10+ Rekomendasi Merk Raket Tenis Meja Terbaik dan Terbaru {Lengkap}

Rekomendasi Merk Raket Tenis Meja

Rekomendasi Merk Raket atau Bet Tenis Meja – Meskipun tidak sepopuler bulu tangkis dan juga sepak bola, tenis meja merupakan salah satu olahraga yang cukup populer dimainkan oleh masyarakat Indonesia dalam lingkup kecil seperti komplek perumahan, instansi pendidikan, serta lingkungan kantor. Skill dan juga strategi memang menjadi kunci utama bermain tenis meja ini, namun untuk membuat itu semua berjalan dengan baik, diperlukan juga bat (sebutan umum raket tenis meja) yang mumpuni.

Dalam artikel berikut, kami akan sedikit menjelaskan bagaimana cara memilih raket tenis meja yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Sebagai lanjutannya, kami juga akan merekomendasikan sepuluh produk raket tenis meja terbaik yang telah kami himpun berdasarkan bentuk, ukuran, serta juga harganya. Simak artikel ini sampai selesai ya dan tidak boleh terlewatkan!

Cara Memilih Raket Tenis Meja

Rekomendasi Merk Raket Tenis Meja
Rekomendasi Merk Raket Tenis Meja

Sepertinya tidak ada perbedaan yang mencolok jika kita melihat sekilas raket tenis meja yang dipakai oleh pemula maupun yang digunakan oleh pemain profesional. Namun dalam penggunaannya, bat atau raket untuk pemain pemula lebih mudah untuk diarahkan, sehingga bola tidak mudah keluar dari area permainan. Untuk itu, pilihlah raket tenis meja yang sesuai dengan level permainan Anda masing – masing. Berikut ini adalah cara memilih raket atau bet tenis meja dengan baik dan benar:

1. Bagian-Bagian yang Perlu Diketahui Oleh Pemain

Ada bagian yang perlu diketahui berkaitan dengan raket atau bet tenis meja. Raket tenis meja sendiri terdiri dari dua bagian penting yaitu papan plus bagian pegangan yang biasa disebut dengan blade, serta lapisan karet berwarna merah dan juga hitam pada papan yang biasa disebut dengan rubber.

Beberapa bat yang dijual secara terpisah papan serta alas karetnya, namun ada juga yang menjualnya menjadi satu bundle. Bat yang satu bundle ini cocok untuk digunakan oleh para pemula, karena lebih siap pakai.

Jika sudah lama digunakan, bagian rubber pada umumnya kehilangan ‘sentuhannya’, sehingga bola yang kita pukul menjadi sulit untuk dikontrol karena umur dari rubber sudah habis. Dalam kasus yang seperti ini, Anda harus segera mengganti bagian rubber bat Anda dengan yang baru.

2. Sesuaikan Raket Tenis Meja Dengan Jenis ‘Pegangan’ yang Anda Gunakan

Seperti halnya bulu tangkis dan juga tenis lapangan, permainan tenis meja juga mempunyai cara tersendiri untuk memegang alat pemukulnya (raket). Ada dua tipe cara memegang yang umum dalam permainan tenis meja yaitu teknik shake hand (layaknya berjabat tangan), dan juga teknik penhold (seperti halnya menggunakan pena).

Cara memegang jenis shake hand lebih akrab digunakan oleh para pemain profesional karena dapat menghasilkan tenaga lebih kencang dibanding dengan cara penhold. Meski begitu, tidak sedikit juga pemain profesional yang menggunakan cara memegang penhold ini. Kita dapat melihatnya pada beberapa atlet asal China yang masih menggunakan cara pegangan teknik penhold ini.

Sebelum membeli, ada baiknya untuk mencoba bat dengan pegangan yang biasa Anda gunakan ketik bermain. Pilihlah bat yang nyaman dengan jenis pegangan Anda telah pelajari bahkan anda kuasai.

3. Pilih Berdasarkan Bentuknya

Raket tenis meja dibagi menjadi dua tipe berdasarkan bentuknya, yaitu bulat (berbentuk mirip lingkaran) serta bentuk kotak (berbentuk seperti persegi panjang). Para pengguna pegangan shake hand pada umumnya menggunakan bat berjenis bulat ini. Sedangkan untuk para pengguna pegangan penhold, ada yang menggunakan bat berbentuk kotak, ada pula yang menggunakan bat berbentuk bulat.

Ada perbedaan karakter dari kedua jenis bentuk bat tersebut ini. Bat kotak dapat memberikan power yang lebih pada saat melakukan pukulan forehand. Sedangkan bat berbentuk bulat, sangat sempurna untuk melakukan kontrol bola, melakukan ayunan dengan cepat, dan dapat menimbulkan pukulan dengan efek melengkung. Di Negara Indonesia sendiri, bat yang lebih sering ditemui dan juga digunakan yaitu bat berbentuk bulat.

10 Rekomendasi Raket atau Bet Tenis Meja Terbaik

Rekomendasi Merk Raket Tenis Meja
Rekomendasi Merk Raket Tenis Meja

Seperti yang telah disebutkan pada sebelumnya, dalam bagian ini Anda akan kami perkenalkan dengan beberapa produk raket tenis meja yang telah kami himpun. Anda dapat membandingkan harga, serta karakter raket tenis meja tersebut, sesuai dengan kebutuhan permainan yang Anda inginkan tersebut.

1. Butterfly TBC202

Untuk Anda yang ingin mendapatkan kontrol bola serta pukulan efek yang baik, Anda dapat mengamati lebih jauh produk berikut. Butterfly TBC-202 dipersenjatai dengan dua Butterfly Yuki rubber pada masing-masing sisinya tersebut. Yuki rubber adalah alas karet yang dapat menimbulkan efek bola yang baik jika digunakan secara tepat.

Ketebalan rubber yang tercatat yaitu 2,0 mm dapat membuat pukulan terarah. Sangat cocok untuk para pemula yang menginginkan raket dengan performa baik dan juga enak digunakan. Selain itu, Anda juga akan mendapatkan cover raket jika membeli produk jenis ini.

2. Cornilleau Tacteo Pack Duo

Tak ada salahnya untuk membeli produk yang dibuat dalam bentuk paket. Cornilleau Tacteo Duo dapat menjadi pilihan bagi Anda yang ingin mencari raket tenis meja dengan harga ekonomis, namun dengan performa yang cukup baik ketika anda gunakan. Produk ini berisikan 2 bat dan 3 bola yang siap untuk langsung digunakan dalam permainan tenis meja tersebut.

Mengenai performa, bat atau raket fini sudah lebih dari cukup untuk keperluan pemain pemula. Karetnya solid, sehingga baik untuk mengontrol bola. Warnanya yang catchy dan bentuknya yang trendi, paket ini sangat sempurna untuk dipakai bermain bersama keluarga dan sahabat, serta cocok digunakan oleh anak-anak maupun orang dewasa. Dengan menggunakan bat ini, dapat dipastikan Anda akan mendapatkan pegangan yang nyaman dan tidak mudah lepas, karena pegangannya terbuat dari material full karet.

