Kenal Lebih dekat dengan 16 Alat Musik Maluku yang Unik dan Khas

Alat Musik Tradisional Maluku – Indonesia merupakan negeri kaya akan kesenian adat yang dimiliki oleh setiap provinsi di Indonesia.

Salah satu kesenian adat yang dimiliki oleh setiap provinsi di Indonesia yaitu alat musik yang memiliki ciri khas yang patut untuk dilestarikan seperti alat musik tradisional Maluku.

Alat musik tradisional yang berasal dari Maluku memiliki keunikan dan ciri khas yang dimulai dari bahan utama alat musiknya hingga suara yang dihasilkan.

Keunikan dan ciri khas alat musik yang berasal dari Maluku ini sering digunakan sebagai hiburan maupun sebagai upacara adat. Berikut 11 alat musik yang berasal dari Maluku yang wajib diketahui.

Jenis-jenis Alat Musik Tradisional Maluku

Alat Musik Tradisional Maluku

Alat Musik Tradisional Maluku

Alat Musik Arababu

Alat musik tradisional yang berasal dari Maluku yaitu arababu, merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara digesek.

Alat musik arababu terbuat dari bahan kayu dan bambu. Alat musik arababu ini memiliki bentuk menyerupai rebab, namun yang menjadi perbedaan antara arababu dengan rebab yaitu jumlah senar yang digunakan.

Alat musik arababu hanya memiliki satu senar, sedangkan rebab memiliki dua senar yang digesek untuk menghasilkan suara. Alat musik arababu ini dapat menghasilkan bunyi melalui resonansi suara yang berasal dari tempurung kelapa.

Saat ini alat musik arababu hanya digunakan saat acara tertentu, karena telah digantikan oleh alat musik yang lebih modern.

Alat musik tradisional yang berasal dari Maluku selanjutnya yaitu jukulele, merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik, sama seperti memainkan gitar.

Alat musik jukulele yang berasal dari Maluku ini dibuat dari kayu dan kulit binatang. Jukulele sering digunakan sebagai pengiring musik hawaian maupun keroncong.

Alat musik tradisional yang berasal dari Maluku selanjutnya yaitu idiokardo, merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik.

Alat musik idiokardo ini dibuat dari bahan kayu, dengan tambahan senar yang terbentang untuk menghasilkan suara yang indah. Alat musik idiokardo ini umumnya digunakan oleh masyarakat Maluku pada acara resmi saja.

Baca juga : Alat Musik Tradisional Jawa Timur

Alat Musik Suling Melintang

Alat musik tradisional yang berasal dari Maluku selanjutnya yaitu suling melintang atau dikenal dengan floit, merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup.

Alat musik suling melintang ini biasanya dimainkan lebih dari lima orang, sehingga akan menghasilkan suara klasik dan merdu saat didengarkan.

Alat musik suling melintang atau floit ini terbuat dari bahan bambu dengan sekat pada salah satu ujung, serta penambahan lubang pada bagian atas.

Bagi masyarakat Maluku, alat musik suling melintang ini sering digunakan pada upacara adat, sebagai penyambutan tamu, dan sebagai pengiring tarian tradisional.

Alat Musik Tradisional Tahuri

Alat musik tradisional yang berasal dari Maluku selanjutnya yaitu tahuri atau dikenal dengan korno, merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup.

Tahuri merupakan alat musik unik yang bahannya terbuat dari cangkang kerang, alat musik ini banyak ditemui di pesisir pantai.

Keunikan alat musik tahuri atau korno terletak pada suara yang dihasilkan, semakin kecil ukuran kerang maka semakin melengking suara yang dihasilkan.

Sedangkan jika cangkang kerang memiliki ukuran yang besar, maka suara yang dihasilkan cenderung bernada rendah.

Alat musik tahuri atau korno ini dapat dimainkan dengan cara melubangi bagian kerang terlebih dahulu. Selain itu, untuk menghasilkan nada yang indah sesuai keinginan, maka alat musik ini harus ditiup berulang kali.

