Rumpun dan Makna Kesantunan pada Bahasa Batak

Bahasa Batak merupakan sekelompok bahasa yang diucapkan atau dituturkan di Sumatera Utara khususnya.

Adapun golongan ini dimasukkan dalam kelompok antara lain Sumatera Barat Laut dengan bahasa Mentawai serta Nias dalam rumpun bahasa Melayu-Polinesia.

Berdasar SIL 2001 bahasa daerah Batak mempunyai jumlah penutur bahasa yang cukup tinggi.

Bahasa ini menduduki urutan keenam setelah bahasa Minangkabau, bahasa Madura, bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Melayu, dan bahasa daerah Batak diketahui mempunyai jumlah penutur aktif sebesar 5.150.000 orang.

Rumpun Bahasa Batak

Bahasa Batak

Bahasa Batak

Sebetulnya Bahasa daerah Batak merupakan nama sebuah rumpun bahasa yang berhubungan erat dengan yang dituturkan di Sumatra Utara. Biasanya mereka memakai aksara Batak. Bahasa ini pun terbagi menjadi 3 kelompok, antara lain.

1. Bahasa Daerah Batak Utara

– Bahasa Alas-Kluet

Bahasa daerah Batak Alas-Kluet merupakan sebuah bahasa yang dituturkan pada timur laut Tapaktuan dan area di sekitar Kutacane, Aceh. Jumlah pengguna atau penutur bahasa ini mencapai 195.000 jiwa pada tahun 2000. Kebanyakan orang menolak label Batak sebab adanya pada konotasi budayanya.

Sementara itu, belum dapat dipastikan apakah bahasa ini adalah bahasa tunggal atau bukan. Bahasa pun ini mempunyai 3 dialek, seperti dialek Kluet, dialek Alas, dan dialek Singkil atau Kade-Kade. Pada dialek Alas agak serupa dengan Bahasa Karo, sedangkan dialek Kluet dan Singkil lebih dekat ke Bahasa Pakpak.

– Bahasa Pakpak atau Dairi

Bahasa Pakpak ialah sebuah bahasa yang ada di provinsi Sumatera Utara. Bahasa Pakpak umumnya dipakai penduduk yang tinggal di daerah Kabupaten Dairi, Pakpak Bharat, Sumatera Utara dan juga ada di sebagian wilayah kabupaten Singkil daratan di Aceh.

Bahasa Pakpak pun ditemukan di daerah Parlilitan yang masuk dalam Kabupaten Humbang Hasundutan dan pada wilayah Manduamas di mana area tersebut adalah bagian dari Kabupaten Tapanuli Tengah.

– Bahasa Karo

Salah satu Bahasa Batak Utara ini merupakan bahasa yang digunakan oleh suku Karo yang menetap di dataran Tinggi Karo atau Kabupaten Karo, Medan, Langkat, Deli Serdang, Dairi, hingga ke Aceh Tenggara di Indonesia.

Baca juga : Bahasa Banjar

2. Bahasa Daerah Batak Simalungun

Bahasa Simalungun adalah bahasa daerah dari Batak, di mana bahasa ini ditutur atau dipakai suku Simalungun yang menetap atau hidup di Kabupaten Deli Serdang, Medan, Simalungun, Tapanuli, Dairi, dan Bedagai. Bahasa ini dapat Anda temui di sana.

Dari hasil penelitian seorang ahli bahasa Belanda, beliau pun pernah menjabat sebagai Taalambtenaar Simalungun tahun 1937.

Ia menyebutkan kalau bahasa Simalungun ialah bagian dari rumpun Austronesia yang dekat dengan bahasa Sanskerta dan keberadaannya mempengaruhi banyak bahasa Inggris serta wilayah lainnya di Indonesia.

Kedekatan ini diterlihat dari huruf penutup suku mati, yaitu:

  1. Uy = pada kata babuy dan apuy.
  2. G = pada kata dolog.
  3. B = pada kata abab.
  4. D = pada kata bagod.
  5. Ah = pada kata babah atau sabah.
  6. Ei = pada kata simbei.
  7. Ou = pada kata lopou atau sopou.

