30+ Adab Membaca Al Quran, Beserta Pengertian, dan Gambar [Lengkap]

30+ Adab Membaca Al Quran, Beserta Pengertian, dan Gambar [Lengkap]

Adab Membaca Al Quran – Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, beberapa waktu lalu saya telah membahas sedikit artikel yang bertema tentang Al-Quran.

Dan pada kesempatan ini izinkan saya untuk sedikit menyampaikan informasi tentang Adab Membaca Al-Quran yang baik dan benar sesuai dengan ajaran agama islam.

Pengertian Al Quran

30+ Adab Membaca Al Quran Beserta Pengertian Gambar [Lengkap]
30+ Adab Membaca Al Quran Beserta Pengertian Gambar [Lengkap]
Kita semua tahu bahwa Al-Qur’an merupakan  kalamullah yang sangat mulia. Dan al-Quran bukanlah seorang  makhluk, al-Quran bukanlah buku novel dan al-Quran bukanlah kitab yang dikarang oleh manusia, melainkan al-Quran merupakan  wahyu yang diturunkan oleh Allah melalui malaikat Jibril Kepada  Rasulullah Muhammad Saw.

Maka sudah selayaknya kita sebagai seorang muslim untuk menjadikan al-Quran sebagai pedoman hidupnya dan selalu membacanya  setiap hari supaya dapat  semakin dekat dengan Rabnya Allah swt.

Apalagi sebentar lagi kita akan memasuki pada bulan Ramadhan, harus lebih semangat lagi untuk menghafal atau membacanya bahkan mampu mengamalkannya.

Adab Adab Membaca Al Quran

30+ Adab Membaca Al Quran Beserta Pengertian Gambar [Lengkap]
30+ Adab Membaca Al Quran Beserta Pengertian Gambar [Lengkap]
Baiklah langsung saja jangan lama – lama, berikut ini merupakan  adab-adab ketika membaca ayat al-Quran yang sesuai tuntunan/sunnah nabi Muhammad Saw:

Disini saya akan berbagi sekitar 28 adab ketika membaca Al-Quran yang bisa anda coba ketika akan membaca kitab Allah ini.

  1. Ikhlas dan Menjadi Orang yang Bertaqwa

Adab membaca ayat suci al-Quran yang pertama yaitu harus bisa  meluruskan niat dan menjadi orang bertaqwa. Karna seorang muslim akan lebih nyaman membaca al Quran jika seseorang mempunyai  niat yang ikhlas.

Sedangkan dengan bertaqwa kepada Allah swt, maka kita akan lebih mudah untuk memahami isi dari Al-Qur’an tersebut. Sebagaimana yang  telah dijelaskan di dalam Qs. Al-Baqarah 282 yang artinya.

Dan bertaqwalah kepada Allah, Allah mengajarmu dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu. (Q.S Al-Baqarah: 282)

      2. Membaca dalam Keadaan Suci (Berwudhu)

Hendaklah dari kita jika ingin  membaca al Quran dalam keadaan mempunyai wudhu (suci dari hadats kecil). Selain itu dianjurkan juga agar pakaian, badan dan tempatnya harus bersih.

Namun di sini ada beberapa perbedaan pendapat tentang anak kecil. Apakah dari anak kecil harus berwudhu atau tidak saat hendak memegang mushaf al Quran tersebut. Untuk lebih berhati hati sebaiknya dia harus juga berwudhu dan dalam keadaan suci.

Tidak mengapa  ketika seorang guru di kelas memandu anak-anak untuk mengambil air wudhu sebelum membacanya. Katakan kepada mereka bahwa ini merupakan adab seorang muslim saat membaca al-Quran.

  1. Bersiwak sebelum Membaca Al-Quran

Bagi kita yang ingin membaca kitab al-quran ini kita lebih dahulu disunnahkan untuk bersiwak yang bertujuan untuk dapat membersihkan mulut kita.. Dalil tentang sunnah bersiwak ada di hadits yang diriwayatkan dari Hudzaifah, Rasulullah Muhammad saw telah bersabda.

عَنْحُذَيْفَةَبْنِالْيَمَانِرَضِيَاللهُعَنْهُقَالَ : كَانَرَسُوْلُاللهِإِذَاقَامَمِنَاللَّيْلِيَشُوْسُفَاهُبِالسِّوَاكِ

  1. Membaca Ta’awudz Sebelum Membaca Kitab Suci Al-Quran

Disunnahkan juga untuk untuk ketika membaca al-quran sebaiknya membaca taawudz dan basmala terlebih dahulu, kecuali surat at Taubah yang cukup beristi’adzah atau memohon kepada Allah dari godaan syaithon yang terkutuk, tanpa kita mengucapkan  basmalah.