Pada zaman dahulu alat musik tahuri atau korno ini berfungsi sebagai media komunikasi masyarakat Maluku untuk berkumpul.

Keunikan media komunikasi menggunakan tahuri atau korno terletak pada tiupan yang dihasilkan. Selain sebagai media berkomunikasi, alat musik tahuri juga digunakan oleh masyarakat Maluku sebagai musik pengiring tari cakalele.

Alat Musik Tifa Totobuang

Alat musik tradisional yang berasal dari Maluku selanjunya yaitu tifa totobuang, merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara ditabuh atau dipukul.

Alat musik tifa totobuang ini ditabuh menggunakan alat yang terbuat dari kayu untuk menghasilkan irama yang indah. Alat musik yang berasal dari Maluku ini berbentuk seperti boning (alat musik tradisional Jawa).

Baca juga : Alat Musik Tradisional Jawa Barat

Alat Musik Tradisional Rumba

Alat musik tradisional yang berasal dari Maluku selanjutnya yaitu rumba, merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara digoyang-goyang.

Alat musik tradisional Maluku ini sering dimainkan bersama dengan alat musik Hawaiian atau ukulele Maluku sehingga menghasilkan kombinasi suara yang sangat indah dan khas.

Alat musik rumba memiliki bentuk ujung bulat dengan tambahan pasir atau kerikil sebagai isiannya sehingga menciptakan irama yang unik dan ceria.

Alat musik khas Maluku ini biasanya digunakan sebagai pengiring lagu saat berdansa, sehingga menciptakan suasana dansa yang lebih ceria dan menyenangkan.

Baca juga : Alat Musik Tradisional Jawa Tengah

Alat Musik Tradisional Cikir

Alat musik tradisional Maluku selanjutnya yaitu cikir, merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara digoyang.

Alat musik tradisional cikir ini terbuat dari batok kelapa yang masih bulat utuh dengan bagian dalam yang telah dibersihkan dan dimasukkan kerikil dan pasir sebagai penghasil suaranya.

Alat musik yang berasal dari Maluku Utara ini juga dapat dibuat dari buah lain dengan bagian dalamnya diisi kacang hijau kering.

Alat musik cikir merupakan alat musik yang mudah dimainkan sehingga sering digunakan sebagai musik pembuat ramai suasana. Selain itu cikir juga sering digunakan sebagai musik pengiring pertunjukan bambu hitada.

Alat Musik Tradisional Bambu Hitada

Alat musik tradisional yang berasal dari Maluku selanjutnya yaitu bambu hitada, merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara menghentakkan ke tanah.

Alat musik bambu hitada ini terbuat dari ruas bambu dengan ukuran yang berbeda sehingga menghasilkan suara yang berbeda saat dihentakkan ke atas tanah.

Alat musik bambu hitada ini cukup terkenal bagi masyarakat di Halmahera. Dahulu alat musik ini juga sering digunakan oleh masyarakat sebagai sarana berkomunikasi dan sebagai alat musik untuk hiburan.

Alat musik tradisional yang berasal dari Maluku selanjutnya yaitu gong sedang, merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik gong sedang ini sering digunakan oleh masyarakat Maluku sebagai pengiring tarian tradisional.

Baca juga : Alat Musik Harmonis

Alat Musik Tradisional Leko Boko

Alat musik tradisional yang berasal dari Maluku selanjutnya yaitu leko boko atau dikenal dengan bijol, merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik, sama seperti memainkan gitar.

Alat musik leko boko atau bijol memiliki tempat resonansi yang dapat menghasilkan suara indah yang terbuat dari kayu dan labu hutan sebagai tempat dawai.

Alat musik yang berasal dari Maluku ini sering digunakan oleh masyarakat sebagai hiburan pribadi maupun sebagai pengiring dalam upacara adat. Selan itu alat musik ini juga dapat dipadukan dengan alat musik heo sehingga menghasilkan irama yang sangat indah.

Alat musik tradisional Maluku memiliki ciri khas dan keunikan mulai dari suara hingga bahan yang digunakan dalam pembuatannya.

