7+ Alat Musik Betawi – Beserta Gambar dan Penjelasannya Lengkap

Alat Musik Betawi – Setiap daerah di Indonesia memiliki alat musik khas sendiri. Termasuk suku Betawi yang sangat terkenal dengan kesenian khasnya.

Sampai sekarang alat musik Betawi masih terus digunakan di berbagai acara adat atau perayaan hari-hari tertentu.

Hal ini tentu menjadi sebuah kebanggaan di tengah maraknya tren musik modern yang sekarang banyak digemari.

Berbagai jenis alat musik masyarakat Betawi memiliki suara yang berbeda. Perbedaan tersebut dihasilkan dari bahan pembuatan yang juga berbeda.

Pembuatannya juga tidak dilakukan sembarangan karena harus sesuai dengan tujuan alat musik tersebut. Inilah 7 jenis alat musik asli Betawi yang paling populer.

Alat Musik Betawi

Tanjidor Betawi

Alat musik Tanjidor Betawi

Tanjidor Betawi

Mendengar nama tanjidor pasti sudah langsung tahu bahwa kesenian musik ini merupakan milik orang Betawi. Tanjidor ini merupakan kesenian Betawi yang berbentuk orkes.

Ternyata kesenian Tanjidor sudah ada sejak abad ke-19. Dulunya tanjidor merupakan usulan dari Tjanje di daerah Citereup.

Nama tanjidor sendiri di ambil dari nama sebuah kelompok musik Tangsi yaitu asrama militer tentara Jepang pada zaman penjajahan.

Kelompok musik tersebut sering bermain dengan tujuan menghibur masyarakat Betawi saat bekerja. Karena suara dari alas musik tersebut unik maka digabungkan dengan alat lain yang lebih bervariasi.

Gabungan beberapa alat musik inilah yang sampai sekarang sering ditampilkan di pesta-pesta orang Betawi. Tanjidor terdiri dari beberapa orang pemain yang memegang alat masing-masing.

Alat tersebut berupa lebih dari 10 jenis instrumen seperti Baritone, Tuba, Trompet, Simbal, Quarto, Cabasa dan juga alat musik barat seperti Klarinet, Trombone dan lain-lain.

Gambang Kromong

Gambang Kromong Betawi

Gambang Kromong Betawi

Selain tanjidor, orkes khas Betawi yang lain adalah gambang kromong. Kesenian ini merupakan gabungan dari gamelan, alat musik barat dan nada dasar pentasionis bercorak Tionghoa.

Perpaduan dari beberapa budaya ini membuktikan bahwa Betawi memang terdiri dari berbagai masyarakat etnis seperti etnis Tionghoa.

Di tempat asal masyarakat Tionghoa yaitu China, musik ini sudah populer sejak tahun 1030-an. Salah satu yang terkenal adalah Gambang Kromong Ngo Hong Lao, dengan semua pemainnya adalah orang China asli.

Tangga nada asli China yang juga populer bernama Tshi Che seperti yang sekarang terdengar pada gambang.

Instrumen pada Gambang Kromong terdiri dari Gambang kayu, seperangkat Bonang yang memiliki lima nada atau biasa disebut Kromong, Ohayan, Rebab dan Gihyan, Diatonik, Suling Laras Kenong dan Gendang.

Sedangkan instrumen musik baratanya yaitu gitar, biola terompet dan saksofon.

Gambang kromong menjadi bukti toleransi warga Betawi yang menerima dengan baik kehadiran etnis lain. Selain itu gambang kromong berfungsi sebagai pengerat silaturahmi.

Lagu yang dimainkan dengan alat musik ini kebanyakan berupa humor, syair bernuansa semangat dan kegembiraan serta kadang berupa sindiran sarkasme.

Kemong Alat Musik Betawi

Alat musik Kemong Betawi

Alat musik Kemong

Kemong juga termasuk alat musik Betawi yang sudah populer sejak zaman dulu dan masih digunakan sampai saat ini. Bentuk kemong menyerupai gong pada serangkaian alat musik gamelan.

Hanya saja bentuknya lebih kecil dan terdiri dari jumlah yang banyak dalam satu barisnya. Alat ini merupakan bagian dari kesenian gambang kromong.

Kemong dimainkan dengan cara dipukul. Alat pemukulnya berupa tongkat yang diberi lapisan karet atau kain pada ujungnya sehingga membentuk bulatan.

Masing-masing kemong memiliki suara yang berbeda pada satu baris atau rangkaian. Dalam satu rangkaian kemong dimainkan oleh satu orang saja dengan dipukul secara bergantian.

