Ketahui Fakta dan Usaha Pelestarian Bahasa Bali

Bahasa Bali – Adanya beberapa pertimbangan kultural yang menjadi latar belakang fenomena kembalinya bahasa Bali jadi pusat perhatian.

Karena kekhawatiran akan terhapusnya bahasa daerah Bali di kalangan pengusung maupun penuturnya, yaitu masyarakat Bali. Bukan hal yang tak mungkin bahasa pulau dewata ini akan punah.

Kepunahan bahasa dalam sejarah bukanlah suatu hal yang baru. Dengan punahnya suatu budaya maka bahasanya pun ikut punah.

Sebut saja lenyapnya kebudayaan suku Inca, Maya, dan Aztek yang telah punah. Hanya ada jejak-jejak peninggalan benda purbakala. Sehingga tidak ada tau seperti apa bahasanya atau lainnya, peninggalannya hanya memberi info sedikit.

Bahasa Bali yang Terancam Punah

Bahasa Bali

Bahasa Bali

Indonesia secara perlahan mengalami kepunahan terhadap bahasa lokal. Berdasarkan catatan Badan Bahasa sampai Oktober 2017, bahasa daerah di Indonesia yang telah diidentifikasi dan disahkan ada 652 bahasa dari 2.452 pengamatan.

Dengan jumlah tersebut, Indonesia adalah negara kedua dengan bahasa daerah terbanyak di dunia.

Dari tahun 2011-2017, dari 652 bahasa daerah yang sudah dipetakan dan didokumentasikan baru 71 bahasa daerah yang telah dipetakan.

Dari data tersebut, terdapat 19 bahasa daerah terancam punah, 2 bahasa daerah tengah kritis dan ada 11 bahasa daerah sudah punah. Bahkan UNESCO memastikan bahwa bahasa daerah di Indonesia akan punah setiap 15 hari sekali.

Beruntung bahasa daerah Bali tergolong sebagai bahasa yang telah terdokumentasi dan tervalidasi. Karena itu, Anda pasti mengerti kenapa bahasa daerah Bali perlu mendapatkan perhatian besar oleh sejumlah pihak.

Baca juga : Bahasa Makassar

Menguatkan Bahasa Bali Melaui Musik

Salah satu gerakan ini menguatkan Bahasa daerah Bali dengan sangat fenomenal yang dilakukan oleh para musisi serta penyanyi pop Bali.

Dengan demikian Bahasa daerah Bali kemudian jadi dikenal dari lagu-lagu pop Bali yang dilantunkan di televisi lokal, radio dan panggung-panggung hiburan di Bali.

Sastra Bali

Dalam upaya pelestarian bahasa Bali kegiatan ini sangat bermanfaat, terlebih munculnya para pemuda dan remaja dengan kesadarannya sendiri membuat karya-karya sastra berbahasa Bali.

Misalnya seperti puisi, cerita pendek, dan novel. Tak sedikit dari mereka memperoleh Penghargaan Rancage, penghargaan tertinggi karya sastra berbahasa Sunda, Bali dan Jawa.

Adapun bagi pesastra yang mendapatkan Penghargaan Rancage tersebut. Mereka dapat menyebarkan karyanya di media yang ada di Bali.

Sebab hingga saat ini para pesastra bahasa Bali masih produktif. Terlebih dua media Bali semisal Pos Bali dan Bali Post menyediakan halaman khusus untuk karya-karya berbahasa Bali.

Baca juga : Bahasa Manado

Peraturan Gubernur Bali

Demi menjaga kebuyaan dan bahasa daerah Bali Gubernur Bali I Wayan Koster mengeluarkan Peraturan Gubernur, No. 79 Tahun 2018 mengenai Hari Penggunaan Busana Adat Bali serta Peraturan Gubernur Bali No. 80 Tahun 2018 perihal Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali beserta Penyelenggaraan Bulan Berbahasa Bali.

Dengan penetapan acara tahunan Bulan Berbahasa Bali merupakan awal momentum penting bagi Bali. Penerapan dari program itu telah dijalankan pada bulan Februari 2019.

Semua acara mendukung dan mengarah untuk melestarikan bahasa daerah Bali. Kegiatan iti seperti seminar, lomba, pameran, pertunjukan, dan banyak hal lainnya yang dituangkan di sini.

Semua lapisan masyarakat beserta institusi adat. Contohnya desa, banjar, dan sekda dilibatkan di seluruhnya. Pada Bulan Berbahasa Bali ini, bukan sekadar perayaan berbahasa Bali.

Akan tetapi sebagai upaya pemeriksaan dan juga pengembangan Bahasa daerah Bali patut jadi lebih baik ke depannya dan lestari.

Baca juga : Bahasa Aceh

Memanfaatkan Internet dan Tokoh Komik

Gerakan menjaga kelangsungan Bahasa Bali makin kuat lagi dengan pemanfaatan ranah internet. Sebuah momentum teranyar menandai peluncuran sebuah situs web Bahasa daerah Bali sebut saja BASAbali Wiki dan peluncuran tokoh komik Bali yakni prawireng putri Bali yang bernama Luh Ayu Manik Mas.

Situs web ini merupakan kombinasi dalam banyak hal seperti ensiklopedia, kamus referensi, dan perpustakaan virtual dalam tiga bahasa yaitu Indonesia, Bali, Inggris, perpustakaan ini dapat diakses serta disunting oleh masyarakat.

Kehadiran tokoh komik Bali yskni superhero Luh Ayu Manik Mas diperuntukan para remaja Bali. Hal ini tepat dilakukan sebab para remaja Bali akan menjadi pengusung, penerus, dan penutur Bahasa ini, karenanya harus diberikan representasi pada sebuah tokoh dalam dunianya.

