7 Cara Belajar Bahasa Jepang untuk Anak-Anak

Cara Belajar Bahasa Jepang – Anak-anak adalah pembelajar yang cepat, mereka bisa menyerap banyak pengetahuan karena otaknya seperti spons dan mudah menghafal.

Mumpung mereka masih kecil, ayo ajak untuk belajar bahasa asing selain bahasa inggris. Misalnya bahasa Jepang. Mengapa harus Jepang? Karena siapa tahu mereka akan mendapat beasiswa sekolah atau kuliah di sana. Ini beberapa caranya.

Cara Belajar Bahasa Jepang

Cara Belajar Bahasa Jepang

Cara Belajar Bahasa Jepang

  1. Berlangganan TV Kabel

Mengapa harus TV? Sebabnya, kebanyakan anak-anak lebih suka untuk menonton video daripada membaca buku. Apalagi jika mereka masih balita, tentu masih belum bisa membaca. Pilih paket TV kabel yang memiliki beberapa pilihan channel dari Jepang, jangan hanya satu. Tujuannya agar mereka tidak mudah bosan lalu mutung belajar.

Pilihkan channel yang banyak menayangkan film kartun, tapi sesuaikan juga dengan umur mereka. Jika masih sekolah di TK, jangan biarkan menonton anime bergenre horor atau dark.

Jadi sebelum memperbolehkan untuk menonton, baca dulu ulasannya di Google, baru nyalakan TV. Di Jepang, kartun tidak hanya untuk anak, ada yang untuk remaja dan dewasa seperti Naruto.

Pembelajaran melalui tayangan TV ini berguna agar telinga anak terbiasa mendengar percakapan dalam bahsa Jepang. Ketika manusia belajar bicara, maka yang difungsikan adalah telinganya.

Jadi pelajaran listening dalam cara belajar bahasa Jepang itu wajib, tentu selain membaca buku-buku sebagai referensi.  Sekarang sudah banyak TV kabel yang biaya langganannya murah, bahkan termasuk wifi.

Baca juga : Bahasa Jawa Halus

  1. Cara Belajar Bahasa Jepang adalah Kursus

Jika Anda ingin anak belajar langsung dari ahlinya, maka kursuskan di lembaga bahasa. Di sana anak akan belajar bahasa dari negeri sakura dengan intensif.

Mentor juga lebih sabar dalam mengarahkan anak yang belum bisa berbahasa Jepang sama sekali. Cara ini bisa diambil jika Anda benar-benar sibuk di kantor dan tidak punya waktu untuk mengajari anak bahasa asing.

Kursus adalah salah satu cara belajar bahasa yang ideal, karena di Jepang tidak memakai alfabet seperti di Indonesia.

Jadi diharapkan mentor di sana juga mengajari cara menghafal huruf hiragana dan katakana, dan membuat anak faham cara penggunaannya. Terus semangati anak agar ia mau meneruskan kursus hingga lulus.

Ada banyak kursus bahasa dari negeri ini tapi jangan asal pilih. Carilah yang pengajarnya sabar dan metode pengajarannya tidak kaku.

Mentor bisa membuat anak berbahasa Jepang dengan permainan, misalnya, jadi tidak hanya duduk diam sambil menirukan omongannya. Carilah ulasannya di Google jika perlu.

Baca juga : Bahasa Belanda

  1. Unduhkan Serial Kartun Jepang

Jika Anda tidak berlangganan TV kabel, maka unduhkan film kartun dengan bahasa Jepang. Anak-anaksudah familiar dengan Doraemon atau Chibi Maruko Chan. Pilihlah yang versi Jepang sehingga mereka suka menonton dan latihan listening.

Pelafalan dari pengisi suara kartun asli kadang beda dari orang Indonesia yang bisa bahasa Jepang, jadi belajar mendengarkan pengucapan aslinya juga.

Selain melatih ketajaman telinga, menonton film kartun juga membuat anak-anak belajar kebudayaan Jepang. Jadi Anda dan keluarga tidak hanya belajar bahasanya, tapi juga kebiasaan dan adat istiadatnya. Hal positif seperti kedisiplinan orang Jepang bisa diterapkan ke dalam peraturan keluarga.

Baca juga : Bahasa Batak

  1. Gunakan Poster dan Kartu Huruf

Salah satu kesulitan dalam belajar bahasa dari negeri samurai ini adalah ada banyak huruf hiragana dan katakana yang harus dihafal. Agar anak lekas hafal, maka buatkan poster berisi huruf-huruf ini, dan jadikan ukuran hurufnya besar.

