11 Fakta Seputar Sosial Budaya Hingga Bahasa Malaysia, Semuanya Unik!

Bahasa Malaysia – Sebagai negara berkembang yang maju di wilayah Asia Tenggara, Malaysia memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh negara lain.

Salah satunya adalah komiten negara ini dalam menerapkan hukum cambuk sebagai hukuman yang sesuai syari’at Islam. Aturan ini diberlakukan mengingat mayoritas penduduk Malaysia adalah muslim.

Selain itu banyak keunikan lainnya, antara lain perihal budaya, sosial, gaya hidup hingga bahasa Malaysia yang akrab di telinga berkat serial kartun Upin dan Ipin.

Keunikan  inilah yang menggelitik pelancong untuk berkunjung ke negara Malaysia. Anda bisa menggunakan moda transportasi laut dan udara untuk mencapainya.

Keunikan Negara Malaysia

Bahasa Malaysia

Bahasa Malaysia

Simak fakta unik berikut sebelum berkunjung ya.

  1. Mayoritas Populasi Memeluk Agama Islam

Seperti halnya Indonesia dan Brunei Darusallam. Malaysia memiliki jumlah penduduk muslim terbanyak daripada pemeluk agama lainnya.

Hal ini bisa kita ketahu dari banyaknya masjid-masjid besar di negara ini. Selain itu bentuk kerjaannya berupa kesultanan yang merupakan ciri khas dari kerjaan Islam.

Kurang lebih sebanyak 60% dari 28 juta bangsa Malaysia memeluk agama Islam. Sedangkan sisanya memeluk agama lain, yaitu Kristen, Hindu, Budha, Tionghoa dan lainnya.

Karena mayoritas penduduknya beraga Islam, maka negara ini resmi menjadi salah satu destinasi wisata halal di dunia.

Baca juga : Bahasa Madura

  1. Kesultanan Paling Tua di Dunia

Malaysia merupakan salah satu negara yang basisnya berbentuk Monarki Konstitusional Federal. Ia memiliki sembilan kerajaan berbentuk kesultanan, diantaranya Selangor, Kelantan, Johor, Trengganu, Pahang, Perak, Perlis dan Negeri Sembilan.

Serta empat wilayah negara bagian yang dipimpin oleh “Yang Dipertuan Agung” alias gubernur.

Diantara kesembilan kesultanan tersebut, Kesultanan Kedah yang terletak di Semenanjung Malaysia adalah kesultanan paling tua di dunia, sejak tahun 1136, dipimpin oleh Phra Ong Mahawangsa alias Sultan Mudzafar Shah I.

Awalnya Kesultanan Kedah ini berbentuk kerajaan Hindu yang didirikan oleh Maharahja Derbar Raja berasal dari Gemeron.

Baca juga : Cara Belajar Bahasa Korea

  1. Terdapat Gua Bawah Tanah Super Besar

Perihal lokasi wisata, Malaysia mempunyai Taman Nasional Gunung Mulu (Gunung Mulu National Park). Lokasinya terletak di Gunung Mulu, dekat dengan perbatasan Indonesia di Pulau Kalimantan.

Tepat di bawah lokasi Taman Nasional Gunung Mulu terdapat gua bawah tanah super besar di dunia bernama Serawak Chamber.

Besarnya gua ini mampu memuat 40 pesawat Boeing 747. Selain itu Anda bisa menikmati wisata hujan yang menarik hati.

Baca juga : Alasan Belajar Bahasa Jerman

  1. Sering Mengeklaim Aset Indonesia

Tidak sekali dua kali, bahkan hampir berkali-kali kita mendengar kabar berita Malaysia mengeklaim aset milik Indonesia.

Sampai-sampai warga Indonesia yang geram menyebut Malaysia pencuri. Mulai dari pulau Sipadan dan Ligitan, batik, Reog Ponorogo, tari Pendet, bahkan pulau-pulau kecil Indonesia lainnya kerap diakui sebagai miliki mereka.

Kenyataan ini karena hakikatnya Indonesia dan Malaysia masih dalam satu rumpun, yaitu rumpun Melayu. Bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia juga berasal dari satu bahasa yang sama yaitu bahasa Melayu.