Dengan begitu, pewarisan Bahasa daerah Bali dapat berlangsung lebih baik dan melekat sehingga sesuai dengan sasaran yang diinginkan.

Bagaimana pun, generasi muda akan menjadi sandaran bagi masa depan untuk membawa serta mengajarkan bahasa ibunya.

Bahasa Sumber Pengetahuan

Bagaimana mungkin penduduk suatu daerah dapat memperlihatkan kebudayaannya saat bahasa ibunya yang memiliki kearifan budaya telah lenyap? Karenanya penting bagi daerah manapun di Indonesia melestarikan bahasanya termasuk Bali. Sebab bahasa merupakan sumber pengetahuan.

Dengan bahasa Anda juga bisa menggali kekayaan yang lain, yaitu bahasa yang menyimpan berbagai pengetahuan, nilai, filsafat dan yang lainnya.

Bahasa yang tidak aktif digunakan lagi ini menyimpan pengetahuan. Banyaknya ilmu pengetahuan yang belum tergali dari bahasa Sumeria, Sanskerta, Latin, dan bahasa lain.

Betapa banyak nilai pengetahuan moral, kearifan, dan pengetahuan praktis yang terdapat dalam prasasti, lontar, ataupun pada ungkapan Bahasa daerah Bali yang belum dipahami.

Bali merupakan sebuah sejarah yang berkesinambungan, runtun, dan pergerakan budayanya begitu dinamis secara antropologis.

Bila secara kreatif, orang Bali merupakan seorang pembuat hal-hal yang baru.  Kekayaan intelektual yang dimiliki orang Bali dalam bahasa, seni, filsafat, dan perilaku sudah terbukti dalam sejarah dan bahkan hingga saat ini. Dan mengekpresikan itu sebagiannya terhimpun atas bahasa ibunya.

Dengan adanya sumber daya manusia orang Bali bisa berbangga akan hal itu. Tetapi, kembali lagi pada nilai budaya mereka yakni kerendahan hati sebagai pegangan utama moral bagi orang Bali.

Kini gerakan revitalisasi Bahasa ini merupakan momentum yang signifikan di tengah kepunahan dan keberadaan turisme Bali yang melenakan penduduk Bali.

Baca juga : Bahasa Arab

Gerakan Kultural Bali

Sebagai langkah penyelamatan Bahasa daerah Bali dengan gerakan kultural adalah tindakan yang tepat, bijak serta berguna.

Sebab Bahasa ialah lambang kehadiran wujud suatu suku bangsa. Misalkan pada bangsa besar seperti Inggris, Jepang, Prancis, dan lainnya sangat membanggakan bahasa dari bangsa mereka.

Negara tersebut terutama Prancis, ingin sekali mengukuhkan bahasa negaranya menjadi salah satu bahasa dunia. Ada beberapa bahasa di luar bahasa Inggris, sekarang ini banyak yang mempelajarinya misal Jerman, Jepang, dan Mandarin.

Apabila kebudayaan yang menjadi seluruh ekspresi terhadap akal budi manusia, maka guna bahasa sebagai pengantar dan pembawanya dalam hubungan pergaulan umat manusia. Karena itu, kenapa Bahasa daerah Bali harus tetap dilanjutkan dalam peradaban Bali.

Kesadaran akan kebudayaan Bali begitu kompleks dan kaya, begitu agung dan dinamis, makanya tak ada alasan untuk tidak melanjutkan serta mewarisi bahasa daerah atau ibunya dari generasi ke generasi.

Sebab dalam bahasa Bali tak hanya menjadi ekspresi jati diri sebagai manusia, namun juga sarana penyimpan dan pencatat kebudayaannya.

Kosakata Bahasa Bali Sehari-hari

A

  • Aman = Kerta
  • Ambil = Jemak, Ambil
  • Anak; Anak-Anak = Pianak, Oka; Rare
  • Anda = Cai, awake, Ragane
  • Aneh = Soleh
  • Angkat = Tingting, Ancit
  • Air = Yeh, Toya
  • Ajar / Ajaran = Ajah / Ajahan
  • Akan = Lakar (kel), Pacang, Jagi
  • Akar = Akah
  • Akrab = Leket
  • Abadi = Langgeng
  • Abu = Aon
  • Ada = Ada, Wenten
  • Adik = Adi, Ari, Rai
  • Agar = Apang, Mangda
  • Aku = Icang, Tiang, Titiang
  • Alang-alang = Ambengan
  • Alat = Perabot, Piranti
  • Anjing = Cicing, Kuluk, Asu
  • Antar; Antarkan saya = Ateh, Anter; Atehin tiang
  • Apa ini? = Apa ene?, Napi niki?
  • Apa itu? = Apa ento?, Napi nika?
  • Apa kabar = Kenken kabare?, Punapi Gatra?
  • Apabila = Yen, Yening, Pet Prade
  • Apalagi = Apabuin
  • Apa = Apa, Napi, Kenken, Punapi
  • Api = Api, Geni, Agni
  • Apung = Kambang
  • Atau = Wiadin
  • Awan = Ambu
  • Ayah = Bapa, Nanang, Aji
  • Ayam = Siap, Ayam
  • Arang = Adeng
  • Arti / Artinya = Artos, Teges / Tegesne, Tegesnyane, Artosnyane
  • Asal = wit, Wed
  • Asap = Andus
  • Asin = Pakeh
  • Asli = Tulen
  • Asuh / Mengasuh = Empu / Ngempu
  • Atap = Raab
  • Atas = duwur

