Biografi BJ Habibie : Presiden ke-3 & Bapak Teknologi Indonesia Lengkap

Biografi BJ Habibie – Selain kisah cintanya bersama Ibu Ainun yang merupakan istri sangat dicintai oleh BJ Habibie. BJ Habibie adalah presiden ketiga Republik Indonesia yaitu seorang tokoh yang dikenal karena kecerdasannya. Beliau pernah studi teknik penerbangan dan juga spesialisasi konstruksi pesawat terbang yang berhasil juga merakit pesawat Indonesia pada masa itu juga. Untuk lebih lengkapnya simak penjelasan tentang biografi BJ Habibie berikut ini.

Biografi BJ Habibie

Nama Lengkap adalah Prof. Dr.-Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie

Nama Populer adalah BJ Habibie

Istri adalah Hasri Ainun Besari

Tempat, Tanggal Lahir adalah Pare-pare, 25 Juni 1936

Masa Menjabat Presiden adalah 21 Mei 1998-20 Oktober 1999

Pendidikan adalah SMAK Dago, Bandung, Institut Teknologi Bandung (ITB), RWTH Aachen

Anak adalah Ilham Akbar, Thareq Kemal

Bacharuddin Jusuf Habibie ialah nama lengkap dari BJ Habibie. Beliau lahir pada tanggal 25 Juni 1936 di Kota Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Presiden ketiga Indonesia ini telah menempuh pendidikan SMA di SMAK Dago, Kota Bandung pada tahun 1954. Beliau kemudian melanjutkan pendidikan di ITB (Institut Teknologi Bandung). Namun, hanya beberapa bulan di ITB kemudian Beliau memutuskan untuk mengikuti jejak teman-temannya untuk dapat bersekolah di Jerman.

Namun berbeda dengan yang lainnya, Beliau tidak pernah menggunakan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk dapat melanjutkan kuliahnya di Jerman melainkan dengan menggunakan biaya sendiri dari ibunya yakni R.A. Tuti Marini Puspowardojo.

Mengingat pesan dari Bung Karno tentang pentingnya penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni teknologi maritim dan teknologi dirgantara dikala Indonesia waktu itu masih berkembang akhirnya BJ Habibie diberi kesempatan belajar di Negara Jerman.

Pada waktu itu pemerintah Indonesia dibawah Soekarno gencar membiayai ratusan siswa cerdas Indonesia untuk dapat mengemban pendidikan di luar negeri dan menimba ilmu disana. Habibie adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Kemudian Habibie memilih menggunakan jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi Konstruksi pesawat terbang di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule.

Biografi BJ Habibie : Kehidupan Kuliah di Jerman

Pendidikan yang telah ditempuh BJ Habibie diluar negeri bukan pendidikan kursus kilat akan tetapi merupakan sekolah bertahun – tahun sambil kerja praktek. Sejak awal Habibie memang tertarik dengan adanya how to build commercial aircraft bagi rakyat Indonesia yang menjadi ide Soekarno di masa jabatannya. Darisanalah kemudian muncul perusahaan – perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.

Kemudian ketika BJ Habibie sampai di Negara  Jerman, Habibie mempunyai tekad untuk sungguh – sungguh di perantauan dan harus pulang membawa kesuksesan mengingat jerih payah ibunya yang telah membiayai kuliah dan kehidupan sehari – harinya.

Beberapa tahun kemudian, di tahun 1955 di Aachean, 99% mahasiswa Indonesia yang belajar disana diberikan beasiswa penuh oleh Negara Indonesia pada masa Bung Karno. Hanya beliau yang telah mempunyai paspor hijau atau swasta daripada teman yang lain.

Bagi Habibie yang berada di perantauan, musim liburan bukan liburan bagi beliau justru menjadi kesempatan emas yang harus diisi dengan cara ujian dan juga mencari uang untuk membeli buku. Setelah masa liburan yang sudah berakhir, semua kegiatan dikesampingkan kecuali belajar, belajar, dan belajar.

Berbeda dengan teman – temannya yang lain, mereka lebih banyak menggunakan waktu untuk liburan musim panas untuk bekerja, mencari pengalaman dan uang tanpa mengikuti ujian. Kemudian pada tahun 1960, Beliau mendapat gelar Diploma Ing, dari Technische Hochschule dengan predikat cumlaude (sempurna) yang nilai rata – ratanya yaitu mencapai 9,5.

Dengan gelar insinyur yang sudah didapatkan dan dikantongi kemudian membuat Habibie muda mendaftarkan dirinya untuk bekerja di Firma Talbot yang merupakan sebuah industri kereta api di Negara  Jerman. Kemudian Habibie melanjutkan studinya untuk mendapatkan sebuah gelar Doktor di sebuah fakultas Technische Hochschule Die Facultaet Fure Maschinenwesen Aachen kemudian menikah di tahun 1962 dengan seorang Hasri Ainun Habibie yang kemudian diboyong ke Jerman.

Hidupnya semakin keras di negara Jerman, pada pagi – pagi Habibie harus jalan kaki cepat ke tempat kerjanya yang jauh untuk dapat menghemat biaya hidup kemudian pulang malam hari dan belajar untuk melanjutkan kuliahnya. Memang penuh lika –liku akan tetapi mendapatkan hal yang manis di akhir hidupnya dengan pulang ke Indonesia membuat pesawat Indonesia kemudian menjadi presiden RI tersebut.

Biografi BJ Habibie : Hobi Menunggang Kuda

Habibie mempunyai sebuah kegemaran menunggangi kuda dan juga membaca. Beliau  dikenal cerdas sejak duduk di bangku sekolah dasar, namun Beliau harus kehilangan ayahnya tercinta yang telah meninggal dunia pada 3 September 1950 karena serangan jantung.  Beliau merupakan sosok yang populer sejak sekolah dengan segudang prestasi yang dimilikinya.

Biografi BJ Habibie, Sang Visioner Nan Jenius

Negara Indonesia adalah negara yang kaya. Tak hanya kaya dari segi sumber daya, Indonesia pun juga punya banyak pemuda yang berprestasi dan cerdas dalam segala bidang. Meski begitu, terkadang kurangnya penghargaan akan para anak bangsa nan cerdas ini menjadi kendala bagi mereka untuk mengembangkan diri sehingga memilih mengembangkan diri ke negeri lain.

Dari sekian banyak anak bangsa yang telah berprestasi, pastilah sosok BJ Habibie tidak akan bisa dipisahkan. Biografi BJ Habibie pun banyak dicari karena banyaknya orang yang tertarik akan kisah hidup sang visioner jenius tersebut.

BJ Habibie terkenal karena kecerdasannya yang memang sudah dikenal tak hanya di Indonesia, namun juga di negara lain. Beliau juga pernah menjabat kursi Presiden RI yang ketiga. Kecerdasan BJ Habibie ini pun sudah banyak terbukti yaitu dengan adanya sebuah rumus yang bernama Faktor Habibie dimana rumus ini digunakan untuk menghitung keretakan pesawat dengan akurasi yang tinggi.

BJ Habibie kian disegani karena beliau juga mampu untuk menunjukkan rasa cintanya kepada sang istri yang sudah tervisualisasi dalam sebuah film yang bertajuk Habibi dan Ainun yang dibuat pada beberapa tahun silam. Tidak heran sekali jika kini biografi BJ Habibie banyak dicari untuk lebih mengenal sosok beliau.

Masa kecil BJ Habibie

Biografi BJ Habibie diawali dengan masa kecil beliau. BJ Habibie lahir di Daerah  Pare-Pare yaitu pada 25 Juni 1936 dengan nama Bacharuddin Jusuf Habibie. Ayahnya bernama Alwi Abdul Jalil Habibie adalah seorang ahli pertanian dan berasal dari Gorontalo. Sedangkan sang Ibu bernama R.A.

Tuti Marini Puspowardojo merupakan seorang spesialis mata yang berasal dari Yogyakarta. Habibie adalah anak keempat dari total delapan bersaudara. Habibie juga tumbuh dalam keluarga religius dimana ayah beliau seringkali membacakan ayat suci Al-Qur’an semenjak beliau kecil.