Dalam penggolongan atau pengelompokan bahasa ini adalah bagian dari dari berbahasa Batak itu sendiri. Menurut ahli filologi sebelum terbentuknya bahasa Mandailing atau Toba, bahasa ini adalah cabang atau bagian dari rumpun selatan yang lain atau berbeda dari berbahasa Batak Selatan.

Jika Anda dengarkan dengan baik ada kata-kata dalam Bahasa Simalungun yang memang memiliki kemiripan dengan bahasa Toba atau Karo yang ada di sekitar wilayah tinggalnya suku Simalungun, terdapat banyak kata yang penulisannya sama dalam bahasa Simalungun dan Toba akan tetapi memiliki makna yang berbeda.

Baca juga : Bahasa Bali

3. Bahasa Batak Selatan

– Bahasa Angkola – Mandailing

Bahasa Angkola dari bahasa Batak ini memiliki kemiripan dengan bahasa Batak Toba, bahasa Angkola dalam penggunaan intonasi sedikit lebih lembut dibanding bahasa Toba.

Bahasa daerah Batak Angkola ini terdiri atas daerah Batang Toru, Sipirok, seluruh bagian kabupaten Tapanuli Selatan dan Padangsidempuan.

Bahasa Mandailing adalah rumpun bahasa daerah Batak, dengan penuturan yang lebih lembut lagi dari bahasa Angkola, bahkan lebih halus dari bahasa Batak Toba.

Mayoritas penggunaannya di daerah Kabupaten Mandailing-Natal namun tidak termasuk bahasa Natal.

– Bahasa Daerah Batak Toba

Bahasa daerah Batak Toba ialah salah satu bahasa daerah yang petuturannya ada di area sekitar Danau Toba dan sekitarnya, termasuk juga Pulau Samosir, Sumatera Utara.

Baca juga : Bahasa Arab

4. Makna Kesatuan pada Bahasa Daerah Batak

Mengingat banyaknya dari bahasa daerah di Indonesia kian tergusur dan sepi pengguna. Dari hasil penelitian mengenai keberadaan bahasa terdapat 746 bahasa daerah asal Indonesia rupanya tak serta merta dengan pelstarian terhadap bahasa tersebut dengan baik.

Hal ini terlihat jelas dalam data yang mengatakan bahwa terdapat sekitar 25 bahasa daerah di Indonesia ini memiliki status yang hampir punah, namun 13 bahasa daerah di Indonesoa lainnya telah dinyatakan punah.

5. Bahasa Daerah Batak dan Fungsinya

Bahasa merupakan alat lingual simbolis dan berperan sebagai sentral untuk transmisi pengetahuan lokal. Dalam bahasa daerah ialah bahasa yang sangat tepat yang dapat menggambarkan kebudayaan daerah yang bersangkutan dengan bahasa tersebut.

Perihal inilah yang dimaknai bahasa daerah Batak dan penuturnya dengan baik, dan dapat dilestarikan hingga kini. Bagi Anda yang gemar berpetualang, pengetahuan bahasa sedikit-banyak membantu Anda saat melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia.

Dalam bahasa daerah Batak, Anda pastimya biasa mengenal kata Horas sebagai sebuah sapaan umum. Kata tersebut sebetulnya adalah sebuah salam khas dari Batak Toba.

Salam khas ini sama dengan kata Mejuah-juah dari daerah Karo dan kata Yahobu dari daerah Nias.

Kata Horas sebetulnya memiliki makna yang luas. Makna-makna ini dapat diartikan apa kabar, salam kenal, selamat pagi atau siang atau malam, selamat datang atau jalan, salam dalam pembuka dan penutup acara, dan lain sebagainya.

Baca juga : Bahasa Aceh

6. Bahasa Daerah Batak Punya Tenggang Rasa yang Tinggi

Bahasa daerah Batak ini mempunyai banyak keunikan yakni penggunaan kata dalam bahasa daerah Batak ada yang kasar dan juga halus.

Contohnya dalam berbicara dalam bahasa yang kasar dipakai untuk pergaulan yang sudah akrab. Sedangkan bahasa yang halus dipakai dalam pergaulan yang umum dan lebih hormat.

Karena itu wajar bila terhadap orang yang Anda hormati ataupun tingkat kekerabatan masih jauh sehingga belum menjadi sahabat dekat.