Alat musik tradisional yang berasal dari Maluku ini biasanya terbuat dari alam seperti cangkang kerang maupun tumbuhan asli Indonesia. Alat musik yang terdapat di Indonesia merupakan kesenian adat yang wajib untuk dilestarikan.

Baca juga : Alat Musik Tradisional Aceh

Alat Musik Gong Totobuang

Cocok dengan namanya, alat musik ini memanglah menyamai Gong di Jugau Jawa. Cuma saja perbedaannya terletak pada dimensi, Gong Totoboang mempunyai dimensi yang relatif lebih kecil.

Totoboang diambil dari kata“ tetabuhan”, ataupun dalam bahasa Jawa mempunyai makna bermain gamelan ataupun dapat dimaksud gamelan. Umumnya, Gong Totobuang dimainkan bersama alat musik yang lain semacam Tifa ataupun Tifa Totobuang

Gong Totoboang dibuat dari bahan kuning berupa cekungan, yang dimainkan dengan metode dipukul memakai kayu yang sudah dilapisi karet ataupun kain di bagian ujungnya. Umumnya alat musik ini dimainkan dalam satu set gong yang jumlahnya 12- 14 buah.

Alat Musik Idiokordo

Alat musik khas Maluku ini lebih kerap diucap bagaikan Tatabuhan. Bila dilihat sekilas, wujud Idiokordo ini menyamai Siter, salah satu alat musik khas Jugau Jawa. Metode memainkannya juga juga sama, ialah bersama dipetik.

Idiokordo sendiri dibuat dari bahan utama kayu, yang dibalut dengan ukiran- ukiran pada bagian luarnya. Sehingga keelokan alat musik ini terus menjadi meningkat. Instrumen petik khas Maluku ini memiliki 4 senar.

Sangat tidak sering untuk dapat menciptakan alat musik Idiokordo ini, mengingat alat musik petik ini cuma digunakan dan dimainkan kala kegiatan adat formal saja.

Baca juga : Alat Musik Gesek Tradisional

Alat Musik Ukulele

Alat musik maluku utara Meskipun bukan berasal asli dari wilayah Maluku, tetapi Ukulele juga ialah salah satu tipe alat musik Maluku yang mempunyai guna sama seperti gitar.

Sama halnya semacam gitar, ukulele dimainkan dengan metode dipetik. Untuk kamu penggemar musik tradisional, rasanya alat musik ini telah tidak asing lagi paling utama pada musik keroncong.

Alat Musik Tifa Maluku

tarian tradisional malukuBukan cuma di Papua, Tifa juga jadi salah satu alat musik yang tumbuh di Maluku dan setelah itu jadi instrumen tradisional khas Maluku. Wujud tifa sangat bermacam- macam, terdapat yang mempunyai wujud ibu melebar dan terdapat juga yang berdimensi ramping memanjang

Metode memainkannya merupakan dengan metode dipukul. Tifa merupakan salah satu tipe alat musik ritmis tradisional. Umumnya Tifa digunakan untuk mengiringi tari tradisional. Kemudian apa perbedaannya dengan Tifa yang terdapat di Papua?

Perbedaannya terletak pada motif ataupun warna yang terdapat di tubuh Tifa Maluku. Tifa Papua mempunyai ukiran khas Papua yang penuhi bagian tubuh alat musik. Sebaliknya pada tifa maluku tidak mempunyai motif ataupun warna pada bagian badannya

Alat Musik Tifa Totobuang

Banyak yang mengira bila nama ini ialah satuan alat musik yang tidak dapat dipisahkan. Sementara itu Tifa Totobuang sendiri ialah 2 tipe alat musik Maluku ialah Tifa dan Totobuang. Tetapi tifa totobuang disini mempunyai dimensi yang lebih besar.