Habibie menyatakan jika ayat suci yang dibacakan ayahnya selalu mampu membuat dirinya tenang. Tak heran jika sang ayah pun kerap membacakan ayat Al-Qur’an untuknya satu sampai dua juz. Kebiasaannya sejak kecil yang sering mendengarkan Al-Qur’an memberikan pengaruh yang positif pada dirinya sehingga ketika Habibie kecil usia 3 tahun, dirinya sudah mampu membaca Al-Qur’an dengan lancar. Sejak kecil memang Habibie sudah dikenal sebagai anak yang cerdas.

Masa Pendidikan BJ Habibie

Membaca biografi BJ Habibie seolah tidak akan lengkap rasanya jika tanpa mengenal latar belakang pendidikan Beliau tersebut. Memasuki usia sekolah, otak Habibie pun kian cerdas. Namun sedihnya dirinya harus ditinggalkan sang ayah ketika usianya masih sangat muda yaitu 14 tahun. Sang ayah meninggal lantaran serangan jantung.

Karena ayahnya selaku kepala keluarga telah meninggal, maka sang Ibulah yang telah menggantikan peran dan berjuang secara ekstra untuk bisa menanggung biaya hidup seluruh anggota keluarga. Pada akhirnya, sang Ibu memutuskan menjual rumah lalu pindah ke Bandung. Habibie muda pun menempuh pendidikannya di SMAK Dago lalu melanjutkan kuliah di ITB yang saat itu bernama Universitas Indonesia Bandung dengan jurusan Teknik Mesin.

Belum selesai kuliahnya di ITB, beliau kemudian mendapat beasiswa dari Mendikbud saat itu untuk bisa melanjutkan pendidikannya di Jerman. Di saat pemerintahan Presiden Soekarno saat itu, pemerintah sedang banyak membiayai para anak bangsa untuk bisa bersekolah ke luar negeri untuk bisa menimba ilmu di sana.

Di antara ratusan pelajar, Habibie saat itu masuk ke rombongan kedua yang khusus dikirim ke negara luar. Di Negara jerman tersebut, Habibie bersekolah di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule dengan jurusan Teknik Penerbangan spesialisasi Konstruksi pesawat terbang.

Pendidikan Habibie di luar negeri ini bukan kursus yang kilat, namun memang pendidikan bertahun-tahun dan disambi dengan bekerja secara praktik. Awalnya, Habibie hanya tertarik untuk membangun pesawat komersial sesuai ide Presiden Soekarno saat itu yang kemudian memunculkan perusahaan PT PAL dan salah satunya IPTN.

Sampai di Jerman, Habibie memang telah bertekad kuat untuk bisa sukses nantinya karena melihat jerih payah dari sang Ibu dalam membiayai pendidikan hingga kehidupannya. Di tahun 1955, mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di sana diberikan beasiswa penuh dan diantara teman yang lain, hanya Habibie yang memiliki paspor swasta atau paspor hijau.

Biografi BJ Habibie di masa pendidikannya belum selesai begitu saja. Semasa liburannya, beliau menjadikannya kesempatan emas untuk bisa belajar, ikut ujian dan juga mencari uang sehingga bisa membeli buku. Namun jika masa libur habis, maka seluruh kegiatannya dikesampingkan dan hanya fokus pada belajar. Hal ini berbeda dengan teman lainnya dimana ketika libur mereka lebih suka bekerja dan mencari pengalaman tanpa memikirkan ujian.

Di tahun 1960, beliau mampu mendapatkan gelar Diploma Ing di Jerman dari Technische Hochschule dan predikatnya adalah Cum Laude atau sempurna dengan nilainya rata-rata adalah 9,5. Dengan mendapatkan gelar Insinyur ini, beliau pun mendaftarkan diri bekerja di Firma Talbot yang merupakan industri kereta api di Jerman. Saat itu, Firma Talbot tersebut sedang butuh wagon dengan volume yang besar.

Hal ini lantaran wagon itu akan mengangkut barang ringan dengan volume besar. Talbot butuh wagon dengan jumlah 1000 dan mendapati persoalan ini, maka Habibie pun berusaha mengaplikasikan cara konstruksi dalam membuat sayap pesawat terbang lalu diterapkan pada wagon yang ternyata membuahkan hasil.

Biografi BJ Habibie tentang pendidikan beliau berlanjut ke gelar doktornya dimana beliau melanjutkan studi ke Technische Hochschule Die Facultaet de Fuer Maschinenwesen Aachen untuk mendapatkan gelar doktor. Di tahun 1962, BJ Habibie menikah dengan Hasri Ainun Habibie lalu memboyongnya ke Jerman. Hidupnya saat itu begitu sulit dimana beliau seringkali harus berjalan kaki ke tempat kerja yang jaraknya jauh demi menghemat dalam pengeluaran uangnya. Selain itu Habibie pun harus pulang malam padahal tetap harus belajar untuk studinya.

Perjuangan yang sama juga dirasakan oleh sang istri dimana beliau harus mengantri untuk bisa mencuci baju di tempat umum agar bisa menghemat pengeluaran uang. Setelah berjuang dengan pendidikannya, BJ Habibie akhirnya bisa mendapatkan gelar Doktor Ingenieur dari Technische Hochschule Die Facultaet de Fuer Maschinenwesen Aachen dengan nilai summa cumlaude dan rata-rata nilainya adalah 10 sehingga sangat sempurna.

Munculnya Rumus Faktor Habibie

Seperti yang sudah dikemukakan di awal tadi dimana menariknya biografi BJ Habibie ini juga karena ada rumus yang diberi nama Faktor Habibie. Rumus yang satu ini dapat menghitung keretakan hingga ke atom pesawat terbang sekalipun sehingga beliau diberi julukan Mr Crack. Di tahun 1967, BJ Habibie mendapatkan gelar Profesor Kehormatan atau Guru Besar dari ITB. Selain itu, dari ITB juga BJ Habibie mendapatkan penghargaan tertinggi yakni Ganesha Praja Manggala.

Dengan segala kejeniusan yang dimilikinya, tak heran jika beliau mendapatkan banyak pengakuan dari lembaga kelas internasional mulai dari Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt, yakni lembaga penerbangan di Jerman, The Royal Aeronautical Society London yang ada di Inggris, The Academie Nationale de l’Air et de l’Espace dari Prancis, The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences dari Swedia dan bahkan The US Academy of Engineering dari Amerika Serikat.

BJ Habibie juga pernah mendapatkan penghargaan yang amat bergengsi yaitu Edward Warner Award serta Award von Karman dimana penghargaan ini hampir setara penghargaan Hadiah Nobel.

Langkah dari sang visioner ini memang banyak dikagumi, namun banyak juga yang jadi kontroversi. Tiap kali BJ Habibie yang juga peraih penghargaan Theodore van Karman Award yang bergengsi ini mengunjungi Jerman, maka beliau tak pernah luput dari pemberitaan di sana.

Jika dilihat lagi, BJ Habibie hanya kuliah di ITB setahun saja lalu 10 tahun melanjutkan pendidikannya ke Jerman lalu bekerja di MBB Gmbh Jerman yang merupakan industri penerbangan terkemuka. Setelah itu beliau kembali ke Indonesia memenuhi panggilan dari Presiden Indonesia, Soeharto saat itu.

Kembalinya BJ Habibie ke Indonesia

Biografi BJ Habibie masih tetap berlanjut setelah beliau kembali ke Indonesia. Di Indonesia sendiri, Habibie kemudian menjabat sebagai Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT selama 20 tahun dan memimpin perusahaan BUMN Industri Strategis selama 10 tahun. Di tahun 1995, beliau berhasil memimpin proyek pembuatan pesawat yang diberi nama N250 Gatot Kaca dimana menjadi pesawat yang dibuat pertama oleh Indonesia.

Pesawat yang dirancang oleh BJ Habibie ini bukanlah pesawat yang dibuat secara asal-asalan melainkan sudah dipikir dan didesain matang dengan ilmu yang dimiliki oleh BJ Habibie. Pesawat yang diciptakannya ini sudah bisa dibilang mampu terbang tanpa oleng berlebihan dengan teknologi canggih dan terdepan kala itu dan bahkan sudah dipersiapkan untuk bisa 30 tahun ke depan.