Anda harus memakai kata yang halus. Hanya sesama anak-anaklah yang diperbolehkan memanggil dengan nama asli satu sama lainnya itupun harus Anda lihat dari tingkatan kekerabatan dalam keluarga atau dari tingkat kelahirannya.

Keunikan bahasa daerah Batak yang justru memiliki rasa tenggang rasa, baik itu terhadap suku maupun kepercayaan lain. Hal ini yang kerap kali luput, sebab pandangan kasar yang tersebar di layar media membuat hal itu demikian.

Bahasa Batak memiliki tingkatan kasar dan halus dalam penuturannya. Seperti halnya yang telah dibahas di atas, kita harus memiliki sikap tenggang rasa dalam menyikapinya serta melestarikan keberadaan beragam bahasa dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga : Bahasa Minang

Contoh Kalimat Bahasa Batak

BAHASA INDONESIA BAHASA BATAK
  • Adik laki-lakiku pintar matematika
  •  Malo do ibotoku matematika
  • Adik perempuanku masih kecil
  •  Dakdanak dope anggiku
  • Aktivitas kamu apa sekarang?
  •  Marhua ma ho nuaeng?
  • Aku ingin tetap bersamamu
  •  Ikkon rap au dohot ho salelengna
  • Aku kekenyangan
  •  Pabutonghu ahu
  • Aku merasa sangat lelah
  •  Loja hian huhilala
  • Aku ngantuk banget karena kurang tidur
  •  Mondok-mondok hian au ala hurang modom
  • Aku sayang kamu
  •  Holong do rohakku tuho
  • Aku suka belanja di pasar tradisional
 Na lomoan rohakku maronan di pokkan on
  • Aku suka dipijit
 Lomo rohakku didappol
  • Aku suka menulis di kertas
 Lomo rohakku manurat di harotas
  • Aku tak bisa melupakannya
 dang tarlupahon au
  • Ambil kertas di sana
 Disan buat karotas na
  • Anak itu sangat menyebalkan
 Sogo rohakku mengida ibana
  • Apa kabar ibu?
 Boha kabar ni oma?
  • Apa kamu bahagia?
 Sonang do roham?
  • Apapun bisa dipelajari asal ada kemauan
 Aha pe boi doparsijaran asal roha
  • Ayah lagi apa?
 Lagi marhua bapa?
  • Ayo makan
 Beta mangan
  • Ayo naik motor
 Beta naik kareta
  • Ayo pulang
 Beta mulak
  • Besok datang ke rumahku ya
 Ro ho sogot tu jabu da
  • Besok dia akan ke Bandung
 Sogot lao do ibana tu Bandung
  • Bibi baik hati
 Na burjuan Namboru on
  • Bibirnya bagus, sensual
 Bagak bibir na, seksi
  • Buang sampah ke tempatnya
 Bolongkon sampah i tu inganan na
  • Buka pintunya
 Bukka jo pintu on
  • Buku di atas meja
 Bukku di ginjang meja
  • Celana jeans dan kaos
 Salawar jeans dohot kaos
  • Dia adalah cinta pertamaku
 Ibana do haholonganku na parjolo
  • Dia kakak perempuanku
 On ma Akkanghu
  • Dia orang yang tidak kooperatif
 Imana jolma dang boi diajak mardongan
  • Dia orangnya asyik
 Tabo do mardongan dohot ibana
  • Dia pakai kacamata
 Mamake kacamata ibana
  • Dia sedang sakit
 Marsahit ibana sonnari
  • Dia sombong, merasa diri paling pintar
 Ginjang rohana, pamalo-pamalohon
  • Enak banget makanannya
 Tabo ate siallangon on
  • Flu berat ini sangat menyiksaku
 Haccit nai na marsahitflu on
  • Hari ini panas sekali
 Mohop nai sadarion
  • Hujan membuat hati tenang
 Udan sibaen las ni roha
  • Ibu suka kue ini?
 Lomo do roham kue on Inang?
  • Indonesia kaya lokasi wisata menarik
 Hamoraon ni Indonesia on gok akka tempat wisata