3. Butterfly Timo Boll 2000

Produsen peralatan tenis meja populer, Butterfly, membuat bat seri khusus dari pemain tenar asal Jerman, Timo Ball. Raket berikut dirancang untuk para pemain pemula yang ingin mengembangkan skill permainannya.

Untuk karakter, bat berikut mempunyai kemampuan speed dan spin yang seimbang. Jadi, Anda dapat melakukan pukulan-pukulan efek serta drive cepat ketika menggunakan bat berikut. Harganya juga terbilang masuk akal untuk kantong para pemain non profesional.

4. DHS A3002

Satu lagi pilihan yang menarik bagi para pemula yang ingin mendapatkan bat dengan performa baik. DHS A3002 memiliki papan kayu yang terbuat dari 5 lapis yang memadahi dalam urusan speed, balance dan power.

Rubber yang menempel sebagai alas bat dapat menjadi media kontrol bola yang memadahi permainan Anda. Karena pegangannya yang cukup panjang, produk berikut pas untuk Anda yang terbiasa menggunakan pegangan shake hand. Harganya yang ekonomis juga membuatnya menarik untuk dibeli.

5. Butterfly Stayer 3000

Butterfly Stayer 3000 FL merupakan bat rakit untuk pemain yang biasa menggunakan pegangan shake hand. Bagian rubber yang menjadi alas papan sudah lolos persetujuan dari ITTF, lembaga tenis meja internasional.

Secara khusus, Butterfly merancang bat ini untuk Anda yang ingin mengedepankan kontrol bola yang baik. Produk berikut cocok digunakan untuk pemain tenis meja dari kelas pemula, hingga pemain kelas menengah. Dengan harga yang cukup terjangkau, produk ini bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin mengganti bat lama Anda dengan yang baru.

6. DHS Hurricane 301 FL

Bagi Anda yang mencari raket untuk penunjang permainan ‘keras’, DHS Hurricane 301 FL dapat menjadi opsi yang memungkinkan. Sebagai papan pemukul, DHS Hurricane 301 FL terbilang tipis namun lebar, sehingga pas untuk dijadikan landasan bola.

Bahan utama dari papan ini adalah kayu pilihan, serta lapisan karbon. Ditambahkannya karbon pada produk ini menyebabkan bat lebih elastis, sehingga mampu mengeluarkan tenaga lebih ketika diayunkan. Bat ini dijual tanpa rubber, jadi Anda bisa mengaplikasikan rubber sesuai dengan karakter permainan yang ingin Anda tonjolkan.

7. Stiga Titan

Stiga Titan dapat menjadi andalan jika Anda ingin melakukan kontrol bola lebih jauh dalam permainan. Bagian rubber-nya sudah di-approve oleh Interational Table Tennis Federation (ITTF) untuk permainan kelas turnamen.

Untuk bagian pegangan, bat berikut menggunakan teknologi WRB yang cocok untuk mengarahkan bola, berfungsi untuk recovery pemain saat permainan, serta stabil untuk pegangan. Karena terbuat dari bahan kayu balsa, raket ini memiliki bobot yang ringan, sehingga cocok untuk digunakan saat rally cepat.

8. Palio Expert 2

Palio menggandeng para ahli untuk menciptakan produk yang diberi nama Palio Expert 2. Sebagai alas, rubber yang dipilih masih tidak berubah jika dibanding Palio Expert yang pertama, yakni rubber Palio CJ8000. Rubber tersebut mempunyai kekuatan untuk memberikan efek putaran bola yang baik dan telah disetujui oleh ITTF.

Bentuk dan susunan papan pada produk ini akan memberikan kontrol bola yang baik pada pemain. Jadi, untuk Anda yang ingin menekankan karakter top spin dan kontrol bola yang baik, Palio Expert 2 adalah barang yang dapat Anda jadikan opsi.

9. Stiga Pro Carbon

Karbon memang cocok untuk menjadi tambahan dalam lapisan bat tenis meja untuk mendukung permainan keras dan cepat. Hal ini juga yang diberikan oleh Stiga pada produknya yang bernama Pro Carbon. Termasuk dalam kategori high end, produk ini mumpuni untuk segala jenis permainan. Spesialisasinya ada pada power dan speed yang dihasilkan. Produk ini cocok untuk para pemain yang berkarakter energik dan penuh tenaga dalam bermain.

Bukan hanya itu saja, ada beberapa teknologi tambahan seperti nano composite technology untuk mendukung speed dan top spin, ACS untuk mendukung kontrol bola yang baik, WRB untuk menjaga keseimbangan, serta crystal dan penggunaan kayu balsa untuk mendukung peningkatan kecepatan pukulan. Produk yang high performance!

10. Killerspin Jet800 Combo

Produk yang satu ini masuk sebagai raket yang digunakan oleh para profesional. Tebuat dari 7 lapis kayu pilihan sebagai bahan utama papan, Jet800 merupakan produk yang paling baik digunakan untuk segala jenis permainan dibanding raket-raket yang dikeluarkan oleh Killerspin yang lain.

Sangat menawan ketika digunakan untuk pengembalian bola efek dari musuh. Anda juga dapat menggunakannya untuk pukulan-pukulan tricky maupun pukulan keras. Secara garis besar, produk ini pas untuk segala jenis permainan. Killerspin Jet800 Combo dijual sepaket dengan case yang muat untuk dua bat serta tiga bola bintang empat.

Kesimpulan Pemilihan Raket atau Bet Tenis Meja

Rekomendasi Merk Raket Tenis Meja
Rekomendasi Merk Raket Tenis Meja

Dari beberapa produk di atas dapat disimpulkan bahwa tiga karakter kemampuan yang dilihat dari bat yakni speed dan power, top spin, serta kontrol bola. Kami sarankan Anda memilih produk yang sesuai dengan permainan yang ingin Anda bangun. Namun yang lebih dasar lagi, kenalilah gaya permainan Anda, karena dari situ Anda dapat menutupi kelemahan dengan mengandalkan kelebihan yang Anda miliki. Akhir kata, selamat berburu dan bermain.

Cara Merawat Bet atau Raket Tenis Meja

Rekomendasi Merk Raket Tenis Meja
Rekomendasi Merk Raket Tenis Meja

Meski mungil dan tampak sederhana, paddle atau bet tenis meja bukanlah barang murahan. Bet tenis meja dijual paling murah Rp600.000 hingga puluhan juta rupiah. Bayangkan jika bet andalan kamu rusak karena tidak dirawat dengan baik, bisa-bisa dompetmu terkuras karena harus terus-menerus membeli bet baru. Atau lebih buruk lagi, kamu jadi meninggalkan olahraga ini sepenuhnya. Jangan khawatir, di tulisan kali ini BukaReview akan memberikan beberapa tips untuk merawat bet andalan kamu agar tetap terjaga kualitasnya.

1. Gunakan Protective Coating

Jika kamu membeli bet terpisah dengan rubbernya, maka kamu wajib membeli protective coating. Jika kamu langsung mengoleskan lem pada bet, kemungkinan ketika nanti kamu akan mengganti bet, lapisan kayu atau serat karbon bisa ikut terkelupas. Protective coating ini banyak dijual di toko-toko material terdekat kamu, atau buka saja BukaLapak.