Untuk melengkapi desain awalnya saja, BJ Habibie butuh waktu selama 5 tahun. Pesawat ini juga menjadi satu-satunya pesawat yang turboprop di dunia dimana menggunakan teknologi Fly By Wire.

Saat itu pesawat N250 Gatot Kaca ini telah terbang hingga 900 jam dan selangkah lagi bisa masuk sertifikasi untuk Federal Aviation Administration. DI zamannya, PT IPTN sudah membangun pabrik pesawat hingga ke Amerika dan Eropa demi bisa menjaring pasaran di negara itu. Meski begitu banyak yang memandang remeh pada pesawat buatan asli Indonesia tersebut. Di bawah komando BJ Habibie, IPTN berhasil mempekerjakan hingga 16.000 orang.

Namun sialnya, ketika IPTN sedang berjaya, justru Presiden Soeharto memerintahkan penutupan IPTN beserta industri strategis lain karena alasan krisis moneter di tahun 1996 sampai 1998. Sebanyak 16.000 karyawan IPTN pun menyebar secara terpaksa ke pabrik pesawat di negara lain demi mencari rezeki di wilayah Brazil, Kanada, Eropa hingga Amerika. Parahnya lagi, justru Indonesia yang membeli pesawat dari negara tersebut. Sungguh disesalkan.

Biografi BJ Habibie di masa jabatan presiden

Setelah IPTN ditutup, BJ Habibie kala itu masih menjadi Menteri Riset dan Teknologi. Beliau kemudian diangkat menjadi Wakil Presiden di tanggal 14 Maret 1998 untuk mendampingi Presiden Soeharto. Namun hanya beberapa bulan setelah beliau menjabat, gejolak politik pun tak bisa terhindarkan dan mencapai puncaknya. Presiden Soeharto yang sudah bertahta di kursi presiden selama puluhan tahun akhirnya lengser dengan pengunduran dirinya pada 21 Mei 1998.

Lengsernya Presiden Soeharto pun secara otomatis menjadikan BJ Habibie secara resmi menggantikannya menempati kursi nomor satu di Indonesia. Beliau menjadi Presiden ketiga di RI. BJ Habibie hanya menjabat sekitar satu tahun saja dimana beliau justru mewarisi kondisi saat Indonesia sedang dalam masa rusuh dan banyak wilayah yang ingin melepaskan diri dari Indonesia. Kondisi Indonesia saat itu memang betul-betul memprihatinkan.

Meski begitu BJ Habibie tetap berusaha untuk membangun kembali Indonesia. Beberapa keputusan penting yang dilakukan adalah dengan lahirnya UU tentang Otonomi Daerah. Beliau pun mampu membebaskan rakyatnya untuk beraspirasi sehingga Indonesia bisa membuat banyak partai politik baru yang muncul. Mata uang Indonesia di mata asing saat itu yang mencapai 15 ribu rupiah per dolar bisa ditekannya menjadi hanya di bawah 10 ribu rupiah saja. Beliau punmampu melikuidasi bank bermasalah kala itu.

Namun BJ Habibie pun dipaksa lengser saat itu setelah adanya sidang umum MPR di tahun 1999. Pidato pertanggungjawaban yang diberikannya ditolak MPR dengan alasan Timor Timur yang lepas dari Indonesia saat itu. Setelah jabatannya lepas, KH Abdurrahman Wahid menjadi Presiden penggantinya. BJ Habibie pun sudah kembali menjadi warga negara Indonesia biasa dan kembali bermukim di Jerman meski sesekali pulang ke Indonesia.

Meninggalnya Sang Istri Tercinta

Setelah kabarnya lama tak terdengar, di tanggal 22 Mei 2010 ada kabar mengejutkan dimana sang istri yang setia mendampinginya yakni Hasri Ainun Habibie telah meninggal dunia di Jerman karena penyakit kanker ovarium yang dideritanya.

Ibu Ainun meninggal di hari Sabtu pukul 17.30 waktu Jerman. Kepastian meninggalnya Ibu Ainun ini diperoleh dari Ali Mochtar Ngabalin selaku mantan anggota DPR yang juga wakil keluarga dari BJ Habibie. Hal ini menjadi duka yang amat mendalam bagi sang mantan Presiden RI itu.

Bagi BJ Habibie, Ibu Ainun adalah segalanya bagi beliau. Beliau pernah berkata jika Ibu Ainun adalah mata untuk bisa melihat hidupnya. Ibu Ainun juga merupakan pengisi kasih di hidupnya baik di kala susah hingga senang sekalipun. Selama 48 tahun menikah, BJ Habibie dan Ainun tidak pernah terpisah.

Ibu Ainun selalu mengikuti kemanapun BJ Habibie pergi dengan rasa sabar dan kasih sayang yang penuh. Bahkan BJ Habibie sendiri tidak tahu menahu akan kanker overium yang diidap oleh sang istri dan hanya tahu 3 hari sebelum Ibu Ainun meninggal lantaran Ibu Ainun tak pernah mengeluh. Betapa terluka hati BJ Habibie saat itu.

Biografi BJ Habibie Dibentuk Dalam Sebuah Film

Perjuangan BJ Habibie sebagai anak bangsa yang selalu berusaha untuk menggapai cita-cita demi kemajuan pembangunan Indonesia memang penuh liku tajam kehidupan. Banyak sekali pengalaman hidupnya yang bisa dijadikan pelajaran mulai dari kerja kerasnya ketika bersekolah di Jerman, perjuangan di kancah politik, hingga cinta setia dan penuh kasihnya bersama sang istri yang tiada tara menjadikan kisahnya sangat layak untuk bisa diketahui seluruh bangsa Indonesia yang dibentuk ke dalam sebuah film bertajuk Habibie dan Ainun.

Film biografi BJ Habibie ini tayang di awal Desember 2012 lalu dengan mengangkat kisah nyata sang visioner beserta romansa kehidupan cintanya yang penuh haru biru dan perjuangan dari mulai remaja hingga Ibu Ainun meninggal dunia. Film yang disutradari oleh Hanung Bramantyo dan Faozan Rizal ini dibintangi artis papan atas Indonesia Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari. Film ini berhasil menarik penonton hingga berjumlah 4,5 juta lebih sehingga menjadi salah satu film Indonesia terlaris sepanjang masa.

Itulah sedikit penjelasan tentang biografi BJ Habibie, Presiden ketiga Negara Indonesia. Biografi BJ Habibie termasuk biografi tokoh paling laris dalam sejarah biografi. Biografi BJ Habibie banyak dituangkan dalam bentuk buku, film, dll. Salah satu film biografi BJ habibie adalah Habibie Ainun. Semoga biografi BJ Habibie ini dapat memberimu semangat dan terus menginspirasi.

 

Biografi RA Kartini: Pahlawan Emantisipasi Wanita Indonesia {Lengkap}

Biografi RA Kartini – Siapa yang tidak mengenal Biografi RA Kartini, Beliau adalah salah satu pahlawan wanita Indonesia yang rela berjuang demi rakyat pada masa penjajahan. Beliau dikenang sebagai wanita terdidik yang telah memperjuangkan emansipasi wanita Indonesia. Biografi RA Kartini sendiri sangatlah patut untuk dikenang dan juga diingat. Mulai dari beliau kecil hingga wafat Beliau.

Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat atau yang lebih dikenal dengan nama RA Kartini mempunyai harapan atas kesamaan gender pada waktu itu. Karena dahulu, wanita tidak dihargai sehingga tidak mendapatkan pendidikan yang begitu layak. Dimana wanita hanya ditugaskan untuk mengurus suami, anak dan memasak di rumah saja.

Dengan kegigihannya, RA Kartini berjuang agar wanita tidak ditindas dan dapat sejajar dengan pria. Untuk mengenang jasa beliau, berikut ini adalah biografi RA Kartini yang dapat kita teladani dan juga menjadi sebuah panutan terutama buat para kaum hawa.

Kelahiran RA Kartini

Biografi RA Kartini tentunya dimulai dari kelahiran beliau. RA Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879 di kota ukir yaitu kota Jepara. Dimana hari lahir inilah yang telah diperingati oleh masyarakat Indonesia sebagai hari Kartini. Hal ini dimaksudkan untuk dapat menghormati jasa beliau karena dengan gigih melindungi rakyat Indonesia.

