Klorofil : Pengertian, Kandungan, Manfaat, Efek Samping, dan Resikonya

Manfaat  Klorofil

Manfaat  Klorofil – Apabila kita mendengar yang namanya klorofil pasti di benak kalian semua adalah sebuah pigmen yang dimiliki oleh berbagai jenis organisme dan menjadi salah satu molekul berperan utama dalam fotosintesis.

Klorofil tersebut dapat memberi warna hijau pada daun tumbuhan hijau dan alga hijau, tetapi juga dimiliki oleh berbagai alga lain, dan beberapa kelompok bakteri fotosintetik.

Pengertian Klorofil

Manfaat  Klorofil

Pengertian Klorofil – Klorofil adalah sebuah pigmen yang hadir pada tumbuhan dan dapat membantu membuat makanan untuk pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan. Dengan bantuan sinar matahari dalam proses yang disebut dengan fotosintesis, pigmen klorofil dalam tumbuhan akan membantu mengubah air menjadi glukosa.

Glukosa adalah sebuah  jenis gula dan telah menyediakan sumber energi bagi tumbuhan untuk dapat  mendukung berbagai fungsi yang telah berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan.

Dalam proses fotosintesis, terdapat 3 fungsi utama dari klorofil yakni dapat  memanfaatkan energi matahari, memicu fiksasi CO2 menjadi karbohidrat dan juga menyediakan dasar energetik bagi ekosistem secara keseluruhan. Dan karbohidrat yang telah dihasilkan fotosintesis melalui proses anabolisme diubah menjadi protein, lemak, asam nukleat dan molekul organik lainnya.

Klorofil dapat menyerap cahaya berupa radiasi elektromagnetik pada spektrum kasat mata atau visible. Misalnya, cahaya matahari dapat mengandung semua warna spektrum kasat mata dari merah sampai violet, tetapi seluruh panjang gelombang unsurnya tidak diserap dengan baik secara merata oleh klorofil.

Klorofil tersebut hanya dapat menyimpan  energi cahaya yang diserap oleh pigmen cahaya maupun pigmen lainnya melalui sebuah proses fotosintesis, sehingga klorofil disebut sebagai pigmen pusat reaksi fotosintesis. Dalam proses fotosintesis tumbuhan hanya dapat memanfaatkan sinar dengan panjang gelombang antara 400 sampai 700 nm.

Pada tanaman tingkat tinggi ada 2 macam klorofil yaitu tanaman yang mempunyai warna hijau tua dan  hijau muda. Klorofil-a dan juga b paling kuat menyerap cahaya di bagian merah (600-700 nm), sedangkan yang paling sedikit cahaya hijau (500-600 nm).

Sedangkan cahaya memiliki warna biru dari spektrum tersebut diserap oleh karotenoid. Karotenoid ternyata mempunyai peran untuk  membantu mengabsorpsi cahaya sehingga spektrum matahari dapat dimanfaatkan dengan lebih baik. Energi yang diserap karotenoid diteruskan kepada klorofil-a untuk kemudian diserap dan  digunakan dalam proses fotosintesis, demikian pula dengan klorofil-b.

Misalnya agar daun dapat tumbuh lebih besar dan kuncup bunga muncul dari batang, glukosa harus hadir untuk kebutuhan energi dasar tumbuhan. Tanpa adanya  glukosa, tumbuhan tidak akan mampu untuk menyediakan makanan bagi berbagai bagiannya.

Penciptaan sebuah glukosa tergantung pada pigmen yang disebut dengan klorofil. Dengan adanya fungsi tertentu, klorofil dianggap sebagai pigmen atau substansi yang sangat penting.

Sejarah Penemuan Klorrofil

Manfaat  Klorofil

Istilah klorofil berasal dari bahasa Yunani adalah Chloros artinya hijau dan phyllos artinya daun. Ini yang diperkenalkan pada tahun 1818, dimana pigmen tersebut diekstrak dari tumbuhan dengan menggunakan pelarut organik. Hans Fischer adalah peneliti klorofil yang memperoleh nobel prize winner pada tahun 1915 berasal dari technishe hochschule, munich germany.

Proses Fotosintesis Dengan Bantuan Klorofil

Manfaat  Klorofil

Proses fotosintesis merupakan satu-satunya cara bagi tumbuhan untuk memproduksi makanan mereka sendiri, bertahan hidup, dan juga  tumbuh. Dengan bantuan sinar matahari, kandungan klorofil pada tumbuhan kemudian akan diaktifkan dan mengubah air yang diserap oleh akar.

Melalui proses pembuatan makanan ini, tumbuhan akan dapat memiliki cabang lain atau daun lain. Sebagian tumbuhan juga akan berkembang dan berbunga serta berbuah karena kontribusi klorofil yang penting dalam konversi air menjadi glukosa sebagai sumber energy tersebut.

Seiring dengan adanya produksi energi untuk pertumbuhan dan perkembangan, klorofil juga membantu mengubah karbon dioksida menjadi oksigen. Karbon dioksida ekstra dari lingkungan terssebut yang akan diserap oleh tumbuhan melalui pigmen klorofil.

Di dalam tumbuhan, karbon dioksida akan diubah menjadi sebuah oksigen dan kemudian akan dirilis kembali ke lingkungan untuk kepentingan hewan dan juga manusia. Warna hijau pada tumbuhan juga karena sebenarnya juga warna klorofil.

Ketika klorofil tersebut diekstrak, pigmen hijau klorofil yang juga dapat digunakan sebagai pewarna makanan. Ada juga suplemen makanan yang dapat mengandung klorofil yang baik untuk kesehatan.

Fungsi Klorofil

Manfaat  Klorofil

Molekul klorofil yang terdapat di dalam kloroplas, yang ditemukan di semua bagian tumbuhan yang berwarna hijau.

Di dalam kloroplas kita juga menemukan membran tilakoid, yang mengandung fotosistem. Fotosistem terbuat dari sekelompok kompleks pemanen cahaya, yang hanya istilah mewah untuk molekul pigmen dan protein.

Ada dua jenis fotosistem yang telah diidentifikasi, yaitu: fotosistem I dan fotosistem II.

Molekul-molekul klorofil disusun dalam dan di sekitar fotosistem, dan ini memungkinkan mereka untuk mentransfer energi cahaya menjadi pusat fotosistem. Energi cahaya ini berasal dari foton. Foton adalah salah satu cara yang ditempuh cahaya – sebagai paket diskrit energi.

Ketika energi cahaya dilewatkan oleh molekul klorofil ke pusat fotosistem II (fotosistem pertama dalam rantai), itu memberikan energi molekul klorofil pusat yang disebut P680.

Molekul ini sangat berenergi dengan itu akan diteruskan rantai lain dengan fotosistem I. Hal tersebut kemudian dikirim ke molekul klorofil pusat ada: P700. Proses ini, disebut fotosintesis, adalah bagaimana tumbuhan mengubah cahaya matahari menjadi energi kimia yang dapat digunakan.

Jenis – Jenis Klorofil

Manfaat  Klorofil

Macam-macam klorofil adalah sebagai berikut :

– klorofil a: menghasilkan warna hijau biru

– klorofil b: menghasilkan warna hijau kekuningan

– klorofil c: menghasilkan warna hijau coklat

– klorofil d: menghasilkan warna hijau merah

Klorofil a

Klorofil a merupakan suatu senyawa kompleks antara magnesium dengan porfirin yang mengandung cincin siklopentanon (cincin V). Keempat atom nitrogennya dihubungkan secara ikatan. Koordinasi dengan ion Mg2+ akan membentuk senyawa kompleks planar yang begitu mantap.

