13 Alat Musik Tradisional Papua, Alat Musik Khas Berbahan Alam

Alat Musik Tradisional Papua – Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan seni dan budaya beragam di setiap daerah.

Salah satu bukti kekayaan budaya di Indonesia yaitu adanya alat musik khas yang dimiliki oleh setiap provinsi seperti alat musik tradisional Papua. Alat musik tradisional khas Papua memiliki keunikan yang tentu berbeda dari daerah lain di Indonesia.

Keunikan alat musik tradisional khas Papua yaitu bahan dasar pembuatannya yang terbuat dari bahan alam.

Alat musik yang berasal dari Papua juga masih digunakan hingga saat ini, sehingga kemurnian alat musik ini masih terjaga dan tidak hilang di tengah perkembangan teknologi seperti sekarang.

Macam-Macam Alat Musik Tradisional Papua

Alat Musik Tradisional Papua

Alat Musik Tradisional

Berikut alat musik khas Papua yang perlu diketahui.

Alat Musik Tradisional Tifa

Alat musik yang berasal dari Papua yaitu tifa, merupakan lambang yang digunakan oleh masyarakat Papua.

Alat musik tifa ini terbuat dari kayu yang terdapat lubang di bagian tengah, alat musik ini berbentuk menyerupai kendang yang dimainkan dengan cara dipukul seperti kendang, namun alat musik tifa ini memiliki suara yang terdengar lebih ringan.

Alat musik tifa sering digunakan oleh masyarakat Papua sebagai alat musik pengiring upacara adat.

Alat musik tifa ini terbuat dari kayu yang dilubangi pada bagian tengah dengan salah satu ujungnya ditutup menggunakan kulit rusa yang sudah dikeringkan.

Kulit rusa yang dikeringkan ini akan menghasilkan suara yang indah pada alat musik tifa.

Jenis kayu yang digunakan untuk membuat alat musik tifa ini yaitu pohon lenggua yang berkualitas.

Kayu pohon lenggua yang telah ditebang ini dibuat seperti tabung dengan mengosongkan bagian tengahnya yang bertujuan untuk menghasilkan bunyi saat dipukul.

Bahan yang digunakan dalam pembuatan alat musik selanjutnya yaitu kulit rusa.

Kulit rusa yang sebelumnya telah dikeringkan akan dipanaskan agar kulit dapat tertarik kencang. Kulit hewan atau kulit rusa yang telah kering akan menghasilkan bunyi yang nyaring dan kuat saat dipukul.

Alat musik tifa yang berasal dari Papua ini terdiri dari 3 jenis yang berbeda, antara lain alat musik tifa dasar, alat musik tifa jekir, alat musik tifa potong, dan alat musik tifa bas.

Kayu dari pohon lenggua yang digunakan sebagai bahan dasar alat musik ini akan dihiasi dengan ukuran khas Papua yang semakin menambah keindahannya.

Baca juga : Alat Musik Tradisional Jawa Timur

Alat Musik Tradisional Pikon

Alat musik yang berasal dari Papua selanjutnya yaitu pikon, merupakan alat musik yang berbahan dasar bambu. Pikon berasal dari bahasa Baliem yang memiliki arti bunyi.

Pikon merupakan alat musik yang menghasilkan suara mirip kicauan burung serta cenderung memiliki nada sumbang, yang tentu berbeda dari alat musik lain yang menghasilkan suara merdu.

Alat musik pikon dimainkan oleh lelaki Papua sebagai pengisi waktu luang atau saat sedang bersantai setelah lelah bekerja seharian. Alat musik ini dimainkan dengan cara ditiup serta menarik tali untuk mengeluarkan suaranya.

Baca juga : Alat Musik Tradisional Jawa Tengah

Alat Musik Triton

Alat musik tradisional Papua selanjutnya yaitu triton, merupakan alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara ditiup.

Alat musik triton ini dibuat dari bahan dasar cangkang kerang berukuran besar yang dapat ditemukan di pesisir pantai Papua.