B

  1. Baca / Membaca = Baca / Memaca
  2. Badan = Awak
  3. Bagaimana = Kenken, Punapi
  4. Bagai = Care, Sekadi
  5. Bagi / Membagi = Edum / Ngedum
  6. Bagus / Bagus Sekali = Luwung, Becik / Luwung Pesan (Luwung sajan), Becik Pisan
  7. Bahan = Lakar
  8. Baju = Baju, Kuaca
  9. Balik = Bading
  10. Bambu = Tiying, Bambu
  11. Bandel = Kaas, Pengkung
  12. Banting / Dibanting Saja = Pantig / Pantigang Dogen
  13. Bantu = Tulung
  14. Banyak = Liu, Ebek (Penuh)
  15. Barat = Dauh
  16. Baru Saja = Mara Pesan
  17. Baru = Baru, Anyar
  18. Basah = Belus
  19. Batal = Buwung
  20. Batang = Carang
  21. Batas = Wates
  22. Batuk = Kokoan, Mekokoan (KK)
  23. Bau Busuk = Bo Andih
  24. Bau = Bo
  25. Bawah = Beten
  26. Bayar = Bayah
  27. Bayar = Bayah, Taur
  28. Belakang = Duri, Ungkur
  29. Belum = Tonden, Durung, Dereng
  30. Benar = Beneh, Jakti, Patut, Saja
  31. Benci = Gedeg, Duka
  32. Bengkak = Beseh
  33. Bengkok = Lengkong
  34. Bentar / Sebentar Dulu = Eden / Enden Malu
  35. Berak = Meju, Mekoratan
  36. Berani = Bani
  37. Berantakan = Sambrag
  38. Berapa = Akuda
  39. Berarti = Meteges
  40. Beras = Baas
  41. Berat = Baat
  42. Berbau = Mebo
  43. Berhenti = Mereren
  44. Berisik = Uyut
  45. Beritahu = Orahin
  46. Berita = Gatra
  47. Beri = Baang, Aturang
  48. Bersih = Kedas
  49. Bersin = Bangkes
  50. Besar = Gede
  51. Besok = Mani
  52. Betul = Beneh, Jakti, Saja
  53. Biar = Depang, Depin, Banggiang
  54. Bicara = Ngorta, Memunyi
  55. Binatang = Beburon
  56. Biru = Pelung
  57. Bisu = Kolok
  58. Bodoh = Belog, Lengeh
  59. Bohong = Bogbog
  60. Boleh = Dadi, Dados
  61. Bosan = Emed
  62. Buat (Membuat) = Ngae
  63. Buatan = Pegae
  64. Bubur = Bubuh
  65. Buih / Berbuih = Lombok / Melombok
  66. Bujang = Bajang (Perempuan), Truna (Laki-Laki)
  67. Bukan = Tusing, Tidong, Boya, Nenten
  68. Bulat = Bunter
  69. Bumbu = Base
  70. Bumi = Gumi, Jagat
  71. Bundar = Bunter
  72. Bunting = Beling, Mobot
  73. Buntut = Ikuh
  74. Buruk = Jelek
  75. Burung = Kedis
  76. Busuk = Berek

C

  • Cabai = Tabia
  • Cahaya / Bercahaya = Endih, Sunar / Ngendih, Mesunar
  • Canda / Bercanda = Canda, Benjur / Mecanda, Mebenjuran
  • Cangkul = Pacul, Tambah
  • Cantik = Jegeg
  • Cari = Alih, Rereh
  • Cebol = Endep
  • Cebur / Tercebur = Celempung / Mecelempung
  • Cedera = Tatu, Metatu
  • Celana Dalam = Cawet
  • Celana = Celana
  • Celup = Enceb
  • Cemburu = Cemburu, Cenidra
  • Cendawan = Wong
  • Cepat = Enggal
  • Cerah = Galang
  • Cerdas = Duweg
  • Cincang = Tektek
  • Cinta = Tresna
  • Cium / Berciuman = Diman / Mediman
  • Colong = Paling
  • Copot = Keles
  • Cubit = Sigit
  • Cuci = Umbah
  • Cukup = Genep
  • Cuma = Tuah
  • Cumbu, Bercumbu = Ngeroman
  • Curang = Daya, Corah
  • Curi = Paling

D

  1. Dada = Tangkah
  2. Dagu = Jagut
  3. Dahaga = Bedak
  4. Dahak = Tengkak
  5. Dahi = Gidat
  6. Dahulu = Ipidan
  7. Dalam / Didalam = Dalem / Ditengah
  8. Dampar, Terdampar = Kampih
  9. Danau = Danu
  10. Dandan = Payas, Iyas
  11. Dangkal = Daken
  12. Dan = Lan
  13. Dapur = Paon, Perantenan
  14. Dara (Gadis) = Bajang
  15. Darah = Getih
  16. Dari = Uli, Saking
  17. Datang = Teka
  18. Datar = Asah
  19. Daun = Don
  20. Debu = Buk
  21. Dekap = Gelut
  22. Dekat = Paok, Nampek
  23. Delapan = Kutus
  24. Dengan = Ajak, Sareng
  25. Dengar = Dingeh, Pireng, Piragi
  26. Dengkul = Entud
  27. Dengkur / Mendengkur / Dengkuran = Gerok / Ngerok / Gerokan
  28. Depan / Didepan = Arep, Aep / Diarep, Diaep
  29. Deras = Bales
  30. Desir / Desiran = Kesir / Kesiran
  31. Dialog / Berdialog = Orta / Ngorta
  32. Diam = Nengil, Ngoyong
  33. Dia = ia, ipun, dane, ida
  34. Dibalikan = Badingang
  35. Didih / Mendidih = Krodok / Ngerodok
  36. Dikit, Sedikit = Abedik
  37. Dimana = Dija
  38. Diri = Paukudan, Padewekan
  39. Dongeng / Mendongeng = Satua / Mesatua
  40. Dongkol = Geded
  41. Dorong = Sogok
  42. Dua = Dua
  43. Duduk = Negak
  44. Duit = Pipis
  45. Duka = Sebet
  46. Dukun = Balian
  47. Duri = Duwi
  48. Dusta = Bogbog