Pasang poster ini di ruang tengah, agar anak sering melihatnya dan jadi lekas hafal. Gunakan warna cerah agar ia makin suka melihatnya.

Selain poster, buatkan juga flash card atau kartu huruf dan sekalian cara membacanya. Cetak satu huurf hiragana atau katakana di kertas folio polos, lalu rekatkan dengan karton tebal dan lapisi dengan plastik atau laminating.

Sambil bermain bersama, ambil kartu huruf ini lalu dikocok. Anak akan senang melihatnya karena huruf itu berukuran besar dan ada cara pelafalannya.

Baca juga : Bahasa Banjar

  1. Pasang Label Stiker Nama Benda dalam Bahasa Jepang

Apa bahasa jepangnya ibu? Okasan. Jika terus disebutkan maka anak akan lekas hafal. Maka, buatlah tulisan atau cetak di kertas, nama-nama benda dalam bahasa tersebut.

Misalnya Anda bisa menaruh kertas bertuliskan ‘garasu’ lalu ditempel di gelas. Begitu juga dengan benda-benda lain. Anak-anak akan membacanya lalu cepat menghafalkannya. Mereka jadi lekas bisa bahasa Jepang.

Agar tidak lekas rusak, maka kertas itu bisa dilapisi dengan lakban bening. Anda juga bisa membuat tulisan tersebut dari karton atau kardus, agar lebih awet.

Jika memang sudah rusak, gantilah dengan kertas yang baru, sampai anak-anak benar-benar hafal apa bahasa jepangnya benda tersebut. Cara menghafal ini terlihat sepele namun kenyataannya disukai oleh mereka.

Baca juga : Bahasa Bali

  1. Selipkan Kosakata Jepang dalam Permainan

Saat bermain bersama anak di ruang keluarga, jangan hanya pakai bahasa Indonesia. Pakai juga bahasa Jepang. Misalnya, alih-alih memakai game gunting, kertas, dan batu, ubahlah menjadi jan, ken, pong.

Ucapkan juga aba-aba sebelum bermain dengan nomor berbahasa Jepang, ichi (satu), ni (dua), san (tiga), dan sebagainya. Mereka akan senang karena Anda juga antusias belajar.

Permainan ala Jepang juga bisa dilakukan di akhir minggu. Misalnya Anda dan anak-anak belajar menggunakan papan catur jepang alias Shogi.

Selain itu ada beberapa game lain seperti memainkan boneka daruma atau memutar koma alias gasing. Ucapkan banzai, arigato, dan kata-kata lain dengan keras, seolah-olah keluarga Anda sedang berada di negeri sakura.

  1. Cara Belajar Bahasa Jepang adalah Belajar Bersama

Cara belajar bahasa Jepang yang terakhir adalah belajar bersama, Anak-anak akan semangat untuk cara belajar bahasa Jepang jika Anda dan anggota keluarga lain juga ikut belajar. Jadi ketika pulang les, ia punya lawan bicara, bukannya bermonolog.

Jangan takut juga untuk belajar mengucapkan kata-kata dalam bahasa Jepang, walau mungkin masih salah. Siapa tahu malah anak-anak yang membetulkan, cara pelafalannya yang benar bagaimana.

Anda ikut menyimak video kartun jepang sambil pelan-pelan menghafal kosakata baru yang ada di sana. Jika anak malah mengantuk, coba untuk membuat permainan yang dilakukan di akhir minggu.

Misalnya ‘One day in Japan’, Anda memakai kimono dan anak-anak juga mengenakan yukata. Jajanan khas Jepang seperti oden dan kue ikan dihidangkan, lalu makan shabu-shabu bersama.

Pelajaran bahasa negeri samurai sambil memperkenalkan budaya dalam kehidupan sehari-hari akan membuat anak mencintai belajar dan mudah menghafalkan kosakatanya, walau belum mengerti arti semua huruf katakana.

Jangan paksa anak untuk mentargetkan harus hafal 20 kata Jepang dalam sehari, misalnya. Pujilah ketika anak melakukan progress dan terus semangati mereka.

Ada banyak cara agar anak bisa cara belajar bahasa Jepang. Jangan paksa mereka untuk diajari sensei alias guru privat yang mungkin kurang cocok karakternya. Jika memang ada kursus, periksa dulu kurikulum dan metode pembelajarannya.

Anda juga bisa menyetelkan film kartun Jepang yang belum di-dubbing agar mereka terbiasa mendengarkan kosakata bahasa dari negeri sakura itu.