Rantai sampingnya yang bersifat hidrofob adalah suatu terpenoid alkohol dan fitol yang dihubungkan secara ikatan ester dengan gugus propionat dari cincin IV. Klorofil a adalah salah satu bentuk klorofil yang terdapat pada semua tumbuhan autotrof. Rumus kimia klorofila C55H72O5N4Mg

Klorofil b

Klorofil b merupakan klorofil kedua yang terdapat pada tumbuhan hijau. Klorofil b juga terikat pada sebuah protein didalam sel. Klorofil B sendiri terdapat pada ganggang hijau chlorophyta dan tumbuhan darat. Rumus kimianya C55 H70 O6 N4 Mg

Klorofil a dan klorofil b paling kuat menyerap cahaya bagian merah dan juga bagian ungu spektrum,cahaya hijau yang paling sedikit diserap maka apabila cahaya putih menyinari struktur-struktur yang mengandung klorofil seperti misalnya daun maka sinar hijau akan dikirimkan dan dipantulkan sehingga strukturnya tampak berwarna hijau.

Karoten termasuk ke dalam kromoplas yakni plastida yang berwarna dan mengandung pigmen selain klorofil.

Klorofil c

Klorofil C terdapat pada ganggang coklat Phaeophyta serta diatome Bacillariophyta.Rumus kimia kolorofil C

Kelompok C3 (-CH = CH2) (-CH = CH2) (-CH = CH2) (-CH)

Kelompok C7 (-CH3) (-CHO) (-CH3) (-CH3) (-CH3)

Kelompok C8 (-CH2CH3) (-CH2CH3) (-CH2CH3) (-CH)

Kelompok C17 (-CH2CH2COO-Phytyl) (-CH2CH2COO-Ph

Klorofil d

Klorofil d terdapat pada ganggang merah Rhadophyta. Dengan  adanya klorofil, tumbuhan dapat menyusun makanannya sendiri dengan bantuan cahaya matahari.

Manfaat  Klorofil

Manfaat  Klorofil

Suplemen klorofil sempat populer beberapa waktu lalu berkat klaim kesehatannya yang fantastis. Sebenarnya, isi kandungan apa suplemen yang identik dengan cairan kental berwarna hijau tersebut? Apakah manfaatnya benar seperti yang diiklankan? Bagaimana dengan efek sampingnya? Mari kita gali bersama.

Menguak Isi Kandungan Suplemen Klorofil

Meskipun menyertakan  sebuah nama klorofil, kandungan dalam suplemen ini sebenarnya bukanlah klorofil yang Anda kenal selama ini dari pelajaran biologi yang ada disekolah — melainkan merupakan klorofilin.

Klorofil merupakan sebuah molekul alami yang ada didalam tumbuhan untuk membantu proses fotosintesis, klorofilin adalah bahan kimia campuran natrium, tembaga, dan magnesium yang terbuat dari klorofil. Namun, klorofilin tidak jauh berbeda dengan klorofil secara fungsinya tersebut.

Manfaat Klorofil Menurut Riset Para Ahli

Manfaat  Klorofil

Sampai pada saat ini, studi dan juga penelitian tentang manfaat suplemen klorofil untuk kesehatan masih sangat terbatas. Tapi berikut merupakan beberapa klaim manfaat suplemen klorofil yang beredar di masyarakat:

  1. Menurunkan Berat Badan

Salah satu klaim yang paling populer terkait dengan adanya manfaat pada klorofil cair merupakan mendukung penurunan berat badan. Sebuah studi menemukan bahwa orang yang telah mengonsumsi suplemen ini akan mengalami sebuah penurunan berat badan yang lebih drastis daripada kelompok yang tidak mengkonsumsi suplemen tersebut.

Para peneliti, dilansir dari Science Direct juga telah menemukan bahwa suplemen tersebut dapat menurunkan kolesterol jahat LDL dalam waktu 3 minggu.

  1. Mengurangi Bau Badan

Suplemen tersebut juga terbukti dapat mengurangi bau badan, terutama pada orang dengan kelainan trimethylaminuria — suatu kondisi ketidakmampuan tubuh untuk dapat mencerna dan juga mengoksidasi trimetilamin.

Sebuah studi yang telah dilaksanakan di Negara Jepang pada tahun 2004 oleh Yamazaki dan timnya telah menemukan bahwa orang-orang yang mengonsumsi 1,5 g dosis klorofilin dalam 10 hari dan 180 mg dalam 3 minggu dapat mengurangi jumlah konsentrasi trimetilamin dan juga mengurangi bau badan.

  1. Mengobati Luka

Klorofilin bersifat antiperadangan dan juga antibakteri yang dapat membunuh bakteri pada kulit yang terluka. Berdasarkan riset oleh Telgenhoff beserta teman – temannya yang telah diterbitkan di Wound Repair Regen, pengobatan luka kulit terbakar, bekas luka operasi, dan juga luka diabetes menggunakan salep papain urea-chlorophyllin dapat mempercepat sebuah  proses penyembuhan.

Miller juga melakukan riset kasus seri pada 39 pasien pressure ulcer. Pressure ulcer atau bedsore adalah luka tekan karena terlalu banyak tekanan pada bagian tubuh tertentu dan biasa terjadi pada pasien di rumah sakit yang mengalami bed rest. Mereka yang telah menggunakan salep papain-urea-chlorophyllin tersebut dapat sembuh total dalam jangka waktu 3 bulan.

  1. Detoks Darah

Klorofilin dapat memperbaiki kualitas sel darah merah. Pada riset yang telah dipublikasikan pada tahun 2005 di Indian Pediatrics, tanaman wheatgrass maupun rumput gandum yang mengandung sekitar 70% klorofil mampu mengurangi kebutuhan jumlah transfusi darah pada orang-orang dengan thalassemia, sebuah kelainan yang dapat menyebabkan tubuh tidak mampu memproduksi cukup hemoglobin dengan baik. Oleh karena itu, orang dengan thalassemia membutuhkan transfusi darah secara berkelanjutan.

  1. Mencegah Kanker

Suplemen klorofil dilaporkan dapat mencegah pertumbuhan kanker. Sebuah riset yang telah dipterbitkan pada tahun 2013 di Food Chem Toxicol NHS Public Access menunjukkan bahwa konsumsi ekstrak klorofolin dapat meningkatkan perlindungan terhadap sebuah kanker. Klorofil juga dapat melawan sebuah radikal bebas yang dapat menyebabkan mutasi genetik dalam tubuh. Namun begitu, temuan ini hanya masih sebatas uji hewan lab.

Ada sebuah riset uji coba pada manusia terkait adanya  manfaat antikanker dari suplemen ini di tahun 2009, diterbitkan pada American Association for Cancer Research Journal.

Studi tersebut menemukan bahwa klorofil dan klorofilin mampu menghambat masuknya aflatoksin, sebuah zat yang mampu menimbulkan tumbuhnya kanker. Namun begitu, studi ini merupakan riset kecil yang hanya melibatkan 4 orang relawan.

Secara gambaran besar, masih diperlukan studi dan uji lebih lanjut seputar manfaat suplemen cair ini untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Suplemen klorofil tidak boleh diminum sembarangan

Melihat potensi manfaatnya yang menggiurkan, tak heran banyak orang yang terlena dengan minuman sehat ini dan meminumnya rutin. Meski pada dasarnya klorofil dan klorofilin bukanlah zat yang beracun, namun penggunaan yang sembarangan dalam jumlah besar tak menutup kemungkinan dapat menimbulkan efek samping. Misalnya:

Masalah pencernaan, misalnya diare atau sembelit

Feses atau tinja berwarna hijau, kuning atau hitam

Kulit gatal-gatal atau terbakar jika terkena paparan sinar matahari (Klorofil bisa membuat kulit lebih rentan terbakar matahari. Pakailah pakaian yang sesuai dan gunakan tabir surya SPF 30 atau lebih tinggi saat Anda berada di luar ruangan)

Selain efek samping di atas, reaksi alergi juga bisa terjadi. Reaksi ini timbul jika ternyata Anda memiliki alergi zat klorofil ataupun komponen lain pada suplemen tersebut. Gejala yang dapat timbul antara lain adalah gatal-gatal, munculnya ruam, bengkak pada wajah, tangan dan leher, tenggorokan sakit, sulit bernafas dan sensasi gatal pada mulut.