2. Gunakan Plastik Pelindung

Pada umumnya, ketika kamu membeli bet baru, bet akan dilapisi oleh selembar plastik pada kedua sisi. Kegunaan plastik ini adalah menjaga karet bet dari debu dan kelembapan udara. Biasakan selalu menggunakan plastik ini ketika menyimpan bet andalan, karena pada umumnya karet dari bet berasal dari karet organik ataupun sintetik.

Karet organik akan lebih cepat rusak karena mengalami pelapukan jika terlalu sering terkena debu, apalagi jika diletakkan di tempat yang lembab. Jika bet yang kamu beli tidak disertai plastik pelindung, ada alternatif lain yang bisa kamu gunakan. Salah satunya adalah kertas. Kertas bisa menjadi pelindung yang lumayan bagus karena tidak akan menempel pada karet bet, dan meminimalkan risiko terjadinya kerusakan pada karet.

3. Jauhkan Dari Sinar Matahari

Karet yang melapisi bet kamu sangat rentan terhadap sinar atau panas matahari. Karet bet terpapar langsung sinar matahari bisa cepat rusak, karena tekstur karet yang lentur bisa sangat mudah memuai dan kemungkinan akan menjadi kering. Pastikan bet kamu selalu terlindung dari paparan sinar matahari. Masukkan bet ke dalam sleeve atau tas olahragamu.

4. Simpan Karet Bet Di Dalam Tas Olahraga

Jika kamu termasuk orang yang ceroboh, kamu sangat membutuhkan tas olahraga. Menyimpan bet di dalam tas olahraga sangat berguna untuk mengurangi benturan dari benda-benda keras lainnya. Bahan karet yang ada pada bet bisa dibilang ringkih, karena tekstur karet yang lentur dapat mudah rusak jika terkena benturan maupun gesekan dari benda keras lain. Masalah yang kedua adalah, jika kamu memasukkan bet ke dalam tas olahraga bersamaan dengan jersey berkas pakai dan sepatu olahraga, lebih baik kamu membeli tas khusus bet tenis meja. Pengamanan ganda akan lebih baik untuk menjaga kualitas dari bet yang kamu sayangi.

5. Jangan Mencuci Bet Dengan Air

Menggunakan air untuk membersihkan paddle sangat tidak dianjurkan. Kayu pada bet tidak anti-air, jadi air bisa meresap ke dalam dan kayu bisa mudah lapuk. Untuk mengatasi hal ini, kamu bisa menggunakan paddle wrap tape. Selain untuk mengoptimalkan genggaman kamu pada gagang bet, pelapis ini berguna juga agar keringat yang dihasilkan telapak tangan tidak meresap ke dalam gagang bet.

Nah, itulah sedikit tulisan mengenai salah satu cabang olahraga yang begitu mendunia hingga bisa dikenal di Negara kita tercinta ini, indonesia. Menjadi seorang pemain tenis meja yang handal dan professional bukanlah suatu hal yang tidak mungkin.

Asalkan terdapat niat dan tekad yang kuat untuk terus berusaha, berupaya dan berlatih sekuat tenaga, Anda pun bisa menjadi apa yang Anda inginkan. Yang perlu diingat adalah segala sesuatu yang hebat tidak ada yang instan, semuanya melalui sebuah proses panjang yang tentunya tidak selalu mulus, mulai dari jatuh bangun, gagal, sakit bahkan hal – hal buruk mungkin terjadi namun semata – mata untuk membentuk Anda menjadi seorang pemain yang hebat dan mampu memenangkan sebuah pertandingan. Semoga bermanfaat.

 

15+ Peraturan Tenis Meja Terbaru, Singkat, dan Terlengkap

Peraturan Tenis Meja

Peraturan Tenis Meja – Dalam setiap olahraga, tentu saja ada sebuah peraturan permainan yang harus diketahui dan juga dipahami oleh setiap pemain, tak terkecuali dalam olahraga tenis meja ini. Sama halnya dengan peraturan permainan sepak bola, peraturan tenis meja pun meliputi hal-hal dasar yang berkaitan dengan peralatan serta perlengkapan wajib dalam mendukung permainan tersebut.

Maka berikut ini adalah ulasan tentang peraturan yang harus kita tahu. Tapi alangkah baiknya kita mengerti tentang pengertian tenis meja tersebut.

Pengertian Tenis Meja

Peraturan Tenis Meja
Peraturan Tenis Meja

Tenis meja adalah salah satu olahraga populer di Indonesia selain sepak bola dan juga bulu tangkis. Salah satu teknik tenis meja yang hampir sama dengan bulu tangkis yakni cara menggunakan raket atau bet. Tenis meja atau yang pada umumnya juga disebut permainan bola pingpong, dapat pula dimainkan secara tunggal maupun berpasangan.

Di Negara Indonesia, tenis meja berada di bawah naungan PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia). Sedangkan untuk tingkat dunia itu sendiri, tenis meja dibawahi oleh ITTF (International Table Tennis Federation).

Peraturan Tenis Meja

Peraturan Tenis Meja
Peraturan Tenis Meja

Pada praktiknya, terdapat peraturan tenis meja tertentu yang sudah ditetapkan sesuai dengan standardnya, mulai dari aturan mengenai bet hingga aturan pada saat pertandingan. Berikut ini ialah peraturan tenis meja lengkap dan terbaru yang diurutkan dari perlengkapan permainan sampai dengan pelanggaran-pelanggarannya.

1. Bet

Aturan yang pertama adalah mengenai bet atau raket. Bet dalam olahraga tenis meja merupakan alat pemukul atau raket terbuat dari campuran kayu dan serat karbon yang digunakan untuk memukul bola tersebut.

Dalam aturan permainan tenis meja sendiri, raket tenis meja atau juga yang kita sebut dengan bet tenis meja juga mempunyai peraturan sendiri. Memang tidaklah ditentukan akan ukuran, berat maupun bentuknya, hanya saja daun raket perlu kaku serta datar.

Minimal daun raket harus terbuat dari kayu 85 persennya dan diukur dari ketebalan bet tersebut. Bahan berserat seperti serat karbon akan memperkuat lapisan perekat di dalam kayu beserta juga serat kaca atau bahan kertas padat (tapi tentunya tidak boleh sampai 7,5 persen lebih dari total ketebalan maupun dengan ukuran 0,35 mm.

Karet licin juga seharusnya menjadi penutup sisi daun raket yang dipakai sebagai pemukul bola. Untuk ketebalan karet yang bintik dan menonjol keluar tanpa spons sudah termasuk lapisan lem perekat yang seharusnya kurang dari 2,0 mm. Ketika memakai karet lapis atau karet plus spons dengan bintik menghadap ke luar/dalam ketebalannya perlu kurang dari 4,0 mm dan sudah termasuk lem perekat.

Karet lapis atau sandwich rubber merupakan lapisan tunggal karet biasa atau seluler yang kita kenal sebagai spons dan biasanya ditumpuk dengan lapisan luar karet bintik biasa atau topsheet. Tebal dari karet bintik aturanya hanya boleh sampai 2 mm saja.