Dahulu alat musik triton ini digunakan sebagai sarana untuk komunikasi, seperti meminta pertolongan. Saat ini, semakin berjalannya waktu, alat musik triton ini diguankan sebagai sarana untuk hiburan.

Alat musik tradisional yang berasal dari Papua selanjutnya yaitu butshake, merupakan alat musik yang dibuat dari bahan bambu dan buah kenari.

Alat musik butshake ini memiliki suara yang cukup menarik yakni suara gemericik saat diayunkan, hal ini karena buah kenari yang disusun pada bambu saling bergesekan satu sama lain, sehingga menghasilkan suara yang cukup unik.

Alat musik tradisional yang berasal dari Papua selanjutnya yaitu atowo, merupakan alat musik yang memiliki bentuk bulat memanjang menyerupai tabung dengan ukuran yang cukup kecil dan ringan.

Alat musik atowo ini dimainkan menggunakan kedua tangan, tangan satu digunakan sebagai pemegang badan atowo, dan tangan lain digunakan sebagai pemukul penutup atowo.

Baca juga : Alat Musik Tradisional Jawa Barat

Alat Musik Tradisional Yi

Alat musik tradisional selanjutnya yang berasal dari Papua yaitu yi, merupakan alat musik yang hampir menyerupai bentuk seruling.

Alat musik yi ini digunakan oleh masyarakat Papua sebagai pengiring saat diadakan tarian daerah, selain itu alat musik yi ini juga digunakan oleh masyarakat Papua untuk mengumpulkan penduduk.

Alat musik yi yang berasal dari Papua ini memiliki suara yang cukup unik dengan bentuk alat musik yang cukup mudah dikenali.

Alat musik yi memiliki bentuk seperti tabung padat dengan warna cokelat tua. Namun yang sangat disayangkan, alat musik yi cukup sulit ditemukan saat ini.

Baca juga : Alat Musik Tradisional Aceh

Alat Musik Paar dan Kee

Alat musik tradisional yang berasal dari Papua selanjutnya yaitu paar dan kee, merupakan alat musik yang cukup unik dengan bahan paar yang terbuat dari labu kering dan bahan kee yang terbuat dari tulang burung kasuari.

Alat musik tradisional paar dan kee ini sering dipakai oleh lelaki Papua untuk menari dalam pesta adat yang semakin membuat acara lebih meriah.

Alat musik paar dan kee yang saling bersentuhan akan menghasilkan bunyi yang cukup unik, selain itu paar dan kee juga dapat digunakan sebagai penutup alat kelamin lelaki Papua.

Baca juga : Alat Musik Harmonis

Alat Musik Kerombi atau Krombi

Alat musik tradisional Papua selanjutnya yaitu krombi atau dapat disebut dengan kerombi, merupakan alat musik tradisional yang terbuat dari bambu.

Alat musik krombi ini sering digunakan oleh masyarakat Papua sebagai alat musik untuk mengiringi tarian dalam upacara adat.

Cara memainkan alat musik krombi ini dilakukan dengan memukul bambu menggunakan kayu kecil sehingga menghasilkan suara yang diinginkan.

Alat musik krombi yang dapat ditemui di kampung seremuk, Papua ini biasa dimainkan bersamaan dengan alat musik tradisional yang lain, seperti piko, fu akuika, nailavos, dan karapra.

Baca juga : Alat Musik Ritmis

Alat Musik Tradisional Amyen

Alat musik tradisional yang berasal dari Papua selanjutnya yaitu amyen, merupakan alat musik yang digunakan sebagai pengiring tarian di Papua.

Selain itu, alat musik amyen juga digunakan sebagai pemberi tanda bahaya saat berperang melawan musuh.

Alat musik yang berasal dari Papua selanjutnya yaitu alat musik fuu. Alat musik fuu merupakan alat musik yang berbahan dasar bambu dan kayu.

Alat musik ini sering digunakan oleh masyarakat Papua sebagai alat musik pengiring tarian, selain itu alat musik ini juga digunakan sebagai komunikasi untuk mengumpulkan penduduk dari suatu suku.