Jika reaksi alergi ini terjadi, berhentilah mengonsumsi suplemen klorofil. Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut ke dokter untuk lebih amannya sebelum minum suplemen ini.

Sel Hewan : Pengertian, Fungsi, Perbedaan, Struktur, Beserta Contohnya

Sel Hewan

Sel Hewan  – Kali ini saya ingin menyampaikan sedikit informasi dan pengetahuan terkait tentang sel hewan. Sebelum kita masuk pada  pokok penjelasan inti tentang sel hewan, alangkah baiknya kita untuk tahu tentang jenis-jenis hewan itu sendiri.

Pengertian Sel Hewan

Sel Hewan

Seperti yang telah kita ketahui dan pelajari selama ini, kita menemukan bahwa terdapat beragam bahkan jutaan jenis mahluk hidup yang menempati planet Bumi kita ini. Salah satu mahluk tersebut yaitu hewan.

Hewan pun dengan demikian juga mempunyai berbagai aneka ragam jenisnya, yang berdasarkan mulai dari bentuk, ukuran, struktur bagian luar maupun bagian dalam, dan bahkan dengan tingkah lakunya.

Apabila kita melihat dari ukuran tiap hewan tersebut, akan banyak sekali jenis hewan, mulai dari yang mempunyai ukuran yang sangat kecil atau mikro maupun hewan dengan ukuran yang sangat besar atau raksasa.

Misalkan saja ada beberapa jenis hewan yang mempunyai ukuran mikropis seperti plankton dan ada pula jenis hewan seperti paus biru yang mempunyai ukuran besar dengan panjang badannya yang dapat mencapai 30 sampai 40 meter lebih.

Sedangkan disisi lainnya, juga ada spesies hewan yang dibedakan melalui jenis makanan yang hewan makan, yaitu seperti Omnivora, Karnivora dan Herbivora.

Ada pula juga jenis hewan yang berdasarkan kecepatan gerak maupun berjalannya, seperti jenis hewan berikut yang memmpunyai kemampuan untuk berlari dengan cepat kecepatan yang mencapai 120 km/jam yaitu hewan Cheetah.

Sedangkan untuk hewan dengan cara bergerak yang sangat lambat, seperti contohnya siput, keong, kura-kura dan sebagainya. Bahkan beberapa hewan seperti hewan laut yakni Anemon dan juga Koral laut hidup dengan tanpa berpindah-pindah karena jenis mahluk hidup tersebut bersifat Polip.

Untuk jenis hewan-hewan yang telah dibedakan berdasarkan makanan yang dimakannya, karnivora semisalnya, juga digolongkan berdasarkan dengan sifatnya contohnya predator untuk jenis hewan pemangsa hewan lainnya.

Demikian jenis hewan yang kita ketahui, nah berikutnya  kita akan mempelajari bersama-sama tentang organ terkecil di dalam tubuh hewan atau disebut dengan ‘sel’ hewan. Pada pembahasan selanjutnya akan kami dijelaskan tentang ‘apa itu sebenarnya sel hewan?’.

Nah, untuk lebih jelasnya, langsung saja kita simak sedikit ulasan penjelasan tentang sel hewan beserta fungsinya, sebagaimana berikut ini:

Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

Sel Hewan

Pengertian Sel Sebagai Dasar Kehidupan

Sel merupakan suatu unit, unsur atau kesatuan dari Protoplasma di dalam tubuh. Kemudian Protoplasma yaitu substansi dari sel hidup. Pada umumnya setiap sel memiliki isi sel nya sendiri, dengan demikian juga dapat dikatakan bahwa setiap sel pasti bisa dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Lalu kemudian di sekeliling sel terdapat lapisan atau membran luar yang ada sekitar sel tersebut.

Terdapat banyak sekali teori yang menjelaskan tentang sel tersebut yang mengatakan bahwa:

  1. Semua benda yang hidup terdiri atau disusun oleh atau dari sel tersebut.
  2. Semua sel yang tumbuh berasal dari sel lainnya
  3. Semua reaksi dan juga proses metabolisme dari organisme hidup langsung terjadi di dalam sel
  4. Sel dapat membawa sifat keturunan dari induk ke anaknya tersebut

Senyawa, Bentuk, dan Ukuran Sel

Sel Hewan

Dan yang perlu kalian semua ketahui bahwa, pada jaringan sel tersebut dikriteriakan menjadi beberapa, seperti senyawa di dalamnya, bentuk hingga ukurannya. Adapun juga, ulasan singkat adalah sebagai berikut :

Senyawa di dalam Sel

Berikut ini terdapat beberapa senyawa yang ada di dalam jaringan sel, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Unsur karbohidrat, umumnya didapat dari gula, pati, dan selulosa. Unsur senyawa ini sangat penting dalam sebuah proses fotosintesa.
  2. Lipid, senya yang dimana berupa lemak dan minyak. Umumnya digunakan sebagai sebuah cadangan makanan.
  3. Protein, misalnya berupa enzim. Senyawa ini berperan penting dalam proses metabolisme.
  4. Asam nukleat, umumnya terdapat dalam bentuk DNA dan RNA. Senyawa ini mempunyai peran penting dalam proses sintesis protein.

Ukuran Sel

Pada umumnya perbedaan untuk ukuran sel di dalam tubuh ini berhubungan maupun terkait dengan volume dan luas areal permukaan sel itu sendiri.

Ukuran untuk sel aktif yang akan melakukan metabolisme cenderung mempunyai ukuran yang lebih kecil ketimbang jaringan sel tidak aktif bermetabolisme.

Secara garis besar, penyusun jaringan sel tubuh hewan dan sel tumbuhan mempunyai diameter sekitar 10 – 30 μm.

Bentuk Sel

Berikut ini, adalah ciri-ciri jaringan sel yang biasanya dimiliki oleh tubuh hewan:

  1. Cakram kecil
  2. Celondong
  3. Kolummer
  4. Polihedral

Struktur Sel Hewan dan Fungsinya

Sel Hewan

Jadi, intinya apabila dilihat dari struktur, tipe enzim maupun bahan genetiknya, semua jaringan sel sebenarnya yaitu sama, meskipun tipe sel ragam yang berbeda. Adapun untuk struktur maupun susunan jaringan sel dari yang terluar sampai terdalam adalah sebagai berikut :

Membran Sel

Membran sel adalah salah satu dari bagian sel yang berada paling luar dan juga berfungsi sebagai pembungkus sel. Pada bagian membran sel ini tersusun dari unsur protein atau Lipoprotein. Selain itu, membran sel mempunyai peran penting yang lain yakni sebagai pengatur mineral dan nutrisi yang terdapat di dalam maupun luar sel itu sendiri.

Sedangkan di sisi lainnya, selain kedua fungsi diatas, ada pula fungsi yang lain yang telah dimiliki membran sel, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Untuk mengatur keluar masuk nya nutrisi dan juga mineral
  2. Berfungsi sebagai pembungkus / pelindung dari sel tersebut
  3. Dapat menerima rangsangan dari luar
  4. Merupakan tempat berlangsungnya berbagai macam reaksi kimia dalam tubuh

Sitoplasma

Selain terdapat pada tumbuhan, sitoplasma sendiri juga terdapat pada jaringan sel hewan. Sitoplasma adalah bagian sel yang berupa cairan dan memiliki bentuk mirip seperti gel.

Dalam pembentukan jaringannya, organel ini mengalami dua proses fase yakni fase gel (cair) dan juga fase sol (padat). Pada umumnya cairan tersebut dapat kita jumpai pada Nukleus yang biasa  disebut dengan istilah Nukleoplasma.

Adapun sifat dari jaringan Sitoplasma ini yakni koloid komplek yaitu jaringan yang berbentuk tidak cair maupun juga tidak berbentuk padat. Karena jaringan ini dapat saja berubah-ubah sesuai dengan konsentrasi airnya.