E

  • Ekor = Ikuh
  • Elak / Mengelak = Kelid / Mekelid
  • Emak = Meme, Biang
  • Embah = Pekak (Kakek), Dadong (Nenek)
  • Empat = Papat
  • Enak = Jaen
  • Enam = Nenem
  • Enteng = Iying
  • Eram / Mengeram = Kaem / Mekaem
  • Erat = Tekek
  • Esok = Mani

F

  1. Fikir / Berfikir = Keneh / Mekeneh

G

  1. Gadis = Bajang
  2. Gagap = Keta
  3. Gali / Menggali = Congcong / Nyongcong
  4. Ganggu = Uyak, Benjul
  5. Garam = Uyah
  6. Garuk = Gasgas
  7. Gatal = Genit
  8. Gegas = Encol
  9. Gelap = Peteng
  10. Geleng = Kituk
  11. Gelincir / Tergelincir = Serod / Nyerod
  12. Gelinding, Menggelinding = Ngelilik, Ngeluluk
  13. Gelisah = Inguh
  14. Gelitik = Gidig
  15. Gemar = Demen
  16. Gembala = Pengangon
  17. Gembira = Demen
  18. Gempa = Linuh
  19. Gempur = Gebug
  20. Gemuk = Mokoh
  21. Gemuruh = Gerudug
  22. Gendong = Enyang (Depan), Gandong (Belakang)
  23. Gendut = Mokoh
  24. Genggam / Segenggam = Gembel, Gambel / Agembel
  25. Gerimis = Gericik
  26. Gesah / Tergesa-gesa = Dungah / Dungah-dungah
  27. Getah = Engket
  28. Getar = Gejer
  29. Giat = Seleg
  30. Gigit / Menggigit = Anggut, Cegut / Nganggut, Nyegut
  31. Gila = Buduh
  32. Gitu, Begitu = Keto
  33. Goblok = Lengeh, Belog
  34. Gonggong / Menggonggong = Kongkong / Ngongkong
  35. Gotong = Tegen
  36. Gusi = Isit

H

  • Habis = Telah
  • Hadap / Berhadapan = Arep / Mearepan
  • Hadir = Teka, Rawuh
  • Halaman = Natah
  • Hambar = Enyem
  • Hamil = Beling, Mobot
  • Hampir = Das
  • Hancur = Enyag, Benyah
  • Handal = Cager
  • Handuk = Cerik
  • Hangat = Anget
  • Hangus = Puwun
  • Hantam = Palu, Jagur (Pukul)
  • Hantu = Liak
  • Hanya / Hanya Satu / Hanya itu = Tuah, Dogen / Tuah Abesik / Ento Dogen
  • Harga / Harganya = Aji / Ajine
  • Hari = Dina, Wai
  • Haus = Bedak
  • Hendak = Lakar
  • Henti / Berhenti / Hentikan = Reren / Mereren / Rerenang
  • Hewan = Buron
  • Hidung = Cunguh
  • Hijau = Gadang
  • Hilang = Ical, Ilang
  • Hilir = Teben
  • Hindar / Menghindar = Kelid / Mekelid
  • Hulu = Luwan
  • Huruf = Aksara

I

  1. Ibarat = Cara, Tanbina, Sekadi, Minakadi
  2. Iba = Pedalem
  3. Ibu = Meme, Biang
  4. Idam = Dot, Idam
  5. Ikan = Be, Ulam
  6. Ikat = Tegul
  7. Ikut = Milu, Sareng
  8. Indah = Luwung
  9. Ingin = Dot, Meled
  10. Ingkar = Nitya
  11. Ingus = Tenges
  12. Ini = Ene
  13. Injak = Jekjek
  14. Iris = Kaet
  15. Istirahat = Mereren, Mererean
  16. Istri = Kurenan, Rabi
  17. Itu = Ento
  18. Iuran = Pesu-Pesuan

J

  • Jadi = Dadi, Payu, Durus
  • Jagat = Gumi, Jagat
  • Jalan = Rurung, Marga, Margi
  • Jamur = Uwong
  • Janda = Balu, Rangda
  • Jangan = Eda, Sampunang
  • Janggal = Soleh
  • Janggut = Jenggot
  • Jarang = Kapah
  • Jari = Jeriji
  • Jarum = Jaum
  • Jasad = Bangke, Sawa
  • Jatuh = Ulung, Runtuh
  • Jauh = Ejoh, Doh
  • Jejaka = Teruna
  • Jembatan = Titi
  • Jemput = Alih, Pagpag, Rereh
  • Jemur = Dengdeng
  • Jemu = Emed
  • Jerawat = Jayat, Giat
  • Jernih = Ening
  • Jeruk = Juwuk, Sumaga, Jerungga (Jeruk Bali)
  • Jijik = Seneb
  • Jika = Yen, Yening
  • Jilat = Silap
  • Jongkok = Nyongkok
  • Jorok = Kumbal
  • Jual = Adep
  • Juga = Muah, Taler
  • Juling = Sero
  • Jumat = Sukra
  • Jungkir = Jungkling

