Mulai dari Tradisional Hingga Modern, Inilah 10 Alat Musik Melodis Terpopuler

Alat Musik Melodis – Untuk menciptakan rangkaian melodi dengan harmonisasi yang baik dibutuhkan kolaborasi antar alat musik, seperti alat musik melodis, ritmis dan harmonis. Kali ini kita akan membahas tentang ragam alat musik jenis melodis.

Alat musik dengan jenis melodis merupakan alat musik yang memiliki tingkatan nada. Ia  berfungsi melengkapi permainan musik ritmis.

Cara memainkannya bermacam-macam, ada yang digesek, dipetik, ditiup, dihisap, ditekan maupun digoyang. Mulai dari kategori tradisional hingga modern ada di Indonesia. Simak artikel berikut ini, selengkapnya.

Macam-macam Alat Musik Melodis

Alat Musik Melodis

Alat Musik Melodis

  1. Alat Musik Harmonika

Harmonika merupakan jenis instrumen musik modern yang mudah digunakan, hanya dengan cara menghisap dan meniupnya.

Walaupun begitu pemain harmonika tetap membutuhkan keahlian untuk mengolah keluar masuknya udara melalui diafragma.

Tidak banyak yang tahu jika sebenarnya sejarah Harmonika berasal dari alat musik tradisional Cina bernama Sheng, yang muncul pada masa kekaisaran Nyu-Kwa. Selanjutnya Sheng dikembangkan menjadi Harmonika modern oleh Christian Friedrich Buschman pada tahun 1821.

Baca juga : Alat Musik Tradisional Maluku

  1. Alat Musik Angklung

Angklung merupakan jenis alat musik tradisional yang melodius. Salah satu instrumen musik paling kondang di Indonesia ini berasal dari suku Sunda, Jawa Barat.

Angklung terbuat dari bilah bambu yang diolah dan dibentuk sehingga dapat menghasilkan rangkaian melodi.

Ukuran Angklung beragam. Keberagaman ukurannya menentukan tinggi rendahnya nada. Memainkannya sangat mudah, kita tinggal menggoyang-goyangkannya saja.

Posisi tangan kanan berada di atas untuk memegang Angklung sementara tangan kiri bertugas menggoyangkan Angklung supaya menimbulkan suara.

Baca juga : Alat Musik Tradisional Jawa Timur

  1. Alat Musik Akordion

Akordion atau akordeon adalah alat musik yang mirip dengan organ. Alat musik tradisional ini berasal dari Sumatera Selatan. Sejarahnya, kehadiran Akordion sebagai alat musik merupakan akibat dari masuknya budaya luar.

Karena Akordion sendiri diciptakan pada tahun 1822 oleh seniman Jerman, Christian Fried, dan dipatenkan 7 tahun kemudian oleh Cyrill Demian.

Banyak musik-musik religi khas Sumatera Selatan yang menggunakan Akordion sebagai pengiringnya. Pemain Akordion harus menggantungkannya di badan mereka jika ingin memainkannya.

Ada empat jenis Akordion yang dimainkan di Indonesia diantaranya Akordin piano, concertinas, berwarna dan diatonis.

Baca juga : Alat Musik Tradisional Jawa Tengah

  1. Alat Musik Seruling

Selanjutnya adalah seruling, alat musik tradisional populer yang sifatnya melodis. Alat musik ini berasal dari Jawa Barat dan umumnya terbuat dari bambu kecil yang terdapat 6-7 lubang pada badan serulingnya.

Menyusul belakangan seruling modern hadir dengan material lebih awet dengan menggunakan logam alumunium dan plastik.

Seruling tergolong sebagai alat musik harmonis yang tidak hanya sebagai pelengkap namun kini berfungsi sebagai alat musik utama atau primer dalam suatu pertunjukkan.

Tidak jarang kini pemain seruling bisa melakukan pertunjukkan solo. Seruling atau biasa orang awam menyebutnya Suling juga terdapat negara-negara lain dengan nama berbeda.

Baca juga : Alat Musik Tradisional Jawa Barat

  1. Alat Musik Sasando

Sasando adalah salah satu bentuk alat musik tradisional melodis yang berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Alat musik ini mirip dengan kecapi yang memiliki komponen dawai dan dimainkan dengan cara dipetik.

Sasando kerap digunakan dalam mengiringi upacara-upacara adat atau sebagai pengiring tari dan lagu tradisional masyarakat setempat.

Bentuknya seperti mangkok dan terdapat tabung bambu di tengahnya. Tabung bambu pada Sasando berfungsi untuk mengaitkan dawai (senar) yang melingkar mengelilinginya.

Sedangkan penutupnya yang berbentuk seperti mangkok itu terbuat dari anyaman daun lontar. Penutup Sasando berfungsi sebagai wadah resonansi.

