Alat Musik Kalimantan Timur

Yuk, Kenali Lebih Jauh Berbagai Alat Musik Kalimantan Timur yang Khas! Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki beraneka ragam alat musik tradisional yang unik dan khas.

Salah satunya adalah alat musik yang berasal dari Kalimantan Timur atau Kaltim. Pulau yang berbatasan dengan negara Malaysia ini merupakan provinsi paling luas kedua setelah Papua.

Alat musik yang dimiliki Kalimantan Timur tidak hanya satu, melainkan beraneka ragam. Mulai dari bahan pembuatan, bentuk sampai dengan cara menggunakannya.

Sampai saat ini, berbagai alat musik tradisional tersebut masih terawat dengan baik. Untuk informasi lebih lanjut, berikut ini beberapa alat musik tradisional yang berasal dari Kalimantan Timur.

Alat Musik Tradisional Provinsi Kalimantan Timur

Alat Musik Tradisional Kadire / Kedire / Kaduri / Keluri / Keledi

Alat Musik Kalimantan Kadire

Alat Musik Kalimantan Kadire

Alat musik Kalimantan Timur yang pertama adalah kadire. Alat musik tradisional yang satu ini dimainkan dengan cara ditiup.

Kadire ini memiliki beberapa nama yang unik, yaitu Kedire, Kaduri, Keluri, Keledi. Alat musik yang satu ini terbuat dari bambu, tempurung kelapa, dan labu.

Nada yang keluar dari kadire bukan berasal dari labu yang melekat di bagian mulut kadire, melainkan berasal dari tempurung kelapa.

Bahan labu ini sebelum digunakan harus direndam selama 1 bulan setelah isinya dibuang. setelah itu barulah labu dikeringkan.

Untuk menyatukan bahan labu dengan batang bambu, pengrajin menggunakan perekat yang berasal dari sarang lebah hutan. Sedangkan tempurung kelapa berfungsi sebagai pengatur nada.

Nada yang dihasilkan kadire ini disebut sebagai nada pentatonik, yaitu musik dengan lima not per oktaf.

Kadire ini merupakan alat musik Kalimantan Timur yang sering dimainkan pada saat upacara adat masyarakat Dayak atau pertunjukan tradisional lainnya, baik itu tarian, nyanyian, hiburan teater, atau tutur.

Baca juga : Alat Musik Ritmis

Alat Musik Tradisional Sampe / Sampek

Alat Musik Tradisional Sampe

Alat Musik Tradisional Sampe

Alat musik tradisional yang berasal dari Kalimantan Timur selanjutnya adalah sampe atau sampek. Alat musik yang satu ini sering dimainkan oleh suku Dayak.

Cara menggunakan sampe ini mirip dengan alat musik kecapi, yaitu dengan cara dipetik. Alat musik yang satu ini bisa dimainkan secara tunggal atau bersamaan dengan alat musik lainnya.

Bahan yang digunakan untuk membuat sampe adalah kayu pilihan dan memiliki senar atau dawai.

Pada daerah pedalaman Kalimantan, alat musik memiliki peranan penting dalam pelaksanaan upacara adat dan juga sebagai sarana hiburan.

Itu sebabnya alat musik Kalimantan Timur sampe ini berfungsi sebagai ungkapan perasaan, baik itu sedang sedih, berduka, gembira, atau sedang rindu.

Selain itu, alat musik yang satu ini juga memiliki dua nada yang berbeda saat dimainkan malam hari atau siang hari, yaitu:

Siang hari: Menunjukkan perasaan gembira, suka ria, dan senang.

Malam hari: Menghasilkan nada yang sendu, terluka, penderitaan, dan kesedihan yang mendalam.

Alat Musik Tradisional Kalimantan Klentangan

Alat Musik Tradisional Klentangan

Alat musik Kalimantan Timur yang berikutnya disebut juga klentangan. Ini merupakan alat musik yang bentuknya mirip seperti gamelan milik masyarakat Jawa.

Seperti halnya sampek, klentangan juga termasuk salah satu alat musik yang sering digunakan oleh suku Dayak.

Klentangan terbuat dari dua bahan yaitu kayu dan logam kuningan. Awalnya, klentangan terbuat dari bahan kayu yang mudah dibentuk, kuat, dan ringan.

Namun, dengan langkanya bahan kayu tersebut membuat klentangan sampai saat ini diproduksi dengan menggunakan bahan logam kuningan.

Selain bahannya, bentuk alat musik Kalimantan Timur yang satu ini juga berbeda.

Jika klentangan kayu bentuknya berbilah, sedangkan yang terbuat dari bahan besi kuningan yang dikenal dengan nama serunai ini bentuknya bulat.