Inilah yang membedakan antara  al-Quran dengan kitab lainnya. Jadi jangan sampai dari kita semua  melupakan adab baca al-Quran yang satu ini.

Allah telah berfirman, “Jika Engkau hendak membaca Al Qur’an maka mintalah kalian sebuah perlindungan kepada Allah dari syaithan yang terkutuk.” (An NAhl 98)

  1. Posisi Membaca Al Quran yang Baik dan Benar

Hendaknya seorang yang sedang membaca al-Quran memposisikan dirinya dengan baik dan juga  benar, karena itu merupakan bagian dari etika membaca al-Quran. Boleh dari kita ketika membaca al Quran sambil berdiri, berjalan, berbaring dan berkendara. Hadits dari Aisyah bahwa Nabi Muhammad saw telah bersabda,

أَنَّالنَّبِيَّصَلَّىاللّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَكَانَيَتَّكِئُفِيحَجْرِيْوَأَنَاحَائِضٌثُمَّيَقْرَأُالقُرْآنَ

  1. Memilih Tempat yang Tenang Saat Baca Quran

Ketika kita ingin membaca al-Quran sebaiknya kita mencarilah tempat yang tenang dan waktu yang sesuai karena lebih mengundang bersatunya keinginan kuatnya dan kejernihan hatinya.

  1. Tartil (Perlahan lahan) Ketika Tilawah (membaca) Al-Quran

Setelah poin di atas sudah kalian semua dilakukan, maka membaca al-quran harus dengan tartil (perlahan-lahan). Sebab sunnah ketika membaca al Quran itu secara tartil dan makruh hukumnya apabila membacanya terlalu cepat. Hal ini sudah  dijelaskan dalam firman Allah surat Al Muzzamil ayat 4:

 

اَوْزِدْعَلَيْهِوَرَتِّلِالْقُرْاٰنَتَرْتِيْلًاۗ

au zid ‘alaihi wa rattilil-qur`āna tartīlā

atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur’an itu dengan secara perlahan-lahan atau tidak terburu – buru.

  1. Bacaan Mad harus Diperhatikan

Sebenarnya ini bagian dari tartil juga, namun ketika dalam masalah mad (panjang pendek) orang-orang masih banyak yang salah maka perlu ditekankan salah satu poin khusus ini. Kita lebih dianjurkan untuk memperhatikan bacaan-bacaan yang panjang maupun pendek.

Jika terdapat bacaan mad yang panjang maka kita pun harus memanjangkan juga. Sahabat Nabi yaitu Anas pernah ditanya, “Bagaimana cara baca Nabi?” Maka dia menjawab, ‘Beliau membaca dengan memanjangkan, beliau membaca ‘Bismillahirrahmanirrahim.’ Beliau Nabi Muhammad saw memanjangkan ‘bismillaah’, memanjangkan ‘ar rahmaan dan ar rahiim”. (HR. Bukhari)

  1. Membaguskan Suara ketika membaca Al-Quran

Disunnahkan pula bagi kita  agar membaguskan suara dalam membaca Al Quran dan dilarang pula  membaca al-quran dengan dialek yang mendayu-dayu. Nabi muhammad saw telah bersabda,

زَيِّنُواالْقُرْآنَبِأَصْوَاتِكُمْ

“Hiasilah (perindah) suara kalian ketika membaca al Quran.”(HR. Abu Dawud no. 1468, Ibnu Majah no. 1342, An-Nasa-I no. 1015, Ahmad no. 18494, ad-Darimi no. 3543, Shohih, lihat Silsilah Ahaadits as-Shohihah no. 771)

  1. Bersujud ketika Membaca Ayat Sajdah

Termasuk sunnah dan adab ketika membaca al Quran yaitu bersujud ketika melewati bacaan ayat sajdah. Bahkan ketika sedang solatpun  dan kita telah menemukan ayat sajdah seorang imam pun disunnahkan untuk bersujud. Bacaan sajdah pada umumnya sudah ditandai pada mushaf kalian masing-masing. Berupa  tanda seperti bentuk masjid atau yang lainnya.

  1. Tidak Memotong Motong Bacaan

Dianjurkan menyambung bacaan di dalam al Quran dan tidak memotongnya (secara acak). Seorang tabiin Nafi’ telah meriwayatkan, “Bahwa Ibnu Umar ketika membaca al Quran maka beliau tidak akan berbicara hingga beliau selesai darinya…” (HR. Bukhari)

  1. Memulai dengan Ayat yang Sesuai jika Berhenti di Tengah Surat

Apa maksud adab membaca al-Quran yang keduabelas  ini? Maksudnya yaitu pada saat kita berhenti di tengah-tengah surat dan hendak melanjutkan bacaan, maka kita harus memulai dari ayat yang berkaitan (awal kalam) hal itu supaya tidak terputus suatu bacaan tersebut.