Karet bintik lebih dikenal juga dengan lapisan tunggal karet yang bukan seluler, alami atau sintetis di mana bintiknya menyebar pada bagian permukaan. Kepadatan pun tak lebih dari 30 per-cm2 serta tak lebih dari 30 per-cm2.

Untuk karet penutup daun raket biasanya tak boleh melebihi daun raket kecuali di bagian paling dekat pegangan raket yang jari-jari tutupi bisa ditutup dengan bahan lain. Harus tidak ada sambungan pada lapisan dalam maupun lapisan penutup daun raket dan tebalnya juga harus merata. Bahkan karet penutup raket pun tidak boleh ada perlakuan bahan kimia maupun adanya pengubahan karakteristik kaert.

Pada permukaan karet yang menjadi penutup daun raket di satu sisi warnanya harus merah dan di sisi lainnya berwarna hitam. Ketika ditemukan sedikit kekurangan di bagian warna tanpa kesengajaan akan tetap diizinkan selama tak ada perubahan yang terjadi pada karakteristik permukaan karet.

Di permulaan permainan maupun kapapun pemain tenis meja melakukan penukaran raket selama berlangsungnya permainan, raketnya harus ditunjukkan lebih dulu juga kepada lawannya serta juga kepada wasit. Bahkan pemain tersebut wajib mengizinkan lawan serta wasit untuk melakukan pemeriksaan walau dengan mencoba raket. Itulah mengapa penting untuk mencari tahu cara memilih bet tenis meja yang tepat sebelum bermain.

2. Bola

Pada peraturan yang ada pada tenis meja atau olahraga ping pong, bola yang dipakai tidak boleh sembarangan dan ada ukuran tertentu yang sudah ditentukan untuk digunakan pemainnya. Bola yang digunakan pada permainan tenis meja wajib berbentuk bulat di mana diameternya adalah 40 mm.

Peraturan yang kedua yaitu mengenai bola. Bola adalah salah satu perlengkapan tenis meja paling dasar selain bet. Sesuai dengan standard, bola yang digunakan dalam permainan tenis meja yaitu berbentuk bulat dengan diameter 40mm dan berat 2,7gr. Bahan dasar yang digunakan adalah plastik atau selulosa yang tidak mengilap. Sementara itu, warna yang dibolehkan adalah putih atau oranye, tidak warna lainnya.

3. Meja

Meja yang digunakan untuk bermain tenis meja tentunya harus yang bentuknya segi empat di mana panjangnya adalah 2,74 meter dengan lebar 1,525 meter. Bentuk pun harus datar di mana ketinggiannya 76 cm dari atas permukaan lantai. Sedangkan untuk permukaan meja, perlu diingat bahwa ini tak termasuk sisi permukaan.

Bahan apapun tidaklah masalah untuk permukaan meja, tapi perlu mampu menghasilkan pantualn 23 cm dari bola yang pemain jatuhkan dari 30 cm ketinggian. Permukaan meja juga seluruhnya bisa berwarna gelap serta pudar yang bergaris putih dengan 2 cm lebarnya di setiap sisi panjang meja 2,7 cm serta lebar meja 1,525 cm.

Tak hanya itu, perlu juga diketahui bahwa permukaan meja terbagi 2 bagian di mana keduanya sama secara vertikal oleh net paralel beserta garis akhir lalu juga harus sampai melalui lebar permukaan masing-masing bagian meja. Dalam permainan ganda, harus ada 2 bagian pada setiap bagian meja yang sama dan ada garis tengah warna putih 3 mm di mana anggapannya menjadi 2 bagian kanan dan kiri.

4. Net

Dalam salah satu peraturan tenis meja, ukuran panjang standard net yaitu 15,25cm yang diukur dari tiang penjaga net dan penjepit net. Tidak diperbolehkan untuk melebihi tinggi standard yang sudah ditetapkan. Net tenis harus dipasang dengan rapat dan menyentuh dasar meja tanpa ada celah sedikitpun.

5. Poin

Peraturan tenis meja yang kelima yaitu mengenai perhitungan poin. Pemain akan mendapatkan nilai atau poin jika kondisinya seperti berikut ini:

1. Bola melayang melewati meja tanpa memantul terlebih dahulu

2. Lawan sudah lebih dulu menyentuh bola tanpa bisa mengembalikannya

3. Lawan tidak dapat mengembalikan bola dengan tepat atau benar

4. Lawan memukul bola dengan sisi daun raket yang tanpa pelapis karet

5. Servis yang dilakukan oleh lawan tidak sempurna sehingga menyebabkan bola tidak melewati net atau melewati net namun tidak memantul di meja.

6. Lawan memukul bola melebihi sekali sebelum bola melewati net.

7. Lawan membuat gerakan menyentuh net.

8. Lawan menyentuh meja dengan tangan yang tidak memegang bet

9. Lawan membuat gerakan yang mengakibatkan permukaan meja bergerak.

10. Lawan memukul bola tidak secara berurutan (pada nomor ganda).

6. Servis dan Pengembalian Bola

Aturan selanjutnya yaitu mengenai servis dan pengembalian bola. Berikut ini ialah aturan-aturan standard yang ditetapkan:

Pada teknik dasar tenis meja, tentu ada teknik servis sekaligus pengembalian bola, namun kali ini perlu juga mengenali setiap aturannya. Ada beberapa poin penting dalam hal servis serta pengembalian bola untuk diperhatikan, yakni:

Servis selalu dilakukan dengan bola diam dan tengah di atas permukaan telapak tangan yang dalam keadaan terbuka dan siap dilambungkan. Pelambungan bola dalam servis harus dilakukan secara vertikal ke atas.

Pelambungan bola dilakukan tanpa putaran dan bola perlu naik hingga 16 cm dari permukaan telapak tangan yang bebas, pukul setelah turun tanpa menyentuh apapun.

Pemain yang melakukan servis perlu memukul saat bola turun sehingga menyentuh meja lebih dulu dan sesudah melalui net dan lalu menyentuh meja si pemain penerima. Ketika bermain di permainan ganda, bola harus menyentuh bagian kanan dari setiap meja pemain servis dan penerima bola secara berurutan.

Bola harus ada di atas perpanjangan bagian permukaan meja pelaku servis dari mulai servis sampai pemukulan bola. Bola juga tak diperkenankan dihalangi oleh si pelaku servis atau pasangan gandanya dari pandangan penerima.

Sesudah bola dilambungkan, tangan serta lengan harus ditarik dari antara net dan bola.

Servis merupakan tanggung jawab pemain supaya wasit maupun pembantu wasit bisa diyakinkan juga bahwa servis dilakukan sudah sesuai aturan atau belum.

Jika suatu servis diragukan keabsahannya oleh wasit atau pembantu wasit, permainan bisa saja dihentikan dan pelaku servis akan mendapat peringatan di kesempatan pertama pertandingan. Namun untuk servis berikutnya jika meragukan akan langsung dinyatakan tak sah.

Persyaratan servis akan lebih longgar apabila memang wasit meyakini bahwa kemampuan fisik yang tak normal-lah yang menjadi penyebab rintangan servis.

Dalam hal pengembalian bola, sesudah servis dan dikembalikan, bola perlu dipukul sehingga mengelilingi net serta menyentuh meja bagian lawan baik langsung atau sesudah mengenai perangkat net.