Kartini lahir di tengah-tengah keluarga bangsawan Jawa lainnya. Sehingga beliau mendapat gelar RA yang artinya adalah Raden Ajeng. Kemudian setelah Beliau menikah, gelar berubah menjadi Raden Ayu.

Keluarga RA Kartini

Setelah membahas sedikit tentang kelahiran Beliau yang kedua yaitu Biografi RA Kartini yang  membahas tentang keluarga beliau. Kartini adalah putri pertama dari istri pertama Raden Adipati Ario Sosroningrat. Ayahnya adalah putra Pangeran Arion Tjondronegoro IV. Sedangkan ibunya bukanlah istri utama dari sang Ayah tersebut meskipun posisinya sebagai istri pertama.

Ibunya bernama MA Ngasirah yang merupakan anak dari seorang Kiyai di Telukawur, Surabaya Jawa Timur. MA Ngasirah bukanlah seorang putri dari keturunan bangsawan. Sedangkan pada masa kolonial Belanda, terdapat peraturan bahwa seorang Bupati harus menikah dengan seorang bangsawan.

Akhirnya ayah Kartini menikahi Raden Adjeng Woerjan yang merupakan bangsawan dari Raja Madura tersebut. Setelah pernikahannya inilah, kemudian ayah Kartini diangkat menjadi bupati Jepara tepat setelah Kartini dilahirkan.

Kehidupan RA Kartini

Kakek Kartini adalah bupati pertama yang memberikan pendidikan Berat kepada anak-anaknya. Kartini sendiri adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara baik kandung maupun tiri. Sedangkan dari saudara sekandungnya, Kartini adalah putri tertua.

Kartini kemudia diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School) hingga usia 12 tahun. Beliau disana belajar bahasa Belanda.

Akan tetapi, di umur 15 tahun beliau harus tinggal di rumah karena sudah dapat dipingit. Dengan kepandaiannya dalam berbahasa Belanda, beliau mulai belajar menulis surat kepada teman-teman korespondensi dari Belanda. Salah satu teman yang mendukung Kartini ialah Rosa Abendanon.

Dimulai dari belajar menulis dan sharing dengan teman-teman Belanda inilah Kartini mulai tertarik dengan pola pikir perempuan Negara Eropa. Beliau mempelajari hal ini melalui surat kabar, majalah hingga buku-buku. Kemudian beliau mulai berusaha untuk memajukan perempuan Indonesia yang masih mempunyai status sosial rendah saat itu.

Banyak buku serta majalah dari kebudayaan Eropa yang dia baca. Bahkan di usianya yang baru umur 20 tahun, beliau sudah membaca karya-karya yang berbahasa Belanda. Sehingga beliau memiliki pengetahuan yang luas tentang ilmu pengetahuan serta kebudayaan.

Selanjutnya, Kartini mulai memperhatikan masalah emansipasi wanita dengan membandingkan wanita Eropa dengan wanita Negara Indonesia. Dan baginya seorang wanita harus memperoleh persamaan, kebebasan serta otonomi serta kesetaraan hukum yang adil.

Pernikahan Hingga Wafatnya RA Kartini

Di usia 24 tahun, tepatnya pada tanggal 12 November 1903, Kartini disuruh menikah dengan Bupati Rembang yakni K.R.M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Suami Kartini ini telah mempunyai tiga orang istri.

Suami Kartini memberikan pengertian tentang keinginan Kartini. Bahkan beliau membebaskan serta mendukung Kartini untuk mendirikan sebuah sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang perkantoran Rembang. Yang kini telah menjadi gedung pramuka.

Dari pernikahannya tersebut, RA Kartini dikaruniai seorang putra bernama Soesalit Djojoadhiningrat pada tanggal 13 September 1904. Namun empat hari setelah melahirkan, yaitu pada usia 25 tahun, Kartini meninggal. Beliau dimakamkan di sebuah Desa Bulu, Rembang.

Yayasan Kartini Dan Penghargaan Untuk RA Kartini

Pada tahun 1912, Yayasan Kartini di Semarang mendirikan sebuah sekolah wanita. Yang kemudian disusul di daearah Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Sekolah yang diberi nama Sekolah Kartini ini didirikan oleh seorang keluarga Van Deventer,tokoh Politik Etis.

Setelah Kartini wafat, Menteri Kebudayaan, Agama dan Kerajinan Hindia-Belanda yakni Mr. J. H. Abendanon mengumpulkan surat-surat yang telah dikirimkan Kartini kepada teman-temannya di Eropa. Setelah dikumpulkan, surat-surat ini kemudian dibukukan dengan judul Door Duisternis tot Licht yang berarti Habis Gelap Terbitlah Terang.

Dengan terbitnya surat – surat dai R A Kartini ini menarik perhatian masyarakat Belanda. Pemikiran Kartini merubah pandangan masyarakat Belanda terhadap perempuan yang berada di Jawa. Tidak hanya itu, beliau juga menjadi seorang inspirasi bagi tokoh kebangkitan nasional Indonesia. Sehingga  dibuatkannya lagu Ibu Kita Kartini oleh W.R Soepratman.

Pada tanggal 2 Mei 1964, Presiden Soekarno mengeluarkan keputusan yang berisi tentang penetapan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Juga menetapkan tanggal 21 April menjadi Hari Kartini.

Buku Karangan RA Kartini

Buku karangan R.A. Kartini

“Habis Gelap terbitlah terang”
Diterbitkan oleh Balai Pustaka Djakarta  th.1963
Tebal:  234 halaman plus.
Kondisi buku: sangat bagus untuk sebuah buku tua, halaman lengkap, sampul bagus.
Buku Kartini yang jadul (bukan edisi masa kini) adalah buku yang cukup langka.
“Door Duisternis tot Licht” – “Habis Gelap Terbitlah Terang”, itulah judul buku dari kumpulan surat-surat Raden Ajeng Kartini yang terkenal hingga sekarang. Sura;t-surat yang telah dituliskan kepada sahabat-sahabatnya di negeri Belanda itu kemudian menjadi bukti betapa besarnya keinginan dari seorang Kartini untuk dapat melepaskan kaumnya dari diskriminasi yang sudah membudaya pada zamannya.

Di era Kartini, akhir abad 19 sampai awal abad 20, wanita-wanita di Negara Indonesia ini belum memperoleh kebebasan dalam berbagai hal. Mereka belum diijinkan untuk memperoleh pendidikan yang tinggi seperti pria bahkan belum diijinkan untuk menentukan jodoh atau suami sendiri, dan lain sebagainya.

Kartini yang merasa tidak bebas untuk menentukan pilihan bahkan merasa tidak memiliki pilihan sama sekali karena dilahirkan sebagai seorang wanita, juga selalu diperlakukan beda dengan saudara maupun teman-temannya yang pria, serta perasaan iri dengan kebebasan wanita-wanita Belanda, akhirnya menumbuhkan keinginan dan tekad di hatinya untuk dapat mengubah kebiasan kurang baik itu.

Pada saat itu, Raden Ajeng Kartini yang lahir di daerah Jepara, Jawa Tengah pada tanggal 21 April 1879, ini sebenarnya sangat menginginkan dapat memperoleh pendidikan yang lebih tinggi, namun sebagaimana kebiasaan saat itu dia pun tidak diizinkan oleh orang tuanya.

Dia hanya sempat memperoleh pendidikan sampai E.L.S. (Europese Lagere School) atau tingkat sekolah dasar. Setamat E.L.S, Kartini pun dipingit sebagaimana kebiasaan maupun adat-istiadat yang berlaku di tempat kelahirannya dimana setelah seorang wanita menamatkan sekolah di tingkat sekolah dasar, gadis tersebut harus menjalani masa pingitan sampai tiba saatnya untuk menikah.

Merasakan hambatan demikian, Kartini remaja yang banyak bergaul dengan orang-orang terpelajar serta gemar membaca buku khususnya buku-buku mengenai kemajuan wanita seperti karya-karya Multatuli “Max Havelaar” dan karya tokoh-tokoh pejuang wanita di Negara Eropa, mulai menyadari betapa tertinggalnya wanita sebangsanya apabila dibandingkan dengan wanita bangsa lain terutama wanita Eropa.

