7 Cara Membuat Anak Bisa Bahasa Arab

Bahasa Arab – Apakah Anda ingin anak-anak bisa berbahasa Arab? Bagi umat muslim, belajar bahasa Arab seolah jadi hal yang wajib, karena ia adalah bahasa Al-quran.

Jadi mempelajari bahasanya sama dengan membuka jalan untuk memahami ayat-ayat dalam kitab suci itu. Ini beberapa cara agar anak-anak mau belajar bahasa asing ini tanpa harus merasa terpaksa.

Cara Membuat Anak Bisa Bahasa Arab.

Bahasa Arab

Bahasa Arab

  1. Unduhkan Video Animasi di Youtube

Ada banyak video animasi di Youtube tentang belajar bahasa Arab. Ingatlah bahwa anak-anak itu masih kecil, jadi usahakan untuk mereka belajar bahasa asing dengan cara yang menyenangkan.

Salah satunya dengan menonton video. Mereka akan tertarik dengan lagu dan warna-warna cerah pada video belajar hijaiyah dan kata-kata dalam Bahasa tersebut.

Belajar dengan cara menonton video membuat anak cepat hafal banyak kosakata Arab yang baru, karena telinga mereka terbiasa mendengarkan kata-kata dalam bahasa tersebut.

Ingatlah bahwa belajar bahasa dimulai dari mendengarkan kata, baru meniru ucapan. Selain itu, di video ada gambar animasi sehingga anak jadi senang dan membuatnya lekas hafal.

Bolehkah anak menonton Youtube tentu saja boleh dengan pembatasan maksimal 1 jam. Jadi jangan unduh banyak video sekaligus, tapi atur agar hanya ada beberapa video yang jika ditotal durasinya mencapai 1 jam.

Jika sudah selesai, matikan gadget dan juga sinyal wifi. Video animasi bisa ditonton beberapa kali agar mereka cepat hafal kata-kata arab itu.

Baca juga : Bahasa Makassar

  1. Les Bahasa Arab

Jika di kota Anda ada tempat kursus bahasa Arab, maka ikutkan anak untuk belajar di sana. Saat ikut les, maka ada guru yang membetulkan jika pengucapannya kurang betul.

Beda dengan otodidak, Anda tak tahu jika anak sudah benar membedakan antara jamila dengan jamilun, mirip tapi artinya beda. Masukkan anak ke kursusan ketika sudah kelas 4 ke atas.

Jangan paksa anak jika tidak mau ikut les, mungkin karena ia masih pemalu. Solusinya, tawarkan untuk memanggil guru privat.

Carilah mentor yang sabar saat mengajar dan bisa membuatnya tertarik pada bahasa itu. Walau misalnya ia masih mahasiswa.

Jika belum dapat guru les yang pas, tanyakan di media sosial apa ada teman dunia maya yang mau mengajari.

  1. Umroh

Umroh jadi sarana ibadah sekaligus latihan berbahasa arab yang baik. Sekali menyelam, dua tiga pulau terlampaui. Biayanya memang agak tinggi tapi ingatlah pahalanya dan kesempatan emas untuk mendotong anak praktek bahasa Arab.

Mengapa umroh, bukan haji? Tentu karena bisa kangsung berangkat tanpa mengantri, jadi siapkan paspor dan uangnya.

Di sela-sela ibadah, ajak anak untuk berinteraksi dengan jamaah lain, memakai bahasa arab yang sedang ia pelajari. Dorong mereka agar terus berbicara dan tidak takut salah.

Biasanya orang lain yang mengerti bahasa arab malah senang ketika diajak berkomunikasi dan mengapresiasi usaha untuk terus mengobrol dengan bahasa tersebut.

Baca juga : Bahasa Manado

  1. Jangan Paksa Anak Belajar

Jika anak terlihat bosan dan ingin bolos les, jangan dimarahi. Pemaksaan hanya akan membuatnya mutung dan malas belajar bahasa asing ini.

Apalagi jika Anda mengancam dan malah menghukumnya, misalnya dengan memotong uang saku. Ia akan semakin benci dan menjauhi Anda, karena dianggap terlalu terobsesi untuk punya anak yang pintar bahasa asing.

Tanyakan penyebab mengapa anak lelah pergi kursus, jangan-jangan mentornya kurang cocok. Carilah guru lain atau ganti dengan les privat saja.

Jika anak masih tidak mau, coba istirahatkanlah dari kegiatan belajarnya di tempat kursus selama 1 sampai 2 bulan, lalu bujuk lagi agar ia mau belajar bahasa arab. Jangan pernah memaksa dia untuk kursus tiada henti.

Dorong anak agar mau berangkat les bahasa. Misalnya, jika mahir berbahasa arab, bisa traveling ke negara-negara di jazirah arab seperti UEA dan Oman dan langsung praktek berbicara dengan bahasa tersebut di sana.

Anak bisa sekolah di pondok pesantren lalu lanjut  kuliah di Mesir. Ia juga dapat nonton film berbahasa arab tanpa subtitle.

  1. Belajar Bahasa Arab Bersama-sama

Jika anak sudah mampu berbahasa arab, maka diharapkan Anda dan pasangan untuk ikut belajar. Jadi ia punya lawan bicara saat praktek.

Jangan sampai hanya bengong ketika anak ngomong dalam bahasa arab. Bukalah kamus sering-sering dan hafalkan minimal 2 kata dalam sehari. Jika anak menonton film berbahasa arab, temani dan ikut simak ceritanya.

Bayangkan ketika Anda sekeluarga mahir berbahasa arab, alangkah senangnya. Praktekkan terus walau mungkin pelafalannya belum betul.