Marawis

Marawis Alat Musik Betawi

Marawis

Nama alat musik marawis pasti juga sudah tidak asing lagi bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Marawis merupakan alat musik populer selain tanjidor dan gambang kromong yang sangat identik dengan kesenian ibu kota Jakarta.

Marawis dimainkan lebih sering pada perayaan hari-hari besar keagamaan atau pesta pernikahan adat Betawi.

Penampakan alat musik marawis serupa dengan rebana. Cara memainkannya dengan cara dipukul. Tangan kiri memegang alat musik berbentuk bundar tersebut, sementara tangan kanan yang bertugas memukulnya.

Memukulnya harus dengan gerakan cepat dan kuat agar suara yang dihasilkan bisa seirama.

Dalam penggunaannya, permainan marawis dimainkan oleh beberapa orang. Para pemain ini biasanya mengenakan seragam khusus dengan warna yang cerah.

Tidak hanya seragam, mereka juga memakai atribut pelengkap seperti peci dan sepatu. Permainan musik marawis ini akan semakin meriah dengan penampilan ondel-ondel.

Sukong Alat Musik Betawi

 

Sukong adalah alat musik khas Betawi yang sudah melegenda. Alat musik ini termasuk alat musik melodi yang menjadi rangkaian dalam keseluruhan alat musik di pentas seni khas Betawi.

Secara fisik, sukong berbentuk seperti rebab yang merupakan alat musik gesek asli dari Timur Tengah. Hanya saja sukong memiliki ukuran yang lebih kecil dibanding rebab.

Meskipun secara penampilan mirip rebab, sukong menghasilkan bunyi yang berbeda. Dua buah senar pada sukong memiliki nada dasar G.

Pada sebuah pementasan gambang kromong, sukong berperan sebagai bass karena suara yang dihasilkan terbilang rendah. Cara memainkan alat ini yaitu dengan dipetik.

Tehyan Alat Musik Betawi

Tehyan Alat Musik Betawi

Tehyan

Tehyan dikenal sebagai alat musik Betawi yang dimainkan dengan cara digesek pada dawainya. Bentuknya snagat unik menyerupai rangka manusia mulai dari pinggang hingga pinggul.

Tehyan disebut sebagai jenis lain dari sukong. Jika sukong memiliki nada dasar G, maka tehyan memiliki nada dasar A atau sebagai ritme.

Tehyan memiliki nada tangga diatonis. Untuk menghasilkan suara nada yang berkelanjutan, pemain tehyan mengandalkan perasaan untuk mengambil nada selanjutnya.

Karena itulah tehyan disebut sebagai alat musik dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibanding alat musik lain dari tanah Betawi.

Alat musik tehyan sudah sangat jarang sekali ditemui. Hanya pada pementasan kesenian daerah Betawi saja, alat ini muncul bersama alat-alat musik tradisional lain.

Pemainnya juga paling banyak dari kalangan orang yang sudah berusia lanjut. Tehyan mulai jarang dilirik kaum muda untuk dipelajari karena bersaing dengan alat musik modern.

Gambus Alat Musik Betawi

Gambus Alat Musik Betawi

Gambus

Gambus dikenal sebagai alat musik dari Timur Tengah. Alat musik gambus juga banyak terdapat di berbagai daerah. Di masyarakat Betawi, gambus memiliki ciri khusus yang membedakannya dengan gambus dari daerah lain.

Dawai pada gambus Betawi berjumlah 7 utas, 6 utas dengan 3 nada bersuara kembar dan 1 dawai sebagai bas.

Sejarah gambus Betawi dimulai sejak abad 19 ketika banyak imigran dari India dan Yaman yang memasuki kawasan Jakarta.

Mereka melakukan misi perdagangan sekaligus secara tidak langsung turut mengajarkan agama Islam. Gambus yang mereka bawa itulah sebagai media penyebaran agama.

Badan gambus terbuat dari kayu yang berfungsi sebagai resonator saat dimainkan. Terdapat tambahan kain sutera yang membuat gambus ini lebih nyaman dimainkan.

Cara memainkannya dengan memetik senarnya. Dari dulu sampai sekarang gambus banyak digunakan untuk melantunkan lagu-lagu keagamaan.

Berbagai alat musik Betawi hingga kini masih eksis. Alat-alat tersebut menjadi bagian dari kesenian khas Betawi yang sampai sekarang masih tetap terjaga.

Hal ini harusnya mendapat perhatian dari generasi muda untuk mau melestarikannya agar tidak punah dan tergeser tren musik modern.