  • Ini obat sakit kepala
 Nion ubat haccit ulu
  • Ini pengalaman pertamaku
 On ma pengalamanku na parjolo
  • Jam berapa pulang?
 Jam piga ho mulak?
  • Jangan anggap pekerjaan sebagai beban
 Unang baen sudekarejom gabe boban
  • Jangan lupa makan siang
 Unang lupa mangan arian
  • Jangan pergi dariku
 Unang tinggalhon au
  • Jangan pernah bilang tidak bisa
 unang hea dokkon dangboi
  • Kakak laki-lakiku kuliah di sana
 Ibotoku sikkola disando
  • Kakek sehat selalu
 Hipas-hipas ma Oppung Doli torus
  • Kamu cantik
 Bagak maho
  • Kamu ganteng
 Gatteng maho
  • Kapan balik?
 Andigan mulak?
  • Karakternya sangat buruk
 Roa hian pangalahona
  • Kenapa banyak orang bercerai?
 Boasa godang jolma marsirang
  • Kerja dengan gembira
 Karejo mardongan sonang
  • Kesuksesan membutuhkan militansi
 Hagabeon ikkon do dijugulhon
  • Kita ke sana saja
 Tusan ma hita
  • Kita turun di sini aja
 Turun dison ma hita
  • Kunci sukses adalah konsistensi
 Asa boi gabe ikkon dohot di pambaenan
  • Kursinya ada tujuh
 Adong pitu kursi i
  • Laki-laki berkaos merah
 Baoa parbaju na merah
  • Lampu listriknya terang
 Tiur do lampu listrik nai
  • Langit tak selalu biru
 Dang tongtong langit na balau
  • Lemak perut sangat menyebalkan
 Sogo rohakku mangida tabo-tabo ni butuhaon
  • Makanan ini enak sekali
 Tabo nai siallangon on
  • Marga apa kamu?
 Marga aha?
  • Martabaknya enak, rasa keju
 Tabo nai martabak keju on
  • Mau ke mana?
 Naeng tudia ho?
  • Menulis di komputer
 Manurat di komputer
  • Minta tisu ya
 Bagi tisum on da
  • Mukena buat salat
 Mukena dipake tu solat
  • Nenek sayang aku
 Naholongan rohani oppung boru tu au
  • Nikmati setiap momen
 Dai ma sude akka na masa
  • Obat segala penyakit adalah hati yang gembira
 Ubat nisude sahit roha na sonang
  • Om suka naik motor
 Lomo do rohani Tulang naik kareta
  • Orang yang tidak bercerai apa sungguh bahagia?
 Molo somarsirang, bahagia doi?
  • Pinjam polpennya dong
  •  Pinjam jo pulpenmi
  • Ruang kerjanya luas
  •  Bolak do tempat karejo na
  • Rumah bertembok putih
  •  Jabu mardingding na bottar
  • Rumah ini bersih ya
  •  Ias jabu on ate
  • Saya haus
  •  Mauas au
  • Saya lapar
  •  Male au
  • Sedihmu sedihku juga
  •  Lungunmu lungunku do
  • Sehatkah nenek?
  •  Sehat do oppung?
  • Selamat bekerja, semoga sukses
  •  Horas ma di parkarejoan, anggiat gabe
  • Selamat jalan
  •  Sai horas ma di pardalanan
  • Selamat tinggal
  •  Horasma na tading
  • Semua orang pasti punya sisi baik
  •  Sude jolma pasti adong do na dengganna
  • Siapa namamu?
  •  Ise goarmu?
  • Sudah makan?
  •  Nunga mangan?
  • Tante kapan pulang?
  •  Andigan Inanguda mulak?
  • Tas di atas meja
  •  Tas di ginjang meja
  • Tasnya sangat berat
  •  Na boratan tas on
  • Tasnya warna biru
  •  Tasna na balau
  • Tinggal di mana?
  •  Didia jabum?
  • Topinya motif kotak-kotak
  •  Takkuluk na kotak-kotak
  • Tubuhnya langsing, enak dipandang
  •  Langsing daging na,tabo idaon
  • Wajahnya terlihat layu
  •  Gale hian berengon bohi na

Sumber : tagar.id

Baca juga : Bahasa Manado