrasi adalah cabang ilmu manajemen yang berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan perkantoran secara efisien, kapan, dan dimana pekerjaan itu harus dilakukan.

5. Menurut George Terry

Administrasi adalah perencanaan, pengendalian, dan pengorganisasian pekerjaan perkantoran, serta penggerakan mereka yang melaksanakannya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

6. Menurut Ordway Tead (1953)

Menjelaskan bahwa administrasi adalah usaha yang luas mencakup segala bidang untuk memimpin, mengusahakan, mengatur kegiatan kerjasama manusia yang ditujukan pada tujuan-tujuan dan maksud-maksud tertentu.

7. Menurut Drs. The Liang Gie dan Drs. Sutarto (1977)

Mengemukakan pula bahwa : Administrasi adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam kerja sama mencapai tujuan tertentu.

8. Menurut Dr. Sondang P. Siagian MPA (1977)

Administrasi adalah “keseluruhan proses kerjasama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

9. Menurut The Liang Gie

Mengatakan “Administrasi secara luas adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu” (1980:9).

10.Menurut Soewarno Handayaningrat

Mengatakan“Administrasi secara sempit berasal dari kata Administratie (bahasa Belanda) yaitu meliputi kegiatan cata-mencatat, surat-menyurat, pembukuan ringan, keti-mengetik, agenda dan sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan” (1988:2).

Dari definisi tersebut dapat disimpulkan administrasi dalam arti sempit merupakan kegiatan ketatausahaan yang mliputi kegiatan cata-mencatat, surat-menyurat, pembukuan dan pengarsipan surat serta hal-hal lainnya yang dimaksudkan untuk menyediakan informasi serta mempermudah memperoleh informasi kembali jika dibutuhkan.

11. Menurut Prof. Dr. S Prajudi Atmosudirjo, S.H.

Administrasi adalah proses dan tata kerja yang terdapat pada setiap usaha, apakah usaha kenegaraan atau swasta, usaha sipil atau militer, usaha besar atau kecil.

12.Menurut Dwight Waldo (1971)

Mengemukakan bahwa : Administrasi adalah suatu bentuk daya upaya manusia yang kooperatif yang mempunyai tingkat rationaliteit yang tinggi.

13. Menurut Elix A. Nigro dan Lloyd G. Nigro (1977:18)

Menyimpulkan bahwa administrasi adalah:

Usaha kelompok yang bersifat kooperatif yang diselenggarakan dalam satu lingkungan publik

Meliputi seluruh cabang pemerintahan serta merupakan pertalian diantara cabang pemerintahan (eksekutif, yudikatif, dan legislatif).

Mempunyai peranan penting dalam perumusan kebijaksanaan publik (public policy) dan merupakan bagian dari proses politik

Amat berbeda dengan administrasi privat

Berhubungan erat dengan kelompok-kelompok privat dan individual dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

14. Menurut Syamsi (1985:10)

Administrasi adalah seluruh kegiatan dalam setiap usaha kerjasama yang dilakukan oleh sekelompok atau lebih orang-orang secara bersama-sama dan simultan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

15. Menurut Soepardi (1988:7)

Administrasi adalah keseluruhan proses kegiatan-kegiatan kerja sama yang dilakukan oleh sekelompok atau lebih oarang-orang secara bersama-sama dan simultan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

16. Menurut munawardi Reksohadiprowiro

“Dalam arti sempit” administrasi berarti tata usaha yang mencakup setiap pengaturan yang rapi dan sistematis serta penentuan  fakta-fakta serta tertulis  dengan tujuan memperoleh  pandangan yang menyeluruh serta hubungan timbal balik antara satu fakta  dengan fakta lainnya.

17. Menurut Wijana

Administrasi adalah rangkaian semua organ-organ Negara rendah dan tinggi yang bertugas menjalankan pemerintahan pelaksanaan dan kepolisian.

18. Menurut Leonard D. White (1958)

Administrasi  adalah suatu proses yang umum dalam semua usaha-usaha suatu kelompok baik dalam usaha umum atau pribadi.

