Ketahui 6 Keunikan Budaya dan Bahasa Thailand

Bahasa Thailand – Negara Thailand adalah satu-satunya negara di Asia Tenggara yang memiliki bahasa dan aksaranya sendiri.

Bahasa Thailand atau bahasa Thai disebut juga sebagai phasa Thai yang berarti bahasa rakyat Thailand. Bahasa ini merupakan bagian dari rumpun dua rumpun dan menggunakan nada untuk menentukan arti dalam setiap kata.

Keunikan Bahasa Thailand

Bahasa Thailand

Bahasa Thailand

Berikut penjelasan selengkapnya.

  1. Pengaplikasian Bahasa Negara Thailand

Lebih dari sekitar 60 juta orang Indochina menggunakan bahasa negara Thailand. Bahasa ini memiliki penyebaran yang masif ke negara-negara sekitarnya. Itu karena pengaruh letak geografis dan kedekatan budaya antar negara tersebut. Negara yang terdampak penyebaran bahasa negara Thailand adalah Malaysia Utara, Kamboja, Myanmar Selatan dan Laos.

Sama halnya dengan Indonesia, Thailand juga memiliki beragam bahasa daerah. Dengan kata lain bahasa Thai adalah bahasa ibu atau bahasa persatuan bangsa. Sebanyak 70 bahasa daerah tersebar di berbagai wilayah Thailand dan hanya 20% saja yang menggunakan bahasa Thai.

Karena bahasa Thai adalah bahasa ibu maka bahasa ini sering digunakan dalam kegiatan resmi. Baik di sekolah, di perkantoran, bahkan media cetak, digital maupun radio menggunakan bahasa ini sebagai bahasa pengantar mereka. Kecuali media-media lokal, mereka tetap menggunakan bahasa daerah.

Bahasa Thai juga memiliki kata serapan yang berasal dari bahasa Inggris. Contohnya pada kata email dan shopping. Kata tersebut dirubah untuk disesuaikan dengan ejaan Thailand. Dalam bahasa Thai, kata dengan akhiran –l seperti email akan dirubah ejaannya menggunakan akhiran –y sehingga membacanya menjadi emay.

Begitu pula dengan kata shopping akan di rubah menjadi chopping karena bangsa Thailand tidak mengenal ejaan ‘sh’. Setiap ejaan ‘sh’ akan dirubah menjadi ejaan ‘c’. Sementara itu, tidak seperti bahasa Inggris. Pengaplikasian kata kerja pada bahasa Thai hampir serupa dengan bahasa Indonesia yakni hanya memiliki satu bentuk walau ada perubahan waktu.

Misalnya saja kata kerja drink dalam bahasa Inggris akan berubah bentuk menjadi drunk jika digunakan untuk menunjukkan waktu lampau, dan akan berubah menjadi drinking jika kata kerja tersebut ‘sedang’ dilakukan.

Sedangkan dalam bahasa Thai, misalnya pada kata ‘baca’ baik kata tersebut itu dilakukan pada waktu sekarang, lampau atau sedang dilakukan akan sama saja bentuknya. Yang membedakan adalah penambahan kata keterangan seperti ‘sedang baca’ atau ‘baca sekarang’.

Baca juga : Bahasa Spanyol

  1. Sejarah dan Rumpun Bahasa Thailand

Sejarah bahasa Thai memiliki perjalanan yang panjang jika ditinjau dari rumpun bahasanya. Rumpun bahasa sendiri merupakan induk bahasa. Yang mana pada cabang bahasanya akan terasa kemiripan struktur linguistik. Thailand sendiri terdiri dari dua rumpun bahasa yang memiliki kemiripan struktur, yaitu rumpun bahasa Tai-Kadai dan rumpun bahasa Tai.

Rumpun bahasa Tai-Kadai adalah rumpun terluas dari bahasa ini. sering juga disebut sebagai rumpun bahasa Kadai, Dai atau Kra-Dai. Rumpun bahasa ini tersebar diberbagai wilayah Tiongkok Selatan, India Timur Laut dan Indochina termasuk Thailand.

Statistik ethnologue menyatakan ada 95 bahasa yang masuk dalam rumpun bahasa Tai-Kadai. Dua diantaranya dijadikan sebagai bahasa resmi nasional. Bahasa tersebut adalah bahasa Thai dan Laos. Sementara sisanya dijadikan sebagai bahasa daerah.

Sedangkan rumpun bahasa Tai yang merupakan cabang dari rumpun bahasa Tai-Kadai. Rumpun bahasa inilah yang penyebarannya paling luas sampai ke negara Myanmar Timur, Timur Laut India, Indochina hingga perbatasan Malaysia dengan Thailand Selatan. Rumpun bahasa Tai ini terbagi lagi menjadi 3 bagian, yakni rumpun bahasa Tai Utara, Tengah dan Barat Daya.

  1. Mengenal Aksara Thailand

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa bahasa Thailand memiliki aksara sendiri. Ia tidak menggunakan aksara latin dengan huruf alphabet a-z. Aksara ini digunakan oleh penutur bahasa Thai maupun bahasa daerah. Aksara ini memiliki 15 huruf vokal dan 44 huruf konsonan yang apabila digabungkan akan membentuk 28 huruf vokal baru.

Aksara Thai menggunakan 4 simbol diakritik dalam penulisannya. Jika dilihat sekilas aksara Thailand ini mirip dengan aksara Jawa yang bersifat abugida, yaitu sistem penulisan yang melambangkan vokal dan konsonan pada setiap hurufnya. Cara penulisannya pun sama seperti aksara Jawa dan huruf latin yang ditulis dari kiri ke kanan.