Fisik kedua negara ini pun sama. Kesamaan rumpun inilah yang membuat Malaysia dengan mudahnya mengeklaim milik Indonesia.

Baca juga : Cara Belajar Bahasa Jepang

  1. Menerapkan Hukum Cambuk

Fakta unik dari Malaysia selanjutnya adalah penerapan hukum cambuk bagi para pesakitan. Hukuman ini sudah terdaftar dalam undang-undang Malaysia.

Para pesakitan yang terbukti bersalah akan dicambuk memakai cambuk rotan. Sejauh ini diketahui bahwa hukuman cambuk terbanyak di Malaysia adalah sebanyak 24 kali.

Tidak main-main, pemerintah Malaysia memberlakukan hukum cambuk rotannya sebagai hukuman utama mereka. Beruntung hukum cambuk ini tidak berlaku untuk anak kecil dan wanita.

Hukuman ini tidak pandang bulu, semua yang melanggar aturan pemerintah Malaysia akan mendapatkan hukuman ini, tidak terkecuali warga Indonesia.

Baca juga : Bahasa Jawa Halus

  1. Harus Menempuh Pendidikan dalam Waktu yang Lama

Siapa yang tidak suka menempuh pendidikan di luar negeri? Semua pasti suka, apalagi lulusan luar negeri memiliki prestise tersendiri.

Tak perlu jauh-jauh untuk mewujudkan sekolah di luar negeri. Anda bisa melakukannya di negara Malaysia. Negara ini juga sering membuka program pertukaran pelajar dan beasiswa.

Namun sayangnya Anda harus siap betah berlama-lama tinggal di sana. Pasalnya, untuk bisa kuliah di Malaysia Anda harus menempuh program penyetaraan melalui sistem “college” yang membutuhkan waktu 1-3 tahun lamanya untuk bisa berkuliah di sana. Hal ini dilakukan agar calon mahasiswa lebih siap dan matang selama masa pendidikan.

Baca juga : Bahasa Belanda

  1. Bahasa Pengantar Malaysia

Keunikan lainnya adalah, dalam kesehariannya warga Malaysia acap kali mencampur adukkan bahasa Malaysia atau Melayu dengan bahasa Inggris.

Ini karena pengaruh negara Inggris yang pernah menjajah Malaysia. Misalnya saja, untuk kata “ayam”, warga Malaysia akan mengucapkan kata tersebut seperti biasa dengan dialek Melayu.

Namun jika meminta mereka untuk mengejanya, mereka akan melafalkan ejaannya dalam bahasa Inggris, seperti a (ei), y (wai), a (ei), m (em).

Sejak belia, mereka sudah dididik untuk berbahasa Inggris. Baik di ruang lingkup keluarga maupun sekolah. Itulah sebabnya warga Malaysia lebih maju, mereka fasih berbahasa Inggris meski dari kalangan menengah ke bawah sekalipun.

Baca juga : Bahasa Batak

  1. Lalu Lintas yang Tertib

Malaysia memiliki lalu lintas yang tertib. Di sana semua orang akan mematuhi peraturan baik ada atau tidak ada petugas lalu lintas.

Para pengendara kendaraan bermotor akan berhenti tepat sebelum jalur zebra cross. Ini dilakukan untuk memastikan pejalan kaki mendapatkan haknya.

Terlebih jika terlambat menghentikan laju kendaraannya, mereka pasti akan meminta maaf.

  1. Terpecah Menjadi Dua Wilayah

Seperti yang kita tahu, wilayah Malaysia terpecah menjadi dua bagian. Bagian pertama berada di Semenanjung Malaka atau Semenanjung Malaysia dan bagian keduanya berada dalam satu wilayah dengan pulau Kalimantan, Indonesia. Perbedaan wilayah ini berpengaruh terhadap kehidupan sosial dan budaya warganya.

Misalnya, warga Malaysia yang berada di Semenanjung Malaysia lebih bersikap individual dan berjarak daripada warga Malaysia yang berada di wilayah pulau Kalimantan.