Untuk mengetahuinya agar kita dapat membuka terjemahan (bagi yang belum bisa bahasa Arab). Imam An Nawawi telah berkata, “Disunnahkan bagi orang yang sedang membaca Al Quran, apabila dia mulai dari tengah – tengah surat, hendaklah dia memulai dari awal kalam, di mana antara satu dengan lainnya saling berkaitan.”

Contohnya ayat 1, 2 dan 3 membahas tentang Neraka, maka kalau terputus di bagian ayat 2, maka ketika hendak memulai kita harus membaca dari ayat pertama.

  1. Merenung Juga Termasuk Adab ketika Membaca Al Quran

Wajib bagi kalian merenungi (makna-makna) ayat al Quran. Berdasarkan firman Allah dalam surat an-Nisa 82 yang artinya:

a fa lā yatadabbarụnal-qur`ān, walau kāna min ‘indi gairillāhi lawajadụ fīhikhtilāfang kaṡīrā

Maka tidakkah kalian menghayati (mendalami) Al-Qur’an? Sekiranya (Al-Qur’an) itu bukanlah dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak sekali hal yang bertentangan di dalamnya.

  1. Berinteraksi dengan Al-Quran

Setelah kita dapat merenungi, nanti kita akan lebih mudah untuk berinteraksi dengan ayat-ayat al Quran.

Apa sih maksudnya? Berinteraksi sama dengan seperti memohon surga kepada Allah ketika membaca ayat tentang ini dan memohon perlindungan dari neraka ketika membaca ayat yang menyebutkannya (neraka). Allah juga telah menjelaskan dalam firmannya yaitu surat Shad ayat 29 :

وَوَهَبْنَا لِدَاوٗدَ سُلَيْمٰنَۗ نِعْمَ الْعَبْدُ ۗاِنَّهٗٓ اَوَّابٌۗ

wa wahabnā lidāwụda sulaimān, ni’mal-‘abd, innahū awwāb

Dan kepada Dawud Kami telah karuniakan (anak bernama) Sulaiman; dia merupakan sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah).

  1. Menangis Ketika Membaca Al Quran

Menangis pada saat membaca dan menyimak al Quran, terdapat sunnah yang tsabit. Tapi adab membaca al quran merupakan salah satu amalan yang mudah apabila kita ingin merenungi dan berinteraksi dengan baik.

  1. Mengeraskan Suara ketika membaca Al – Quran

Ketika kalian sedang membaca Al – Quran kalian Disunnahkan menjahrkan atau mengeraskan suara dalam membaca al Quran apabila tidak menimbulkan kerusakan atau hal-hal Negatif bagi jama’ah lain.

Contohnya ketika kalian sedang berada di samping orang solat maka jangan dikeraskan.

  1. Membaca Tasbih

Termasuk sunnah Rasulullah Muhammad Saw yaitu membaca tasbih ketika melewati ayat yang mengandung tasbih atau penyucian nama Allah dan juga  memohon perlindungan dari azab.

Ketika melewati ayat yang menjelaskan tentang azab serta memohon karunia kapada Allah ketika melewati ayat rahmat. Dan ini juga salah satu jalan kita untuk dapat berintraksi dengannya.

  1. Ketika Berhenti Membaca Al-quran

Ketika kalian sudah merasa ngantuk sekali  alangkah baiknya berhenti membaca Al-quran . Khawatirnya ketika kalian lanjut membaca akan salah semua bacaan kalian sehingga menambahlah dosa kalian semuanya.

Rasulullah Muhammad saw telah bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian sedang melakukan  shalat di malam hari, lalu bacaan al Qurannya menjadi tidak jelas di lidahnya, lalu dia tidak mengetahui lagi apa yang sedang dibacanya, maka hendaklah dia berbaring  untuk istirahat.” (HR. Muslim)

Para sahabat dahulu sangatlah rajin menghafal al-quran, murojaah dan membaca al Quran, siang malam selalu dihiasi dengan al-Quran. Nah, jika kalian juga demikian dan mulai mengantuk berat maka alangkah baiknya hentikan dulu bacaannya.

  1. Ucapan “صدقاللهالعظيم” Apakah juga masuk di dalam Adab Membaca Al-Quran?

Ucapan  kalimat صدقاللهالعظيم setelah selesai membaca al-Quran dan juga  membacanya secara terus menerus yaitu  tidak ma’tsur (tidak sunnah). Ucapan tersebut merupakan kalimat yang benar pada segi maknanya, akan tetapi mengucapkannya secara terus menerus setiap kali usai membaca al-Quran merupakan bid’ah. Karena hal ini tidak didapatkan dari Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam.