Perlu diketahui bahwa aksara Tai telah hadir dan digunakan sejak tahun 1283 oleh raja Khamhaeng Yang Agung. Pada masa tersebut, Kerajaan Siam (Sukhothai) yang dipimpinnya berjaya di tanah Thailand dan menjadikan agama Budha Theraveda sebagai agama resmi negara Thailand.

  1. Bahasa Negara Thailand adalah Bahasa Nada

Bahasa negara Thailand adalah bahasa yang unik dan menggelitik. Bahasa ini beda dari yang lain karena menggunakan nada dalam mengucapkannya. Panjang-pendek, tinggi-rendahnya nada, dapat mempengaruhi artinya. Penggunaan nada dirasa sangat penting karena bahasa negara Thailand memiliki suku kata yang sama pada banyak kata.

Penggunaan nada ini sama dengan pelafalan bahasa Arab yang mementingkan harakatnya. Walau kelihatannya sulit, namun jangan sampai hal ini membuat Anda menjadi patah semangat. Kita pelajari dulu 5 simbol nada yang digunakan dalam bahasa ini.

SĂman (nada datar), penulisan kata pada huruf latin tanpa disertai simbol tambahan apapun sehingga suku kata yang terbaca datar intonasinya. Ѐk (nada rendah),penulisan kata pada huruf latin diberi simbol tanda petik yang miring ke kiri (`), sehingga suku kata yang terbaca berintonasi turun.

Tri (nada tinggi), jika ditulis menggunakan huruf latin maka suku kata yang diberi simbol tanda petik miring ke kiri (‘) dibaca dengan intonasi datar kemudian meninggi. ThỌ (nada turun), cara membaca kata yang terdapat suku kata bersimbol caret (ˆ) ini adalah dengan menurunkan intonasi yang semula tinggi menjadi rendah.

CàtàwaA (nada naik), intonasi yang disebut juga sebagai intonasi bangkit ini cara kerjanya adalah membaca kata pada suku kata yang terdapat simbol caret terbalik (˘) dengan nada tinggi dari yang mulanya bernada datar atau rendah.

  1. Kiat Praktis Mempelajari Bahasa Bangsa Thailand

Setelah secara singkat kita mengetahui tentang sejarah, aksara, karakteristik bahkan rumpun bahasa Thailand, selanjutnya kita akan membahas kiat praktis mempelajari bahasa ini dengan mudah, maka perhatikan langkah-langkah berikut ini.

Pertama, kita harus menguasai kosakata dasar bahasa ini. Karena untuk fasih berbicara bahasa Thai dalam kehidupan sehari-hari Anda harus mempelajari kosakata dasarnya. Anda dapat memulainya dengan mempelajari kata sapa, angka, hari, keterangan waktu.

Kedua, adalah dengan cara menghafalkan sebanyak-banyaknya kosakata yang setingkat lebih sulit  daripada kosakata dasar sebelumnya. Misalnya adalah dengan mulai menghafalkan kata sifat, kata benda, kata kerja, slang, atau istilah-istilah populer di Thailand.

Ketiga, catat semua kosakata baru yang telah kita dapat dari bercakap-cakap dengan partner atau kosakata yang kita dapat pada tulisan yang kita temui di jalan ke dalam buku catatan kecil yang praktis untuk di bawa ke mana-mana.

Keempat, setelah kita mendapatkan kosakata baru lalu menghafalkan dan mencatatnya, jangan lupa untuk melafalkannya di keseharian kita supaya semakin lama kemampuan berbicara kita  semakin bagus. Karena jika kita segan melafalkan atau mengucapkannya, kosakata tersebut bisa memuai di otak kita.

Kelima, tuntas kita menghafalkan kosakata baru dan sering menuturkan kosakata lama ada baiknya kita mulai menghafalkan kalimat percakapan dasar sehari-hari yang paling mudah. Karena dengan menghafalkannya bisa membantu kita untuk lebih mahir menguasai bahasa tersebut.

Keenam, carilah teman yang mahir bahasa Thai, bisa orang Thailand asli atau mungkin teman satu tempat kursus Anda. Dengan begitu Anda akan semakin terbiasa berbahasa Thailand dan bisa meningkatkan kemampuan berbahasa Anda. Mereka bisa jadi guru untuk saling bertukar pikiran dan mengoreksi pelafalan Anda jika ada pengucapan yang salah.

Ketujuh, adalah dengan cara menonton film. Cara ini adalah cara yang paling disukai dalam proses mempelajari bahasa. Banyak film-film Thailand yang bagus dengan berbagai genre. Selain lebih menyenangkan, dengan menonton film Thailand kita bisa mempraktikkan langsung bercakap-cakap dengan teman sebaya atau orang yang lebih tua.

  1. Budaya Sopan Santun Thailand sebagai Pelengkap Bahasa

Ada baiknya kita melengkapi kemampuan bahasa kita dengan mengetahui budaya sopan santun yang dianut bangsa Thailand setelah kita mempelajari bahasanya. Salah satu budaya sopan santunnya yang menunjang performa berbahasa kita adalah dengan menangkupkan tangan di depan dada ketika kita sedang menyapa orang lain.

Lalu jika ada orang lain yang menyapa kita terlebih dahulu maka kita wajib membalasnya dengan cara yang sama namun dengan ketinggian tangkupan tangan yang lebih tingi, setinggi dagu. Hal ini dilakukan sebagai tanda penghormatan kepada mereka yang telah menyapa kita.

Dengan begitu kita jadi tahu bahwa setiap negara memiliki ciri khas budaya dan bahasanya tersendiri. Tidak afdal rasanya jika kita tidak menyertakan budaya sopan santun selain bahasa Thailand untuk ikut dipelajari. Karena mau bagaimanapun bahasa dan budaya adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.