Pada umumnya apabila berada pada konsentrasi air yang rendah, maka akan menjadi lembek. Namun sebaliknya, jika berada pada konsentrasi air yang cukup tinggi, maka sel tersebut akan berubah menjadi lebih encer atau sering dikenal dengan sebutan Sol.

Untuk fungsi dari Sitoplasma ini sendiri, sebenarnya ada banyak sekali, namum diantaranya yang paling utama yaitu sebagai berikut:

  1. Merupakan sebagai sumber bahan kimia pada sel
  2. adalah tempat berlangsungnya metabolisme sel

Retikulum Endoplasma

Reticulum Endoplasma adalah sebuah organel jaringan yang tersusun oleh benang-benang dan terletak pada inti sel. Namun para ahli membagi Reticulum Endoplasma menjadi dua jenis, yakni organel Retikulum Endoplasma halus (REh) dan Retikulum Endoplasma kasar (REk).

Untuk Retikulum Endoplasma kasar pada umumnya dapat melekat dan pada terikat pada Ribosom. Sedangkan untuk Retikulum Endoplasma halus yaitu sebaliknya, tidak dapat melekat dan juga terikat dengan Ribosom.

Adapun fungsi dari Retikulum Endoplasma itu sendiri yaitu sebagai berikut :

  1. Sebagai sintesis atau pengolah protein (Rek).
  2. Sebagai tempat mengangkut sintesis, steroit dan lemak dalam tubuh hewan.
  3. Membantu detoksifikasi dan membunuh sel-sel berbahaya di dalam sel (REh).
  4. Sebagai tempat untuk penyimpanan fospolipid, steroid dan glikolipid.

Mitokondria

Mitokondria adalah organel pada sel yang memiliki fungsi yang sangat penting. Bagian ini mempunyai peran sebagai mesin pengolah dalam sel. Pada Mitokondria ini terdiri dari dua bagian yaitu lapisan membran yang lekuk-lekuk dan biasanya disebut dengan Kritas.

Sedangkan lainnya, ada bagian ini berupa zat Glukosa dan juga Oksigen yang saling bekerja sama dalam sebuah proses pembentukan energi pada sel.

Maka dari itu, hal tersebut juga termasuk sebagai sebuah proses metabolisme dan aktivitas seluler. Selain itu banyak juga yang telah menyebutkan bagian ini dengan nama The Power House  karena organisme ini dapat menghasilkan energi bagi tubuh hewan tersebut.

Kemudian ada juga sel Mitokondria yang berbentuk tunggal dan biasanya dikenal dengan sebutan Mitokondrion. Pada bagian tersebut, berfungsi untuk dapat mengubah energi kimia menjadi energi yang lainnya.

Sedangkan untuk fungsi lain dari Mitokondria ini yaitu sebagai berikut :

  1. Sebagai respirasi perbaikan seluler pada jaringan sel.
  2. Sebagai penghasil energi dalam bentuk ATP yang akan digunakan tubuh dalam beraktivitas.

Mikrofilamen

Mikrofilamen adalah sebuah organel pada jaringan sel yang terbentuk dari protein aktin dan juga myosin. Apabila dilihat dari segi bentuknya, bagian ini sekilas hampir mirip dengan Mikrotobulus, namun yang membedakan keduanya yakni terletak pada tekstur dan juga ukurannya.

Pada umumnya pada Miktofilamen memiliki tekstur yang lembut dan mempunyai ukuran diameter yang lebih kecil. Sedangkan untuk fungsi dari Mikrofilamen yakni berperan sebagai penggerak sel Endositosos dan Eksotisotis.

Berikut ini adalah fungsi mikrofilamen itu sediri:

Sebagai bagian dari alat pengerak actomyisin, yang filamen sendiri berfungsi sebagai dasar peregangan bagi myosin untuk dapat kontraksi otot dan pengembangan pseudopod. Mikrofilamen mempunyai sebuah kerangka kerja yang lebih fleksibel, yang dapat membantu dan mengatur pergerakan sel.

Mikrofilamen juga memiliki fungsi yaitu sebagai bagian yang akan bekerja sama dalam cytoskeleton. Serat single pada organel ini umumnya akan berkumpul bersama untuk dapat menghasilkan berbagai fungsi.

Mereka akan membentuk dan juga membuat sebuah skeleton tipis di dalam membrane plasma untuk menyediakan struktur dan bentuk dari membrane. Mereka yang mempunyai tanggung jawab dan tugas untuk semua sel protusion.

Lisosom

Lisosom adalah organel sel yang berbentuk seperti kantong yang terikat pada membran sel dan pada bagian ini berisi kandungan enzim hidrolitik. Adapun fungsi dari enzim tersebut akan berguna sebagai pengontrol dan yang mengatur pencernaan intraseluler pada keadaan apa saja. Bagian dari organel Lisosom ini terletak pada sel Eukariotik.

Berikut ini merupakan fungsi dari Lisosom itu sendiri diantaranya adalah:

  1. Organel ini berfungsi untuk mengontrol pencernaan intraseluler.
  2. Sebagai alat untuk mencerna materi dengan menggunakan fagositosis.
  3. Sebagai tempat penghancuran organel sel yang telah rusak (autofagi).
  4. Sebagai tempat pemasukan makromulekul dari luar menuju ke dalam sel dengan mekanisme endositosis.

Peroksisom (Badan Mikro)

Peroksisom marupakan suatu organel sel yang memiliki kantong kecil yang berisi enzim katalase. Sedangkan fungsi dari enzim itu sendiri yakni untuk daoat menguraikan peroksida (H2O2) atau proses metabolisme yang bersifat toksik, yakni yang dapat menetralkan air dan oksigen yang berbahaya pada sel. Organel Peroksisom sendiri terletak pada area sekitar sel hati dan ginjal.

Adapun fungsi lain dari organel Peroksisom ini diantaranya adalah :

  1. Merubah lemak dalam tubuh menjadi karbohidrat.
  2. Menguraikan perokida (H2O2) dari sisa-sisa metabolisme toksik dalam tubuh.

Ribosom

Ribosom adalah salah satu organel yang terdapat pada jaringan sel yang memiliki tekstur permukaan yang padat, kecil, serta memiliki ukuran diameter sekitar 20 cm.

Peran dari organel Ribosom itu sendiri yaitu sebagai menerjemahkan RNA agar bisa membentuk menjadi rantai polipeptida (protein) dengan hanya menggunakan zat asam amino ketika proses translasi.

Selain itu organel Ribosom ini juga hanya terdiri dari RNA Ribosom (rRNA) sebanyak 65% dan selebihnya yaitu protein Ribosom (Ribonukleoprotein atau RNP) sekitar 35%.

Di dalam organel sel Ribosom juga terdapat terikat yang berada pada Retikulum Endoplasma kasar (REk), atau membran inti sel tersebut. Dan selain itu, Ribosom juga mempunyai fungsi sebagai tempat berlangsungnya proses sintesis protein.

Sentriol

Sel Sentriol adalah salah satu organel sel yang mempunyai bentuk hampir sama dengan bentuk tabung. Bagian organel sel ini juga dapat kalian temukan pada sel Eukariota.

Disisi lain fungsi dari Sentriol ini yaitu berperan penting dalam pembelahan sel pada ketika terjadi pembentukan Sisila dan juga Flagela. Dan sepasang Sentriol juga bisa membentuk struktur gabungan yang dikenal dengan nama Sentrosom.

Berikut ini juga fungsi yang lainnya dari Sentriol itu sendiri adalah sebagai berikut :

  1. Memiliki peran sebagai tempat untuk membentuk silia dan flagella.
  2. Merupakan sebagai proses pembelahan sel dalam membentuk benang spindle.