7. Pertandingan

Aturan mengenai jalannya pertandingan dalam permainan tenis meja adalah sebagai berikut:

1. Wasit utama memimpin jalannya pertandingan, sedangkan wasit pembantu dibantu oleh pencatat poin/skor disediakan oleh panitia acara untuk menjaga netralitas.

2. Keputusan wasit adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat

3. Para pemain atau peserta diwajibkan mengenakan pakaian olahraga

4. Para peserta harus dalam keadaan atau kondisi fisik dan metal yang sehat

5. Diberlakukan toleransi maksimal keterlambatan, yaitu 10 menit.

6. Peserta akan dipanggil maksimal 3 kali. Lebih dari itu akan dinyatakan diskualifikasi.

7. Para pemain diwajibkan mengenakan sepatu ketika bertanding

8. Tidak diwajibkan bagi peserta untuk membawa perlengkapan sendiri karena sudah disediakan oleh panitia.

9. Sistem Pertandingan

Jika sebelumnya adalah aturan mengenai pertandingan, maka berikutnya adalah aturan mengenai sistem pertandingan. Berikut adalah aturan standard sistem pertandingan yang ditetapkan:

1. Pertandingan ditetapkan dengan sistem gugur

2. Sistem penghitungan yang digunakan yaitu best of three best of three di mana angka kemenangan 11 rally point saat babak penyisihan.

3. Pada babak final, sistem penghitungan yang digunakan yaitu best of five dengan angka kemenangan 11 rally point.

4. Jika terdapat poin seri (10-10), maka akan ditambah pertandingan 2 poin lagi

5. Pemain yang lebih dulu mendapatkan poin selisih 2 akan dianggap sebagai pemenangnya.

6. Jika masing saja seri setelah selisih tambahan 2 poin, maka akan dilakukan centrian koin hingga didapatkan pemenangnya.

9. Urutan Permainan

Untuk permainan ganda, servis harus dilakukan lebih dulu oleh pelaku servis di mana selanjutnya penerimalah yang akan mengembalikan bola. Lalu, dilanjutkan oleh pasangan pelaku servislah yang mengembalikan dan pasangan penerima juga melakukan hal yang sama. Pada akhirnya, pengembalian bola dilakukan sesuai giliran.

Untuk permainan tunggal, servis harus dilakukan lebih dulu barulah penerima wajib mengembalikan bola. Setelah itu, tentunya pelaku servis serta penerima perlu melakukan pengembalian bola secara bergantian.

Untuk permainan ganda yang dilakukan oleh seseorang dengan kekurangan cacat fisik dan berada di kursi roda, servis dilakukan oleh pelaku servis dan penerima mengembalikannya. Namun setelahnya, siapapun boleh melakukan pengembalian. Hanya saja ketika kursi roda melewati garis tengah meja, poin akan dinyatakan wasit untuk lawannya.

10. Satu Let

Dalam tenis meja ada reli atau sebuah periode selama bola ada dalam pertandingan atau permainan. Dan kita juga perlu tahu bahwa reli dinyatakan let apabila:

1. Ketika servis bola melalui net dan mengenainya lalu bola masuk atau penerima memukulnya.

2. Servis dilakukan sewaktu penerima maupun pasangannya dalam keadaan belum siap dan mereka tak ada upaya untuk melakukan pukulan pengembalian.

3. Permainan berhenti karena wasit yang memberhentikannya.

4. Gagal dalam servis atau mengembalikan bola dikarenakan adanya gangguan di luar kendali pemain.

5. Sesudah menyentuh meja penerima atau bola memantul keudian mengarah ke net.

6. Penerima pada pemain cacat pengguna kursi roda serta ketika servis dilihat benar atau tidak.

11. Satu Game/Set dan Satu Pertandingan

Ketika seorang pemain yang pertama memperoleh poin 11, maka sebuah game/set dinyatakan dimenangkan pemain tersebut, kecuali kalau pasangan pemaian sama-sama memperoleh poin 10 dan di situasi ini salah satu pemain maupun pasangan perlu memperoleh selisih 2 poin kemenangan atas lawan.

12. Pemilihan Servis, Penerimaan Bola dan Tempat

Dalam aturan pemilihan servis dan penerimaan bola sekaligus tempat, di bawah inilah yang perlu diperhatikan:

Undianlah yang biasanya menentukan akan hal urutan servis, penerimaan dan pengembalian bola, sekaligus tempat. Ketika pemenang undian didapatkan, maka ia bisa memilih menerima bola, servis, atau juga memilih tempat lebih dulu. Jika salah satu pemain sudah memilih, lawannya pun harus memilih lainnya.

Pada pertandingan ganda di setiap setnya pasangan yang memiliki hak servis lebih dulu perlu menentukan siapa yang melakukan servis pertama dan bagian penerima pun wajib menentukan siapa lebih dulu menerima bola.

Dalam permainan ganda dan setiap pindah servis, penerima sebelumnyalah yang berperan menjadi pelaku servis dan penerima servis adalah pasangan yang sebelumnya melakukan servis.

Pemain pelaku servis pertama di suatu set permainan menjadi penerima di set selanjutnya. Pemain penerima bola untuk game terakhir pada pertandingan ganda kemudian perlu mengubah urut

13. Kesalahan Berkaitan Tempat, Urutan dan Penerima

Apabila seorang pemain salah dalam hal urutan servis, wasit akan menghentikan permainan dan kelanjutannya akan dilaksanakan sesuai dengan urutan yang benar dan sudah ditetapkan. Ketika juga para pemain tak melakukan pertukaran tempat ketika seharusnya dilakukan, wasit juga akan menghentikan permainan sesuai dan melanjutkannya dengan pemain yang benar sesuai juga dengan poin yang sudah diperoleh. Apapun kondisinya, seluruh poin yang sudah terkumpul sebelum kesalahan perlu dilakukan penghitungan.

14. Expedite System/Sistem Percepatan Waktu

Sistem satu ini biasanya diberlakukan sesudah permainan berjalan selama 10 menit dalam 1 game atau kapanpun pemain memintanya. Jika poin usdah 18, sistem percepatan tidak lagi berlaku dalam suatu set atau game.

Wasit akan menghentikan permainan saat bola masih dalam permainan padahal sudah habis batas waktunya. Dan wasit akan kemudian meminta melanjutkan dengan pengulangan servis oleh pemain pelaku servis di saat berlangsungnya permainan. Lanjutan permainan dengan pelaku servis yang merupakan penerima bola di reli sebelumnya diberlakukan apabila bola tak adalam permainan alias bola mati.

Sesudah itu, servis 1 kali harus dilakukan setiap pemain secara bergantian hingga permainan berakhir. Ketika pemain penerima telah melakukan pengembalian bola hingga 13 kali, akan ada 1 poin yang diterima. Urutan servis dan penerima tak seharusnya berubah oleh pemberlakukan sistem percepatan waktu. Ketika penerapan sudah dilakukan, maka pemberlakuan sistem percepatan waktu harus terus digunakan sampai selesainya pertandingan.