Dia merasakan sendiri bagaimana ia hanya diperbolehkan sekolah sampai tingkat sekolah dasar saja padahal dirinya merupakan anak seorang Bupati. Hatinya merasa sangat sedih melihat kaumnya dari anak keluarga biasa yang tidak pernah disekolahkan sama sekali.

Sejak saat itu, dia pun berkeinginan serta bertekad untuk dapat memajukan wanita bangsanya, Indonesia. Dan langkah untuk memajukan itu menurutnya dapat dicapai melalui pendidikan. Untuk merealisasikan cita-citanya itu, dia mengawalinya dengan mendirikan sebuah sekolah untuk anak gadis di daerah kelahirannya, Jepara. Di sekolah tersebut diajarkan pelajaran menjahit, menyulam, memasak, dan juga sebagainya. Semuanya itu diberikannya tanpa memungut bayaran alias cuma-Cuma atau gratis.

Bahkan demi cita-cita mulianya itu, dia sendiri berencana untuk mengikuti Sekolah Guru di Negeri Belanda dengan maksud agar dirinya dapat menjadi seorang pendidik yang lebih baik. Beasiswa dari Pemerintah Belanda pun telah berhasil diperolehnya, namun keinginan tersebut kembali tidak tercapai karena larangan orangtuanya. Guna mencegah kepergiannya tersebut, orangtuanya pun memaksanya menikah pada saat itu dengan Raden Adipati Joyodiningrat, seorang Bupati di Rembang.

Berbagai rintangan tidak menyurutkan semangatnya tersebut, bahkan pernikahan sekalipun. Setelah menikah, dia masih mendirikan sekolah di Rembang di samping sekolah di Jepara yang sudah didirikannya sebelum menikah tersebut. Apa yang dilakukannya dengan sekolah itu kemudian diikuti oleh wanita-wanita lainnya dengan cara mendirikan ‘Sekolah Kartini’ di tempat masing-masing seperti di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, dan juga Cirebon.

Setelah meninggalnya RA Kartini, surat-surat tersebut kemudian dikumpulkan dan diterbitkan menjadi sebuah buku yang dalam bahasa Belanda berjudul Door Duisternis tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang). Apa yang terdapat dalam buku itu sangat berpengaruh besar dalam mendorong kemajuan wanita Indonesia karena isi tulisan tersebut telah menjadi sumber motivasi perjuangan bagi kaum wanita Indonesia di kemudian hari.

Apa yang sudah dilakukan RA Kartini sangatlah besar pengaruhnya kepada kebangkitan bangsa Indonesia ini. Mungkin akan lebih besar dan juga lebih banyak lagi yang akan dilakukannya seandainya Allah memberikan usia yang panjang kepadanya. Namun Allah menghendaki lain, Beliau meninggal dunia di usia muda, usia 25 tahun, yaitu pada tanggal 17 September 1904, ketika melahirkan putra pertamanya.

Mengingat besarnya jasa Kartini pada bangsa ini maka atas nama negara, pemerintahan Presiden Soekarno, Presiden Pertama Republik Indonesia mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964 yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini yaitu pada tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.

5 Teladan Dari RA Kartini

RA Kartini adalah pahlawan wanita yang sangat berani. Apalagi dalam urusan memberdayakan perempuan. Biografi RA Kartini sangat baik, terutama dari sifat-sifat beliau. Berikut ini adalah 5 teladan RA Kartini yang patut untuk ditiru dan juga dicontoh oleh kaum hawa tetapi juga oleh kaum laki-laki :

1. Sederhana

Raden Mas Adipati Sosroningrat selaku ayah RA Kartini adalah bupati Jepara pada saat itu. Meskipun berasal dari kalangan bangsawan, namun RA Kartini tidak berpangku tangan serta diam saja di rumah. Beliau bergaul dan berteman dengan siapapun, sehingga beliau dikenal sebagai perempuan yang merakyat oleh kaumnya.

RA Kartini juga sangat menolak keras perilaku para bangsawan lainnya, yang mana mereka telah menggunakan derajat dan status untuk menindas kaum di bawahnya. Hal inilah yang membuat beliau sangat disenangi oleh rakyatnya.

RA Kartini mempunyai sifat kesederhanan yang patut diacungi jempol. Beliau tidak pernah berfoya-foya atau bermewah-mewahan. Bahkan ketika menikah, beliau tidak pernah mengenakan baju mewah pernikahan dan tidak menggelar pesta.

2. Berani Dan Optimis

Pada zaman dahulu, RA Kartini pernah ditentang oleh masyarakat sekitar karena mempunyai pandangan yang berbeda tentang perempuan. Kartini menganggap bahwa perempuan harus keluar rumah, belajar serta mengejar cita – cita. Bukan hanya berada di dalam rumah sehingga menutup kesempatan bagi perempuan untuk dapat melihat dunia. Atau yang disebut dengan budaya pingit.

Hal itu membuat beliau berani untuk membuka sebuah tempat belajar khusus untuk mendidik perempuan dan anak-anak. Tidak hanya itu, beliau sangat optimis bahwa tindakannya akan memberikan dampak yang besar di masa depannya.

Dan terbukti hingga saat kini, bahwa beliau masih selalu dikenang dengan karya-karya terbaik yang pernah diberikan untuk Indonesia khususnya untuk perempuan Indonesia.

3. Mandiri / Independen

Teladan RA Kartini yang dapat kita tiru yaitu sifat mandiri beliau. Beliau dapat mencari cara agar beliau dapat berpengaruh bagi sekitarnya. Padahal pada saat itu beliau masih dalam keadaan dipingit.

Meskipun tidak disekolahkan hingga tinggi-tinggi, beliau tetap belajar dengan caranya sendiri. Yakni dengan menulis surat kepada para sahabat penanya. Serta belajar pengalaman dari para sahabatnya. Alhasil, beliau dapat membangun sekolah Perempuan Pertama di tanah Jawa.

4. Cerdas Dan Berwawasan Luas

Sejak berkirim surat dengan sahabat penanya yang berada di luar negeri atau di eropa, wawasannya menjadi terbuka. Beliau semakin berfikir bahwa perempuan juga mempunyai hak yang sama dengan laki – laki. Baik dalam hal pendidikan, bekerja serta berpendapat.

Tidak hanya belajar melalui teman penanya, beliau juga belajar dari semua hal yang dialaminya tersebut. Kemudian dengan jiwa pendidik nya itu lah beliau mengajarkan kepada anak-anak didiknya. Mulai dari baca tulis, memasak, melukis, menjahit dan serta masih banyak lagi. Semua beliau tularkan kepada anak-anak dan perempuan Indonesia.

5. Inspiratif

Semua yang telah dilakukan oleh RA Kartini menunjukkan keihklasan serta kesungguhannya. Siapa yang akan menyangka jika tindakan yang dilakukannya di masa lalu akan dapat menginspirasi kita hingga sekarang.

Beliau menularkan pandangan baru kepada orang sekitarnya sehingga mampu membuat orang lain untuk melakukan sesuatu. Semua hal positif yang telah dilakukan oleh Beliau sangat berdampak baik kepada kita sekarang.

Nah, itulah biografi RA Kartini secara lengkap beserta teladan-teladan yang dapat kita ikuti. Semoga dengan mengetahui biografi RA Kartini, kita menjadi generasi penerus yang mempunyai sifat-sifat RA Kartini.

Sampai pada saat ini kita tahu bahwa jasa RA Kartini sangatlah besar bagi Bangsa ini. Kalau RA Kartini pada jaman itu saja dapat memberikan sesuatu yang besar bagi Bangsa, apalagi kita yang hidup dengan berbagai kemudahan serta teknologi begitu canggih. Seharusnya kita juga mampu untuk  memberikan sesuatu yang besar bagi Bangsa ini. Sekian dan Terimakasih….

 

 

Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}

Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}

Biografi Soekarno – Profil atau Biografi Soekarno, Beliau dikenal sebagai Proklamator dan juga Presiden Pertama Indonesia. Bersama dengan Mohammad Hatta atau Bung Hatta, Soekarno yang dikenal sebagai founding father atau Bapak Bangsa Indonesia.

