BAHASA MAKASSAR| Kamus Umum Dan Dialek Makassar Lengkap

Bahasa Makassar – Bahasa ialah alat komunikasi yang digunakan masyarakat untuk berinteraksi yang bertujuan untuk menyampaikan gagasan, ide, serta informasi.

Di Indonesia terdapat 652 bahasa yang berbeda setiap daerah, salah satunya yaitu di Sulawesi Selatan yang secara umum memiliki dua bahasa daerah yaitu bahasa Makassar dan bahasa Bugis.

Bahasa yang digunakan oleh masyarakat Makassar sering disebut dengan bahasa mangkasarak.

Bahasa mangkasarak ini merupakan bahasa yang digunakan mayoritas penduduk Makassar yang meliputi Gowa, Takalar, Jeneponto, Selayar, sebagian dari daerah Maros, sebagian dari daerah  Bulukumba, sebagian dari daerah Pangkep, dan  sebagian dari daerah Sinjai.

Dialek Bahasa Makassar

Dialek Bahasa Makassar

Dialek Bahasa Makassar

Dialek adalah variasi penggunaan bahasa yang berbeda setiap daerah maupun kelompok sosial tertentu.

Di Makassar, terdapat lima jenis dialek yang berbeda setiap daerah, dialek-dialek di Makassar terdiri dari dialek lakiung, dialek turatea, dialek konjo, dialek selayar dan dialek bantaeng.

Dialek lakiung merupakan dialek yang digunakan sebagai penutur bahasa di Makassar, yang daerah penggunanya meliputi kabupaten Gowa, kota Makassar, Pangkajeknek, dan Maros.

Dialek lakiung ini merupakan dialek yang digunakan sebagai komunikasi resmi pada masa pemerintahan kerajaan Gowa.

Dialek turatea merupakan dialek dalam bahasa di Makkasar yang penggunaannya berada di daerah kabupaten Jeneponto.

Selanjutnya yaitu dialek konjo, merupakan dialek yang digunakan masyarakat di Makassar yang bertempat tinggal di daerah kabupaten Bulukumba, serta sebagian kabupaten di Gowa.

Dialek selayar merupakan dialek yang digunakan masyarakat di Makassar yang bertempat tinggal di kabupaten Selayar.

Terakhir yaitu penggunaan dialek bantaeng, merupakan dialek yang digunakan oleh masyarakat Makassar yang berada di wilayah kabupaten Bantaeng.

Partikel Imbuhan dalam Penggunaan Bahasa Makassar

Bahasa Makassar

Bahasa Makassar

Di Makassar partikel imbuhan sering digunakan dalam bahasa sehari-hari, yang merupakan ciri kas bagi masyarakat di Makassar.

Partikel dalam bahasa yaitu kelas kata yang memiliki makna gramatikal (sesuai tata bahasa) dan tidak mengandung makna leksikal (berkaitan dengan kata).

Partikel Imbuhan “JI”

Partikel imbuhan ji dalam penggunaan bahasa Makassar memiliki makna seperti kata “hanya” atau “saja”. Penggunaan partikel imbuhan “ji” ini biasanya diletakkan di depan subjek atau objek.

Contohnya seperti “samaji warnanya” yang dalam bahasa Indonesia berarti “warnanya sama saja”.

Contoh penggunaan lain dengan tambahan partikel “ji” dalam kata “kauji” memiliki arti “hanya kamu”.

Selanjutnya partikel penggunaan “ji” pada kata “satuji tiangnya” yang dalam bahasa Indonesia berarti “tiangnya hanya satu”.

Penggunaan partikel imbuhan “ji” selanjutnya yaitu “satuji saya bawa” yang dalam bahasa Indonesia berarti “saya hanya bawa satu”.

Penggunaan partikel ‘ji” selain memiliki arti “hanya” atau “saja” juga sering digunakan sebagai kata penegasan, contohnya sebagai berikut.

Penggunaan kata “ji” dalam kalimat “besar ji rumahnya” dalam bahasa Indonesia memiliki arti “rumahnya besar kok”.

Contoh lain yang menggunakan partikel “ji” terdapat dalam penggunaan “bagus ji bajumu” dalam bahasa Indonesia memiliki arti “bajumu bagus kok”.

Selanjutnya yaitu dalam penggunaan “kecil ji bangunannya” yang dalam bahasa Indonesia memiliki arti “bangunannya kecil kok”.

Partikel Imbuhan “MI”

Partikel imbuhan “mi” dalam penggunaan bahasa di Makassar memiliki arti yang cukup beragam dan bergantung penggunaannya.

Jika partikel imbuhan “mi” disertai dengan kata kerja, maka memiliki makna untuk memersilakan. Contoh penggunaan partikel imbuhan “mi” disertai dengan kata kerja yaitu sebagai berikut.

Penggunaan dalam kata “minummi” dalam bahasa Indonesia memiliki arti “silakan minum”. Penggunaan dalam kata “naikmi” dalam bahasa Indonesia memiliki arti “silakan naik”.

Selanjutnya penggunaan partikel “mi” disertai dengan kata sifat maka memiliki arti sebuah penegasan, contohnya sebagai berikut.

Penggunaan kata “luasmi” dalam bahasa Indonesia memiliki arti bahwa objek yang dimaksud sudah luas. Penggunaan kata “besarmi” dalam bahasa Indonesia memiliki arti bahwa objek yang dimaksud sudah besar.

Contoh selanjutnya dalam kata “pergipi” dalam bahasa Indonesia memiliki arti “sudah pergi”.

Partikel Penggunaan “KI” dan “KO”

Partikel “ki” digunakan dalam bahasa Makassar sebagai imbuhan saat berbicara dengan orang yang dihormati atau orang yang lebih tua karena merupakan partikel untuk menghargai lawan bicara dan karena terkesan sopan.