Mikrotubulus

Mikrotobulus adakah organel sel yang berada pada Sitoplasma dan dapat ditemukan pada sel Eukaroit. Bentuk dari Mikrotobulus yakni berupa silindris panjang serta berongga. Sedangkan untuk ukuran dari organel tersebut yakni dengan diameter sekitar 12 nm dan diameter luar kurang lebih 25 nm.

Adapun penyusun dan pembentuk dari Mikrotobulus sendiri yaitu terdiri dari beberapa molekul-molekul berbentuk bulatan seperti protein globular atau sering disebut dengan Tubulin.

Sehingga dalam posisi yang tidak sadar, organel sel ini mampu untuk bergabung membentuk silindris yang berongga dalam kondisi tertentu.

Selain itu pada Mikrotobulus juga mempunyai sifat kaku dan tetap yang tidak dapat berubah-ubah dalam bentuknya.

Organel sel ini juga mempunyai fungsi sebagai berikut :

  1. Yaitu Untuk melindungi sel .
  2. Memberi bentuk sel.
  3. Dan berperan penting sebagai dalam pembentukan flagela, silia dan sentriol.

Badan Golgi

Aparatus Golgi atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan Badan Golgi ini adalah salah satu organel sel yang ada kaitannya dengan fungsi dari ekskresi sel. Pada umumnya Badan Golgi tersebut dapat ditemukan di semua bagian sel Eukariotik.

Seperti yang telah disebutkan diatas tadi, bahwa organel yang satu ini mempunyai peran yang sangat penting yaitu terletak pada proses ekskresi pada sel.

Adapun bentuk untuk Badan Golgi ini yakni hampir sama dengan  kantong pipih yang berukuran kecil hingga besar dan terikat atau menempel dengan membran. Dan yang perlu kalian ketahui bahwa disetiap sel pada hewan selalu mengandung 10 sampai 20 badan golgi.

Badan geologi mempunyai fungsi diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Untuk memproses dan mengolah protein.
  2. Membentuk sel lisosom.
  3. Untuk membentuk membran plasma.
  4. Untuk membentuk vesikula (kantung) untuk ekskresi.

Nukleus

Nukleus adalah organel sel yang berperan sebagai pengatur atau pengendali segala aktivitas sel. Proses ini dimulai dari metabolisme sampai dengan proses pembelahan sel.

Disisi lain, Nukleus tersebut juga mengandung materi genetik berbentuk DNA Linear panjang yang membentuk sel Kromosom. Pada umumnya organel sel Nukleus ini dapat kita temukan pada sel Eukaroit serta terdiri dari beberapa bagian seperti membran inti, Nuekloplasma, Kromatin maupun Kromoom dan juga Nukleus.

Berikut ini adalah beberapa fungsi dari Nekleus diantaranya adalah: Tempat terjadinya proses replikasi.

  1. Menyimpan informasi genetik.
  2. Untuk menjaga integritas dan keutuhan kinerja gen-gen.
  3. Mengendalikan dan mengatur proses metabolisme dalam sel.
  4. Mengontrol aktivitas pada sel dengan mengelola ekspresi gen.

Nukleolus

Nukleolus adalah salah satu organel sel yang terletak pada inti sel atau Nukleus. Selain itu organel sel yang satu ini mempunyai peran penting dalam pembentukan protein dengan menggunakan RNA atau Asam Riboukleat. Sedangkan disisi lain Nukleolus sendiri juga berfungsi dalam pembentukan protein.

Tipe dari organisasi struktural nukleolus tersebut ditemukan dalam sel-sel eukariotik. Hal Ini mencakup hampir setengah inti, nukleolus yang ada dalam matriks inti pun tidak dapt dikelilingi oleh semacam membran. Komponen utama dn penting dari sel ini organel yaitu asam ribonukleat (RNA), asam deoksiribonukleat (DNA) dan protein.

Fungsi dan peran utama dari nukleolus adalah sebagai untuk memproduksi dan juga merakit subunit yang membentuk ribosom. Ribosom sebagaimana telah dijelaskan merupakan situs untuk sintesis protein.

Nukleolus dapat memainkan peran tidak langsung namun begitu penting dalam sintesis protein dengan merakit dan juga menyusun subunit ribosom.

Nukleolus akan melaksanakan dan melakukan proses hingga 50% dari total produksi RNA yang terjadi dalam sel. Fungsi ini pun dikaitkan dengan ratusan r-gen yang terdapat dalam sel nukleolus tersebut.

Nukleoplasma

Nukleoplasma adalah salah satu organel sel yang mempunyai tekstur yang padat dan juga dapat kita temukan di dalam inti sel atau Nukleus. Pada organel sel Nukleoplasma ternyata terdiri dari serat Kromatin yang padat dan juga membentuk sebuah Kromosom. Adapun salah satu fungsi dari organel ini yakni sebagai pembawa informasi genetika.

Nukleoplasma merupakan salah satu bagian organel penting, karena banyaknya zat, termasuk enzim dan unsur nukleotida, dilarutkan dalam nukleoplasma tersebut. Nukleoplasma pun dibuat maupun terbentuk terutama dari air, ion dan berbagai campuran molekul lainnya.

Fungsi utama dari organel nukleoplasma yaitu berfungsi sebagai zat suspensi untuk organel di dalam nukleus. Hal ini juga dapat membantu menjaga bentuk dan struktur inti, dan memainkan peran penting dalam transportasi atau proses berjalannya bahan-bahan yang dibutuhkan dan sangat penting untuk metabolisme dan fungsi sel. Banyak zat seperti nukleotida dan juga enzim yang dilarutkan oleh sel nukleoplasma tersebut.

Membran Inti

Membran inti adalah elemen struktural utama Nukleus yang membungkus keseluruhan organel sel. Selain itu organel sel ini yaitu sebagai pemisah antara Sitoplasma dan daerah inti.

Organel ini mempunyai sifat tidak permeable (berpori-pori) sehingga sebagian besar molekul tersebut yang membuat Nukleus sangat membutuhkan pori inti. Dengan demikian membran Nukleus dapat melintasi dan melewati membran. Membran inti mempunyai fungsi sebagai berikut :

Berguna untuk melindungi inti sel Nukleus.

merupakan sebagai tempat pertukaran zat antara materi inti dan Sitoplasma.

Di dalam sel tubuh hewan maupun sel tumbuhan memang mempunyai suatu kemiripan dalam strukturnya. Namun pastinya ada beberapa perbedaan antara sel hewan dan tumbuhan.

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang Struktur sel hewan beserta fungsinya masing-masing. Semoga dengan adanya artikelk diatas dapat menambah wawasan kalian semua. Sekian dan Terimakasih.

Sel Tumbuhan : Pengertian, Fungsi, Bagian Organel, Gambar [Lengkap]

Sel Tumbuhan : Pengertian Fungsi Bagian Organel Gambar [Lengkap]

Sel Tumbuhan – Hallo, kali ini kami akan berbagi informasi tentang sel tumbuhan. Apakah itu sel tumbuhan ? bagaimana struktur dan juga dari fungsi sel tumbuhan ? simak penjelasannya dari mulai pengertian sel  kemudian pengertian sel tumbuhan beserta struktur dan juga fungsinya.

Pengertian Sel

Sel Tumbuhan : Pengertian Fungsi Bagian Organel Gambar [Lengkap]
Sel Tumbuhan : Pengertian Fungsi Bagian Organel Gambar [Lengkap]
Sel sendiri berasal dari kata latin cella yang berarti kecil. Sel merupakan unit satuan kecil yang mempunyai selaput tipis dan di dalamnya terdapat larutan koloid senyawa kimia. Sel pertama kali ditemukan oleh Robert Hooke pada tahun 1665 yang pada saat itu sedang mengamati sebuah irisan gabus. Sel mempunyai keunggulan yakni mampu membuat duplikatnya sendiri dengan cara pembelahan sel.