  1. Alat Musik Pianika

Alat musik dengan jenis melodis selanjutnya adalah pianika. Pianika merupakan perpaduan atara alat musik harmonika dan piano. Namun karena memainkannya harus dengan meniupnya, maka Pianika termasuk dalam jenis alat musik tiup.

Bentuknya mirip seperti piano, namun lebih kecil dan cara memainkannya pun berbeda. Agar tuts yang ditekan menghasilkan suara, pemain pianika juga harus meniupnya melalui mouthpiece yang terhubung dengan selang. Tuts yang tersedia pada Pianika memiliki rentang luas tiga oktaf.

Pianika umumnya bisa kita temui di sekolah yang terdapat ekstrakurikuler musik atau drum band. Alat musik ini sangat mudah digunakan bahkan oleh anak SD.

Hanya dengan memegangnya dengan tangan kiri, sedang tangan kanan menekan tuts sembari selang mouthpiece terpasang pada mulut. Dengan begitu melodi pokok dan kontra sudah bisa kita dengarkan.

Baca juga : Alat Musik Harmonis

  1. Alat Musik Kecapi

Jika tadi kita sudah membahas mengenai Sasando, sekarang kita bahas instrumen musik melodis Kecapi. Kecapi masuk dalam kategori alat musik tradisional.

Alat musik ini berasal dari suku Sunda, Jawa Barat. Bahan bakunya adalah kayu yang terdapat rongga udara di dalamnya. Pada bagian atas kecapi senar-senar kecapi tersusun rapi dan siap dimainkan dengan cara dipetik.

Seperti kebanyakan alat musik tradsional bernada melodis lainnya, alat musik ini bisa digunakan sebagai pengiring musik-musik tradisional Sunda. Kecapi sendiri terbagi menjadi dua, yaitu Indung dan Keapi Rincik.

Sesuai namanya, Kecapi Indung berukuran lebih besar daripada Kecapi Rincik. Pada Kecapi Indung terdapat delapan 18-20 dawai yang digunakan untuk memberikan intro, bridges atau interlude. Sementara kecapi Rincik hanya terdapat 15 dawai.

  1. Alat Musik Biola

Biola adalah alat musik berjenis melodis lainnya yang juga menggunakan senar. Berbeda dari Sasando atau Kecapi, cara memainkan Biola adalah dengan menggeseknya menggunakan alat gesek yang biasaya terbuat dari rambut buntut kuda yang sudah dikencangkan.

Biola dirancang hanya memiliki empat senar dengan nada G-D-A-E, di mana G adalah nada terendahnya.

Alat musik ini dapat kita temukan pada pertunjukkan musik bergenre klasik, jazz, pop, folk bahkan beberapa genre musik yang dikira tidak akan cocok juga dapat memasukkan alat musik biola atas nama kebebasan berekspresi. Biola banyak sekali macamnya, diantaranya biola besar, biola menengah, biola kecil dan biola bass.

  1. Alat Musik Piano

Piano adalah salah satu alat musik jenis melodi tertua. Kata Piano berasal dari bahasa Italia pianoforte. Alat musik ini ditemukan oleh Bartolomeo Cristofori pada tahun 1720-an.

Seringnya Piano dimainkan pada kelas musik klasik, namun tidak menutup kemungkinan dimainkan juga pada jenis musik lainnya.

Dasarnya Piano dibedakan menjadi dua macam yakni piano elektrik dan piano akustik. Piano elektrik menggunakan papan elektronik yang menghasilkan suara serupa dengan Piano akustik. Sementara Piano akustik menggunakan senar yang ketukan dengan menggunakan palu mini.

  1. Alat Musik Gitar

Alat musik gitar adalah alat musik berjenis melodis terakhir yang akan kita bahas. Alat musik ini sangat mudah kita temui dimanapun, saking populer keberadaannya. Memainkannya adalah dengan cara dipetik, bisa menggunakan jari atau menggunakan pik berbentuk segitiga. Gitar sendiri terbagi menjadi dua macam, yakni gitar elektrik dan gitar akustik.

Gitar elektrik adalah jenis gitar yang memainkannya harus menggunakan aliran listrik supaya hasil suara yang dikeluarkan maksimal. Gitar jenis ini telah diperkenalkan sejak tahun 1930an. Sementara Gitar akustik tidak perlu menggunakan listrik untuk memainkannya.

Selesai sudah pembahasan kita mengenai ragam alat musik melodis, dari yang tradisional seperti kecapi, angklung, arkadeon, sasando sampai yang modern, seperti harmonika, biola, piano dan lainnya. Keberadaan alat musik ini dibutuhkan untuk melengkapi melodi ritmis alat musik lain.

Baca juga : Alat Musik Tradisional Aceh