Alat Musik Tradisional

Alat Musik Tradisional – Perkembangan musik saat ini semakin cepat dan canggih. Meski beberapa alat musik tradisional di Indonesia mulai punah, tapi tak sedikit juga yang justru dikenal ke pelosok dunia.

Jika kamu orang Indonesia, tentunya kamu wajib mengetahuinya.

Indonesia memiliki alat musik yang tak terhitung jumlahnya. Setiap daerah memiliki alat musik khas masing-masing. Hal ini tak lepas dari kekayaan budaya masyarakatnya. Berikut 7 alat musik yang saat ini sudah dikenal oleh dunia.

Angklung dan Gamelan Alat Musik Tradisional Indonesia

Gamelan dan angklung sudah dikenal oleh banyak turis di luar negeri. Bahkan alat musik ini dimainkan di pelataran Jakarta Intercultural School (JIS) Pattimura, Jakarta, Rabu (24/8). Ratusan siswa diperkenalkan dengan lomba tradisional sekaligus pengenalan budaya Indonesia.

1. Angklung Alat Musik Tradisional

Alat Musik Tradisional Angklung

Angklung

Alat musik yang satu ini sudah banyak diketahui masyarakat dunia. Angklung dibuat dari bilah bambu yang disusun sedemikian rupa, sehingga saat kamu menggoyangkannya akan menghasilkan bunyi sangat merdu dan tentu saja khas.

Alat musik ini dimainkan oleh banyak orang untuk bisa menghasilkan harmoni nada yang indah. Satu angklung mewakili satu tangga nada. Tak hanya diminati di Indonesia, angklung juga dipelajari oleh orang-orang mancanegara.

Kebanyakan dari mereka datang ke Indonesia dan mencoba mempelajari alat musik angklung ini. Angklung ini juga sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia dalam Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity.

Sejak tahun 2011, alat musik angklung mencetak prestasi lagi di kancah internasional. Prestasi dunia ini melibatkan sekitar lima ribu partisipan dari semua bangsa di Washington, Amerika Serikat.

Mereka lagu-lagu penyanyi top dunia dengan alat musik ini. Keberhasilan ini pun digawangi oleh seorang maestro angklung bernama Daeng Udjo dari Sanggar Seni Saung Mang Udjo di Bandung.

Baca juga : Alat Musik Ritmis

2. Gamelan Musik Tradisional

Alat Musik Tradisional Gamelan

Gamelan

Jenis alat musik ini sangat familiar bagi semua masyarakat Indonesia. Meski bukan berasal dari suku Jawa, hampir semua masyarakat mengenalinya.

Gamelan dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul. Serangkaian gamelan terdiri dari Kendang, Bonang Barung, Bonang Penerus, Demung, Saron, Rebab.

Orkes gamelan pada umumnya ada di sekitaran Jawa, Bali, dan Lombok saja. Ukuran alat musik ini beraneka ragam. Kata ‘gamel’ berarti memukul atau menabuh, dengan akhiran –an menjadikannya kata benda.

Menariknya, saat ini beberapa negara justru memasukkan gamelan dalam kurikulum pedidikannya. Sebut saja UCLA, University of Minesota dan Universitas Michigan Amerika Serikat telah menerapkan kurikulum dengan gamelan.

Kemudian disusul oleh negara Inggris, Cambridge University dan University of Manchester, dan masih banyak lagi. Di Singapura, gamelan dijadikan mata pelajaran di sekolah setingkat SD-SMP-SMA.

Seharusnya, kita harus bangga memiliki gamelan ini dan terus melestarikannya.

Baca juga : Alat Musik Bali

Sasando dan Kolintang

3. Sasando

Alat Musik Tradisional Sasando

Sasando Alat Musik Tradisional

Alat musik yang satu ini cukup unik dari bentuknya seperti setengah lingkaran. Sasando berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur dan memiiki cara memainkan dengan dipetik seperti gitar.

Namun nada yang dihasilkan sangat jauh berbeda jika dibandingkan gitar.

Seiring dengan perkembangan zaman, Sasando tersedia dalam bentuk elektrik. Alat musik ini berkembang menjadi sedikit modern namun tetap mempertahankan bentuk aslinya, yakni bersonansi daun lontar.

Alat musik tradisional ini pernah dibawakan Djitron Pah asal Indonesia dalam ajang Asia’s Got Talent di 2015, hingga dentingan merdu Sasando tersebut memawa Djitron dan keluarganya keliling dunia. Saat ini, pemain Sasando terkenal itu sudah menjelajahi tiga benua.