Tifa ialah alat musik yang dimainkan dengan metode dipukul, menyamai gendang yang memiliki selaput jam dari bahan kulit. Alat musik ini memanglah jadi khas Indonesia timur dan banyak ditemui di wilayah Maluku dan Papua

Sebaliknya Totobuang ialah alat musik melodis dengan nada- nada. Wujudnya menyamai gong dengan dimensi yang lebih kecil dan tersusun berentetan cocok nada yang berbeda.

Walaupun kedua alat musik ini mempunyai latar balik yang berbeda, tetapi campuran keduanya bisa menciptakan suatu bunyi yang harmonis dan indah. Sebab seperti itu keduanya senantiasa dimainkan bersama dan dinamakan Tifo Totobuang

Alat Musik Suling Melintang

Alat musik ini lumayan populer di wilayah Maluku, banyak warga setempat yang menyebutnya bagaikan floit. Uniknya, alat musik ini bisa dimainkan sampai 3 orang lebih dalam wujud akord suara 1, 2, 3, 4.

Metode memainkannya juga sama semacam musik barat disebabkan mempunyai suara sopran, tenor, alto dan bass. Suling ini memanglah bukan alat musik asli wilayah Maluku, sebab terbawa- bawa dari budaya bangsa Belanda dan POrtugis tetapi digemari warga lokal.

Alat musik tradisional ini dibuat dari seruas bambu, dimana salah satu ujungnya terpasang penyekat dan dilengkapi 6 lubang nada dan 1 lubang tiup. Umumnya suling melintang dimainkan kala terdapat kegiatan penyambutan tamu, pengiring lagu gereja, dan pengiring orkes.

Tidak hanya itu, suling melintang juga kerap dimainkan dan dipadukan bersama alat musik tradisional ataupun modern yang lain.

Baca juga : Alat Musik Kalimanta Timur

Alat Musik Gong Sedang

Alat musik Gong ini dibuat dari material kuningan, berhias motif 2 ekor naga yang mana memperlihatkan kekuatan pengaruh dari Cina. Sehingga dapat dikatakan ini jadi alat musik khas Maluku yang terserang pengaruh Tiongkok.

Perihal ini juga meyakinkan bila leluhur orang Maluku dahulunya tidak menutup diri dari pengaruh budaya luar.

Tadinya gong digunakan untuk alat barter pala dan cengkeh, ataupun bagaikan cenderamata orang dagang jawa yang diberikan kepada raja- raja Maluku, mahar, ataupun juga bagaikan harta kekayaan.

Gong kerap digunakan untuk mengiringi tarian tradisional, misalnya tari Cakalele. Tiap tabuhan gong dikira memiliki makna

Alat Musik Jukulele

Jukulele ataupun juk, ialah alat musik maluku yang dibuat dari kayu dan kulit fauna. Bagaikan salah satu alat musik petik, alat musik ini mempunyai dawai 4 dengan stem nada 5, 1, 3, 6.

Alat musik non tradisional khas Maluku ini sesungguhnya diimpor dari bangsa Portugis semenjak abad ke 15M. Tetapi saat ini melebur dan telah jadi bagian bagaikan salah satu alat musik khas Maluku

Pada awal mulanya, Jukulele dibuat dari bahan kayu. Tetapi setelah itu warga setempat memodifikasi di bagian ruang resonansi memakai batok kelapa. Umumnya jukulele digunakan untuk mengiringi musik Hawaiian, keroncong, dan sejenisnya.

Alat Musik Suling Paruh

Suling paruh ini dibuat dari seruas bambu dan pada bagian salah satu ujungnya disumbat memakai kayu dengan irisan miring yang setelah itu mirip wujudnya semacam paruh. Bagian ini juga berperan bagaikan tempat peniup pemain.

Di sisi depa, suling mempunyai lubang nada dan di bagian balik mempunyai satu lubang bagaikan lubang jari. Suling paruh ini umumnya digunakan bagaikan pengiring musik Sawat

Nah itu tadi sebagian alat musik Maluku sampai Maluku Utara dan penjelasannya, sebagian antara lain bisa jadi masih digunakan sampai dikala ini. Tetapi sebagian yang lain mulai tergantikan alat musik modern bersamaan berkembangnya zaman ini.