Ihwal ini karena warga Malaysia yang berada di Smenanjung Malaysia berasal dari beragam ras. Seperti ras Cina, Melayu dan India.

Baca juga : Bahasa Banjar

  1. Mata Uang Ringgit

Tahukah Anda jika ringgit memiliki arti bergerigi. Penamaan nama mata uang ini terjadi karena mata uang Spanyol berupa logam perak yang pinggirannya bergerigi, pernah beredar di Malaysia dan menjadi alat tukar resmi negara.

Menariknya lagi, ternyata mata uang ringgit pernah menjadi alat tukar resmi negara Indonesia pada tahun 1970-an.

  1. Penyematan Gelar ‘Tun’

Terakhir adalah penyematan gelar ‘Tun’. Gelar ini memiliki tingkatan paling tinggi. Gelar ‘Tun’ hanya bisa diberikan oleh Pertuan Agung yang tarafnya sama dengan Lord di UK (United Kingdom).

Hanya 25 orang saja yang bisa mendapat gelar ini. Rata-rata mereka yang menerima gelar adalah mantan pemimpin negara yang berjasa kepada negaranya seperti Perdana Menteri.

Tentu selain kesepuluh fakta unik seputar gaya hidup, sosial, budaya sampai bahasa Malaysia di atas, masih banyak lagi fakta unik lainnya. Anda tidak akan rugi untuk mengetahuinya sebagai bekal dasar untuk berplesir ke negeri jiran Malaysia.

Baca juga : Bahasa Bali

Kosakata Bahasa Malaysia

Bahasa Malaysia

Bahasa Malaysia

  1. Ada apa = “Apa hal”
  2. Alami = “Semula jadi”
  3. Antri = “Beratur”
  4. Ayo = “Jom”
  5. Batasan = “Had”
  6. Berhasil = “Berjaya”
  7. Beritahu = “Bagitau”
  8. Berputar = “Pusing”
  9. Bioskop = “Pawagam”
  10. Boneka = “Patung”
  11. Debu = “Habuk”
  12. Ditabrak = “Langgar”
  13. Enak = “Lemak”
  14. Gembok = “Mangga”
  15. Harus = “Kena”
  16. Hemat = “Jimat”
  17. Heran = “Hairan”
  18. Ibukota = “Bandarjaya”
  19. Informasi = “Maklumat”
  20. Inspeksi = “Nazir”
  21. Itu saja = “Itu je”
  22. Iya kah = “Iye ke”
  23. Kabut asap = “Jerebu”
  24. Kamu = “Awak”
  25. Kamu = “Kerang”
  26. Kasus = “Kes”
  27. Kemarin = “Semalam”
  28. Kopi manis = “Kopi O”
  29. Kopi pahit = “Kopi kosong”
  30. Lowongan pekerjaan = “Jawatan kosong”
  31. Lucu = “Lawak”
  32. Marah = “Naik angin”
  33. Mau = “Nak”
  34. Mengenali = “Iktirafan”
  35. Mengundang = “Jemput”
  36. Mobil = “Kereta”
  37. Mudah dilakukan = “Senang je”
  38. Nongkrong = “Melepak”
  39. Peduli = “Ambil berat”
  40. Pekerja = “Kaki tangan”
  41. Pulang pergi = “Pergi balik”
  42. Rahasia = “Sulit”
  43. Remote control = “Alat kawalan jauh”
  44. Ribet = “Leceh”
  45. Sampai kapan = “Sampai bila”
  46. Saya = “Ai”
  47. Shopping = “Beli belah”
  48. Susah = “Payah”
  49. Tak tahan = “Tak kuase”
  50. Tampan = “Kacak”
  51. Tertawa = “Gelak”
  52. Tetangga = “Jiran”
  53. Tidak mampu = “Tak larat”
  54. Tidak mengapa = “Tak kisah”
  55. Tidak nyaman = “Tak selese”
  56. Tidak pasti = “Rawak”
  57. Tidak sadar = “Tak perasan”
  58. Tidak susah-susah = “Tak payah”
  59. Tujuan = “Hala”
  60. Tukang ketik = “Juru taip”