K

  1. Kabar = Gatra
  2. Kabur = Melaib
  3. Kabut = Sayong
  4. Kadang, terkadang = Dikenkene
  5. Kaget = Makesiab
  6. Kagum = Angob
  7. Kait = Sangket, Paket
  8. Kakak = Beli (Laki), Embok (Perempuan)
  9. Kakek = Pekak
  10. Kaki = Batis, Cokor
  11. Kalau = Yen, Yening
  12. Kalimat = Lengkara
  13. Kali = Tukad, Kelabah, Jlinjingan, Ping/Pang(Perkalian)
  14. Kalkulasi = Itung-itungan
  15. Kalut = Inguh
  16. Kamis = Wrespati
  17. Kanan = Tengawan, Tengen
  18. Kantuk, Mengantuk = Kiyap
  19. Kapan = Pidan (Bin Pidan)
  20. Karena = Sawireh, Riantukan
  21. Kasi = Baang, Aturang
  22. Kawan = Timpal, Sawitra
  23. Kawin / Perkawinan = Nganten, Mekerab Kambe / Pawiwahan
  24. Kaya = Sugih
  25. Kebun = Tegal
  26. Kecil = Cenik, Alit
  27. Kecuali = Saluwire
  28. Kehendak = Keneh
  29. Kejap, Sekejap = Akijapan
  30. Kekasih = Tunangan, Kabak
  31. Kelahi, Berkelahi = Miyegan, Merebat
  32. Kelapa = Nyuh
  33. Keliling = Melinder
  34. Kelingking = Kacing
  35. Keliru = Pelih, Salah
  36. Keluar / Keluarkan = Pesu, Medal, Metu / Pesuang, Medalang, Metuang
  37. Kemana-mana = Kemu-mai
  38. Kemana = Kija
  39. Kembali = Mebading, Mebalik, Mewali
  40. Kemudian = Lantas, Lantur
  41. Kencang = Tekek (Kuat), Enggal (Cepat)
  42. Kencing = Panyuh (KB), Manyuh (KK), Warih(KB), Mewarih (KK)
  43. Kendaraan = Pelinggihan
  44. Kening = Pelengan
  45. Kentut = Entut (KB), Ngentut (KK)
  46. Kenyang = Wareg, Wadih
  47. Kepada = Ketuju ring
  48. Kepala = Tendas, Sirah, Duur
  49. Kepiting = Yuyu
  50. Keras = Katos
  51. Kera = Bojog
  52. Keringat = Peluh
  53. Kering = Etuh
  54. Kerja / Bekerja = Gae, Karya / Megae, Mekarya
  55. Ketat = Kelet
  56. Ketawa = Kedek
  57. Ketika = Rikala, Ritatkala
  58. Khawatir = Jejeh
  59. Kikir = Pripit
  60. Kiri = Tengebot, Kiwa
  61. Kita = Iraga
  62. Kodok = Godogan
  63. Kokoh = Tekek
  64. Korek Api = Colok
  65. Koreksi = Benahin
  66. Kosong = Puyung
  67. Kotor = Daki
  68. Kucing = Miyong
  69. Kuda = Jaran
  70. Kumur = Kumuh
  71. Kunyah = Pakpak
  72. Kupas = Pelut, Kelasin
  73. Kura-kura = Kekua
  74. Kurang = Kuang
  75. Kurus = Berag
  76. Kusut = Ocem

L

  • Laba-Laba = Kawe-Kawe
  • Laba = Laba, Bati
  • Ladang = Tegal
  • Lagi = Buin, Malih
  • Lagu = Gending
  • Lahap = Angop
  • Lahir = Lekad
  • Lain = Elen, Lian
  • Laki = Muani, Lanang
  • Lalai = Lenga
  • Lalat = Buyung
  • Lalu, Terlalu = Bes
  • Lamban = Belad
  • Lambat = Belad
  • Lampau = Ipidan
  • Lapar = Layah, Seduk
  • Lari = Melaib
  • Larut = Tengah Lemeng
  • Lauk = Be, Ulam
  • Laut = Pasih, Segara
  • Lebah = Nyawan
  • Lebat = Bet
  • Ledak / Ledakan / Meledak = Keplug, Keplag / Keplugan, Keplagan/ Mekeplug, Mekeplag
  • Ledek / Meledek / Diledek = Boya / Meboya / Boyaine
  • Leher = Baong
  • Lekat = Neket
  • Lelah = Kenyel, Leleh
  • Lelaki = Muani, Lanang
  • Lemah = Enduk
  • Lemak = Muluk
  • Lembek = Belek
  • Lempar = Entung
  • Lengah = Lenga
  • Lengkap = Genap
  • Lengkung = Lengkong, Bengkot
  • Lenyap = Ilang, Ical
  • Lepas = Keles
  • Lepuh = Sebuh
  • Leset, Terpeleset = Nyerod
  • Lesu = Enduk, Lesu
  • Letak = Tongos, Genah
  • Letih = Kenyel, Lesu
  • Lezat = Jaen
  • Libur = Perai
  • Licin = Belig
  • Lidah = Layah
  • Lihat = Tolih, Tingal, Cingak, Suryan
  • Limpah, Berlimpah = Meliah
  • Liur = Paos
  • Lompat = Kecos
  • Lotot, Melotot = Nengeng, Nelik
  • Lowong = Selah
  • Luar, Diluar / Keluar = Disisi / Pesu, Metu, Medal
  • Lubang = Bolong, Song
  • Luka = Tatu
  • Lumpur = Endut
  • Lupa = Engsap, Lali
  • Lurus = Leser, Beneng
  • Lutut = Entud