Partikel “ki” merupakan serapan dari kata “kita” yang merupakan kata halus dari “kamu”.

Contoh penggunaan kata Tanya dengan partikel ‘ki” yaitu “di manaki” yang dalam bahasa Indonesia memiliki arti “kamu di mana”, merupakan partikel yang biasa digunakan untuk orang yang dihormati karena lebih sopan.

Contoh lain penggunaan partikel ‘ki” dalam kalimat “pergi ke mana ki nanti?” dalam bahasa Indonesia memiliki arti “kamu nanti pergi ke mana?” Selanjutnya yaitu penggunaan partikel “ki” juga digunakan untuk menegaskan sifat atau predikat dari kata di depannya, contohnya sebagai berikut.

Penggunaan partikel “ki” dalam “terlambatki Wulan” dalam bahasa Indonesia memiliki arti “Wulan terlambat”. Penggunaan partikel “ki” dalam “makanki Wulan” dalam bahasa Indonesia memiliki arti “Wulan sedang makan”.

Selanjutnya yaitu partikel tambahan “ko” yang memiliki arti “kamu”, yang sering digunakan pada teman sebaya atau teman akrab.

Kata “ko” tidak dianjurkan diucapkan kepada orang yang lebih dihormati seperti orang tua maupun guru, serta tidak dianjurkan untuk orang yang tidak dikenal karena dianggap kurang sopan, contohnya sebagai berikut.

Penggunaan partikel “ko” dalam kata “janganko” dalam bahasa Indonesia berarti “jangan kau”. Contoh lain penggunaan partikel “ko” dalam kata “nontonko” dalam bahasa Indonesia memiliki arti “nonton kau”.

Penggunaan partikel “ko” dalam pertanyaan “mauko ke mana?” dalam bahasa Indonesia memiliki arti “kamu mau ke mana?”.

Penggunaan partikel “ko” dalam pertanyaan “pergi ke mana ko nanti?” dalam bahasa Indonesia memiliki arti “kamu nanti pergi kemana?”.

Partikel Penggunaan “PI”

Partikel penggunaan “pi” dalam bahasa di Makassar memiliki arti sebagai penegasan, yang menegaskan bahwa akan dicapai kemudian, contohnya sebagai berikut.

Penggunaan partikel “pi” dalam kata “siangpi” dalam bahasa Indonesia memiliki arti “nanti siang”. Penggunaan partikel “pi” dalam kalimat “besok pi” dalam bahasa Indonesia memiliki arti “nanti besok”.

Penggunaan partikel “pi” juga memiliki makna lain dan bergantung dengan konteks susunan kalimatnya seperti dalam kalimat “kurangi pi” dalam bahasa Indonesia memiliki arti “kurangi lagi”.

Selain itu, partikel “pi” juga dapat berarti “setelah”, contohnya yaitu dalam penggunaan kata “cukup pi” dalam bahasa Indonesia memiliki arti “setelah cukup”.

Selain itu penggunaan partikel “pi” dalam bahasa di makassar juga dapat digabungkan dengan partikel “ki”.

Contoh penggunaan gabungan partikel “pi” dan “ki” yaitu, “nanti pi baru ke sana ki lagi” dalam bahasa Indonesia memiliki arti “ nanti ya baru ke sana lagi”.

Makassar memiliki dialek yang berbeda setiap daerah sehingga semakin membuktikan bahwa Indonesia kaya akan bahasa dan budaya.

Penggunaan tambahan partikel tersebut merupakan ciri khas yang dimiliki masyarakat di makassar. Bagi Anda yang akan berkunjung ke makassar memahami istilah dan partikel tambahan dalam bahasa Makassar sangat perlu untuk dipelajari..

KAMUS UMUM BAHASA MAKASSAR

Nama-nama Bulan Penyebutan Dalam Bahasa Makassar

kamus bahasa makassar

Kamus bahasa Makassar

  1. Januari = Janijari
  2. Februari = Paberewari
  3. Maret = Marasa
  4. April = Aberele
  5. Mei = Mai’
  6. Juni = Juni
  7. Juli = Juli
  8. Agustus = Agustus
  9. September = Satembere
  10. Oktober = Okttoboro
  11. November = Novembere
  12. Desember = Desembere

Kosa Kata Nama-nama Hari Penyebutan Dalam Bahasa Makassar

  1. Senin = Sanneng
  2. Selasa = Salasa
  3. Rabu = Araba’
  4. Kamis = Kammisi’
  5. Jum’at = Juma’
  6. Sabtu = Sattu
  7. Minggu = Minggu

Kosa Kata Umum Penyebutan Dalam Keseharian Bahasa Makassar

  • A’bangngi = Bermalam, menginap
  • A’barrasa’ = Menyapu, membersihkan
  • A’bate = Membekas
  • Accalla = Mencela
  • Agang = Teman, Jalanan
  • A’garu = Mengaduk
  • Aggalung = Bersawah
  • Ajjappa = Berjalan
  • Aka’ = Akar
  • Akkala’ = Akal
  • Akkammi’ = Berjaga, menjaga
  • A’lampa = Pergi
  • A’lembara’ = Memikul
  • Alla’ = Antara, sela
  • Allallo = Lewat
  • Alle = Ambil
  • Allo = Hari, Siang
  • Alusu’ = Halus, kecil
  • Ambani = Dekat
  • Ambawa = Dangkal, tidak dalam
  • Amma’ = Ibu, mama, ibunda, bunda
  • Ammanging = Menjemur
  • Ammari = Berhenti
  • Ammatti’ = Menetes
  • Ammingkung = Mencangkul
  • Ammisang = Memikul
  • Ammotere’ = Pulang, kembali
  • Anakang = Ikan gabus
  • Andi’ = Adik
  • Anggarrusu’ = Menyetrika
  • Anging = Angin
  • Angngarru’ = Menangis
  • Anjama = Kerja, bekerja
  • Anjari = Jadi, menjadi
  • Annang = Enam
  • Anne = Ini
  • Annenreng = Gemetar, bergetar
  • Anrong = Induk, ibu
  • Antama = Masuk
  • Antu = Itu
  • Antureng = Di situ
  • Appa’ = Empat
  • Appare’ = Bikin, membuat
  • Ara’ = Cium, Arab
  • Areng = Nama
  • A’rungang = Jalanan
  • Asara’ = Ashar
  • Assala’ = Asal
  • Assaluara’ = Memakai celana
  • Assangnging = Semua, menyeluruh
  • Assawala’ = Untung, mendapat keuntungan
  • Asse’re = Bersatu
  • Assi = Isi
  • Assibuntulu’ = Bertemu, berjumpa
  • Assipa’ = Enak, Nikmat
  • Assisa’la’ = Berpisah, bercerai
  • Assolle’ = Berjalan, bepergian, keluyuran
  • Assulu’ = Keluar
  • Assung = Lesung
  • Ati = Hati
  • Attu’ = Kentut
  • Annompang = Membersihkan senjata badik, keris menggunakan jeruk nipis
  • Appali’bo = Berbicara Kotor
  • Baine = Perempuan, wanita
  • Baji’ = Baik, bagus
  • Ba’ji = Pukul
  • Bakara’ = Buah Sukun
  • Bakeke’ = Kodok
  • Bakke = Bangkai
  • Baku’ = Bakul
  • Balatu’ = Jalanan
  • Balipang = Lipan
  • Balla’ = Rumah
  • Ballang = Belang
  • Ballasa’ = Tersiksa, menderita
  • Balle-balle = Bohong, dusta
  • Ballere’ = Balig, dewasa
  • Balli = Beli
  • Ballisi’ = Jengkel, marah
  • Ballorang = Penakut
  • Balu’ = Jual
  • Balukang = Jual
  • Bambala’ = Nakal, bandel
  • Bambang = Panas
  • Bandara’ = Bandar
  • Bangkeng = Kaki
  • Bangko = Bangku, kayu bangko
  • Bangko’ = Bangkok, tinggi besar, jenis ayam
  • Bangngi = Malam
  • Banna’ = Nakal
  • Bannang = Benang
  • Banyara’ = Ikan banyar
  • Bara’ = Musim hujan, hujan lebat
  • Barambang = Dada
  • Barani = Berani
  • Baranneng =Tempat air yang terbuat dari tanah liat
  • Bari = Basi
  • Barrasa’ = Sapu
  • Barubu = Angin barubu atau angin kencang
  • Barumbung = Abu-abu
  • Bassang = Bubur jagung
  • Bassi = Besi
  • Bassi barani = Magnet
  • Bassoro’ = Kenyang
  • Bassung = Kualat
  • Battala’ = Berat, gemuk
  • Battang = Perut
  • Battu = Dari, Sampai
  • Bau = Cium
  • Bau’ = Harum
  • Bawang = Pintu, Saja
  • Bayao = Telur
  • Bebe = Air liur
  • Bebe’ = Bodoh
  • Be’lang = Bau air yang busuk
  • Bella = Jauh
  • Bembe = Kambing
  • Benteng = Tiang
  • Berang = Parang
  • Berasa’ = Beras
  • Bibere’ = Bibir
  • Bija = Keluarga
  • Biku = Siput, bekicot
  • Binanga = Sungai
  • Bi’ngasa’ = Buka, kupas, belah
  • Bingkung = Cangkul
  • Bintoeng = Bintang
  • Birisi’ = Jengkel, marah
  • Biseang = Perahu besar
  • Bissa = Cuci, Cebok
  • Bitisi’ = Betis
  • Bobbo’ = Buku
  • Bo’bo’ = Menetas
  • Bodo = Pendek
  • Boko = Belakang
  • Bokong = Bekal
  • Bola’ = Terbakar, kebakaran
  • Boli’ = Simpan, taruh
  • Boloso’ = Siram
  • Bolu = Ikan bandeng, Kue Bolu
  • Bombe’ = Musuh, orang yang dibenci
  • Bombong = Pucuk, daun muda
  • Boncoro’ = Bocor, kempes
  • Bone = Isi
  • Bongkara’ = Bongkar
  • Bonte’ = Mentimun, ketimun
  • Bonto = Bukit, Daratan
  • Bori’ = Keluarga
  • Borro = Sombong, angkuh
  • Bosi = Hujan
  • Botolo’ = Botol
  • Botoro’ = Judi
  • Botto’ = Busuk
  • Buccu’ = Tusuk, sodok, sogok
  • Buburu’ = Bubur
  • Bujang = Kertas
  • Bukku’ = Bungkuk
  • Bukkuru’ = Burung tekukur
  • Buku = Tulang
  • Bulaeng = Emas
  • Bulepese’ = Kecoak
  • Bulu = bulu, rambut
  • Bulu’ = Gunung
  • Bulusumi’ = Kumis
  • Buntala’ = Ikan buntal
  • Bunting Kawin, = Pengantin
  • Buntulu’ = Ketemu, bertemu, berpapasan
  • Bura’ne Pria = Laki-laki
  • Burasa’ = Makanan dari beras yang terbungkus dengan daun pisang
  • Burusu’ = Ambruk, jatuh
  • Bussang = Berkeringat
  • Butta = Tanah
  • Butta Passolongang Cera = Tanah Tumpah Darah
  • Bulaeng Tau = Manusia Yang baik dan memiliki akhlak terpuji
  • Ca’di = Kecil
  • Ca’di-ca’di = Kecil-kecil, masih kecil
  • Cakalang = Ikan cakalang
  • Calla = Cela
  • Cambang = Berewok
  • Cammara’ = Comberan
  • Cammo = Ompong
  • Cannoro’ = Merdu, jernih, jelas suaranya
  • Cara’de’ = Pintar
  • Capila = Cerewet, bawel, tidak dapat menyimpan rahasia
  • Caramele’ = Ceremai, pohon/buah ceremai
  • Carammeng = Cermin
  • Cawakkang = Lesung Pipi
  • Cecceng = Curang
  • Cera’ = Darah
  • Ce’la = Garam, asin
  • Cica = kotoran/tai pada mata
  • Cicca’ = Cecak, cicak
  • Cidi = Mencret, kotoran/tai encer
  • Cidu’ = Runcing
  • Cikali = Sepupu satu kali, saudara sepupu
  • Cilaka = Celaka, sial
  • Cincing = Cincin
  • Cini’ = Lihat
  • Ci’nong = Jernih
  • Cippo’ = Cium
  • Cipuru’ = Lapar
  • Cokko = Sembunyi
  • Co’mo’ = Gemuk
  • Cora = Terang
  • Cucuru’ Kue cucur, = Kue manis terbuat dari kuning telur dan larutan gula
  • Cui-cui  Burung Cui-cui, = Sebuah nama burung berwarna hijau muda, hijau muda
  • Cuppang = katak
  • Cukkuru’ = Cukur
  • Cumi’ = Arang, Hitam
  • Dadara’ = Kue dadar
  • Daeng = Kakak, abang
  • Dakka = Langkah
  • Dalle’ = Rejeki, rezki
  • Dangngala’ = Nakal, Sakit
  • Dampolla’ = Tebal, banyak dan norak
  • Dapara’ = Lantai
  • Dare’ = Kera, monyet
  • Dasere’ = Balai-balai yang terbuat dari bambu
  • Dato’-dato’ = Boneka
  • Dattulu’ = Kecil, kerdil
  • Dego-dego = Teras rumah
  • Dekkeng = Pendukung, orang dalam
  • Didi = Merah
  • Dinging = Dingin
  • Doang = Udang
  • Dobolo’ = Dobel, dua kali
  • Dodoro’ = Dodol
  • Doe’ = Uang
  • Doi’ = Uang
  • Dokkong = Kurus, kerempeng
  • Dolanga = Laut, lautan
  • Do’mese’ = Basah kuyup
  • Domi = Domino
  • Dompala’ = Bodoh, dungu
  • Dongko’ = Punggung
  • Dongo’ = Dungu, bodoh
  • Donteng = Kental, mengental
  • Doraka = Durhaka
  • Dorong = Drum
  • Dosa = Dosa
  • Dottoro’ = Dokter
  • Dudu = Amat, sangat, terlalu
  • Dundu = Tunduk
  • Ebara’ = Misal, contoh
  • Eja = Merah
  • Eloro’ = Liur
  • Emba = Halau
  • Emosi = Marah, penuh emosi
  • Epa = Ketiak
  • Erang = Bawa
  • Ero’ = Mau, ingin, hendak
  • Ewa = Lawan
  • Ga’de = Warung, kedai
  • Gagoling = Bantal guling
  • Gallang = Tembaga, kuningan
  • Gallang-gallang = Cacing
  • Gallarrang = Pemerintah tingkat desa, kepala desa
  • Gamacca = Anyaman yang terbuat dari bambu
  • Gambang = Sombong, Ragi (campuran makanan)
  • Gammara’ = Cantik, gagah, tampan, bagus
  • Gampung = Sombong, Membesar
  • Ganna’ = Genap, cukup
  • Gantala’ = Kental
  • Garagaji = Gergaji
  • Garo’mese’ = Ampas
  • Garoto = Ampas
  • Garring = Sakit
  • Gasing = Mainan gasing
  • Gassing = Kuat
  • Gatta = Karet
  • Gau’ = Perilaku, Warna biru
  • Gele’-gele’ = Geli
  • Genggo = Goyang, goyah
  • Gentung = Gantung
  • Gesara’ = Batal, rombak, Makanan ayam dari jagung yang sudah ditumbuk/digiling
  • Gi’gili’ = kikir, pelit
  • Gimpe = Benjol, muka benjol
  • Giti = Colek sampai merasa geli
  • Goa = Gua, lubang besar di kaki gunung
  • Goco’ = Kocok
  • Gode’ = Gemuk, gendut
  • Gogoso’ = Gogos, makanan dari beras ketan yang dibungkus dengan daun pisang
  • Golla = Gula
  • Golla-golla = Gula-gula
  • Gona = Nama yang sama, orang yang namanya sama
  • Goncing = Gunting
  • Gondolo’ = Gundul
  • Gonggoro’ = Suara besar, suara bass, suara laki-laki yang sudah balig
  • Gosse = Tumbuhan air yang hidup di empang
  • Gumbang = Tempat air yang terbuat dari tanah liat
  • Gunturu’ = Guntur
  • Galang Santa’ = Seseorang yang ketinggalan, misalnya siswa yang tidak naik kelas dan sejenisnya
  • Inga’ = Ingat
  • Ingkong = Ekor
  • Inrang = Utang
  • Inung = Minum
  • Iru’ = Hirup
  • Iso’ = Hisap
  • Isseng = Tahu, ilmu
  • Iye’ = Iya
  • Iyo = Iya
  • Jabiri’ =Mujair
  • Jabiro’ = Mujair
  • Ja’guru’ = Tinju, pukul
  • Jakkala’ = Tangkap
  • Jala = Jala, alat penangkap ikan
  • Jalangkote’ = Kue jalangkote’
  • Jalla = Mau/ingin sekali
  • Jallo’ = Amuk, mengamuk
  • Jamarro’ = Jamrud, zamrud
  • Jambang = Buang air besar, WC
  • Jamma’ = Adu, mengadu, lapor
  • Jangang = Ayam
  • Jangang-jangang = Burung
  • Janggo’ = Jenggot
  • Jangka = Sisir
  • Janjang = Tatap, lihat
  • Janna = Lezat, nikmat, lemak
  • Jappa = Jalan
  • Jappo’ = Tua, lama, pudar, tidak baru
  • Jappu’ = Ambil
  • Jarang = Kuda
  • Jarra = Jera
  • Jekkong = Curang, tidak jujur
  • Je’ne’ = Air
  • Jera’ = Kuburan
  • Jingkiri’ = Jangkrik
  • Jo’jo’ = Tunjuk
  • Jonga = Rusa, kijang
  • Jongka’ = Langkah
  • Jongkoro’ = pendek, celana pendek
  • Juku’ = Ikan
  • Ka’bala’ = Kebal
  • Kabobo = Montok, mengembang, besar, membesar
  • Kaca = Gelas, kaca
  • Ka’dasa’ = Besar suaranya, menggelegar
  • Kadera = Kursi
  • Kadondong = Kedondong
  • Ka’doro’ = Keras, susah dibujuk, susah diatur
  • Kai’ = Kait
  • Kalamangnganna = Tidak peduli, rela melakukan sesuatu
  • Kalibara = Semut
  • Kalimo’moro’ = Kumur-kumur
  • Kallong Leher, = tersangkut di tenggorokan
  • Kaluku = Kelapa
  • Kalumanynyang Kaya, = banyak harta
  • Kaluru’ = Rokok
  • Kalusu’ = Gosok
  • Kama’mallang = Tai yang mengeras atau membatu
  • Kamanakang = Keponakan
  • Kamaseang = Kasihan
  • Kambang = Bengkak
  • Kamboti = Tempat bertelur ayam
  • Kambussulu’ = Benjol
  • Kaminang = Paling
  • Kamma Begitu, = seperti
  • Kammi’ = Jaga, tunggu
  • Kampa’ = Selera tinggi, suka pilih-pilih
  • Ka’muru = Hidung
  • Kandala’ = Penyakit kusta
  • Kangkong = Kangkung
  • Kanjoli  = Lampu minyak tanah
  • Kannasa’ = Asin, awet
  • Kanuku = Kuku
  • Kapala’ = Tebal
  • Kapere’ = Kafir
  • Kara’ba’ = Ranting pohon
  • Karanjeng = Keranjang
  • Karattasa’ = Kertas
  • Karawa = Pegang
  • Kareba = Kabar, berita
  • Karemeng = Jari-jari
  • Karipposo’ = Garing
  • Karisa’ = Kasar, tidak rata, tidak halus
  • Karrasa’ = Keramat, angker
  • Kasara’ = Kasar
  • Kasoro’ = Kasur
  • Kassa’ = Kuat, kokoh
  • Kassi’ = Pasir
  • Kasumpeng = Bengkak karena gatal
  • Katimbang = Belalang
  • Katinroang = Tempat tidur
  • Katinting = Duri, Perahu nelayan
  • Katoang = Baskom
  • Katulu-tulu = Mimpi
  • Katutu = Pelihara, jaga
  • Kau-kau = Pohon Kapok, kapuk
  • Kebo’ = Putih
  • Kekere’ = Keker
  • Kekke’ = Robek, sobek
  • Kekkere’ = Robek, sobek
  • Kekkese’ = Jalanan
  • Keloro’ = Kelor
  • Kepo = Tidak berkutik, jera
  • Keppo’ = Penyok, permukaan tidak rata karena benturan
  • Kikkiri’ = Kikir, pelit, alat kikir
  • Kindang = Tendang ke belakang
  • Ko’bi’ = Colek
  • Kocci’ = Ambil dengan jari tangan, cungkil dengan jari tangan
  • Ko’dala’ = Jelek, tidak cantik, tidak gagah
  • Kodong = Kasihan
  • Koi = Ranjang
  • Koi’ = Rajut
  • Kokko’ = Gigit
  • Kolantu’ = Lutut
  • Kollang = Kolam
  • Kompa = Pompa
  • Komporo’ = Kompor
  • Koro-koroang = Pemarah, tukang ngomel, bawel
  • Kukkulu’ = Kulit, kulit kering
  • Kulicca = Ketombe
  • Kulle = Mampu, bisa
  • Ku’mili’ = Tidak lentur, susah digigit/dikunyah
  • Kuntunganna = Biarpun, walaupun, meskipun, rela melakukan sesuatu
  • Kuri’ngisi’ = Meringis
  • Kusu’-kusu’ = Merengek-rengek
  • Kuttu = Malas, tidak rajin
  • Kutu = Kutu, serangga kecil di kepala
  • Kama’ Mallang = Susah mengeluarkan AB nya (sulit BAB)
  • Kasipalli = Larangan
  • Kikkiri’ Gallang = Kikir/pelit stadium empat
  • La’ba’ = Lebar
  • La’bu = Panjang
  • La’busu’ = Habis
  • Lada = Lombok, cabe
  • Lading = Pisau
  • La’gasa’ = Lepas, pisah
  • Lakkara’ = Lepas, bongkar
  • Lalang = Dalam, di dalam
  • La’lara’ = Jerami
  • Lale = Genit
  • Lamari = Lemari
  • Lambace’ = Tomat
  • Lambasa’ = Encer, tidak kental
  • Lambusu’ = Lurus, Jujur
  • Lamma = Lemah, tidak kuat
  • Lammoro’ = Murah
  • Lampa = Pergi
  • Lamu’ = Nyamuk
  • Lancara’ = Lancar
  • Langkara’ = Jarang, jaraknya berjauhan
  • Langkoseng = Kacang goreng
  • Lango-lango = Warna merah muda
  • Lannasa’ = Kaget, terkejut
  • Lantang = Dalam,Larut
  • Lapara’ = Tikar, hamparan, hamparkan, alas, pengalas
  • Lappa’ = Lipat
  • Lappara’ = Rata, datar
  • Lappasa’ = Lepas, bebas, Lebaran
  • Lappo = Sentuh, tabrak
  • Lappo’ = Ledak, letus, popkor
  • Lari = Lari
  • Lariang = Bawa lari, bawa pergi
  • Larro = Marah
  • Lassu’ = Lahir
  • Lau’ = Barat
  • Laukang = Sebelah barat
  • Lausu’ = Haus
  • Le’ba’ = Selesai, sudah
  • Lekkoro’ = Keseleo, salah urat
  • Leko’ = Daun
  • Le’leng = Hitam
  • Le’leng Pui’ = Hitam legam, hitam pekat
  • Le’leng Kappu’ = Serba hitam, hitam menyeluruh
  • Lemo = Jeruk
  • Lengu’ = Halang, terhalang, terlindung
  • Lenrong = Belut
  • Lerang = Berdiri, Tempat tidur ayam
  • Lesang = Pindah, jauh
  • Lessere’ = Pindah, geser, bergeser
  • Lete = Meniti
  • Lima = Tangan, Angka lima
  • Limbang = Seberang, menyeberang
  • Lingu = Bingung, bimbang
  • Linrung = Lindung, terlindung
  • Linta’ = Cepat
  • Lipa’ = Sarung
  • Lippu = Pusing, bingung
  • Lohoro’ = Duhur
  • Loko’ = Luka
  • Lo’loso’ = Alir, mengalir
  • Lompo = Besar
  • Longko lame = Warna ungu
  • Luara’ = Luas
  • Lugusu’ = Labrak, libas, gilas
  • Lu’lu’ = lap, besihkan
  • Lulusu’ = Lulus, tamat
  • Lumba = Lomba, mendahului
  • Lu’mu’ = Lembek, lunak, tidak keras
  • Lurang = Penumpang
  • Lussa’ = Gelisah
  • Lusuru’ = Libas, gilas
  • Lamba’ doko = Malas, lambat loading
  • Ma’bung = Jatuh
  • Makkapu’ = Hitam, gulita
  • Malasa’ = Malas
  • Malla’ = Takut
  • Mammiri’ = Berhembus, bertiup
  • Mandara’ = Mandar
  • Mange = Pergi, ke…
  • Mangko’ = Mangkok
  • Mangngaribi = Magrib
  • Manna = Biar, walau
  • Manna mamo = Biarpun, walaupun
  • Mantang = Tinggal
  • Mantung = Dapat ikan dari memancing
  • Manynyere’ = Amis, bau ikan
  • Mao-mao = Ngigau, mengigau
  • Mappang = Berjamur, makanan yang sudah bau
  • Marrang = Teriak, berteriak
  • Massere’ = Mesir
  • Mate = Mati
  • Mattung = Jatuh
  • Mejang = Meja
  • Mekang = Memancing ikan
  • Mempo = Duduk
  • Menteng = Berdiri
  • Meong = Kucing
  • Mo’joro’ = Ngambek, marah
  • Moncongbulo = Warna hijau
  • Montoro’ = Tegang, mengeras
  • Moro-moro = Ngomel, mengomel
  • Munduru’ = Mundur
  • Nai = Siapa
  • Nai’ = Naik
  • Naki = Supaya, agar
  • Nakke = Saya, aku
  • Nakku’ = Rindu
  • Nampa = Lalu
  • Nassa = Jelas
  • Nassu = Marah, jengkel
  • Naung = Turun, ke bawah
  • Ngai = Suka
  • Ngirang = Ngidam
  • Nia’ = Niat, Ada
  • Oco’ = Bujuk, rayu
  • Odo’ = Intip, incar
  • Ollang = Teman, kawan
  • Ondang = Buru, kejar
  • Otere’ = Tali, pengikat
  • Pabagang = Penangkap ikan, nelayan
  • Paballe-balle = Pembohong, pendusta
  • Pabalu’ = Penjual
  • Pabotoro’ = Penjudi
  • Padanggang = Pedagang
  • Padalle = Biawak
  • Pa’dinging = Alat penampi beras yang terbuat dari anyaman bambu
  • Pagalung = Petani, orang yang bekerja di sawah
  • Pagolo’ = Pemain sepak bola
  • Paja = Pantat
  • Pajama = Pekerja
  • Pajappa = Suka berjalan, suka bepergian
  • Pakke’bu’ = Pintu
  • Pala’ = Telapak
  • Palasti’ = Plastik
  • Pallu = Masak
  • Palukka’ = Pencuri
  • Pa’lu’lu’ Lap, = kain lap
  • Pa’lungang = Bantal
  • Pa’mai’ = Perasaan
  • Pammaja’ = Wajan, alat untuk menggoreng
  • Pammalli = Pembeli
  • Pangngai = Kesukaan, ketertarikan
  • Pa’niki = Kelelawar
  • Panjo’jo’ = Jari telunjuk
  • Panne = Piring
  • Panrita = Orang yang berilmu, orang pintar
  • Panteng = Ember
  • Parada = Cat, pewarna
  • Pa’rasangang = Kampung halaman, tempat tinggal
  • Pa’risi’ = Sakit, terasa sakit
  • Paro’ = Parut
  • Pasolle’ = Suka keluyuran, suka bepergian
  • Passambe = Pengganti
  • Passare = Pemberian
  • Passempa’ = Tendangan
  • Passi’ = Gigi menonjol, gigi bersusun
  • Passikko’ = Pengikat
  • Passimbang = Pembatas, penghalang
  • Passingara’ = Penagih
  • Pattampiling = Tamparan
  • Pekku’ = Siku tangan bengkak/bengkok karena jatuh
  • Pepe = Bisu, tidak dapat berbicara
  • Pepe’ = Api
  • Peppe’ = Pukul
  • Pica’ = Pijit, pijat
  • Pikkiri’ = Pikir
  • Pi’lasa’ = Pucat
  • Pilisi’ = Pipi
  • Pippisi’ = Mengeluarkan ingus dari lubang hidung
  • Pindu’ = Sepupu dua kali
  • Pinta’ = Sepupu tiga kali
  • Pi’ru = Ludah
  • Poca’ = Remas
  • Poca’-poca’ = Remas-remas
  • Pocci’ = Pusar, pusat
  • Pokko’ = Pendek, puntung, buntung
  • Pokkolo’ = Tumpul
  • Polong = Potong
  • Pongoro’ = Gila
  • Ponto = Gelang
  • Porassi = Gusi
  • Pore = Enak, hebat, jago
  • Poso = Penyakit asma, ngos-ngosan, napas kembang kempis
  • Posso’ = Terbebani beban berat, tertindis beban berat
  • Potolo’ = Pensil, potlot
  • Pucala’ = Bingung, pusing
  • Punna = Jika, kalau, jikalau
  • Puppusu’ = Habis, selesai, berakhir
  • Purina = Paman atau Bibi, Om atau tante
  • Purukang = Kantong
  • Purusu’ = Urut, elus
  • Putara’ = Putar
  • Puru-Puru Singkulu’ = Bisul pada sikunya
  • Piti Rambang-Rambangi = Tak Pandai Memilih
  • Parakang Doe’ = Seseorang yang Mata Duitan
  • Passappi’ = Pengapit, (Passappi’ Bunting)
  • Rakka’ = Tidak lancar, tidak licin
  • Ra’masa’ = Kotor
  • Rammang = Awan
  • Rampe = Ingat, sebut
  • Rampi’ = Dekat, samping
  • Rammusu’ = Dingin, menggigil
  • Rannu = Senang, gembira
  • Rantasa’ = Jorok, tidak rapi
  • Rante = Rantai, kalung
  • Rappi = Rapi, teratur
  • Rappo = Buah
  • Rassi = Penuh
  • Rate = Atas, di atas
  • Rawa = Bawah, di bawah
  • Raya = Timur
  • Rayangngang = Sebelah timur
  • Reppese’ = Dekat, mendekat
  • Rewa = Berani, menantang
  • Ringi’-ringi’ = Jijik
  • Rinra = Nyala
  • Rinring = Dinding
  • Roca’ = Kacau
  • Rokko’ = Ruku’
  • Romo’ = Peras
  • Rompa = Banyak barang, banyak penghalang
  • Ronto’ = Makanan yang terbuat dari udang kecil yang diberi pewarna dibuat sebagai lauk
  • Roso’ = Kurus
  • Rua = Dua
  • Rua’ = Luap, meluap, melimpah
  • Rukku’ = Mulai, mulai menyala
  • Rumbu = Asap
  • Runtung = Runtuh, ambruk
  • Ruppa = Tabrak, berpapasan
  • Ru’rusu’ = Gugur, tercabut
  • Sa’be = Sutera
  • Sakala’ = Susah, sulit
  • Sakkulu’ = Bau badan
  • Sa’la’ = Pisah, cerai
  • Salang = Selang
  • Salanggang = Bahu, pundak
  • Salewangang = Sehat, sehat walafiat
  • Salla’ = Nanti
  • Sallang = Salam
  • Sallo = Lama
  • Saluara’ = Celana
  • Saluara’ lalang = Celana dalam
  • Samara’ = Biasa, lumrah, laku, kebanyakan, musimnya
  • Sambalu’ = Langganan
  • Sambang = Untung, mujur
  • Sambarang = Sembarang
  • Sampang = Jika memang, kalau memang
  • Sampulo = Sepuluh
  • Sandala’ = Sendal
  • Sangge = Sampai, hingga
  • Sanging = Selalu
  • Sannang = Tenang
  • Santang = Santan
  • Sapatu = Sepatu
  • Sapeda = Sepeda
  • Sapi = Sapi
  • Sare = Beri, kasih
  • Sarring = Kelewatan
  • Sarru’ = Bau yang menyengat
  • Sassang = Gelap
  • Sassangmakkapu’ = Gelap gulita
  • Sawala’ = Untung, laba
  • Sekke’ = Kikir, pelit
  • Sempa’ = Sepak, tendang
  • Sentere’ = Senter
  • Siagang = Bersama, dengan
  • Sibittu’ = Secuil, sedikit sekali
  • Sike’de’ = Sedikit
  • Sikko’ = Ikat
  • Sikongkolo’ = Sekongkol
  • Sikuju = Kepiting
  • Simbara’ = Cerah, tidak hujan
  • Singkulu’ = Siku, sudut
  • Sinting = Gila
  • So’bolo’ = Lubang
  • Solong = Mengalir
  • Solongang = Selokan
  • Sombala’ = Layar
  • Sombere’ = Luwes, cepat bergaul, murah senyum, peramah
  • Songko’ = Songkok
  • Songkolo = Nasi dari beras ketan
  • Soro-soro = Alat penampi/pembersih beras
  • Sorokau = Hidup tidak menentu
  • Sukku’ = Sempurna, lengkap
  • Sukkuru’ = Syukur, bersyukur
  • Sumanga’ = Semangat
  • Sunggu = Sumbu
  • Sussung = Uang kembalian, pajak, retribusi
  • Tabe’ = Permisi
  • Ta’bangka = Kaget
  • Taccidi = Keluar kotoran encer di pantat, mencret
  • Taccidi-cidi = Mencret-mencret
  • Tacciri’ = Muncrat, keluar dengan cepat
  • Ta’do’do’ = Mengantuk
  • Ta’doleng = Menggantung
  • Ta’doleng-doleng = Tergantung-gantung
  • Ta’gentung = Tergantung
  • Takkala = Terlanjur
  • Takkende’ = Kaget
  • Takkes = Keki, salah maksud
  • Ta’lappa’ = Terlipat
  • Ta’liwa’ = Kelewatan, keterlaluan
  • Ta’liwa-liwa’ = Sangat kelewatan, sangat keterlaluan
  • Tallasa’ = Hidup
  • Tallu = Tiga
  • Ta’loko = Kusut
  • Ta’loko-loko = Kusut sekali
  • Tampalisu = Pusaran rambut di kepala
  • Tamparang = Laut, lautan
  • Tampiling = Tampar
  • Tampo = Sombong, angkuh
  • Ta’muri = Tersnyum
  • Ta’muri-muri = Tersenyum-senyum
  • Tamussu = Muka cemberut
  • Tanja’ = Rupa, tampang, muka, seperti
  • Tangkasa’ = Bersih
  • Tanra = Tanda
  • Tanra’ = Tindis, tindih
  • Tanrang = Dasar, saking
  • Tanru’ = Tanduk
  • Tanta = Tante, bibi
  • Tappe’ = Tampar
  • Tappeccoro’ = Terpeleset
  • Tappere = Oleng
  • Tappere-pere = Oleng-oleng, limbung
  • Tappere’ = Tikar
  • Tara = Lubang pantat
  • Tara didi = Lubang pantat berwarna merah
  • Tarang = Tajam
  • Tarasi’ = Terasi
  • Tarattu = Kentut
  • Ta’rosa’ = Terkantuk, mengantuk
  • Ta’rosa’-rosa’ = Terkantuk-kantuk
  • Tarrusu’ = Pintar, cerdas
  • Tassala = Terlepas
  • Tassela’ = Tertidur sejenak, tertidur sebentar
  • Tassere’ = Kira-kira, taksir
  • Tassikko’ = Terikat
  • Tassimbung = Terhambur
  • Tattai = Buang air besar
  • Tau = Orang, manusia
  • Taung-taung = Bayangan, bayang-bayang
  • Tayang = Tunggu
  • Tea’ = Tidak mau, jangan
  • Teaja’ = Tidak mau, tidak ingin, malas
  • Teakko = jangan, tidak usah
  • Tea’ma’ = Tidak mau lagi, tidak ingin lagi
  • Tea’mako = Tidak usah
  • Tedong = Kerbau
  • Tena = Tidak ada
  • Te’ngere’ = Retak, pecah-pecah
  • Tenta = Langgar, halangi dengan kaki
  • Tera’ = Sendawa
  • Tere’ = Aspal
  • Tete = Titian
  • Timborang = Sebelah selatan
  • Timboro’ = Selatan
  • Timbuseng = Mata air
  • Timoro’ = Musim kemarau, musim kering
  • Tingkasa’ = Pematang
  • Ti’no’ = Masak, matang
  • Tinro = Tidur
  • Toa = Tua, berumur
  • Toali = Pulang tanpa hasil
  • To’do’ = Tusuk
  • Toli = Telinga
  • To’loro’ = keras, ubi yang keras
  • Tu’guru’ = Jatuh
  • Tuka’ = Tangga
  • Tumpi = Kotoran pada pipi, ingus yang mengering dan menempel di pipi
  • Tunrung = Pukul, hantam
  • Turere = Haus
  • Turu’ = Ikut, jiplak
  • Tutu = Hati-hati
  • Teai Samara’ = tidak biasa, bukan sembarangan
  • U’ = Rambut
  • Uang = Uban
  • Uangngang = Ubanan
  • Ukiri’ = Tulis
  • Ukkuru’ = Ukur
  • Ulara’ = Ular
  • Ulu = Kepala
  • Umba = Nampak, kelihatan, Ayo
  • Umbu = Asap
  • Umuru’ = Umur
  • Unti = Pisang
  • Upa’ = Untung, mujur
  • U’rangi = Ingat, jangan lupa
  • Uring = Panci
  • Uru’ = Urut
  • Urusu’ = Urus, Ingus
  • Utung = Tindis, tindih
  • Wara’ = Utara
  • Warakkang = Sebelah utara
  • Warisi’ = Waris
  • Wattu = Waktu, saat