19. Menurut Wiliaw h. Newman (1963)

Administrasi adalah pembimbingan, kepemimpinan dan pengawasan usaha-usaha suatu kelompok individu kearah pencapaian tujuan bersama.

20. Menurut White, 1958)

Administrasi adalah proses yang pada umumnya terdapat pada semua usaha kelompok, pemerintah atau swasta, sipil atau militer, besar atau kecil.

21. Menurut Simon, (1958)

Administrasi sebagai kegiatan kelompok yang mengadakan kerjasama guna menyelesaikan tugas bersama.

22. Menurut Drs. Saafroedin Bahar

Administrasi adalah seluruh kegiatan-kegiatan atau proses penyelenggaraan dalam setiap usaha kelompok kerjasama manusia untuk mencapai tujuan tertentu.

23. Menurut Achmad Ichsan, SH. Dalam Tata Administrasi Kekaryawanan

Administrasi diterjemahkan sebagai tata pelaksanaan dengan keterangan bahwa didalamnya tercangkup pengertian tata dalam arti “organization dan management” juga dalam arti tata hukumnya sedangkan pelaksanaan menunjukkan realisasi dalam melakukan tata tersebut.

24. Menurut Stephen Robbins dikutip oleh Ulbert Silalahi

Menyatakan “Administration is the universal process of efficiently getting activities completed with and through other people” (Administrasi adalah proses yang universal dalam aktivitas pencapaian tujuan secara efisien dengan dan melalui orang lain).

25. Menurut Pendapat Soetarto Dan R. P. Soewarno (1978)

Administrasi adalah suatu proses penyelenggaraan dan pengurusan segenap tindakan/kegiatan dalam setiap usaha kerjasama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan.

26. Menurut Harris Muda Nasution dalam bukunya

“Kursus Pengetahuan Administrasi“, sebagai berikut :“Dalam arti yang sempit bahkan pengertian sehari-hari, maka Administrasi artinya adalah tata usaha. Tata usaha ialah suatu pekerjaan yang sifatnya mengatur segala sesuatu pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan tulis-menulis, surat-menyurat dan mencatat / membukukan setiap perubahan atau kejadian yang terjadi di dalam organisasi”. (The Liang Gie,1972).

27. Menurut Soewarno Handayaningrat

Mengatakan “Administrasi secara sempit berasal dari kata Administratie (bahasa Belanda) yaitu meliputi kegiatan cata-mencatat, surat-menyurat, pembukuan ringan, keti-mengetik, agenda dan sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan” (1988:2).

Dari definisi tersebut dapat disimpulkan administrasi dalam arti sempit merupakan kegiatan ketatausahaan yang mliputi kegiatan cata-mencatat, surat-menyurat, pembukuan dan pengarsipan surat serta hal-hal lainnya yang dimaksudkan untuk menyediakan informasi serta mempermudah memperoleh informasi kembali jika dibutuhkan.

28. Menurut Arifin Abdulrachman (1971)

Mengemukakan pula bahwa, Administrasi dalam arti tata usaha kegiatannya meliputi penerimaan surat, penyimpanan surat, korespondensi, penduplikasian, penctatan-pencatatan pada buku-buku atau kartothik, pokoknya segala macam pekerjaan yang ada hubungannya dengan apa yang dinamakan pekerjaan kertas, bahkan yang meliputi juga pekerjaan-pekerjaan penelponan dan penerimaan tamu.

29. Menurut Handayaningrat (1996:2)

Mengemukakan “administration is the activities of groups cooperating to accomplish common goals” (Administrasi sebagai kegiatan daripada kelompok yang mengadakan kerjasama untuk menyelesaikan tujuan bersama).