M

  1. Maaf / Maafkan / Memaafkan = Ampura / Ampurayang / Ngampurayang
  2. Maanfaat / Bermanfaat = Guna / Meguna
  3. Mabuk = Punyah
  4. Mahal = Mael
  5. Mahir = Duweg, Wikan
  6. Main / Bermain / Memainkan = Plali / Meplalian / Mlali
  7. Mainan / Permainan = Plalian / Peplalian
  8. Makam = Sema, Setra
  9. Makanan = Amah-amahan, Dedaaran, Ajengan, Rayunan
  10. Makan = Ngamah, Medaar, Ngajeng, Merayunan, Neda
  11. Maki / Memaki = Pisuh, Batbat / Memisuh, Matbat
  12. Malam = Peteng, Wengi
  13. Malang = Lacur
  14. Malas = Malas
  15. Malu = Elek, Kimud
  16. Mampir = Singgah, Simpang
  17. Mampus = Bangka, Mati, Padem, Seda
  18. Mampu = Nyidaang, Mresidayang (Sida)
  19. Mana = Encen
  20. Mandi = Mandus, Mesiram
  21. Manja = Manying
  22. Manusia = Jelema, Jatma, Manusa
  23. Marah / Memarahi / Dimarahi = Pedih, Gedeg, Duka, Kroda / Nguyut, Nukain / Uyute, Dukaine
  24. Mari = Mai, Ngiring
  25. Masak = Nyakan
  26. Masih = Enu, Kari
  27. Masuk = Mecelep, Ngeranjing
  28. Masyarakat = Krama
  29. Matahari = Matanai, Surya
  30. Matang = Lebeng
  31. Mata = Mata, Penyingakan, Penyuryanan
  32. Mati = Bangka, Mati, Padem, Seda
  33. Mau = Enyak, Kayun
  34. Mayat = Bangke, Sawa
  35. Melarat = Lacur
  36. Melar = Goloh, Gomboh
  37. Meleset = Nyameh, Saud
  38. Memang = Mula
  39. Menantu = Mantu
  40. Mendingan = Ngadenang, Melahang, Luwungan, Becikan
  41. Mendung = Gulem
  42. Mengapa = Nguda, Dadi, Dados
  43. Mentah = Matah
  44. Merah = Barak
  45. Mertua = Matua
  46. Milik / Memiliki = Gelah, Duwe / Ngelahang, Nuwenang
  47. Mimisan = Tumisinan
  48. Mimpi / Memimpikan = Ipian (KB), Ngipi (KK) / Ngipiang
  49. Minggat = Magedi, Metilar
  50. Minggu = Radite
  51. Minta / Meminta = Ngidih, Nunas / Nagih
  52. Minum / Meminum = Inem / Nginem
  53. Minuman = Inem-ineman
  54. Minyak = Lengis
  55. Miring = Ngeseng
  56. Miskin = Lacur
  57. Mohon = Ngidih Olas, Nunas
  58. Monyet = Bojog
  59. Muda / Pemuda / Pemudi = Muda / Truna / Truni
  60. Mudah = Aluh, Elah
  61. Muka = Mua (Wajah), Arep (Depan)
  62. Mukim, Bermukim = Mondok
  63. Mulai / Memulai = Nyumu / Mejumu, Nyumunin
  64. Mulut = Bungut, Bibih, Cangkem
  65. Muncul = Mumbul
  66. Mundur = Ngatrek, Kirig, Mekirig
  67. Mungil = Cenik, Alit
  68. Mungkin = Mirib, Minab
  69. Murah = Mudah
  70. Murid = Sisya
  71. Murka = Pedih, Duka, Kroda

N

  • Nafas = Angkian
  • Nafkah = Gunakaya
  • Nahkoda = Bendega
  • Naik = Menek, Munggah
  • Nakal = Kaas
  • Nama = Adan, Pesengan, Wasta
  • Nampak = Ngenah
  • Namun = Nanging, Sakewala, Sakewanten
  • Nanas = Manas
  • Nanti = Binjep, Melebos
  • Napas = Angkian
  • Nasehat / Menasehati = Tutur, Pitutur / Nuturang
  • Nekat = Nglalu
  • Nenek = Dadong
  • Neraca = Dacin
  • Niat = Keneh, Kayun
  • Nikah = Nganten
  • Nikmat = Jaen
  • Nilai = Biji
  • Noda = Daki
  • Nol = Puyung
  • Nyala / Menyala = Endih / Ngendih
  • Nyamuk = Legu
  • Nyanyi / Nyanyian / Bernyanyi = Gending / Gendingan / Megending
  • Nyaring = Santer
  • Nyaris = Das
  • Nyata = Saja, Seken, Jakti
  • Nyawa = Angkian

O

  1. Obat = Ubad, Tamba
  2. Obor = Bobok
  3. Obrol = Orta
  4. Oleh = Olih
  5. Ompong = Pawah
  6. Onar = Biyut
  7. Ongkos = Biya
  8. Orang / Berapa Orang/ Satu Orang = Jelema, Jatma, Manusa, Diri / Akudang Diri / Adiri
  9. Orang Asing = Jelema Tawah, Jatma Tawah
  10. Orang Lain = Anak Elen