Soekarno adalah salah satu sosok yang banyak dikagumi di Indonesia sampai sekarang. Kisah sepak terjang sang proklamator dan juga presiden pertama Indonesia ini sangat menarik untuk disimak pada bahasan berikut ini. Berikut profil dan Biografi singkat mengenai Soekarno atau Bung Karno.

Biografi Soekarno

Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}
Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}

Nama Lengkap : Dr. Ir. H. Soekarno

Nama Kecil : Koesno Sosrodihardjo

Nama Panggilan : Bung Karno, Soekarno, Pak Karno

Lahir : Surabaya, 6 Juni 1901

Wafat : Jakarta, 21 Juni 1970

Orang Tua : Soekemi Sosrodihardjo (Ayah), Ida Ayu Nyoman Rai (Ibu),

Istri : Oetari, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Kartini Manopo, Ratna Sari Dewi, Haryati, Yurike Sanger, Heldy Djafar

Anak : Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra, Taufan Soekarnoputra, Bayu Soekarnoputra, Totok Suryawan Soekarnoputra, Karina Kartika Sari Dewi Soekarno, Ayu Gembirowati

Biografi Soekarno Singkat

Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}
Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}

Ir Soekarno atau Bung Karno dilahirkan di Surabaya tepatnya pada tanggal 6 Juni 1901 dengan nama asli bernama Koesno Sosrodihardjo, karena sering sakit yang mungkin disebabkan karena namanya tidak sesuai maka Beliau kemudian berganti nama menjadi Soekarno.

Ayah Bung Karno bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibu bernama Ida Ayu Nyoman Rai. Orang tuanya bertemu di Bali ketika ayahnya menjadi guru di Bali dan ibunya adalah seorang bangsawan di Bali. Soekarno diketahui mempunyai saudara atau kakak kandung perempuan bernama Sukarmini.

Masa Kecil Soekarno

Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}
Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}

Mengenai kisah hidup Bung Karno, semasa kecilnya beliau tidak tinggal bersama dengan orang tuanya yang berada di Blitar. Beliau tinggal bersama kakeknya yang bernama Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur.

Soekarno bahkan sempat bersekolah disana walaupun tidak sampai selesai ikut bersama dengan orang tuanya pindah ke sebuah desa di Mojokerto.

Di Mojokerto tersebut, Soekarno kemudian di sekolahkan di Eerste Inlandse School dimana ayahnya juga bekerja disitu sebagai seorang guru. Namun Beliau dipindahkan tahun 1911 ke ELS (Europeesche Lagere School) yang setingkat sekolah dasar untuk dipersiapkan masuk di HBS (Hogere Burger School) di Surabaya.

Setelah tamat dan juga bersekolah di HBS tahun 1915, Soekarno kemudian tinggal di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau H.O.S Cokroaminoto yang merupakan kawan dari ayah Soekarno tersebut.

Masa Remaja Soekarno

Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}
Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}

Beliau yaitu H.O.S Cokroaminoto dikenal sebagai pendiri dari Serikat Islam (SI). Di rumah Cokroaminoto lah Soekarno berkenalan dengan para pemimpin Sarekat Islam (SI) seperti Haji Agus Salim dan juga Abdul Muis.

Dalam Biografi Soekarno yang banyak ditulis di buku sejarah Indonesia, disebutkan bahwa Soekarno akrab dengan Muso, Alimin, Darsono dan Semaun yang kelak dikenal sebagai tokoh berhaluan kiri.

Serta Kartosuwiryo yang kelak mendirikan Darul Islam dan juga memimpin pemberontakan melawan Soekarno, meskipun pada akhirnya Soekarno sendiri yang telah menandatangani persetujuan eksekusi mati terhadap Kartosuwiryo yang menjadi sahabatnya ketika masih muda.

Mereka bersama-sama tinggal di rumah H.O.S Cokroaminoto untuk menimba ilmu dan belajar berorganisasi melalui Sarekat Islam (SI) tersebut. Disinilah jiwa nasionalisme Bung Karno akan bangsa Indonesia menjadi sangat besar.

Soekarno juga sempat ikut dalam organisasi pemuda Pada tahun 1918 yang bernama Tri Koro Darmo yang kemudian berubah nama menjadi Jong Java. Soekarno bahkan aktif sebagai penulis di koran harian bernama Oetoesan Hindia yang dikelola oleh Cokroaminoto tersebut.

Di rumah Cokroaminoto sendiri, Soekarno muda mulai belajar berpolitik dan juga belajar berpidato meskipun cenderung beliau lakukan sendiri di depan cermin di kamarnya. Di sekolahnya yakni Hoogere Burger School atau HBS, Soekarno mendapat banyak ilmu pengetahuan.

Pada tahun 1921 setelah lulus dari Hoogere Burger School atau HBS, Soekarno muda kemudian pindah ke Bandung dan kemudian tinggal dirumah Haji Sanusi, disini Soekarno kemudian akrab dengan Douwes Dekker, Tjiptomangunkusumo, dan juga Ki Hajar Dewantara.

Soekarno kemudian masuk ke Technische Hoogeschool (THS) dengan mengambil jurusan teknik sipil. Technische Hoogeschool (THS) kelak berubah menjadi ITB (Institut Teknologi Bandung) seperti  halnya sekarang. Di tahun yang sama yaitu pada tahun 1921, Soekarno menikah dengan Siti Oetari anak sulung dari H.O.S Cokroaminoto.

Soekarno sempat berhenti kuliah setelah dua bulan masuk di THS namun di tahun 1922 beliau mendaftar lagi dan kemudian mulai kuliah dan kemudian lulus pada tanggal 25 Mei 1926 dengan gelar Ir (Insinyur).

Tamat dari THS, Soekarno mendirikan Biro Insinyur tahun 1926 bersama Ir. Anwari  yang kemudian bergerak pada bidang desain dan rancang bangunan. Beliau juga bekerja sama dengan Ir. Rooseno merancang dan membangun rumah.

Selama di kota kembang Bandung, Soekarno mendirikan Algemeene Studie Club (ASC) yang kemudian menjadi cikal bakal dari Partai Nasional Indonesia yang berdiri pada tanggal 4 Juli 1927 silam.

Disinilah Soekarno atau bung karno kemudian mulai mengamalkan ajaran Marhaenisme. Tujuan dari pembentukan partai Nasional Indonesia yaitu agar bangsa Indonesia dapat merdeka dan terlepas dari Jajahan Belanda.

Dipenjara Oleh Pemerintah Kolonial

Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}
Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}

Dari keberanian seorang Soekarno inilah kemudian pemerintah kolonial Belanda menangkapnya di Yogyakarta dan juga memasukkannya ke penjara Banceuy di Bandung. Kemudian pada tahun 1930, Soekarno dipindahkan ke penjara Suka Miskin.

Dalam penjara ini kebutuhan hidupnya semua berasal dari istrinya yang setia menemaninya yakni Inggit Ganarsih yang menikah dengan Soekarno pada tahun 1923 yang sebelumnya Soekarno telah menceraikan Siti Oetari secara baik-baik pada saat masih di Bandung.

Inggit yang juga dibantu oleh kakak Soekarno bernama Sukarmini sering membawakan makanan kepada Soekarno ketika beliau di penjara Suka Miskin, hal itulah yang kemudian membuat pengawasan di penjara Suka Miskin makin diperketat.

Menurut Biografi Presiden Soekarno dari beberapa sumber, beliau dikenal belanda sebagai seorang tahanan yang mampu menghasut orang lain agar berpikir untuk merdeka sehingga ia kemudian dianggap cukup berbahaya.

Beliau kemudian diisolasi dengan tahanan elit tujuannya agar tidak bisa mendapatkan informasi yang berasal dari luar penjara tersebut. Tahanan elit ini sebagian besar merupakan warga Belanda yang memiliki kasus seperti penggelapan, korupsi dan juga penyelewengan.

Inilah yang menjadi tujuan Belanda agar mendapatkan topik pembicaraan mengenai bagaimana caranya untuk memerdekakan Indonesia tidak sesuai karena rata-rata tahanan elit yang bersama Soekarno yaitu orang Belanda.