15. Pelanggaran

Jika sebelum-sebelumnya telah dijelaskan mengenai peraturan-perturan standard mengenai perlengkapan dan pertandingan, selanjutnya yang juga perlu dibahas yaitu aturan mengenai pelanggaran. Berikut adalah kriteria-kriteria disebut sebagai pelanggaran dalam permainan tenis meja:

1. Mendorong atau menggerakkan meja ketika bola sedang dimainkan atau rally

2. Pemain mengangkap bola yang dipukul oleh lawan dengan posisi tangkapan tepat di atas meja

3. Bet atau tangan menyentuh meja dan net ketika bola rally atau dimainkan.

4. Ketika melakukan servis, pemain gagal mengenai bola, baik itu sengaja maupun tidak.

5. Ketika melakukan teknik pukulan atau servis, posisi pukulan tidak berada di posisi seharusnya. Misalnya, posisi pukulan berada tepat di atas meja. Posisi yang seharusnya yaitu berada di luar batas meja.

Demikianlah penjelasan mengenai 15 peraturan tenis meja lengkap dan terbaru yang perlu diketahui dan dipelajari. Jika Anda adalah seorang pemula, ketahui juga teknik dasar tenis meja yang baik dan benar.  Selanjutnya, jika Anda tertarik ingin menjadi atlet tenis meja maka Anda dapat memulainya dengan berlatih sendiri atau bergabung dengan klub tenis meja yang ada di kota Anda.

13+ Teknik Dasar Tenis Meja beserta Penjelasan dan Gambar {Lengkap}

Teknik Dasar Tenis Meja

Teknik Dasar Tenis Meja – Ketika mendengar kata permainan tenis meja, tentu kita akan mampu membayangkan jenis olahraga ini di mana dimainkan oleh 2 orang atau lebih yang menggunakan bola berukuran kecil. Olahraga yang juga dikenal dengan olahraga ping-pong ini adalah jenis olahraga yang juga dipertandingkan, baik itu kategori tunggal maupun kategori ganda. Permainan ini pun termasuk jenis cabang olahraga yang popularitasnya mendunia khusus nya pada saat ini.

Kita perlu melihat kebelakang sedikit sejarah akan tenis meja ini di mana olahraga ini dibuat pertama kali di sekitar abad ke-19 di Inggris. Pada zaman dulu, tenis meja adalah sebuah jenis olahraga elit karena yang memainkannya hanya orang-orang kelas atas. Permainan ini dapat dimainkan sebagai permainan indoor dan dilakukan sehabis makan malam.

Nama lain dari pemainan tenis meja ini dikenal dengan whiff-whaff yang pertama kali diketahui dikembangkan oleh tentara Inggris di Afrika Selatan atau India yang kemudian mereka bawa kembali ke Inggris. Nama lainnya lagi ialah ping-pong dan memang hampir seluruh negara menggunakan istilah ini saking populernya.

Teknik Dasar Tenis Meja

Teknik Dasar Tenis Meja
Teknik Dasar Tenis Meja

Seperti dengan olahraga lain yang mana ada teknik dasar permainan sepak bola, tenik dasar tenis lapangan, dan juga teknik dasar permainan bola basket, tenis meja pun mempunyai teknik-teknik dasar yang juga perlu diketahui dan dipelajari. Bagi seseorang yang ingin menjadi atlet tenis meja, maka berikut ini merupakan serangkaian teknik dasar tenis meja yang patut dilatih dengan baik.

1. Teknik Grip

Teknik grip atau cara memegang raket tenis meja ialah teknik dasar yang utama untuk diperhatikan. Di awal, sangatlah penting untuk  dapat mengetahui sekaligus melatih cara memegang bet tenis meja. Hal ini pun turut memengaruhi performa kita ketika berada dalam permainan, maka dari itu berikut ini merupakan 3 jenis teknik gripnya:

A. Penholder Grip

Teknik Penholder Grip Pada cara memegang bet dengan metode penholder grip, fokus utama yaitu dengan memegangnya persis seperti ketika Anda memegang pulpen. Teknik grip ini dapat diketahui cukup jarang digunakan oleh para pemain tenis meja di Asia. Ini karena penggunaan teknik shakehand grip jauh lebih populer serta banyak digunakan.

Teknik ini pun penggunaannya hanya dapat dipakai pada satu sisi bet ketika bermain. Pukulan yang paling sesuai ketika memegang dengan cara ini merupakan pukulan forehand dan akan cukup sulit jika hendak menggunakan pukulan backhand. Pergerakan kaki pemain harus tepat dan juga lincah ketika menggunakan teknik grip satu ini.

Cara Melakukan teknik penholder grib ini adalah sebagai berikut:

a. Pastikan untuk dapat memegang bet yang mengarah ke bawah dengan grip atau pegangan yang menghadap ke atas.

b. Bet harus dipegang tepat di mana pegangan menyatu dengan bidang bet menggunakan jari telunjuk dan ibu jari. Ya, teknik ini sangat persis dengan cara kita pada saat sedang memegang sebuah pena.

c. Pada sisi bet lainnya, kita sah-sah saja untuk menekukkan ketiga jari kita lainnya, atau juga dapat meluruskannya ke bawah bet tapi rapatkan dulu jari-jari kita.

B. Shakehand Grip

Teknik Shakehand GripSeperti namanya, pasti banyak dari kita pun dapat menebak seperti apa teknik memegang bet tenis meja satu ini. Ya, persis ketika kita sedang berjabat tangan dengan orang lain dan juga cara inilah yang paling populer dan sangat mendunia.

Alasan mengapa teknik grip ini bisa begitu favorit serta mendunia yaitu karena memang ada peluang besar yang diberikan oleh cara grip ini kepada para pemain tenis meja supaya bisa bermain lebih baik, khususnya pada waktu pukulan backhand. Kalau sebelumnya dengan penholder grip kita akan kesulitan melakukan pukulan backhand ini, dengan cara grip ini justru lebih gampang dan mudah.

Shakehand grip juga diketahui menjadi cara memegang bet yang paling multiguna sehingga banyak para pemain tenis meja yang menggemari cara pegangan ini. Bahkan banyak pelatih tenis meja pun menyarankan pemainnya untuk menggunakan teknik grip satu ini, baik di luar maupun dalam negeri.

Cara Melakukan teknik shakehand grib adalah sebagai berikut ini:

a. Pastikan posisi bet tegak lurus sejajar dengan lantai tersebut.

b. Mulailah memegang bet tenis meja seakan sedang bersalaman maupun berjabat tangan dengan orang lain.

c. Jari telunjuk dapat diluruskan pada bagian bawah bidang bet tenis meja, sementara ibu jari diposisikan pada permukaan bet lainnya di atas bidang yang telunjuk kita pegang.

d. Tekuklah ibu jari dan rilekskan sedikit supaya kuku pada ibu jari kita tegak lurus dengan permukaan bet yang kita gunakan untuk melakukan pukulan. Intinya, jangan sampai ibu jari bagian dalam kita menyentuh bagian permukaan bet tenis meja.

e. Bidang bet pun pastikan menyandar di leukan antar ibu jari serta telunjuk yang kira-kira ¼ inci dari sisi jari telunjuk.

f. Letakkan jari telunjuk untuk dekat dengan bagian bet dan posisikan melintang ke arah atas bet.

g. Agak merapatkan ibu jari pada bet sangat boleh.

c. Seemiller Grip

Teknik Seemiller GripPenggunaan teknik grip seemiller ini sangatlah mirip dengan teknik handshake grip, namun yang membedakan ialah bahwa teknik grip ini bagian jari telunjuk pemain memegang seluruh bagian bet. Sementara untuk bet yang atas, pemain perlu memutarnya hingga 20-90 derajat untuk mengarah ke tubuh. Karena teknik ini adalah hasil pengembangan dan variasi dari shakehand grip, maka tak heran kalau cara memegangnya pun sama.