  1. Doa Khatam Quran

Tidak ada doa – doa tertentu untuk mengkhatamkan al-Quran dan juga mengadakan perayaan dalam rangka menghafal al-Quran tersebut,  itu bukanlah suatu sunnah dari Nabi Muhammad saw.

Adapun apa yang telah dilakukan oleh banyak orang dengan asumsi bahwa itu merupakan adat kebiasaan dan bukan menyatakan syariat hanyalah sebagai ungkapan rasa gembira dengan adanya nikmat berhasil menghafal al Quran, maka tidaklah mengapa untuk membacanya. Sebagai wujud syukur kalian karena sudah khatam Al-quran ini.

  1. Boleh Membawa al Quran di Saku

Sebagai Seorang muslim kita diperbolehkan membawa mushaf al Quran di kantong atau di saku baju. Dan lebih diutamakan untuk diletakkan di bagian kantong atas dan jangan diletakkan di kantong celana yang sejajar dengan kemaluan.

  1. Makruh Mencium al Quran

Mungkin sebagai kita menganggap ini merupakan amalan yang baik, namun ternyata di dalam kitab “Muntaqa al-Adab as-Syariah (Adab dan Akhlak Islam), Syaikh Majid Sa’ud Al-Ausan” kita dimakruhkan mencium mushaf al Quran dan juga menempelkan di antara kedua mata atau kening.

Pada umumnya biasa dilakukan setelah selesai  membaca al Quran atau ketika mendapatkan mushaf al Quran pada tempat yang sudah kurang terhormat.

  1. Jangan Menempelkan Ayat al-Quran di Dinding

Adab islam terhadap ayat al-Quran  adalah jangan menempelkan ayat-ayat al-quran di tembok. Hal itu sangat dimakruhkan, sebab amat tidak patut menjadikan al Quran di dinding sebagai pengganti perkataan maupun bacaan semata. Bahkan kadang sampai al-quran itu berdebu, kejauhan dan kepanasan.

  1. Mengamalkan Al Quran Setelah Membacanya

Adab yang ini bukan lagi sebagai anjuran kita semua, namun sudah menjadi salh satu kewajiban kita untuk mengamalkan al-Quran setelah kita  membacanya.

  1. Mengingat atau Murojaah Al-Quran

Anjuran untuk selalu  mengingat-ingat Al-Quran dan juga memeliharanya yakni menjadikannya mengulang ulang hafalan sebagai kebiasaan atau rutinitas kita semua.

Rasulullah saw telah  bersabda,

“Peliharalah Al-Quran dengan cara mengulang-ulang hafalannya demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sungguh hafalan al Quran itu lebih mudah lepas daripada unta di ikatan tambatnya.” (HR. Bukhari)

  1. Jangan Membiasakan Mengatakan Hal ini

Termasuk juga etika atau adab ketika  membaca al-Quran menurut Islam yaitu larangan kalian membiasakan mengatakan “Aku lupa”.

Dan yang benar adalah katakanlah, ‘aku dibuat lupa dengan ayat itu.’ atau ‘hafalan ayat ayatku dibuat gugur.’ atau ‘aku dibuat lupa.’

  1. Menyimak dengan Baik

Adab membaca al-quran berikutnya ditujukan kepada pendengarnya. Hendaknya kita yang mendengarnya, menyimaknya dengan baik dan diam serta dengan khusyu’, hal ini berdasarkan firman Allah dalam surat Al-A’raf ayat 204:

وَاِذَا قُرِئَ الْقُرْاٰنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ وَاَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

Dan apabila dibacakannya  Al-Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu juga mendapat rahmat.

  1. Bolehnya Wanita Haid Membaca Al Quran

Wanita yang sedang haid dan juga nifas boleh membaca al-Quran tanpa sekali menyentuh mushaf al-Quran atau menyentuhnya dengan tabir pelapis (berdasarkan pada pendapat yang lebih shahih dari dua pendapat ulama besar) karena tidak ada riwayat yang tsabit dari Nabi yang mencegah perbuatan tersebut.

Nah itulah ringkasan sedikit tentang adab-adab membaca al Quran dalam Islam yang sesuai Sunnah Nabi. Poin-poin di atas tersebut  berlaku untuk semua usia, baik wanita, laki-laki ataupun yang lainnya.

Semoga dengan adanya artikel singkat ini dapat menambah ilmu pengetahuan anda semua dan terutama bagi diri saya pribadi. Sekian Wassalamu’alaikum wr wb

Leave a Comment