Berdasarkan definisi administrasi sebagaimana dikemukakan di atas Handayaningrat (1996:3) mengemukakan bahwa administrasi mengandung ciri-ciri sebagai berikut:

  • Adanya kelompok manusia, yaitu kelompok yang terdiri atas 2 orang atau lebih
  • Adanya kerjasama dari kelompok tersebut
  • Adanya kegiatan/proses/usaha
  • Adanya bimbingan, kepemimpinan, dan pengawasan
  • Adanya tujuan

30. Menurut William Leffingwell dan Edwin Robinson

Administrasi adalah cabang ilmu manajemen yang berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan perkantoran secara efisien, kapan, dan dimana pekerjaan tersebut harus dilakukan.

31. Menurut Tead (2003 :3)

menyatakan administrasi adalah “Conceived at the necessary activities of individuals (executives) in an organization who are charged with ordering, forwarding, and facilitating the associate efforts of group of individuals brought together to realize certain defined purpose.”

Pendapat tersebut dapat diartikan bahwa administrasi meliputi kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan oleh pejabat-pejabat dalam suatu organisasi yang bertugas mengatur, memajukan, dan melengkapi usaha kerjasama sekumpulan orang yang sengaja dihimpun untuk mencapai tujuan tertentu.

Unsur-Unsur Administrasi

Selain memahami pengertian administrasi, ada beberapa unsur penting yang wajib ada di sebuah bidang bisnis. Menurut The Liang Gie, ada 8 unsur yang harus ada:

1. Organisasi

Tempat dimana kegiatan administrasi dilakukan. Dalam bisnis, orang-orang yang bekerja di dalamnya akan dihimpun mejadi sebuah wadah.

2. Manajemen

Alat utama pelaksanaan administrasi. Ada pengatur, penggerak, manajer dan tenaga operasional. Dalam manajemen ini masih dibagi menjadi tiga kelompok; top management, middle management dan lower management (mandor).

3. Komunikasi

Administrasi juga mengatur pola komunikasi antar departemen. Misalnya melalui surat atau warta.

4. Kepegawaian

Ini berkaitan dengan penggunaan ternaga kerja. Dalam administrasi ada proses yang saling berhubungan, yaitu; penerimaan, penempatan, pendayagunaan dan pemberhentian kerja.

5. Keuangan

Ini berkaitan dengan pembiayaan kontrak kerjasama mulai dari cara memperoleh dana hingga pertanggungjawabannya.

6. Perbekalan

Berhubungan dengan pengadaan barang, penyimpanan dan penyingkiran. Pihak administrasi akan menyisir mana barang yang dibutuhkan untuk kerja dan tidak.

7. Tata usaha

Meliputi kegiatan pencatatan, penyimpanan dan pengiriman.

8. Public Relation

Administrasi akan menciptakan peraturan bagaimana berhubungan dengan masyarakat terutama konsumen.

Ciri-Ciri Administrasi

Administrasi memiliki beberapa karakteristik/ciri-ciri antara lain sebagai berikut:

Di dalam kegiatan Administrasi ada beberapa karakteristik/ ciri-ciri yang mudah dikenali, diantaranya adalah:

1. Administrasi memiliki tujuan yang jelas

2. Di dalam Administrasi terdapat kelompok manusia yang terdiri dari dua orang atau lebih

3. Administrasi selalu berhubungan dengan kegiatan kerjasama

4. Di dalam Administrasi terdapat usaha atau proses kerja

5. Kegiatan di dalam Administrasi selalu terdapat kepemimpinan, bimbingan, dan pengawasan

Fungsi Administrasi

Berikut ini adalah beberapa fungsi administrasi dalam organisasi:

1. Planning (Perencanaan)

Planning adalah kegiatan perencana yang membutuhkan sebuah aktivitas administrasi, mulai dari pengumpulan data, pengolahan data, hingga penyusunan perencanaan.

2. Organizing (Penyusunan)

Organizing adalah kegiatan menyusun dan membangun komunikasi kerja antara anggota-anggota dalam organisasi sehingga akan tercapai suatu kesatuan usaha untuk mencapai tujuan organisasi tersebut

3. Coordinating (Kordinasi)

Coordinating merupakan sebagian dari fungsi manajemen yang melakukan sejumlah aktivitas agar berjalan baik dengan menjauhi terjadinya suatu kekacauan, bentrok, kekosongan aktivitas yang dilaksanakan dengan menghubungkan, menyatukan dan menyesuaikan suatu pekerjaan bawahan yang sehingga terdapat kerjasama yang terencana dalam suatu usaha untuk mencapai suatu tujuan organisasi.