Cara Melakukan teknik seemiller grib ini adalah sebagai berikut ini:

a. Cukup memulai pegangan dengan cara melakukan langkah-langkah pada handshake grip.

b. Bagian atas bet putar hingga 90 derajat ke arah tubuh kita. Pukulan backhand bakal semakin kuat ketika kita semakin kuat memutar bet tersebut, namun risikonya pukulan forehand pun bakal melemah.

c. Jari telunjuk lekukkan sepanjang bagian sisi bet tenis meja.

2. Teknik Footwork (Teknik Gerak Kaki)

Teknik Footwork Dalam permainan tenis meja, walau kita bermain terhalang oleh meja, tetap saja pergerakan kaki dan juga pengaturannya sangatlah penting. Banyak pemain tenis meja tidak menyadari sama sekali akan hal ini dan malah justru sering melakukan penempatan posisi kaki di tengah meja. Hal ini malah mempersulit diri sendiri ketika hendak melakukan sebuah blocking.

Dalam footwork yang benar, pemain perlu sekali untuk memerhatikan posisi siku di mana harus dalam posisi memegang bet dan ada pada titik tengah antara backhand dan forehand. Jaga supaya siku tetap ada tak jauh dari tengah meja dan juga gerakkan tubuh agak ke kiri. Pemain juga perlu untuk memerhatikan serta fokus pada pergerakan dan posisi lawan.

Posisi kaki kerap diabaikan karena mungkin hanya ada 2, yaitu dari sisi kanan dan kiri, namun sebenarnya langkah kaki kita harus tepat. Metode footwork yang paling umum yaitu metode two-step dan penggunaannya lebih sering dilakukan oleh para pemain yang bertipe menyerang, dengan cara seperti di bawah ini:

1. Tekuk sedikit bagian lutut.

2. Berat badan harus terbagi rata pada kedua kaki, sementara penumpuan berat badan ialah pada ujung kaki.

3. Ketika hendak melangkah ke kiri, geser kaki kiri ke arah kiri di mana berat badan ditumpukan ke arah kaki kiri.

Untuk kaki kanan perlu ikut dengan kaki kiri. Bila hendak memukul dengan teknik forehand, kaki kanan tarik ke belakang supaya seperti posisi awal dalam menerapkan pukulan forehand tersebut.

3. Teknik Stance (Teknik Siap Sedia)

Teknik Square Stance dan Side StanceTeknik dalam tenis meja lainnya yang sangat mendasar yaitu teknik bersiap siaga atau diketahui dengan istilah teknik stance. Stance ini termasuk dalam teknik penempatan posisi tangan kalian, kaki berikut juga anggota tubuh lainnya ketika hendak melakukan serangan kepada lawan atau ketika bertahan.

A. Square Stance

Teknik positioning ialah inti dari square stance ini, yaitu ketika posisi badan pemain menghadap meja tenis. Teknik square stance ini merupakan sebuah teknik yang secara umum digunakan oleh para pemain tenis meja ketika menerima servis bola dari pihak lawan. Tapi juga menjadi sebuah posisi siap saat lawan menyerang kita.

Pada waktu teknik ini diterapkan, bagian kaki kita hanya perlu digerakkan selangkah ke depan, kemudian ke belakang, kiri maupun kanan, atau secara diagonal. Pemain akan lebih mudah melakukannya asalkan terus melatih gerakan-gerakan penting dalam teknik ini.

B. Side Stance

Pada teknik side stance, tubuh pemain perlu berada pada posisi menyamping ke kiri maupun ke kanan. Salah satu bahu pemain pun perlu diposisikan lebih dekat dengan net, khususnya pada saat hendak melakukan serangan kepada lawan. Posisi bahu kiri perlu lebih dekat dengan net apabila hendak melakukan teknik pukulan forehand untuk pemain yang memang menggunakan tangan kiri dalam memukul alias kidal.

4. Teknik Memukul

Bicara tentang teknik dasar, maka dalam tenis meja pun kita perlu belajar akan teknik memukul ini. Ada 2 teknik memukul yang mendasar, yaitu forehand dan backhand seperti yang telah disebut-sebut sebelumnya. Jika ingin bola melaju keras, maka pukulan forehand-lah yang dapat digunakan, sementara untuk pukulan topspin dan backspin yang mudah, maka pukulan backhand-lah yang dapat digunakan.

Namun sebenarnya, tidak hanyalah pukulan forehand dan backhand saja teknik pukulan yang perlu untuk dikenal dan dilatih dengan baik. Ada juga sejumlah teknik pukulan lain semacam pukulan servis, drive, chop dan push yang juga paling sering diterapkan dan juga digunakan pada sebuah permainan tenis meja oleh para pemainnya.

A. Teknik Pukulan Forehand

Teknik Pukulan Forehand dan BackhandPemain perlu melakukan teknik pukulan forehand apabila bola ada di sisi kanan tubuh pemain. Untuk melakukan teknik pukulan ini, biasanya adalah dengan membuat posisi tubuh lebih rendah, dan tangan yang dipakai memegang bet bisa digerakkan ke arah pinggang sebelah kanan apabila tidak kidal.

Dari situ, kemudian siku pun akan otomatis membentuk sudut sekitar 90 derajat. Selanjutnya pemain hanya tinggal membuat tangan bergerak ke arah depan tapi upayakan supaya bentuk sudut siku tidak berubah. Pada pukulan forehand, akan lebih baik kalau menggunakan cara memegang bet dengan teknik penholder.

B. Teknik Pukulan Backhand

Ketika bola ada di sisi kiri tubuh pemain, maka pukulan yang paling tepat untuk dilakukan adalah pukulan backhand. Dalam melakukannya, seorang pemain memang perlu merendahkan lebih dulu posisi tubuh yang dilanjutkan dengan menggerakkan tangan ke arah pinggang kiri apabila bukan seorang kidal. Siku harus membentuk sudut 90 derajat juga, barulah tangan yang memegang bet digerakkan ke arah depan. Jaga siku baik-baik supaya tetap 90 derajat dan bet harus juga dijaga lurus.

5. Teknik Pukulan Servis

Teknik Pukulan ServisPenyajian bola pertama dengan memukul bola, itulah yang dinamakan dengan servis. Teknik pukulan ini terbagi menjadi beberapa tipe, yakni servis backhand topspin, forehand topspin, backhand backspin dan juga forehand backspin. Perlu diketahui bahwa topspin merupakan sebuah teknik arah putaran bola searah jarum jam, sementara backspin adalah kebalikannya alias berlawanan dengan arah jarum jam.