Sel adalah suatu unit dari Protoplasma. Protoplasma yaitu substansi dari sel hidup. Bentuk kehidupan yang sederhana adalah berupa sel-sel tunggal atau uniseluler. Sedangkan  kumpulan dari sel-sel yang berasal dari pertumbuhan dan perkembangan hasil pembelahan sel induk adalah organisme yang lebih berkembang.

Pada umumnya setiap sel mempunyau isi sel sendiri, sehingga dapat disimpulkan bahwa setiap sel pasti dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Di sekeliling sel ada membran luar yang terdapat disekitar sel tumbuhan tersebut.

Pengertian Sel Menurut Para Ahli

Sel Tumbuhan : Pengertian Fungsi Bagian Organel Gambar [Lengkap]
Sel Tumbuhan : Pengertian Fungsi Bagian Organel Gambar [Lengkap]
Terdapat beberapa pengertian sel menurut para ahli, di antaranya adalah sebagai berikut :

  1. Max Schultze dan juga Thomas Huxley. Mereka menyatakan bahwa setiap aktivitas yang dilakukan sel menggambarkan aktivitas yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Berdasarkan hal tersebut, mereka berdua  berpendapat bahwa sel adalah satu kesatuan fungsional kehidupan.
  2. Mathias Schleiden dan Theodor Schwann mereka mengatakan bahwa sel merupakan kesatuan struktural kehidupan.
  3. Walther Flemming dan juga Eduard Strasburger. Mereka berdua telah menemukan bahwa sel berkembang biak dengan cara membelah diri. Kemudian akhirnya dikatakan bahwa sel merupakan kesatuan reproduksi dari makhluk hidup.
  4. Rudolf Virchow menyatakan bahwa sel merupakan kesatuan pertumbuhan. Akan tetapi pernyataan tersebut berubah setelah ditemukannya gen di dalam inti sel tersebut. Berkat penemuantersebut muncul teori yang menyatakan bahwa sel merupakan kesatuan heriditas dari makhluk hidup.

 Ciri-ciri Sel

Sel Tumbuhan : Pengertian Fungsi Bagian Organel Gambar [Lengkap]
Sel Tumbuhan : Pengertian Fungsi Bagian Organel Gambar [Lengkap]
Secara umum sel mempunyai ciri-ciri  yaitu :

  1. Melakukan respirasi
  2. Regulasi
  3. Membutuhkan nutrisi
  4. Peka terhadap lingkungan
  5. Tumbuh dan juga berkembang biak
  6. Terorganisir
  7. Mempunyai struktur

Senyawa Dalam Sel

Sel Tumbuhan : Pengertian Fungsi Bagian Organel Gambar [Lengkap]
Sel Tumbuhan : Pengertian Fungsi Bagian Organel Gambar [Lengkap]
Di dalam sel terdapat senyawa yang dapat membantu dalam proses pembelahan maupun fotosintesis. Senyawa tersebut yakni karbohidrat, lipid, protein dan asam nukleat. Senyawa karbohidrat contohnya yaitu gula, pati, dan selulosa sangat penting dalam proses fotosintesa .

Senyawa lipid sangat berguna untuk cadangan makanan seperti lemak dan juga minyak. Protein pada umumnya berupa enzim yang berperan dalam proses metabolisme tubuh hewan maupun tumbuhan. Sedangkan untuk asam nukleat sendiri terdapat dalam bentuk DNA dan RNA yang sangat berperan dalam proses sintesis protein.

Ukuran Sel

Sel Tumbuhan : Pengertian Fungsi Bagian Organel Gambar [Lengkap]
Sel Tumbuhan : Pengertian Fungsi Bagian Organel Gambar [Lengkap]
Pada umumnya ukuran sel mempunyai beberapa perbedaan. Ukuran sel ini berhubungan langsung dengan volume dan luas areal permukaan sel itu sendiri. Ukuran untuk sel aktif yang melakukan metabolisme biasanya mempunyai ukuran yang lebih kecil daripada sel tidak aktif metabolisme. Secara garis besar penyusun sel tubuh hewan dan tumbuhan mempunyai diameter sekitar 10 – 30 μm.

Teori Tentang Sel

Sel Tumbuhan : Pengertian Fungsi Bagian Organel Gambar [Lengkap]
Sel Tumbuhan : Pengertian Fungsi Bagian Organel Gambar [Lengkap]
  1. Sel adalah kesatuan struktural dari makhluk hidup, semua makhluk hiudp tersusun atas sel.
  2. Sel adalah kesatuan fungsional makhluk hiudp
  3. Sel merupakan kesatuan pertumbuhanm dari makhluk hiudp
  4. Sel adalah kesatuan hereditas (sifat menurun) makhluk hidup

 Sel Tumbuhan dan Fungsinya Lengkap

Sel Tumbuhan : Pengertian Fungsi Bagian Organel Gambar [Lengkap]
Sel Tumbuhan : Pengertian Fungsi Bagian Organel Gambar [Lengkap]
Sel hewan dan sel tumbuhan sama-sama mempunyai eukariota, akan tetapi keduanya telah memiliki perbedaan dalam fitur katrakteristik tertentu. Contohnya yaitu sel tumbuhan memilki vakuola besar dan memiliki dinding sel yang berkembang dengan baik. sedangkan hewan tidak mempunyai struktur tersebut.

Kemudian dilihat dalam bentuk strukturnya, dapat disimpulkan bahwa, pada sel hewan terdapat sentriol dan filamen tengah. Sedangkan pada sel tumbuhan tidak mempunyai struktur tersebut. Yang menjadi ciri khas sel tumbuhan yaitu terdiri dari organel dan sitoplasma.

Semua organel kecuali inti sel dan juga struktur subselular yang ada dalam sitoplasma akan tertutup oleh dinding sel sebagai lapisan pelindung dari sel tersebut.

Fungsi Sel Tumbuhan

Sel Tumbuhan : Pengertian Fungsi Bagian Organel Gambar [Lengkap]
Sel Tumbuhan : Pengertian Fungsi Bagian Organel Gambar [Lengkap]
Fungsi sel tumbuhan di antaranya adalah sebagai berikut :

  1. penggerak seluruh aktivitas yang ada di dalam tubuh tumbuhan
  2. berperan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan
  3. sebagai penyusun tubuh tumbuhan tersebut
  4. berperan dalam sebuah reproduksi tumbuhan.
  5. pembawa sifat genetik pada tumbuhan tersebut.

Jenis-Jenis Sel Tumbuhan

Sel Tumbuhan : Pengertian Fungsi Bagian Organel Gambar [Lengkap]
Sel Tumbuhan : Pengertian Fungsi Bagian Organel Gambar [Lengkap]

1.Sel Parenkim

Sel parenkim adalah sel yang berfungsi menyokong berdirinya tumbuhan. Sel ini juga merupakan dasar bagi seluruh struktur dan fungsi tumbuhan. Selain itu sel ini berperan sebagai tempat penyimpanan, dukungan terhadap fotosintesis, tempat berikatnya floem. Sel parenkim juga mempunyai dinding primer yang tipis serta sitoplasma yang sangat fungsional. Sel ini hidup pada saat dewasa dan bertanggung jawab terhadap fungsi biokimia tersebut.

Sel parenkim bisa tumbuh menjadi duri yang dapat mencegah hewan herbivora yang ingin memakan sel ini. Sel klorenkim merupakan sel parenkim yang mengandung banyak kloroplas dan juga berperan penting dalam proses fotosintesis. Sebagian besar sel parenkim mempunyai fungsi penyimpanan di umbi kentang dan kotiledon dari biji kacang-kacangan.