4. Reporting (Laporan)

Reporting adalah aktivitas penyampaian perkembangan atau hasil dari suatu kegiatan dengan membuat dan memberikan laporan dari tugas dan fungsi para pejabat yang lebih tinggi baik lisan ataupun tulisan untuk mendapatkan gambaran tentang pelakasanaan tugas para anggota organisasi.

5. Budgeting (Penyusunan Anggaran)

Budgeting adalah aktivitas perencanaan dan pengelolaan keuangan atau anggaran dalam organisasi yang dilakukan secara berkesinambungan

6. Staffing (Penempatan)

Staffing adalah kegiatan yang berhubuungan dengan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya dalam sebuah organisasi; mulai dari perkrutan tenaga kerja, pengembangan, perlengkapan di dalam organisasi tersebut.

7. Directing (Pengarahan atau Bimbingan)

Directing adalah aktivitas berinteraksi dengan anggota organisasi dalam bentuk memberi bimbingan, saran, perintah-perintah, agar tugas dijalankan dengan baik guna mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Peran Administrasi Sebagai Queen of Peace

Bisa dibilang arti administrasi ibarat Queen of Peace. Keributan akan terus terjadi dalam sebuah perusahaan atau bisnis saat administrasi tidak berjalan semestinya.

Bayangkan bila Anda tidak memiliki format penyimpanan file yang rapi. File dan surat-menyurat Anda ditaruh sembarangan?

Suatu hari Anda benar-benar membutuhkannya dan dibutuhkan waktu yang lama bagi Anda untuk menemukannya. Padahal jika Anda menatanya dengan baik tentu waktu bisa dipersingkat dan digunakan untuk menyelesaikan target lainnya.

Pengertian administrasi dalam bisnis sebenarnya sangat luas dan akan berhubungan dengan berbagai macam jenis menejemen di beberapa posisi di departement perusahaan. Menurut kontributor Pankaj Mishra melalui Linkedin, administrator nantinya akan menjadi penghubung berbagai departemen, partner perusahaan dan konsumen sekaligus.

Karena itu, bidang ini setidaknya harus bisa meng-cover beberapa hal berikut ini:

  1. Memahami pengertian administrasi
  2. Meningkatkan kinerja staf kantor dalam hal pengorganisasian dan mengatur administrasi kantor di berbagai bidang
  3. Mengeluarkan standar filing yang tepat
  4. Mengembangkan dan mengatur aset perusahaan
  5. Mampu mengembangkan prosedur administrasi
  6. Mampu mengontrol dan merencanakan budget administrasi
  7. Membuat laporan kegiatan perusahaan mulai dari penggajian, kegiatan pengiriman dan lainnya

Walaupun begitu, tugas utama administrator tergantung perusahaan. Yang pasti bidang ini akan memastikan efisiensi performa perusahaan di semua departemen. Mereka bertindak sebagai jembatan penghubung antara manejemen dan juga karyawan.

Adminisrasi kantor adalah salah satu elemen yang dikaitkan dengan efisiensi dan produktifitas kerja perusahaan. Mereka memberikan informasi yang dibutuhkan oleh berbagai departemen sehingga masing-masing job description dan planning setiap menejemen tercapai.

Mereka menyediakan apa yang dibutuhkan oleh berbagai departemen, membangun peraturan dan budaya perusahaan. Kelihatannya, bidang ini seperti hilang ditelan bumi, padahal administrasi adalah kunci utama kelancaran regulasi perusahaan.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian administrasi, tujuan, fungsi, unsur-unsur dan ciri-ciri Administrasi yang perlu kita ketahui. Semoga bermanfaat.