P

  • Pagar = Pagan
  • Pagi = Semeng
  • Paham = Resep
  • Pakaian = Penganggo, Busana
  • Pakai = Anggon, Anggen
  • Panas = Kebus, Panas
  • Pandai = Duweg, Wikan
  • Pandang = Tolih, Cingak, Suryan
  • Panggil = Kauk, Sambat
  • Pangkal = Bongkol
  • Pangku = Abin, Abih
  • Panjang = Lantang
  • Panjat = Penek
  • Pantai = Pesisi
  • Paras = Mua
  • Parut = Kikih
  • Pasang/Surut = Ngebet/Aad
  • Pasar = Peken, Pasar
  • Pasir = Bias
  • Patah = Elung
  • Patuk = Cotot
  • Patung = Togog
  • Payah = Kenjel
  • Payung = Pajeng
  • Pecah = Belah
  • Pedas = Lalah
  • Pedih = Ngaap
  • Pegang = Gisi
  • Pejam = Kidem
  • Pelajaran = Peplajahan
  • Pelan = Adeng
  • Pelit = Pripit
  • Peluit = Lepri
  • Peluk = Gelut
  • Penat = Ungkeb
  • Pendek = Bawak
  • Pendeta = Pedanda
  • Pengasuh = Pengempu
  • Penggal = Getep
  • Peniti = Kancing
  • Pensil = Potlot
  • Penuh = Bek
  • Perabot = Piranti
  • Perahu = Jukung
  • Perangkap = Jebagan
  • Perempuan = Luwe, Luh, Istri
  • Pergi = Megedi, Mekaad
  • Permintaan = Pengidih, Pinunas
  • Pernikahan = Pawiwahan
  • Pertama = Simalu
  • Perut = Basang, Weteng
  • Pesisir = Pesisi
  • Petang = Sandikala
  • Petik = Empok
  • Pijak = Enjek
  • Pindah = Kisid, Gingsir
  • Pinggang = Bangkiang
  • Pinjam = Silih, Selang
  • Pintar = Duweg, Wikan
  • Pinta = Tagih, Idih
  • Pintu = Kori
  • Pisah = Palas
  • Pisang = Biyu
  • Pisau = Tiyuk
  • Pohon = Entik, Punya
  • Pojok = Bucu
  • Potong = Getep
  • Pria = Muani, Lanang
  • Pucat = Ocem
  • Pucuk = Muncuk
  • Pukul = Antem
  • Punggung = Tundu
  • Pungut = Duduk
  • Puntang-Panting = Puntag-Pantig
  • Punya = Ngelah, Meduwe
  • Pusar = Pungsed
  • Pusing = Uyeng-uyengan
  • Putus = Pegat

R

  1. Raba = Gabag
  2. Rabu = Buda
  3. Racun = Cetik
  4. Radang = Barah
  5. Ragu = Sengsaya
  6. Rajin = Seleg, Jemet
  7. Rampung = Pragat
  8. Rangkak, Merangkak = Megaang
  9. Ranjang = Plangkanan, Pesarean, Pesirepan
  10. Ranting = Carang
  11. Rebah = Ebah
  12. Rebus = Lalab
  13. Reda = Iid
  14. Renang = Ngelangi
  15. Rendah = Endep
  16. Rendam = Emem
  17. Rentak, Serentak = Cepokan, Subarengan
  18. Riang = Kendel
  19. Rias = Iyas
  20. Ribut = Uyut
  21. Rimba = Alas Agung
  22. Ringan = Iying
  23. Robek = Uwek
  24. Roboh = Ebah, Pungkat
  25. Rokok = Roko
  26. Rok = Kun
  27. Rugi = Pocol
  28. Rumah = Umah, Jero, Puri, Griya
  29. Rumput Laut = Bulung
  30. Rumput = Padang
  31. Runcing = Tanying, Lanying
  32. Rusak = Uwung

S

  • Saat = Dugas
  • Sabit = Arit
  • Sabtu = Saniscara
  • Sadar = Enten
  • Saja = Dogen, Kemanten
  • Sakit = Gelem, Sungkan
  • Saku = Kantong
  • Salah = Pelih, Salah
  • Sama = Patuh, Pateh
  • Sampah = Luu, Lulu
  • Sampai = Neked
  • Sampan = Kantik
  • Sana, disana / disini = Ditu, Irika / Dini, Iriki
  • Sandar / Bersandar = Sleleg / Nyeleleg
  • Sandung / Tersandung = Slimput / Slimputan
  • Sangkar = Guwungan, Kurungan
  • Sangkut, tersangkut = Nyangket
  • Sapi = Sampi
  • Sapu = Sampat
  • Satu = Besik, Asiki
  • Saudara = Nyama, Sameton
  • Sawah = Uma, Carik
  • Sayap = Kampid
  • Saya = Icang, Tiang, Titiang
  • Sayur = Jukut, Jangan
  • Sebab = Krana
  • Sebelum = Setonden
  • Sebentar = Akejep
  • Sedih = Sebet, Duka, Sedih
  • Segala = Sekancan, Saluwire
  • Sehat = Seger
  • Sejak / Sejak dulu = Uli, Saking / Uli ipidan, Saking dumun
  • Sejati = Sujati
  • Sejuk = Tis
  • Sekali = Acepok (Satu Kali), Gati (Sangat), Sajan (Sangat)
  • Sekarang = Jani, Mangkin
  • Selamat = Rahajeng
  • Selasa = Anggara
  • Selatan = Kelod, Delod
  • Selesai = Suwud, Wusan
  • Selimut = Saput
  • Seluruh = Makejang, Sami
  • Semakin = Ngancan
  • Sembab = Sebuh
  • Sembelih = Tampah
  • Sembilan = Siya
  • Sembuh = Seger
  • Sembunyi = Mengkeb
  • Sembur = Simbuh
  • Semoga = Dumadak, Dumogi
  • Sempit = Cupit, Cupek
  • Semua = Makejang, Sami
  • Senang = Demen, Liang
  • Sendawa = Taag
  • Sendiri = Pedidi, Pereragan
  • Sendok = Sinduk
  • Sengat = Gencer
  • Senin = Soma
  • Senja = Sandikala
  • Sentuh = Usud
  • Senyum = Kenyem
  • Seperti = Cara, Sekadi
  • Sepi = Suwung
  • Sepuluh = Dasa
  • Serabut = Sambuk
  • Serak = Seret
  • Serba = Sarwa
  • Seret = Oros, Gredeg
  • Seri = Sapih
  • Setia = Satya
  • Setrika / Setrikaan = Terik / Penerikan
  • Siang = Tengai
  • Siapa = Enyen, Sira, Sapasira
  • Siap = Sadia
  • Silahkan = Rarisang
  • Silau = Ulap
  • Singgah = Simpang
  • Singkong = Sela
  • Siput = Kakul
  • Siram = Siam
  • Sisir = Suah
  • Siswa = Sisya
  • Sobek = Uwek
  • Sore = Sanja
  • Stabil = Teteg
  • Suami = Kurenan
  • Sudah = Suba, Sampun
  • Sudut = Bucu
  • Sukar/Sulit = Keweh, Meweh
  • Suka = Demen
  • Sumbing = Cungih
  • Sungai = Tukad, Klabah, Kayanan
  • Surat = Sewalapatra
  • Suruh = Onden
  • Surut = Aad
  • Susah = Keweh, Meweh
  • Susut = Susud
  • Susu = Nyonyo (Air Susu Ibu)