Topik yang biasa beliau dengar sama sekali tidak penting seperti soal makanan dalam penjara dan juga cuaca. Selama berbulan-bulan di Suka Miskin mengakibatkan Soekarno putus komunikasi dengan teman-teman seperjuangannya, namun itu bukanlah hal yang sulit baginya untuk mendapatkan sebuah informasi dari luar.

Akhirnya Soekarno menemukan ide baru, dimana beliau menggunakan telur sebagai media untuk berkomunikasi dengan istrinya tersebut.

Jika teman Soekarno mengalami musibah maupun mendapat kabar buruk maka telur yang dibawa oleh istrinya yaitu telur asin, itupun beliau hanya dapat menduga-duga sebab beliau tidak tahu secara pasti apa yang terjadi diluar sana.

Untuk berbicara dengan Inggit, Soekarno diawasi secara ketat dan juga barang bawaan yang dibawa oleh inggit dari luar penjara selalu diperiksa secara teliti oleh penjaga penjara tersebut.

Kemudian Soekarno dan inggit akhirnya menemukan cara yang dianggapnya paling mudah dalam berkomunikasi agar tidak diketahui oleh Belanda yaitu dengan media yang sama sebelumnya yakni Telur dimana cara yang digunakan sedikit berbeda yakni dengan menusuk jarum ke telur.

Jika satu tusukan pada telur berarti adanya sebuah  kabar baik, jika tusukan sebanyak dua kali pada telur artinya seorang teman Soekarno tertangkap namun jika terdapat tiga tusukan berarti aktivis kemerdekaan yang ditangkap cukup besar.

Selama berada dipenjara, orang tuanya tidak pernah sekalipun mengunjungi Soekarno alasannya yaitu orang tua Soekarno tidak sanggup melihat Soekarno dipenjara, beliau kurus dan juga hitam selama berada di penjara karena itulah yang menurut ibu Wardoyo sehingga orang tua soekarno tidak mau menjenguk Soekarno.

Agar orang tuanya tidak panik Soekarno sering beralasan bahwa Beliau sering bekerja dibawah teriknya sinar matahari sehingga kulit-kulitnya menghitam selain itu dalam penjara Beliau ingin memanaskan tulang-tulangnya karena dalam penjara, ruangannya sangat gelap, lembab dan juga dingin karena sinar matahari tidak ada.

Dalam sejarah presiden Soekarno, diketahui bahwa kasusnya disidangkan oleh Belanda melalui pengadilan Landraad di Bandung, ketika sudah delapan bulan berlalu yaitu pada tanggal 18 Desember 1930.

Soekarno di Pengadilan Belanda

Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}
Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}

Soekarno dalam pembelaanya membuat judul bernama “Indonesia Menggugat” yang terkenal. Dimana ia mengungkapkan bahwa bangsa Belanda sebagai bangsa yang serakah yang telah menindas dan merampas kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Soekarno dan Fatmawati

Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}
Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}

Dari pembelaannya itu kemudian sehingga membuat Belanda semakin marah sehingga PNI bentukan Soekarno dibubarkan pada bulan Juli 1930.

Setelah keluar dari penjara bulan desember 1931, Soekarno kemudian bergabung dengan Partindo tahun 1932 karena ia sudah tidak memiliki partai lagi dan ia kemudian didaulat sebagai pemimpin Partindo namun ia kembali ditangkap oleh Belanda dan kemudian diasingkan ke Flores.

Dalam Biografi Soekarno diketahui bahwa tahun 1938, ia kemudian dibuang ke Bengkulu, disini Soekarno bertemu dengan Mohammad Hatta yang akan menjadi teman seperjuangannya yang kemudian keduanya akan memproklamasikan Kemerdekaan bangsa Indonesia.

Di Bengkulu juga Soekarno kemudian berkenalan dengan Fatmawati yang kelak menjadi istri Soekarno dan ibu negara pertama. Fatmawati merupakan putri dari Hassan Din yang mengajak Soekarno untuk mengajar di Sekolah Muhammadiyah di Bengkulu.

Tahun 1942, kekuasaan Belanda di Indonesia berakhir setelah Jepang masuk menyerbu Indonesia. Soekarno yang sempat akan dipindahkan oleh Belanda ke Australia namun gagal setelah dicegat oleh Jepang.

Soekarno kemudian kembali ke Jakarta. Jepang kemudian memanfaatkan Soekarno berserta pemimpin Indonesia lainnya untuk menarik hati penduduk Indonesia.

Soekarno dan Jepang

Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}
Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}

Dalam Biografi Soekarno diketahui bahwa Jepang bahkan menunjuk Soekarno untuk memimpin tim persiapan kemerdekaan bangsa Indonesia yaitu BPUPKI dan PPKI setelah berjanji memberikan kemerdekaan bagi Indonesia. Soekarno bahkan sempat terbang ke Jepang untuk bertemu dengan Kaisar Hirohito.

Soekarno terus menerus melakukan pendekatan dan kerjasama dengan Jepang dengan tujuan agar Indonesia segera diberi kemerdekaan. Segala persiapan untuk kemerdekaan Indonesia dilakukan oleh Soekarno seperti merumuskan Pancasila dan UUD 45 sebagai ideologi dan dasar negara serta perumusan teks proklamasi kemerdekaan bersama Mohammad Hatta dan Ahmad Soebardjo.

Sebelum mengumumkan kemerdekaan Indonesia pada bulan agustus 1945, Soekarno bersama Mohammad Hatta bersama pemimpin Indonesia yang lainnya terbang ke Dalat, Vietnam untuk menemui pimpinan tertinggi kekaisaran Jepang di Asia Tenggara yaitu Marsekal Terauchi. Menjelang proklamasi kemerdekaan, terdapat perbedaan pandangan antara golongan tua dan golongan tua.

Peristiwa Rengasdengklok

Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}
Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}

Golongan Tua menghendaki agar kemerdekaan Indonesia dipersiapkan secara matang dan golongan muda menghendaki agar kemerdekaan Indonesia diproklamasikan secepatnya.

Hal inilah yang kemudian membuat golongan muda melakukan penculikan terhadap Soekarno dan Mohammad Hatta pada tanggal 16 agustus 1945.

Keduanya kemudian dibawa ke daerah Rengasdengklok dengan tujuan agar segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia dan menjauhkannya dari pengaruh Jepang. Peristiwa penculikan ini kemudian dikenal dengan nama Peristiwa Rengasdengklok.

Mengetahui Soekarno dan Mohammad Hatta dibawa ke Rengasdengklok membuat Ahmad Soebardjo kemudian menjemput Soekarno dan Mohammad Hatta.

Sutan Syahrir yang dikenal sering berseberangan pendapat dengan Soekarno marah mendengar para golongan muda menculik Soekarno dan Hatta dan menyuruh mereka membwanya kembali ke Jakarta.

Tiba di Jakarta, Soekarno dan Muhammad Hatta beserta pemimpin lainnya bertemu dengan Laksamana Maeda di rumahnya di Jl. Imam Bonjol.

Proklamasi Kemerdekaan

Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}
Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}

Laksamana Maeda kemudian menjamin keselamatan Soekarno dan para pemimpin lain dan mempersilahkan Soerkarno dan Muhammad untuk merumuskan teks proklamasi kemerdekaan.

Bersama dengan Ahmad Soebardjo mereka bertiga merumuskan teks proklamasi kemerdekaan yang kemudian diketik ulang oleh Sayuti Melik.

Presiden Pertama Indonesia

Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}
Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}

Pada tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno dan Juga Moh Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Jepang dimana pada tanggal tersebut juga diperingati sebagai Hari kemerdekaan bangsa Indonesia dimana pancasila kemudian dibentuk oleh Soekarno sebagai dasar dari negara Indonesia.

Proklamasi kemerdekaan inilah yang kemudian membawa Ir. Soekarno bersama dengan Mohammad Hatta diangkat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia dalam sejarah bangsa Indonesia.

Diluar sosoknya sebagai Bapak bangsa Indonesia, tidak banyak yang tahu jika Soekarno pernah menikah sebanyak sembilan kali, kharisma yang luar biasa dimiliki oleh Soekarno melalui penuturan orang-orang yang dekat dengannya.

Itulah mengapa wanita-wanita cantik dapat dengan mudah terpikat dengannya dan dijadikan isterinya. Beliau tertarik dengan wanita yang sederhana dan juga berpakaian sopan.