Djitron telah membawa Sasando ke Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Belanda, Italia, Finlandia, Jerman, hingga Taiwan. Namun di Indonesia alat musik ini langka karena kurang peminat. Padahal dengan modifikasi menjadi elektrik tak menutup kemungkinan bisa bersaing di kancah internasional.

4. Kolintang

Alat Musik Tradisional Kolintang

Kolintang Alat Musik Tradisional Indonesia

Alat musik ini berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara. Keunikan dari Kolintang yaitu pernah memecahkan rekor dunia di tahun 2009 lalu. Hampir 3.011 orang memainkan alat musik ini dan 1.233 orang memainkan secara massal di Stadion Maesa Tonado, Minahasa.

Harmoni indah dihasilkan oleh ribuan peserta yang memainkan alat musik ini. Tak sia-sia, empat rekor dunia pun mampu disebet. Pemecahan rekor dunia di bidang seni budaya ini adalah rekor pertama di Sulut ataupun Indonesia.

Rekor tersebut mewakili memainkan alat musik bambu terbanyak, memainkan alat musik kolintang terbanyak, instrumen musik Kolintang dan instrumen musik bambu terompet raksasa.

Baca juga : Alat Musik Betawi

Serune Kale dan Slenthem

5. Serune Kale

Alat Musik Tradisional Serune Kale

Serune Kale Alat Musik Tradisional Indonesia

Orang Indonesia sendiri mungkin sangat jarang mendengar tentang alat musik Serune Kale. Namun siapa sangka justru alat musik ini terkenal hingga seantero dunia. Alat musik tradisional ini berasal dari Aceh. Serune Kale sangat terkenal di daerah Pidie, Aceh Besar, Aceh Utara, dan Aceh Barat.

Pelengkap dari alat musik ini yakni Rapai dan Gendrang. Ketiga alat musik ini dimainkan secara bersamaan dengan tambahan tarian, penyambutan tamu kehormatan pada acara tertentu di daerah Aceh.

Alat musik Serune Kale ini terbuat dari kayu, kuningan dan tembaga. Bentuk alat musik ini hampir sama dengan seruling bambu. Warnanya hitam yang berfungsi sebagai pemanis atau penghias musik tradisional Aceh.

6. Alat Musik Tradisional Slenthem

Slenthem Alat Musik Tradisional

Slenthem Alat Musik Tradisional

Alat musik ini memiliki nama yang cukup unik. Mungkin di telinga kamu, alat musik Slenthem baru kali ini didengar. Slenthem berasal dari Jawa Tengah. Cara memainkan alat musik ini hampir sama seperti gong yakni dipukul dengan alat pukul.

Agar dapat memainkan Slenthem, hampir sama dengan versi gamelan yakni harus memahami slendro dan pelog. Tangga nada dalam Slenthem Pelog ini umumnya memiliki nada C hingga B, sedangkan dalam Slenthem Slendro punya rentang nada C, D, E, G, A, C.

7. Tifa Alat Musik Tradisional

Tifa Alat Musik Tradisinal

Tifa Alat Musik Tradisinal

Tifa sudah dikenal secara mendunia sehingga tidak asing lagi bagi kita semua. Alat musik ini berasal dari Indonesia bagian timur, yakni Maluku dan Papua. Alat musik ini dibuat dari kayu dengan bentuk tabung. Tifa biasanya dimainkan dengan cara dipukul.

Alat musik yang satu ini biasa dimainkan saat upacara adat dan pertunjukan musik, serta tarian tradisional. Tifa termasuk salah satu alat musik dengan satu suara, sehingga alat musik ini dapat menjadi suara utama dan pengatur irama saat dimainkan bersama alat musik lainnya.

Alat musik tifa di Papua dan Maluku memiliki bentuk yang sedikit berbeda. Di Papua, bagian tengah tifa lebih melengkung dan memiliki pegangan pada bagian tengah. Tifa di Maluku berbentuk tabung dan tidak memiliki pegangan.

Tifa terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu Jekir, Potong, Dasar, dan Bas. Pembagian jenis tifa ini berdasarkan dari warna suara, sehingga saat dimainkan bersama, jenis-jenis tifa tersebut harus disesuaikan dengan warna suara dan fungsi masing-masing.

Sekarang kamu tentunya kamu sudah mengenal alat musik tradisional asli Indonesia yang mendunia. Kamu juga bisa membeli alat musik tersebut di daerah asalnya maupun dijual secara online di banyak e-commerce.

Meski tidak keseluruhan alat musik ada. Mari lebih mengenal dan menghargai alat musik Indonesia!