Kosa Kata Penyebutan Bilangan Angka Dalam Bahasa Makassar

  • 0 = Nolo’/Kosong/Lobbang
  • 1 =  Se’re
  • 2 = Rua
  • 3 = Tallu
  • 4= Appa’
  • 5 = Lima
  • 6 = Annang
  • 7 = Tuju
  • 8 = Sagantuju/Sangantuju
  • 9 = Salapang
  • 10 = Sampulo
  • 11 = Sampulon Se’re
  • 12 = Sampulon Rua
  • 13 = Sampulon Tallu
  • 14 = Sampulong Ngappa
  • 15 = Sampulol Lima
  • 16 = Sampulong Ngannang
  • 17 = Sampulon Tuju
  • 18  = Sampulos Sagantuju / Sampulong Sangantuju
  • 19  = Sampulong Salapang
  • 20 = Ruampulo
  • 21 = Ruampulos Se’re
  • 100 = Sibilangngang
  • 101 = Sibilangngang Asse’re
  • 102  = Sibilangngang Anrua
  • 1000 = Sisabbu
  • 1001= Sisabbu Asse’re
  • 1002 = Sisabbu Anrua
  • 2001 = Ruassabbu Asse’re

Inilah dialek dalam Bahasa Makassar dan Contoh Penggunaannya mulai dari kosa kata umum bahasa Makassar, bilangan angka, nama-nama bulan, nama-nama hari.

Nah itulah Bahasa Makassar mudah-mudahan bermanfaat jika Anda jika ada koreksi, terjemehan, ralat yang kurang sesuai yang ingin ditambahkan, silahkan komen di kolom komentar. Terima Kasih.