T

  1. Tadi = Mara, Wawu
  2. Tahun = Warsa
  3. Tahu = Taku (Makanan), Nawang, Uning
  4. Tajam = Mangan
  5. Takut = Enyeh, Jejeh
  6. Tambah = Imbuh
  7. Tampang = Mua, Prerai
  8. Tampan = Bagus
  9. Tampar = Tamplak
  10. Tamu = Tamiu
  11. Tanaman = Pula-pulaan, Entik-entikan, Tetanduran
  12. Tanam = Pula, Tandur
  13. Tanda = Cihna
  14. Tangan = Lima
  15. Tangga = Jigjigan
  16. Tangis / Menangis = Eling / Ngeling
  17. Tangkap = Ejuk
  18. Tanya / Bertanya = Takon, Taken / Metakon, Metaken
  19. Tapak = Telapak
  20. Tapi = Nanging, Sakewala, Sakewanten
  21. Tari = Igel
  22. Temu, bertemu = Kecunduk, Metemu
  23. Tenaga = Bayu
  24. Tendang = Tanjung
  25. Tengadah = Nyulengek
  26. Tengkar, bertengkar = Miyegan
  27. Tengkurap = Melinggeb
  28. Tengok = Delok
  29. Tentang = Indik, Unduk
  30. Tepi = Sisi
  31. Tepuk = Andup
  32. Terang = Galang
  33. Teratai = Tunjung
  34. Terbalik = Mebading
  35. Terbang = Mekeber
  36. Teriak = Kraik
  37. Terjun = Cebur
  38. Terlalu = Bes
  39. Ternak = Ubuhan
  40. Terong = Tuwung
  41. Tertawa = Kedek
  42. Testis = Butuh
  43. Tetangga = Pisaga, Banjaran
  44. Tetapi = Nanging, Sakewala, Sakewanten
  45. Tetek = Nyonyo
  46. Tetes / Menetes = Ketel / Ngetel
  47. Tiap, Setiap = Sebilang
  48. Tiba = Teked, Neked
  49. Tidak = Tusing, Nenten
  50. Tidur = Pules, Mesare, Sirep
  51. Tiga = Telu
  52. Tikam = Tusuk, Ancuk
  53. Tikar = Tikeh
  54. Tikus = Bikul
  55. Timbul = Nglebut
  56. Timbun = Urug
  57. Timpa = Tepen
  58. Timpuk = Tagel, Sabat, Timbug
  59. Timur = Dangin
  60. Tinggal = Ngoyong, Nongos
  61. Tinggi = Tegeh
  62. Tiru = Tempa
  63. Tiup = Upin
  64. Tokek = Toke
  65. Tolong = Tulung
  66. Tonton / Nonton = Pebalih / Mebalih
  67. Tontonan = Balih-Balihan
  68. Topeng = Tapel
  69. Topi = Topong, Capil
  70. Tua = Tua, Lingsir
  71. Tubruk = Tomplok
  72. Tujuan = Tetujon
  73. Tujuh = Pitu
  74. Tuli = Bongol
  75. Tumbang = Ebah
  76. Tumbuh = Meentik
  77. Tumpah = Mebriok
  78. Tumpul = Puntul
  79. Tunggu = Antos
  80. Tunjuk = Tuding
  81. Tupai = Semal
  82. Turun = Tuwun
  83. Turut = Milu, Sareng
  84. Tusuk = Ancuk, Tebek
  85. Tutup = Undebang, Tekepang

U

  • Uang = Pipis, Jinah
  • Ubi = Umbi
  • Ujung = Muncuk
  • Ulang = Jumuin, Wawanin
  • Ular = Lelipi

W

  • Wadah = Wadah
  • Wajah = Mua, Muka
  • Wajib / Kewajiban = Patut, Nyandang / Kepatutan
  • Waktu = Galah
  • Walau (Walaupun) = Yadiapin, Yadiastun
  • Wangi = Miik
  • Wanita = Anak Eluh, Anak Istri
  • Waras = Tegteg
  • Wilayah = Wewidangan

Y

  1. Yang = Ane, Sane
  2. Ya = Nah, Inggih

Sekian pembahasan dari kami mengenai bahasa bali sehari-hari lengkap dengan artinya A-Z semoga bermanfaat.