2.Sel Kolenkim

Kolenkim adalah jaringan hidup dan erat kaitannya dengan parenkim serta terspesialisasi sebagai penyokong dalam organ yang muda. Sel-sel kolenkim mempunyai dinding primer lebih tebal dibandingkan dengan sel-sel parenkim. Sel kolenkim hidup saat sudah dewasa serta mempunyai sebuah dinding primer. Dinding tidak menebal secara merata dan hal tersebut adalah ciri khas dari sel kolenkim ini. Sel kolenkim tersusun atas berkas atau silinder yang dekat dengan permukaan korteks pada batang dan tangkai daun serta sepanjang tulang daun besar pada helai daun. Kolenkim sendiri jarang ditemukan pada akar. Sel-sel parenkim tidak mempunyai dinding sekunder dan jugadinding lignin. Sel kolenkim umumnya cukup memanjang dan melintang. Tujuannya agar dapat memberikan fleksibilitas.

3.Sel Sklerenkim

Sel sklerenkim merupakan sel yang keras dan tangguh yang dapat memberikan kekuatan pada tumbuhan. Sklerenkim berkembang dalam tubuh tumbuhan primer maupun tumbuhan sekunder. Dinding dari sel ini tebal, sekunder dan sering berlignin, serta pada saat dewasa protoplasnya bisa hilang. Jaringan sklerenkim adalah tipe jaringan permanen sederhana. Tipe sel pada jaringan ada dua jenis, yaitu serabut dan sklereida.

Kedua macam sel tersebut mengandung selulosa dan lignin yang kemudian disekresikan oleh protoplas sel-sel tersebut dan sel-sel itu berdinding sangat tebal. Sel-sel tersebut tidak dapat bertahan lama karena tidak mampu lagi untuk melakukan pertukaran zat untuk melakukan metabolisme. Sel sklerenkim umumnya akan mati pada waktu tertentu, sitoplasma akan hilang, dan juga meninggalkan rongga kosong.

4.Sel xilem

Sel xilem berfungsi untuk mengangkut air dan zat hara dari tanah atau akar menuju daun untuk melakukan fotosintesis. Sel xilem merupakan sel yang telah mengalami lignifikasi dinding sel.

5.Sel Floem

Sel floem merupakan sel yang menyusun jaringan khusus yang berperan dalam pengangkutan di dalam tubuh tumbuhan. Lumut tidak mempunyai floem. Dalam Sel floem terdiri atas dua jenis sel yaitu tabung saringan dan sel pendamping. Pada tabung saringan tidak terdapat inti sel dan juga ribosom serta metabolismenya diatur oleh sel pendamping. Sedangkan pada sel pendamping terhubung ke tabung saringan melalui plasmodesmata.

6.Sel epidermis

Sel epidermis adalah sel parenkim khusus yang terdapat di seluruh permukaan daun, batang, dan juga  akar.

Karakteristik Sel Tumbuhan

Sel Tumbuhan : Pengertian Fungsi Bagian Organel Gambar [Lengkap]
Sel Tumbuhan : Pengertian Fungsi Bagian Organel Gambar [Lengkap]
Berikut merupakan karakteristik sel tumbuhan yang membedakannya dengan sel hewan, di antaranya adalah :

  1. Sebuah dinding sel yang terdiri atas selulosa, hemiselulosa, pektin, dan juga beberapa mengandung lignin dan dihasilkan oleh protoplas di luar membran sel.
  2. Sebuah vakuola berukuran besar yang isinya dipenuhi oleh air dan dilapisi oleh membran yang disebut dengan tonoplas.
  3. Jalur komunikasi khusus antar sel yang dikenal dengan plasmodesmata berupa pori-pori di dinding sel yang dapat menghubungkan plasmalema di sel satu ke retikulum endoplasma di sel lain.
  4. Sel kelamin jantan lumut dan juga pteridophyta, sikas, dan ginkgo mempunyai flagela yang serupa dengan sel pada hewan. Namun pada tumbuhan yang lebih kompleks misalnya yaitu gymnospermae dan tanaman berbunga tidak ada flagela dan sentriol yang biasanya ada di dalam sel hewan.
  5. Plastida yang terdiri dari kloroplas, kromoplas, dan juga leukoplas. Pembelahan sel dilakukan dengan cara pembentukan phragmoplas sebagai dasarnya.

Struktur dan Fungsi Sel Tumbuhan

Sel Tumbuhan : Pengertian Fungsi Bagian Organel Gambar [Lengkap]
Sel Tumbuhan : Pengertian Fungsi Bagian Organel Gambar [Lengkap]
Berikut ini adalah Struktur dan fungsi Sel Tumbuhan, di antaranya :

1.Membran Sel

Membran sel adalah lapisan terluar yang menyelubungi seluruh badan sel. Membran sel terdiri atas 2 macam yaitu fosfolipid dan protein. Membran sel mempunyai sifat selektif permeabel. Sifat tersebut menunjukkan bahwa membran sel hanya dapat dilalui oleh zat-zat maupun  ion-ion tertentu. Zat-zat tersebut di antaranya yaitu asam amino, glukosa, dan juga gliserol.

Fungsi membran sel di antaranya adalah sebagai berikut :

  1. Melindungi bagian dalam sel serta dapat membatasinya dengan lingkungan diluar sel.
  2. Mengatur keluar dan juga masuknya suatu zat yang menuju ke dalam maupun keluar meninggalkan sel.

2.Dinding Sel

Dinding sel merupakan bagian yang hanya ada pada sel tumbuhan dan merupakan bagian terluar dari sel. Dinding sel tersusun atas polisakarida yang terdiri atas hemiselulosa. Dinding sel ini dibentuk oleh diktiosom. Fungsi dinding sel ini sendiri sebagai turginitas sel atau kekakuan sel. Dinding sel dapat membuat bentuk sel tetap.

3.Vakuola

Vakuola adalah organel yang berbentuk seperti kantung yang di dalamnya terkandung cairan senyawa organik dan senyawa anorganik. Vakuola adalah organel terbesar pada sel tumbuhan.

Fungsi vakuola di antaranya adalah sebagai berikut :

  1. Tempat menyimpan zat-zat makanan seperti protein dan zat gula yang di dalamnya tersimpan pigmen daun, daun, dan buah.
  2. Mengatur tekanan di dalam sel.
  3. Menstabilkan tingkat nilai ph.
  4. Mengisolasi zat sisa-sisa metabolisme sel.

4.Plastisida

Kloroplas adalah organel sel yang hanya ada pada sel tumbuhan. Kloroplas adaah istilah kolektif untuk organel yang berfungsi membawa pigmen. Bentuk kloroplas sendiri bulat lonjong dan mengandung pigmen klorofil hijau. Klorofil hijau ini yang membuat tumbuhan untuk dapat melakukan fotosintesis dengan bantuan sinar matahari, air, dan karbon dioksida. Selain itu ada kloroplas yang berbentuk pipih maupun bulat.

kloroplas mempunyaidua membran yakni membran luar dan membran dalam. Pada bagian membran dalam terdapat stroma dan juga tilakoid. Stroma yakni cairan yang dapat mengisi rongga di dalam kloroplas. Tilakoid tersusun atas kantung kecil yang ditumpuk secara vertikal di dalam kloroplas tersebut.

Plastida sendiri dibagi menjadi tiga macam, yaitu:

Leukoplas, yakni plastida berwarna putih dan berfungsi untuk penyimpan makanan. Leukoplas terdiri 3 macam yaitu dari Amiloplas (untak menyimpan amilum), Elaioplas (Lipidoplas) (untukmenyimpan lemak/minyak), dan Proteoplas (untuk menyimpan protein).

Kloroplas, yakni plastida yang berwarna hijau. Plastida ini berfungsi untuk dapat menghasilkan klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.

Kromoplas, yakni plastida yang mengandung pigmen. Kromoplas terdiri dari 4 warna yaitu Karotin (kuning), Fikodanin (biru), Fikosantin (kuning), dan Fikoeritrin (merah)

5.Badan golgi/Aparatus Golgi/Diktiosom

Badan golgi adalah organel sel yang terdiri atas kumpulan vesikel pipih yang mempunyai bentuk sisternae  atau berkelok-kelok atau seperti kantong pipih. Diktiosom merupakan badan golgi yang terdapat di dalam sel tumbuhan. Berikut adalah Badan golgi  :

Sebagi alat sekresi pada sel yang di dalamnya terjadilah sebuah proses perubahan dari enzim yang tidak aktif menjadi enzim aktif.