Ada 3 tahap yang harus dilewati untuk membuat klentangan, yaitu pemilihan bahan, penataan bilah, dan alat pemukulnya.

Klentangan terdiri dari 6 gong kecil dengan bagian tengah yang menonjol dan memiliki nada yang berbeda-beda.

Cara menggunakannya alat musik tradisional yang satu ini adalah dengan cara dipukul di bagian tengahnya. Gong-gong tersebut disusun sedemikian rupa disesuaikan dengan urutan nadanya.

Alat Musik Tradisional Uding / Uring

Alat Musik Tradisional Uding Uring

Satu lagi alat musik Kalimantan Timur yang bentuknya unik yaitu uding atau uring yang terbuat dari bambu atau enau dengan panjang 20 cm dan diameter 2-3 cm. Pada bagian ujungnya terdapat rongga yang berisi biji kayu.

Cara memainkan alat musik ini cukup unik, Uding ini dipegang dengan menggunakan 2 jari lalu letakkan melintang pada mulut Anda.

Kemudian, petik atau pukul bagian ujungnya dengan menggunakan jari tangan lainnya sampai bilah bergetar dan menghasilkan nada yang merdu.

Alat Musik Tradisional Kalimantan Jatung Utang

Alat Musik Tradisional Uding

Salah satu alat musik Kalimantan Timur yang ukurannya mencapai 3 meter dengan diameter 50 cm adalah jatung utang.

Alat musik yang satu ini terbuat dari kayu pilihan yang dirangkai dan diikat dengan tali yang kuat. Dalam setiap susunan kayunya memiliki nada indah yang bisa dimainkan dengan cara dipukul.

Anda bisa memainkannya dengan kedua tangan menggunakan pemukul yang terbuat dari kayu yang bagian ujungnya berupa gumpalan keras.

Umumnya, alat musik Jatung utang ini digunakan sebagai tanda dibukanya acara penyelenggaraan upacara adat atau tarian daerah.

Alat Musik Tradisional Jatung Adau / Prahil / Tuwung / Tubuhng

Alat Musik Tradisional Jatung Adau

Alat musik Kalimantan Timur jatung adau ini bentuknya mirip kendang yang merupakan alat musik dari suku Dayak.

Bahan utama jatung adau ini adalah kayu adau yang terkenal kuat dan tidak mudah pecah saat diolah. Pada bagian membran terbuat dari kulit binatang, kabarnya kulit binatang yang digunakan adalah dari kulit kijang atau lembu hutan.

Kulit binatang tersebut disatukan dengan kayu adau dengan cara diikat menggunakan rotan dan ring pengikat yang kuat yang dikenal dengan nama Serapah oleh penduduk setempat.

Seperti halnya kendang, jatung adau ini menghasilkan nada indah dengan cara dipukul.

Alat Musik Tradisional Gemer / Gimar

Alat Musik Tradisional Gemer

Alat musik Kalimantan Timur yang berikutnya adalah gemer atau gimar. Alat musik yang satu ini sekilas mirip dengan gendang.

Terbuat dari kayu yang salah satu sisinya berlubang, sedangkan sisi lainnya dilapisi dengan membran yang terbuat dari kulit binatang.

Untuk memainkan alat musik yang satu ini adalah dengan cara dipukul menggunakan tangan tanpa alat bantu lainnya.

Untuk bisa menghasilkan nada yang berbeda-beda, Anda harus menggunakan teknik tertentu.

Dengan demikian, irama yang dihasilkan akan berjalan selaras dengan alat musik lainnya. Terdapat 4 bentuk Gimar berdasarkan dari bentuk dan ukurannya, yaitu:

  • Gemer
  • Prahi
  • Tuuking Tuat
  • Pampong

Selain yang sudah disebutkan diatas, masih ada dua lagi alat musik Kalimantan yang perlu Anda ketahui yaitu Sulikng dan Gening.

Berdasarkan bentuk dan ukurannya, terdapat 4 macam jenis sulikng yaitu, Serupaai, Kelalii, Suliikng Dewa, dan Tompong.

Sedangkan Gening merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul dan terbuat dari logam. Terdapat 3 jenis gening jika dilihat berdasarkan ukurannya, yaitu Lesung, Sukatn, dan Pamole’.

Banyak sekali alat musik Kalimantan yang memiliki nama yang unik, bentuk, bahan, ukuran yang berbeda-beda.

Semua alat musik tersebut, mulai dari klentangan, uding sampai dengan gening, memiliki ciri khas masing-masing dan jika dipadukan akan menghasilkan nada dan irama yang merdu.

Baca juga : Alat Musik Tradisional Bali