Servis yaitu memukul bola untuk menyajikan bola pertama. Ada beberapa teknik servis yaitu servis forehand topspin, servis backhand topspin, servis forehand backspin, servis backhand backspin.

Topspin merupakan arah putaran bola (dimana bola berputar searah jarum jam). Backspin merupakan arah putaran bola juga (bola berputar berlawanan jarum jam).

A. Forehand Topspin.

Untuk melakukan forehand topspin pemain berdiri dengan sikap persiapan di meja bagian kanan dan menghadap sektor kiri meja lawan. Tangan kanan memegang bet berada di kanan badan dengan siku ditekuk sebesar sembilan puluh derajat. Telapak tangan kiri memegang bola. Bola dilambungkan setinggi enam belas senti meter, kemudian dipukul dengan bet. Usahakan pantulan bola tidak begitu tinggi dari net.

B. Backhand Topspin.

Untuk melakukan backhand topspin pemain berdiri di tengah meja dengan sikap persiapan. Tangan kanan memegang bet dengan mendekatkanya ke pinggang sebelah kiri. Telapak tangan kiri memegang bola. Lambungkan bola setinggi enam belas senti meter, pukul dengan bet. Usahakan bola tidak begitu tinggi dari net sehingga pantulan bola di meja lawan tidak begitu tinggi.

C. Backhand Backspin.

Untuk melakukan backhand backspin pemain berdiri di tengah meja dengan sikap persiapan. Tangan kanan memegang bet dengan mendekatkannya ke pinggang sebelah kiri. Telapak tangan kiri memegang bola. Lambungkan bola setinggi enam belas senti meter, pukul dengan bet. Untuk melakukan pukulan ini hanya menggesek bagian belakang bola dengan bagian bawah bet. Gerakan bet ke depan condong turun ke bawah. Usahakan bola tidak begitu tinggi dari net sehingga pantulan bola di meja lawan tidak begitu tinggi

6. Teknik Pukulan Chop

Teknik Pukulan ChopPukulan ini memiliki sifat bertahan dan untuk persiapan pukulan forehand chop pada dasarnya mirip dengan pukulan forehand, hanya saja posisi bet perlu agak lebih sedikit terbuka. Bet kemudian digerakkan ke depan namun sedikit mengarah ke bawah. Upayakan agar ada kontak dengan bola tepat di depan kanan tubuh. Sementara untuk backhand chop juga punya teknik awal yang sama seperti pukulan backhand, hanya saja posisi bet terbuka dan upayakan supaya kontak bola terjadi di sisi bawah bet depan dan perkenaan bola ada di sisi kiri dengan sedikit ke depan tubuh.

1. Forehand chop.

Persiapan dalam melakukan pukulan forehand chop sama untuk melakukan pukulan forehand, tapi posisi bet agak terbuka. Gerakkan bet ke depan condong ke bawah. Usahkan kontak dengan bola terjadi di depan kanan badan. Perkenaan bola pada sisi bet depan agak bawah dan perkenaan pada bola pada sisi bawah bola.

2. Backhand chop.

Posisi awal sama dengan backhand, tetapi posisi bet terbuka atau sisi depan condong ke atas. Usahakan kontak bola pada bagian sisi bawah bet depan dengan sisi bawah bola. Usahakan perkenaan bola di kiri agak depan tubuh.

7. Teknik Pukulan Push

Teknik Pukulan PushKetika pemain tenis meja harus menghadapi backspin, maka pukulan backspin pasif pun dilakukan, dan push inilah pukulan tersebut. Tujuan dari pukulan ini adalah supaya bola tak melambung terlalu tinggi. Dalam melakukan teknik ini, terutama forehand push, perhatikan supaya posisi bet agak terbuka dan bet digerakkan ke depan serta agak ke bawah.

Upayakan supaya bola dapat ada kontak dengan bet bagian tengah. Sedangkan untuk melakukan backhand push, perkenaan bola sebetulnya mirip seperti forehand push, hanya bedanya penggunaan backhand-lah yang digunakan. Upayakan perkenaan bola pada sisi kiri bisa dekat dengan tubuh bagian depan.

a. Forehand push.

Perhatikan agar posisi bet sedikit terbuka Gerakan bet kedepan dan sedikit kebawah. Usahakan bola mengenai bet bagian tengah.

b. Backhand push.

Perkenaan bolanya sama dengan forehand push. Bedanya ini menggunakan backhand. Usahakan kontak bola hanya terjadi gesekan tetapi kuat sehingga menghasilkan bola backspin yang sempurna. Usahakan perkenaan bola di kiri mendekati bagian depan tubuh

8. Teknik Pukulan Drive

Teknik Pukulan DrivePukulan datar nan keras hasil dari pukulan dengan ayunan panjang kita sebut dengan teknik pukulan drive. Jenis pukulan ini memang termasuk cepat dan keras dan untuk melakukan forehand drive, bet harus digerakkan lebih dulu ke arah depan.

Gerakan tersebut jangan lupa disertai dengan tubuh yang diputar ke depan di mana ini setara dengan perputaran sebanyak 30 derajat. Pada sikap awal, sebaiknya pemain menguatkan pergelangan tangan supaya bet tak gampang mengalami perubahan posisi ketika hendak melakukan teknik pukulan forehand drive ini.

Sementara untuk melakukan backhand drive, siku harus dibuat lebih dulu membentuk sudut 90 derajat. Bet yang bergerak harus diikuti dengan gerak putar tubuh. Upayakan ada kontak dengan bola, terutama sewaktu bet ada di depan tubuh yang sedikit ada di sisi kiri. Pada pukulan ini, pemain kerap salah dalam gerakan kaki, jadi harus lebih sering melatih teknik backhand agar mahir.

9. Teknik Pukulan Block

Teknik Pukulan BlockIni adalah teknik pengembalian pukulan keras yang diarahkan oleh lawan kepada kita. Cara ini terbilang paling sederhana dan pemain cukup melakukan block setelah bola memantul dari meja supaya lawan tak menyerang dengan cepat. Ini karena bola yang sudah kita block juga bakal kembali secara cepat.

Untuk forehand block, bet digerakkan ke arah depan lebih dulu, tapi bet harus dalam posisi tertutup di mana sisi depan bet mengarah ke bawah. Fokuskan pandangan pada datangnya bola dan cepat-cepat lakukan block sesudah bola memantul dari meja. Tepat di bagian tengah bet-lah perkenaan bola dengan bet harus terjadi.

Untuk backhand block, pastikan bet ada di sisi kiri tubuh pemain dan gerakkanlah ke depan apabila ingin menerapkan blocking, sementara bet berposisi tertutup. Fokuskan pandangan terhadap arah datangnya bola dan lakukan block secepatnya sesudah bola memantul dari meja. Masih pada bagian tengah bet untuk perkenaan bola dengan bet.

Demikianlah sedikit informasi mengenai teknik dasar tenis meja yang kiranya dapat menjadi referensi bagi Anda yang ingin mengenal tenis meja sebagai pemula. Tak lupa juga, Anda perlu tahu cara memilih bet tenis meja yang tepat agar dalam latihan dan pertandingan Anda bisa nyaman.