Istrinya yaitu Fatmawati pernah bertanya pada presiden Soekarno mengenai wanita yang berpenampilan seksi namun beliau menjawab bahwa wanita dengan penampilan yang sopan dan sederhana dan juga tampil apa adanya lebih menarik untuk disukai sebab kecantikan seorang wanita terlihat dari keaslian atau kesederhanaannya.

Soekarno tak menyukai wanita yang berpenampilan seksi seperti memakai rok pendek yang ketat dan memakai lipstik seperti orang yang modern pada umumnya, percaya atau tidak artis Amerika Marylin Monroe sangat menyukai kharisma dari seorang Presiden Soekarno.

Presiden Soekarno dan Ibu fatmawati

Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}
Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}

Wanita idaman Soekarno yaitu wanita yang setia, konservatif dan juga bisa menjaganya. Beliau sangat senang ketika wanita itu bisa melayaninya dan menjaganya.

Pandangannya tentang wanita-wanita Amerika yang menyuruh suaminya mencuci piring membuat fatmawati menjadi terkesima dan juga terpesona akan kesederhanaan dari seorang Soekarno sehingga fatmawati rela menemaninya hingga akhir hayatnya.

Indonesia Dalam Pemerintahan Presiden Soekarno

Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}
Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}

Selama pemerintahan Presiden Soekarno, Indonesia sebagai negara baru ketika itu bertahan dari berbagai permasalahan yang kerap menggoyahkan stabilitas negara Indonesia. Pertama kali dengan agresi militer yang dilakukan oleh Belanda yang kembali menjajah Indonesia setelah Jepang menyerah.

Kemudian muncul pemberontakan PKI yang dipimpin oleh Muso (kawan lama Soekarno) dan Amir Syarifudin, Pemberontakan Permesta, Pemberontakan Republik Maluku, Pemberontakan APRA oleh Westeling, dan pemberontakan Darul Islam atau DI/TII oleh Kartosuwiryo yang merupakan kawannya sendiri ketika Soekarno masih muda.

Meskipun banyak dilanda masalah pada awal-awal lahirnya negara, dibawah pemerintahan Soekarno, Indonesia mulai terkenal di mata Internasinal.

Banyak pemimpin dunia seperti John F. Kennedy yang merupakan presiden Amerika ketika itu dan Fidel Castro yaitu presiden Kuba dan pemimpin negara lain menaruh hormat pada Presiden Soekarno.

Indonesia ketika itu dikenal sebagai negara non blok, dan sempat berhubungan erat dengan Rusia dan ditandai dengan pembelian senjata untuk pertahanan secara besar-besaran dari Rusia dan juga untuk melawan Belanda ketika sedang melakukan upaya pembebasan Irian Barat.

Selain itu Indonesia melalui presiden Soekarno membentuk poros Jakarta-Beijing-Moskow yang membuat konfrontasi dengan blok barat semakin tinggi.

Hal ini juga membuat Indonesia semakin berhaluan kiri ditandai dengan semakin berkembangnya komunis ketika itu dimana muncul istilah ‘NASAKOM’ yang dicetuskan oleh Presiden Soekarno.

Indonesia bahkan sempat berganti sistem pemerintahan dari sistem parlementer menjadi presidensil dari tahun 1945 hingga 1960an.

Dan pada tahun 1960an pergolakan politik yang amat hebat terjadi di Indonesia, penyebab utamanya adalah adanya pemberontakan besar oleh PKI (Partai Komunis Indonesia) yang dikenal dengan sebutan G30-S/PKI dimana dari peristiwa ini kemudian membuat akhir cerita dari pemerintahan Presiden Soekarno dan juga orde lama berakhir.

Hal ini ditandai dengan adanya “Supersemar” atau Surat Perintah Sebelas Maret di tahun 1966 yang terkenal dan masih menjadi kontroversi sejarah sebab naskah aslinya tidak diketahui keberadaannya sampai sekarang.

Supersemar dikeluarkan oleh Presiden Soekarno dan berisi himbauan dari Presiden Soekarno ke Soeharto agar bisa mengendalikan Keamanan dan juga ketertiban negara yang ketika itu sedang kacau dan juga berisi mandat pemindahan kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto yang kelak menjadikan Soeharto sebagai Presiden yang baru bagi bangsa Indonesia.

Akhir Jabatan Soekarno Sebagai Presiden

Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}
Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}

Diketahui dalam biografi Soekarno, Setelah jabatannya sebagai Presiden berakhir ditandai dengan diangkatnya Soeharto sebagai Presiden, Ir Soekarno kemudian banyak menghabiskan waktunya di istana Bogor.

Lama-kelamaan kesehatannya terus menerus menurun sehingga ia mendapat perawatan oleh tim dokter kepresidenan hingga tepatnya pada tanggal 21 Juni 1970 Presiden Soekarno atau Bung Karno menghembuskan nafas terakhirnya di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Kepergian sang Proklamator sekaligus Bapak Bangsa Indonesia ke pangkuan Yang Maha Kuasa menyisakan luka yang dalam bagi rakyat Indonesia pada waktu itu. Jenazah dari bung Karno kemudian dibawa di Wisma Yaso, Jakarta setelah itu jenazahnya kemudian dibawa ke Blitar, Jawa Timur untuk dikebumikan dekat dengan makam ibunya Ida Ayu Nyoman Rai.

Gelar “Pahlawan Proklamasi” diberikan oleh pemerintah karena jasa-jasanya kepada bangsa Indonesia. Kisah perjuangan Bung Karno kemudian diangkat ke dalam layar lebar yang berjudul “Soekarno : Indonesia Merdeka” yang digarap oleh sutradara terkenal Hanung Bramantio dimana Ario Bayu berperan sebagai Tokoh Soekarno, Inggit yang diperankan oleh Maudy Koesnaedi dan Fatmawati yang diperankan oleh Tika Bravani.

Akhir Tragis Kematian Soekarno

Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}
Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}

Di Wisma Yaso di Jln gatot Subroto ia ditahan sehingga ketika sakit ia tidak bisa kemana-mana sehingga penahanan inilah yang kemudian membuat ia menderita lahir dan batin, keluarganya pun tidak diperbolehkan secara bebas untuk menjenguk Soekarno.

Ketika sakit, banyak resep obat yang tidak dapat ditukar dengan obat dimana resep itu diberikan oleh dr. Mahar Mardjono yang memimpin tim dokter ketika itu. Sehingga banyak tumpukan resep ketika itu di meja penahanan Ir. Soekarno. resep tersebut dibiarkan saja dan tidak pernah ditukarkan dengan obat.

Banyak yang mengatakan penguasa yang baru memang sengaja membiarkan soekarno sakit dan makin parah sehingga mempercepat kematiannya. Alat-alat kesehatan yang berasal dari Cina untuk menyembuhkan Soekarno ditolak oleh Presiden Soeharto ketika itu. Rachmawati Soekarnoputri menuturkan bahkan sekedar menebus obat sakit gigi pun  harus seizin presiden Soeharto.

Sosok Soekarno di Bangkok?

Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}
Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}

Anda hobi traveling dan sedang berada di Bangkok, Thailand, cobalah untuk berkunjung ke Museum Madame Tussauds disana terdapat Patung lilin Soekarno. Patung yang terbuat dari lilin tersebut dibuat menyerupai sosok Presiden Soekarno.

Patung ini dibuat sebagai salah satu bentuk penghormatan oleh mus Madame Tussauds kepada Presiden Soekarno sebagai salah satu Proklamator dan sebagai Bapak Bangsa Indonesia dan juga peranan Soekarno bagi dunia internasional selama menjabat sebagai Presiden Soekarno.

Kutipan Kata Kata Bijak Ir Soekarno

Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}
Biografi Soekarno : Bapak Proklamator dan Presiden Pertama {Lengkap}

Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu ! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, dari pada makan bestik tetapi budak. [Pidato HUT Proklamasi, 1963]

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961)

Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.

Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.

Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.

Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.

……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……

Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai ! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.

Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia

Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya

Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.

Itulah artikel singkat mengenai Profil atau Biografi Presiden Soekarno semoga kisah perjalanan hidup dari Ir. Soekarno ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.