Sebagai tempat penyimpanan sekunder protein dan juga zat-zat lain yang berasal dari retikulum endoplasma.

6.Ribosom

Ribosom merupakan suatu organel sel yang bentuknya kecil berupa butiran nukleoprotein. Ribosom sendiri mengandung asam ribonukleat (RNA) sebanyak 60% dan protein sebanyak 40%. Ada dua jenis ribosom yakni ribosom terikat dan ribosom bebas. Ribosom terikat pada umumnya bergabung dengan retikulum endoplasma. Ribosom berfungsi untuk dapat memproduksi dan mensintesis zat protein yang ada dalam sel.

7.Retikulum Endoplasma (RE)

Retikulum Endoplasma merupakan organel sel penghubung antara nukleus dengan sitoplasma di dalam sel tumbuhan yang pada dasarnya itu merupakan jaringan interkoneksi. RE berbentuk layaknya  ruangan labirin, membran pada RE terlihat berliku-liku. Ada dua macam Retikulum Endoplasma yakni RE Kasar dan RE Halus. RE kasar permukaannya ditempeli dengan butiran-butiran ribosom. Sedangkan RE halus tidak sama sekali ditempeli ribosom.

Fungsi retikulum endoplasma diantaranya :

  1. Sebagai jalur penghubung antara nukleus dan sitoplasma.
  2. Sebagai pengangkut sintetis lemak dan juga steroit, tempat menyimpan fospolipid, steroid, glikolipid, menjalankan detoksifikasi drug dan racun.

8.Mitokondria

Mitokondria memiliki bentuk bulat lonjong yang ada di dalam sitoplasma sel tumbuhan. Mitokondria memiliki dua bagian yakni membran dalam dan membran luar. Membran dalam yang bentuknya berbelit-belit seperti labirin yang disebut dengan krista. Di antara membran dalam dan juga membran luar ada sebuah celah sempit yang disebut dengan intermembran space.

Mitokondria berfungsi sebagai tempat respirasi aerop dalam pembentukan ATP dan juga sebagai sumber energi. Karena fungsinya tersebut mitokondria dikenal dengan the power house of cell atau gudang penghasil energi pada sel.

9.Mikrotubulus

Mikrotubulus adalah suatu organel sel yang mengandung molekul-molekul protein yang tersusun secara melingkar seperti pegas. Bentuk mikrotubulus yakni tabung panjang dan tidak  mempunyai cabang serta memiliki sifat kaku sehingga bentuknya tidak berubah-ubah. Mikrotubulus sendiri berfungsi sebgai berikut :

  1. Menjaga tekanan di dalam sel.
  2. Sebagai media transportasi zat.
  3. Membantu replikasi kromosom.

10.Mikrofilamen

Mikrofilamen adalah organel sel yang termasuk sebagai sitoskeleton dan juga berbentuk tabung panjang padat. Mikrofilamen dapat ditemukan dekat dengan membran sel. Organel sel ini tersusun dari benang-benang yang terbuat dari beberapa kumpulan molekul protein dan aktin. Mikrofilamen berfungsi sebagai kerangka yang dapat mempertahankan bentuk sel supaya tidak berubah-ubah.

11.Nukleus (inti sel)

Nukleus atau inti sel yakni organel sel yang terletak di dalam sel Eukariotik dan juga merupakan organel sel yang sangat unik dan penting serta mengandung materi genetik yang berbentuk DNA (deoxyribonucleic acid). DI dalam DNA tersebut biasanya terdapat informasi tentang genetik yang berbetuk polinukleotida. Nukleus berfungsi untuk mengkoordinasi proses metabolisme, misalnya pertumbuhan sel, pembelahan sel, dan sintesis protein.

12.Membran Nukleus atau Selaput Inti (Karioteka)

Membran nukleus terdiri dari dua selaput yaitu selaput luar dan selaput dalam. Di antara dua selaput tersebut terdapat celah sempit yang biasa di sebut dengan perinukleus atau intermembran space. Selaput luar banyak sekali di tempeli oleh ribosom karena terhubung langsung dengan sitoplasma. Nukleus berfungsi sebagai pintu yang dapat menghubungkan antara nukleoplasma dan sitoplasma.

13.Nukleoplasma (Kaliolimfa)

Cairan kental yang mengisi bagian dalam nukleus disebut dengan Nukleoplasma atau Kaliolimfa. Nukleoplasma sendiri tersusun dari asam nukleat (DNA dan RNA), protein , dan juga mineral garam. DNA dan RNA merupakan materi pembawa sifat genetik yang terkandung di dalam nukleoplasma. Jika kedua materi genetik ini bergabung dengan protein yang biasa  disebut dengan nukleoprotein.

Fungsi nukleoplasma di antaranya :

  1. Sebagai suspensi bagi organel sel yang terdapat di dalam nukelus.
  2. Untuk Mempertahankan bentuk nukleus.
  3. Sebagai media transportasi zat-zat yang telah dibutuhkan oleh nukleus.

14.Kromatin dan Kromosom

Kromatin adalah butiran-butiran yang tersebar di dalam Nukleus. Sedangkan kromosom yaitu kromatin yang berubah menjadi benang-benang halus pada saat sel sedang membelah diri. Fungsi kromatin yaitu untuk membawa informasi genetik yang berguna dalam mengendalikan seluruh aktivitas

15.Nukleolus

Nukleolus atau anak inti adalah organel sel yang terdapat di dalam nukleus. Nukleolus memiliki ukuran lebih besar dari kromatin. Komposisi dari Nukleolus sebagian besar terdiri benang-benang halus DNA. Fungsi nukleolus yaitu sebagai tempat berlangsungnya sintesis RNA. Dalam nukleolus tersebut informasi genetik yang dibawa oleh DNA kemudiandiuraikan sehingga menghasilkan rRNA yang nantinya molekul rRNA berfungsi sebagai penyusun organel ribosom dalam sitoplasma.

16.Sitoplasma

Sitoplasma adalah cairan kental mirip dengan gel yang mengisi rongga di dalam sel. Sitoplasma pada umumnya tidak berwarna atau bening dan mengandung 80% air serta mengandung garam sehingga dapat menghantarkan arus listrik dengan baik. Fungsi sitoplasma yaitu sebagai media suspensi bagi partikel-partikel kecil dan juga organel-organel sel. Untuk dapat menyalurkan dan melarutkan zat-zat makanan yang telah dibutuhkan organel-organel sel untuk melakukan aktivitas.

17.Sitosol

Sitosol merupakan cairan kental yang terdiri atas air, garam dan senyawa-senyawa organik. Sitosol ini tersusun atas 70% air dan berisi campuran benang-benang sitoskleton, senyawa organik seperti garam, protein, dan juga asam lemak serta mengandung senyawa anorganik. Fungsi sitosol yaitu sebagai sumber bahan makanan bagi sel dan organel-organel sel dan sebagai tempat terjadinya proses metabolisme seperti sintesis protein dan asam lemak.

18.Peroksisom

Peroksisom adalah organel sel berukuran kecil yang dilapisi membran tunggal. Peroksisom merupakan organel sitoplasma dari sel tumbuhan yang memiliki kandungan enzim oksidatif tertentu. Setidaknya ada 40 enzim yang telah dilapisi oleh membran lipid ganda. Enzim tersebut telah digunakan dalam pemecahan metabolisme asam lemak menjadi gula sederhana. Peroksisom umumnya dapat berinteraksi dengan retikulum endoplasma.

Fungsi peroksisom antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Untuk memecahkan asam lemak menjadi gula.
  2. Untuk mengubah racun menjadi air.
  3. Untuk dapat membantu kloropas dalam proses fotorespirasi.

Baca Juga : Bagian – Bagian Sel