Jika Anda ingin tahu cara mengucapkannya dengan benar, buka google translate lalu pencet gambar speaker, akan keluar suaranya. Teruslah belajar dan semangati anak agar ia juga suka menghafal kata-kata arab.

Jika anak menonton video animasi di youtube tentang belajar bahasa arab, sesekali tontonlah bersama-sama. Jangan takut bosan karena tayangannya sangat menarik dan ada lagu-lagunya.

Bila perlu, catat kata-kata baru agar Anda juga bisa berbahasa arab, tidak hanya si anak. Jika ia bisa bahasa arab tapi mamanya diam saja, bisa bosan karena hanya bermonolog.

Baca juga : Bahasa Minang

  1. Pakai Kartu Bergambar

Selain menonton video dan ikut kursus, anak-anak juga senang melihat gambar di kartu. Buatkan kertas bergambar binatang atau benda lain, lalu di bawahnya ditulisi bahasa arabnya apa dan bahasa indonesianya juga.

Misalnya ada gambar onta warna cokelat di bawahnya bertuliskan ‘jamilun’ (dengan huruf hijauyah), dan di bawahnya bertuliskan ONTA.

Dengan metode menghafal via kartu bergambar, anak-anak akan semangat belajar bahasa dan lekas menghafalkannya.

Buatkan kartu-kartu baru setiap minggu. Untuk mendapatkan gambarnya, cari saja di google image dan juga tersedia font huruf arabnya di microsoft word, atau Anda tulis sendiri dengan spidol. Lapisi kartu dengan plastik laminating agar awet.

  1. Pelajari Juga Huruf Hijaiyah

Saat belajar bahasa arab, maka pelajari juga jenis hurufnya. Anak-anak tentu sudah belajar mengenal huruf hijaiyah ketika bersekolah di taman kanak-kanak.

Lanjutkan pelajaran ini dengan mendaftarkan mereka ke madrasah diniyah atau TPQ di dekat rumah. Ustad dan ustadzah akan membimbing mereka dengan sabar untuk menghafal huruf hijaiyah tersebut.

Di rumah, ulangi lagi pelajaran menulis huruf hijaiyah. Ajari anak dengan sabar, apa saja jenis harakat dalam bahasa arab, tajwidnya, dan semangati untuk membaca buku iqro.

Jika mereka sudah lulus, belikan al quran yang baru agar makin semangat mengaji. Jangan paksa anak harus mentarget, misal ngaji 4 lembar dalam sehari, tapi bujuklah mereka dengan halus.

Ada banyak metode belajar bahasa Arab seperti menonton video, membaca kartu bergambar, dan juga kursus. Tugas orang tua adalah memotivasi anaknya untuk terus maju dan semangat mempelajari bahasa arab.

Jika punya uang lebih, maka berangkatlah umroh sekeluarga untuk beribadah sekaligus langsung praktek berbahasa arab di Mekah dan juga Madinah.

Kata Sifat dalam Bahasa Arab

  • 1. Terpuji = Mahmuudun = مَحْمُوْدٌ
  • 2. Tercela = Madzmuumun = مَذْمُوْمٌ
  • 3. Beradab = Adiibun = أَدِيْبٌ
  • 4. Biadab = Mutawahhisyun = مُتَوَحِّشٌ
  • 5. Rendah Hati = Mutawaadhi’un = مُتَوَاضِعٌ
  • 6. Sombong = Mutakabbirun = مُتَكَبِّرٌ
  • 7. Sabar = Shaabirun = صَابِرٌ
  • 8. Emosi (Marah) = Ghaadhibun = غَاضِبٌ
  • 9. Jujur = Amiinun = أَمِيْنٌ
  • 10. Bohong = Kaadzibun = كَاذِبٌ
  • 11. Dermawan = Sakhiyyun = سَخِيٌّ
  • 12. Pelit = Bakhiilun = بَخِيْلٌ
  • 13. Terpercaya = Mautsuuqun = مَوْثُوْقٌ
  • 14. Khianat = Khaainun = خَائِنٌ
  • 15. Yang menyampaikan = Muballighun = مُبَلِّغٌ
  • 16. Yang menyembunyikan = Kaatimun = كَاتِمٌ
  • 17. Pintar = Maahirun = مَاهِرٌ
  • 18. Bodoh =Jaahilun =جَاهِلٌ
  • 19. Cerdas = Dzakiyyun = ذَكِيٌّ
  • 20. Idiot = Ablah = أَبْلَه
  • 21. Cerdik = Fithnatun = فِطْنَةٌ
  • 22. Dungu = Bilaadatun = بِلَادَةٌ
  • 23. Tinggi = ‘Aalin = عَالٍ
  • 24. Rendah/Pendek = aafirun = سَافِرٌ
  • 25. Gemuk = Samiinun = سَمِيْنٌ
  • 26. Kurus = Nahiifun = نَحِيْفٌ
  • 27. Ganteng =Wasiimun =وَسِيْمٌ
  • 28. Cantik = Jamiilatun = جَمِيْلَةٌ
  • 29. Muda = Syaabun = شَابٌ
  • 30. Tua = Syaikhun = شَيْخٌ
  • 31. Gagah = Syahmun =شَهْمٌ
  • 32. Lemah = Hasiirun = حَسِيْرٌ
  • 33. Berani = Syujja’un = شُجَاعٌ
  • 34. Takut = Khaufun = خَوْفٌ
  • 35. Kuat= Qawiyyun =قَوِيٌّ
  • 36. Lemah = Dho’iifun = ضَعِيْفٌ
  • 37. Sehat = Saliimun = سَلِيْمٌ
  • 38. Sakit = Mariidhun = مَرِيْضٌ
  • 39. Cepat = Sarii’un = سَرِيْعٌ
  • 40. Lambat = Bathii-un =بَطِيْئٌ