Alat musik fuu ini masih digunakan hingga saat ini oleh suku Asmat yang terdapat di pedalaman Papua. Alat musik ini berbentuk menyerupai seruling, biasanya fuu dimainkan bersama alat musik tradisional seperti tifa maupun kelambu.

Alat musik tradisional Papua memiliki keunikan yang sebagian besar terbuat dari bahan-bahan yang terdapat di alam.

Setiap alat musik yang digunakan memiliki tujuan masing-masing, seperti sebagai alat komunikasi maupun sebagai sarana pengiring tarian.

Baca juga : Alat Musik Gesek

Alat Musik Butshake

Nahsahabat kitchen, bahwasannya pembuatan alat musik Papua ini berasal dari bambu dan buah kenari yang diambil dari Muyu Kabupaten Merauke. Alat musik butshake dimainkan bagaikan pengiring tari- tarian adat pada disaat acara.

Alat musik butshake menciptakan bunyi gemericik saat pemain mengayunkan ataupun mengocok mengenakan tangan.

Instrumen yang dihasilkannya pula ialah suara dari hasil“ tabrakan” antara kenari yang terdapat pada bambu tersebut.

Alat Musik Atowo

Keberadaan alat musik Papua ini terbilang susah untuk ditemui. Alat musik atowo ini mempunyai wujud bundar panjang dengan dimensi yang relatif kecil dan ringan.

Untuk metode memainkan alat musik atowo ini merupakan dengan memakai kedua tangan, tangan yang satu memegang tubuh atowo, sedangkan tangan yang yang lain menabuh dengan metode pukulan supaya dapat menghasilkan bunyi yang indah didengar. Alat musik atowo dimainkan bagaikan fasilitas hiburan.

Alat Musik Fuu

Untuk alat musik tradisional yang satu ini pembuatan alat musik Papua ini berasal dari bambu dan kayu. Untuk memainkan alat musik fuu merupakan dengan metode ditiup.

Alat musik fuu berperan bagaikan alat bunyi untuk memanggil ataupun mengumpulkan pendudukan dan pula bagaikan pengiring kegiatan kesenian wilayah warga suku Asmat, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua.

Tidak hanya istilah fuu, alat musik ini pula diketahui dengan istilah tahuri dan korno. Tetapi, bersamaan berkembangnya waktu istilah fuu lebih diketahui dan terdengar sering di dengar dalam budaya Papua.

Alat Musik Eme

Alat musik tradisional Papua ini mempunyai kedudukan berarti dalam kesenian warga Kamoro. Tidak hanya jadi fasilitas hiburan, alat musik eme pula senantiasa berfungsi dalam aktivitas adat.

Tidak cuma dalam kegiatannya, proses pembuatan alat musik eme pula unik.

Diperlukan kapur dari bia dan darah manusia bagaikan perekat yang setelah itu dibalurkan di seputar ujung alat musik tersebut, saat sebelum kulit biawak dipasang.

Orang Kamoro yakin saatu kulit yang direkatkan dengan kombinasi bia dan darah manusia akan membuat alat musik eme menciptakan suara yang lebih baik.

Tetapi, disaat ini konsumsi darah manusia telah ditukar dengan getah tumbuhan mangi- mangi ataupun getah tumbuhan( ote) taura yang pula bercorak merah.

Alat Musik Guoto

Aslinya alat musik tradisional ini berasal dari wilayah Papua Barat dan dimainkan dengan metode dipetik pada bagian dawai ataupun senarnya. Bahan pembuatan alat musik guoto berasal dari kayu dan kulit hewan, ialah hewan lembu.

Alat Musik Kecapi Mulut

Terakhir alat musik tradisional Papua ini adalah kecapi mulut pembuatan alat musik tradisional dari bambu wuluh. Untuk memainkan alat musik kecapi mulut merupakan dengan metode dijepit di antara bibir, kemudian ditiup seraya menarik talinya.

Nah sahabat, tahukah Anda bahwasannya aslinya alat musik kecapi mulut ini berasal dari Suku Dani yang tinggal di lembah Baliem Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua.